Erina, dan Asqia

Beberapa hari kemudian, saat malam hari. Erina menemani putranya yang sedang tertidur. Namun tiba-tiba Asqia pulang dengan diantara oleh seorang pria yaitu kekasihnya.

Pria itu bernama Niko berusia dua puluh lima tahun.

Kini Niko duduk di ruang tamu, sedangkan Asqia masuk ke dalam berteriak memanggil kakaknya, yang berada di dalam kamar.

"Kak Erina!" teriak Asqia saat berada di depan kamar kakaknya.

"Iya sebentar," jawab Erina dari dalam,saat pintu kamar terbuka. "Iya Qia ada apa?"

Erina tidak ingin putranya terbangun karena sejak pagi Zio seperti kurang sehat.

"Kakak lagi ngapain? Aku mau minta buatkan minum untuk Niko pacar aku! Soalnya orangnya di luar, aku ingin mengganti baju sebentar," ucap Qia, dengan memerintah kakaknya.

"Kenapa tidak kamu aja yang membuat minuman untuk pacar kamu!" tolak Erina dengan cara baik.

"Yaelah! Jadinya Kakak gak mau aku minta tolong! Lagian Kakak juga nggak ngapa-ngapain 'kan di rumah," sambil menatap Erina dengan tersenyum sinis.

Karena tidak ingin berdebat dengan adiknya itu akhirnya Erina pun mengiyakan. "Ya sudah nanti Kakak buatkan minum untuk Niko. Tapi kamu cepetan ganti bajunya! Soalnya kakak takut nanti Zio terbangun dari tidurnya dan menangis!"

"Iya! Jadi kakak bawel banget sih!" jawab Qia dengan tidak sopan. "Yasudah bikinin aja dulu! Cerewet banget si jadi Kakak!" ucapnya dengan tidak sopan.

Membuat Erina menggelengkan kepalanya, melihat sikap adiknya yang begitu tidak suka dengan dirinya.

Asqia pun pergi masuk ke kamar, untuk mengganti pakaian. Sedangkan Erina sedang membuat minum untuk Niko

Setelah minuman sudah siap, lalu mengantarkan ke ruang tamu. Entah kenapa Niko saat melihat Erina datang, tatapan matanya membuatnya tak nyaman.

Erina segera meletakkan minuman itu di atas meja. " Silahkan di minum, Asqia sedang mengganti pakaian,"

Saat Erina hendak meninggalkan Niko, tiba-tiba tangannya ditahan oleh kekasih adiknya itu.

Erina menunjukan wajah tak suka kepada pria yang kini sedang menatapnya dengan tatapan genit.

"Lepasin tangan saya! Jangan kurang ajar ya!" Erina menunjukan wajah marah.

Justru Niko menunjuk senyuman menyeringai, dengan menatapnya dengan tatapan mesum.

"Ternyata ini Kakaknya Asqia yang dia ceritakan sedang menumpang tinggal di sini!" Erina terkejut mendengarnya.

Erina berusaha melepaskan tangannya dari pria di hadapannya. Namun nyatanya tidak bisa, pegangan tangan terlalu kuat.

"Apa maksud kamu, saya Kakaknya. Bebas saya mau tinggal di sini bukan urusan kamu! Lepasin tangan saya, jangan kurang ajar ya!" Erina dengan marahnya, ia takut kalau adiknya melihat dan akan menjadi salah paham.

"Iya kamu itu kakaknya yang habis bercerai itu 'kan? Pasti kamu butuh kasih sayang dari seorang pria? Bagaimana jika dengan aku saja?" ucapnya dengan tatapan me*um menatap Erina. "Aku siap putus dengan adik kamu, asal kamu mau jadi milikku! Kamu terlalu cantik jika menyendiri terlalu lama. Pasti akan banyak laki-laki yang akan mengincar kamu?"

"Laki-laki buaya seperti kamu. Saya heran adik saya bisa menerima pria hidung belang seperti kamu. Saya pastikan Asqia akan segera memutuskan kamu jadi kekasihnya!" ucap Erina dengan wajah menantang.

Sebenarnya Erina sedikit takut jika berhadapan dengan pria seperti Niko.

"Buktikan saja! Aku yang putus dengan adik kamu, atau kamu yang akan selalu di benci oleh dia. Karena sejak kedatangan kamu di sini, Asqia sangat membenci kamu!" ancam Niko menatap Erina dengan garang.

Niko menatap ke arah lain, dan tersenyum menyeringai.

"Kak jangan seperti ini. Mana mungkin aku meninggalkan Qia untuk kamu. Aku sangat mencintai dia!" ucap Niko dengan tiba-tiba, membuat Erina kebingungan.

"Apa-apaan kamu, dasar pria sinting!" Erina yang tidak tau kalau itu akal-akalan Niko karena melihat Asqia keluar kamarnya.

"Kak Erina!" suara Asqia membuatnya terkejut mendengarnya.

Asqia berjalan menghampiri Erina dan Niko. Menatap Kakak dengan tatapan marah.

PLAK!

Erina mendapatkan sebuah tamparan dari Asqia, tentunya Niko tersenyum saat melihatnya.

"Apa-apaan kamu, datang-datang menampar Kakak kamu?" kata Erina dengan tak terima perlakukan adiknya itu.

"Kakak yang apa-apaan! Kamu mencoba menggoda Niko?" Erina menggelengkan kepalanya,apa yang sudah di tuduhkan adiknya kepadanya . "Dasar janda gatel bisa-bisanya merayu dia di belakang aku!"

"Astaghfirullah Qia! Kamu tega bilang seperti itu ke Kakak kamu, demi pria buruk seperti dia!" Erina dengan terlihat marah karena tak terima dengan tuduhan yang dikatakan adiknya.

"Aku bahkan tak sudi merayu pria macam dia! Lebih baik aku menjadi seperti ini, daripada menikah dengan laki-laki buaya seperti Niko.

"Ada apa ini buat keributan di malam hari!" Suara pak Bagas.

Membuat semuanya menoleh ke arah sumber suara. Terlihat pak Bagas dan Noval datang, sedangkan Bu Hesti berada di belakang dua pria itu.

"Erina, Asqia. Ada apa ini? Kenapa kalian bertengkar?" tanya pak Bagas menatap kedua putrinya, kemudian menatap ke arah Niko.

"Siapa kamu? Ada urusan apa kamu datang kesini!" Pak Bagas menatap Niko dengan tatapan tak suka.

"Saya Niko Om." memperkenalkan diri.

"Niko ini pacar Qia Yah. Kami sudah menjalani hubungan sudah enam bulan lamanya." Jelas Asqia. "Niatnya aku ingin memperkenalkan dia ke ayah. Namun nih kak Erin membuat aku kesal!" adunya membuat Erina menggelengkan kepalanya.

"Masalah apa?" tanya pak Bagas.

"Dia menggoda Niko, dan menyuruhnya untuk ninggalin aku. Jahat banget kak Erina!" ucap Qia dengan mengadu ke ayahnya.

Pak Bagas tidak terlihat marah kepada Erina, justru menatap Asqia dan Niko d penuh dengan tatapan tak suka dan penuh amarah.

Lalu pak Bagas mendekat ke arah Niko lalu menarik kerah bajunya.

"Kamu jangan coba-coba meracuni pikiran Asqia! Saya ayahnya jadi lebih tau semua sifat anak-anak saya seperti apa. Jadi kamu jangan membuat keributan yang membuat kedua anak saya jadi terpecah belah! Mengerti kamu!" ucap pak Bagas dengan wajah membunuh, dan membuat Niko sedikit ciut melihatnya.

"Ta_ _ tapi apa yang saya katakan benar adanya," jawabnya yang masih mengelak.

"Ayah! Kenapa ayah menyalahkan Niko. Jelas-jelas Kak Erina yang janda ke gatelan ini yang menggoda pacar Qia!" ucap Asqia membela kekasihnya.

Mendengar Asqia mengatakan itu, membuat pak Bagas terlihat semakin emosi.

PLAK!

Asqia di tampar. Tetapi bukan ayahnya yang menampar Qia, melainkan Bu Hesti.

Pak Bagas terkejut saat istrinya menampar putrinya.

"Ibu tidak pernah mengajarkan kamu untuk bicara seperti itu! Bagaimanapun dia itu Kakak kamu, kamu berhutang nyawa dengan dia. Kalau bukan Erin yang menyelamatkan kamu waktu itu, mungkin sekarang kamu sudah tiada!" ucapnya dengan emosi. "Jadi ibu katakan kamu minta maaflah kepada Erina, jangan kurang ajar kepadanya!" terlihat tatapan Bu Hesti penuh dengan ancaman.

Asqia menatap wajah ibunya dengan tatapan marah, sambil memegangi pipinya.Sedangkan Erina melihat adiknya di marahi oleh ibunya merasa tak tega, namun karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Bu," ucap Erina menyentuh pundak ibunya yang terlihat emosi.

Asqia menatap Erina dengan tatapan tak suka.

"Puas loe ngeliat gue di tampar ibu kaya gini!" Asqia menatap Erina dengan tatapan membenci.

Setelah mengatakan itu, Asqia segera pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya. Sedangkan di ruang tamu, Niko masih berhadapan dengan keluarga Erina.

Bersambung.

Episodes
1 Awal cerita
2 Ibu mertua
3 Menantu tak di anggap
4 Erina Hamil
5 Baby Zio
6 Baby Arkana
7 Ulang tahun Zio
8 Gelisah
9 Perubahan sikap
10 Damar merasa gelisah
11 Ke rumah orang tua
12 Pelajaran untuk Damar
13 Berpisah
14 Noval emosi
15 Ibu-ibu tukang gosip
16 Erina, dan Asqia
17 Kembali ke rumah lama
18 Kedatangan Zainal
19 Sebuah Rahasia
20 Tempat tinggal baru
21 Seseorang yang di kenal
22 Ferdian
23 Bunda Nabila dan Ferdian
24 Zio terus memanggil Ferdian
25 Zio sakit
26 Di perbolehkan pulang
27 Isi hati
28 Love you
29 Pulang ke rumah
30 Pergi untuk selamanya
31 Kesedihan dan ketakutan Erina
32 Pengakuan Erina.
33 Ikut bersama kamu
34 Ferdian dan pak Bagas
35 Datangnya Zainal dan Tiara
36 Sambutan Hangat
37 Permainan perdana
38 Pacaran
39 Kagum dengan istri
40 Tersimpan dengan rapih
41 Melepaskan diri
42 Kamu harus kuat
43 Bukti CCTV
44 Erina di perbolehkan pulang
45 Mendiami istrinya
46 Jalan-jalan
47 Membentak untuk pertama kalinya
48 Keributan di rumah
49 Membuat keributan
50 Aku sangat mencintai kamu
51 Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52 Suami yang posesif
53 Dua pengawal
54 Cantik dan menggemaskan
55 Laki-laki seperti ayah
56 Kedatangan Asqia
57 Qia menginap
58 Jangan kurang ajar
59 Emosi Kinan
60 Sakit hatiku rasanya
61 Ferdian sakit.
62 Tetapi dia sudah jahat
63 Ayam goreng
64 Dokter Tommy
65 Masa lalu Ferdian
66 Nenekku 1
67 Nenekku 2
68 Ke rumah Bu Hesti
69 Pernikahan Joddy dan Kinan
70 Pertandingan
71 Session berikutnya
72 Bareng keluarga
73 Bintang Laut
74 Sengatan Cinta
75 Noval Pengganti Ayah
76 Aku berangkat ya
77 Sangat merindukan istrinya
78 Rumah sakit
79 Ferdian dan Joddy datang.
80 Berdoa untuk Erina
81 Erina membuka matanya
82 Rasa nyeri
83 Menemukan
84 Merindukan suaminya
85 Zio bersedih
86 Tiga orang tersangka
87 Istri dan anak-anakku sehat
88 Kesebuah taman
89 Erina cemburu
90 Menggoda Erina
91 Asqia tertangkap
92 Mainan barunya
93 Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94 Gelang pemberian nenek
95 Asqia menikah
96 Tentang Noval
97 Bertemu mantan
98 Wanita satu-satunya
99 Membawa Kinan ke rumah sakit
100 Takut jarum
101 Pengumuman Novel baru gaes ....
102 Kedatangan pengantin baru
103 Asqia akan melahirkan
104 Akhir kebahagiaan keluarga.
105 Pengumuman Karya baru.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal cerita
2
Ibu mertua
3
Menantu tak di anggap
4
Erina Hamil
5
Baby Zio
6
Baby Arkana
7
Ulang tahun Zio
8
Gelisah
9
Perubahan sikap
10
Damar merasa gelisah
11
Ke rumah orang tua
12
Pelajaran untuk Damar
13
Berpisah
14
Noval emosi
15
Ibu-ibu tukang gosip
16
Erina, dan Asqia
17
Kembali ke rumah lama
18
Kedatangan Zainal
19
Sebuah Rahasia
20
Tempat tinggal baru
21
Seseorang yang di kenal
22
Ferdian
23
Bunda Nabila dan Ferdian
24
Zio terus memanggil Ferdian
25
Zio sakit
26
Di perbolehkan pulang
27
Isi hati
28
Love you
29
Pulang ke rumah
30
Pergi untuk selamanya
31
Kesedihan dan ketakutan Erina
32
Pengakuan Erina.
33
Ikut bersama kamu
34
Ferdian dan pak Bagas
35
Datangnya Zainal dan Tiara
36
Sambutan Hangat
37
Permainan perdana
38
Pacaran
39
Kagum dengan istri
40
Tersimpan dengan rapih
41
Melepaskan diri
42
Kamu harus kuat
43
Bukti CCTV
44
Erina di perbolehkan pulang
45
Mendiami istrinya
46
Jalan-jalan
47
Membentak untuk pertama kalinya
48
Keributan di rumah
49
Membuat keributan
50
Aku sangat mencintai kamu
51
Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52
Suami yang posesif
53
Dua pengawal
54
Cantik dan menggemaskan
55
Laki-laki seperti ayah
56
Kedatangan Asqia
57
Qia menginap
58
Jangan kurang ajar
59
Emosi Kinan
60
Sakit hatiku rasanya
61
Ferdian sakit.
62
Tetapi dia sudah jahat
63
Ayam goreng
64
Dokter Tommy
65
Masa lalu Ferdian
66
Nenekku 1
67
Nenekku 2
68
Ke rumah Bu Hesti
69
Pernikahan Joddy dan Kinan
70
Pertandingan
71
Session berikutnya
72
Bareng keluarga
73
Bintang Laut
74
Sengatan Cinta
75
Noval Pengganti Ayah
76
Aku berangkat ya
77
Sangat merindukan istrinya
78
Rumah sakit
79
Ferdian dan Joddy datang.
80
Berdoa untuk Erina
81
Erina membuka matanya
82
Rasa nyeri
83
Menemukan
84
Merindukan suaminya
85
Zio bersedih
86
Tiga orang tersangka
87
Istri dan anak-anakku sehat
88
Kesebuah taman
89
Erina cemburu
90
Menggoda Erina
91
Asqia tertangkap
92
Mainan barunya
93
Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94
Gelang pemberian nenek
95
Asqia menikah
96
Tentang Noval
97
Bertemu mantan
98
Wanita satu-satunya
99
Membawa Kinan ke rumah sakit
100
Takut jarum
101
Pengumuman Novel baru gaes ....
102
Kedatangan pengantin baru
103
Asqia akan melahirkan
104
Akhir kebahagiaan keluarga.
105
Pengumuman Karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!