Ulang tahun Zio

Damar menutup laptopnya, dan membereskan berkas yang ada di depannya. Saat pintu terbuka, datanglah seorang wanita cantik dengan wajah cantik, tubuh tinggi langsing, dengan rambut panjang sepinggang.

"Hei, pria sombong! Masih gak berubah ya?"ucap gadis itu.

"Melodi!" gadis itu tersenyum. "Hei ya ampun kamu kapan datang dari Korea? "

"Beberapa hari yang lalu, terus bosen dirumah jadi kesini. Aku tadi tidak sengaja bertemu tante Nurma, terus di kasih tempat kamu ini," kata Melody, yang kini duduk di kursi di depan meja kerja Damar.

Antara Damar dan Melody melanjutkan mengobrol, memang hubungan mereka, sudah saling kenal sejak kecil. Karena Melody setelah dewasa tinggal di Korea, jadi membuat keduanya tak pernah bertemu.

Saat malam harinya, Erina dan Damar sedang menemani putra kecil di atas tempat tidur sedang berceloteh menggemaskan.

"Zio, anak Mama sekarang sudah besar. Sudah mau satu tahun ya sayang?" ucap Erina mengajak baby Zio bercanda.

"Aaauuun ... iioo aauunn ... Mama aaauun," suara yang terdengar oleh mereka, keluar dari mulut bayi, yang tepat satu tahun bulan ini.

Damar dan Erina yang mendengar suara putranya tertawa.

"Anak Papa mau ulang tahun? Zio Mau tiup lilin?" tanya Damar, yang ingin sekali mengajak bicara putranya.

"Eeaaa ... hehe...huuupphh ... bbhhhuuu ..." Damar tertawa melihat baby Zio justru memainkan air liurnya.

"Ya ampun, anak kita lucu banget si? Kamu senang dong mendengar dia berceloteh lucu seperti ini?" tanya Damar masih senang memperhatikan baby Zio.

"Iya Mas, sudah pasti aku senang melihat anak kamu, terus berceloteh lucu seperti ini," jawab Erina.

Clung!

Terdengar notifikasi chat masuk, Damar segera mengambil handphonenya, dan melihat pesan dari nomor yang tak di kenal. Erina melihat suaminya membalas chat dengan tersenyum, namun dirinya tak berpikiran macam-macam tentang ayah dari putranya.

Erina terus menemani putranya yang terlihat sangat mengantuk. Lama kelamaan, baby Zio pun tertidur. Setelah selesai mengirim pesan, Damar tersenyum menatap wajah istrinya. Lalu melihat kearah putranya.

"Eeh anak Papa sudah tidur?" Damar mengecup kening putranya.

"Sudah, dia tertidur tadi saat kamu sedang chat dengan temanmu," jawaban Erina membuat hati Damar tersentil.

"Maaf sayang! Tadi teman lamaku dia datang ketempat ku. Nah kami sempat tukeran nomor handphone, ternyata dia langsung kirim pesan," Damar berkata jujur.

"Laki-laki?" tanya Erina.

Damar diam dengan pertanyaan istrinya, apakah dia harus jujur atau menyembunyikannya.

"Perempuan," jawab Damar, sambil memperhatikan raut wajah istrinya.

"Oooh!" Erina hanya menganggukkan kepalanya saja.

"Kamu gak marah?"

Erina menggelengkan kepalanya. "Hanya teman saja 'kan?" Damar mengangguk.

"Cuma teman, untuk apa aku marah. Jika lebih dari kata itulah baru!"

"Enggak lah sayang! Dia itu hanya teman kecilku, dulu kami sering bersama, namun ketika lulus SMP dia ikut ayahnya pindah, dan setelah dewasa dia kuliah di university Seol," cerita Damar, dan Erina mengangguk mendengarkan ceritanya.

Selama ini, Erina mengenal sosok suami jujur. Dahulu sebelum bersamanya, Damar yang dia kenal, arogan, banyak perempuan yang mengaguminya.

Flashback

Saat Erina duduk di bangku SMA, ada seorang murid baru di sekolahnya bernama Damar. Rupanya murid laki-laki itu duduk di kelas yang sama dengan dirinya dan duduk di kursi tepat didepannya.

Meskipun terlihat dari bicaranya sombong,dan dingin, namun wajah tampan yang dimilikinya, membuat Damar banyak mempunyai teman, termasuk murid perempuan. Hanya Erina saja, yang bersikap biasa saja kepada Damar.

Selama bersekolah di sana, Damar dan Erina tak pernah saling menyapa.

Hingga suatu hari, ketikan Erina pulang sekolah. Dirinya melihat, kalau ada sekelompok anak sekolah, sedang memukuli seseorang. Saat di lihat, ternyata yang sedang di hajar rupanya teman sekelasnya, dirinya segera membantunya dengan menyalakan suara mobil polisi lewat handphone miliknya. Sampai akhirnya, semua orang pun kocar-kacir dengan mengendarai motor mereka.

Erina, segera menghampiri murid laki-laki yang sudah terkulai lemas, dan membantu untuk duduk. Alangkah terkejutnya, kalau yang di pukuli itu ternyata Damar murid baru yang di kenalnya sombong.

"Damar kamu gak apa-apa?" tidak ada jawaban darinya. " Ayo aku bantu obati luka di kening kamu itu!"

"Gak usah, sekarang kamu pergi sana! Jangan sok perduli dengan aku!"

"Aku mau bantuin kamu, bukannya sok peduli. Lihat kening kamu terluka, kalau orang tua kamu lihat, mereka pasti khawatir dengan keadaan kamu." Kata Erina, lalu membuka tas nya dan mencari sesuatu di dalamnya.

"Ini aku membeli minum, dan masih baru. Kamu minum ya!" Sambil menatap wajah Erina dengan tatapan dingin, Damar tak menjawab apa yang di katakan olehnya.

"Aku obati luka kamu ya?"Erina mengambil sapu tangan di tasnya.

"Kamu mau ngapain?" tanya Damar melihat Erin membasahi saputangannya dengan air.

"Membersihkan luka kamu! Itu lukanya mengeluarkan darah,"

"Sudah di bilang, kamu pergi, jangan sok memperdulikan aku!" teriak Damar, mendorong Erina hingga terjatuh.

Brugh!

"Aaw ..." pekik Erina, meringis kesakitan, karena kakinya terkena batu.

Damar merasa tak tega, melihat Erina meringis kesakitan, karena sudah mendorongnya.

"Maaf!" gumam Damar dengan pelan.

Erina tersenyum . "Aku akan memaafkan kamu, kalau luka itu sudah diobati."

"Terserah," jawab Damar.

Erina pun tersenyum, sapi tangan itu di berikan air dingin di botol, yang baru di buka. Setelah itu, dirinya segera membersihkan luka di kening Damar. Tak lupa Erina menempelkan plaster berwarna kuning.

Damar sendiri hanya diam saat keningnya di obati lukanya, oleh Erina . Diam- diam dirinya memperhatikan gadis di hadapannya, sesekali ia tersenyum saat melihat jarak mereka begitu dekat.

Sajak saat itulah mereka berteman, dan semakin lama, Damar diam-diam jatuh hati dengan Erina. Seorang gadis berhijab, yang memiliki senyuman manis, membuat dirinya yang sombong, menjadi ramah, sisi dingin menjadi hangat.

Flashback of.

Sejak dari sana Erina sangat tau karakter Damar seperti apa. Selama ini dia mengenal sosok suaminya, pria yang setia menjaga hati dan perasaannya.

Kini Damar dan Erina merayakan ulang tahun baby Ezio, yang ke satu tahun. Tak lupa keluarga Erina datang dari jauh, hanya untuk melihat Zio.

Pak Bagaskara dan istrinya, yang tak lain ibu sambung Erina, datang ke rumah keluarga Prasetyo.

Saat para keluarga berkumpul, tiba tiba datanglah seorang wanita cantik datang menghampiri Damar.

"Melodi, kamu datang juga. Ayo sini, masuk kita kumpul!" ajak Damar

"Damar di mana anakmu?" tanya Melody dengan membawa sebuah kado.

Damar membawa gadis itu kepada Erina yang dimana sedang mengobrol dengan Tiara. "Sayang, ada seseorang yang mencari Zio,"

Erina menoleh, dan melihat seorang wanita cantik dengan rambut panjang, tersenyum kepadanya. "Hai, aku Melody, temannya Damar."

"Aku Erina, istrinya Mas Damar, ini Zio anak kami," Erina sambil tersenyum, dan memperkenalkan putra kecilnya.

"Hai tampan. Selamat ulang tahun ya. Uuuhh ... ganteng banget sih kamu, mirip Papa kamu," puji Melody, sambil menggerakkan tangan Zio.

"Terimakasih Onty Melody," jawab Erina memperagakan suara anak kecil.

"Panggil Lody saja Erin!" pintanya dan Erina mengangguk.

Melody memberikan sebuah kado untuk baby Zio, dan Erina menanggapinya.

"Terimakasih ya," Erina seraya tersenyum.

"Sama-sama," Lody pun membalas senyumannya.

Dari kejauhan Bu Nurma memperhatikan Erina, bersama Melody, dengan tersenyum menyeringai.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

LISA

LISA

Pasti bu Nurma punya ide jelek tuh

2023-03-22

0

lihat semua
Episodes
1 Awal cerita
2 Ibu mertua
3 Menantu tak di anggap
4 Erina Hamil
5 Baby Zio
6 Baby Arkana
7 Ulang tahun Zio
8 Gelisah
9 Perubahan sikap
10 Damar merasa gelisah
11 Ke rumah orang tua
12 Pelajaran untuk Damar
13 Berpisah
14 Noval emosi
15 Ibu-ibu tukang gosip
16 Erina, dan Asqia
17 Kembali ke rumah lama
18 Kedatangan Zainal
19 Sebuah Rahasia
20 Tempat tinggal baru
21 Seseorang yang di kenal
22 Ferdian
23 Bunda Nabila dan Ferdian
24 Zio terus memanggil Ferdian
25 Zio sakit
26 Di perbolehkan pulang
27 Isi hati
28 Love you
29 Pulang ke rumah
30 Pergi untuk selamanya
31 Kesedihan dan ketakutan Erina
32 Pengakuan Erina.
33 Ikut bersama kamu
34 Ferdian dan pak Bagas
35 Datangnya Zainal dan Tiara
36 Sambutan Hangat
37 Permainan perdana
38 Pacaran
39 Kagum dengan istri
40 Tersimpan dengan rapih
41 Melepaskan diri
42 Kamu harus kuat
43 Bukti CCTV
44 Erina di perbolehkan pulang
45 Mendiami istrinya
46 Jalan-jalan
47 Membentak untuk pertama kalinya
48 Keributan di rumah
49 Membuat keributan
50 Aku sangat mencintai kamu
51 Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52 Suami yang posesif
53 Dua pengawal
54 Cantik dan menggemaskan
55 Laki-laki seperti ayah
56 Kedatangan Asqia
57 Qia menginap
58 Jangan kurang ajar
59 Emosi Kinan
60 Sakit hatiku rasanya
61 Ferdian sakit.
62 Tetapi dia sudah jahat
63 Ayam goreng
64 Dokter Tommy
65 Masa lalu Ferdian
66 Nenekku 1
67 Nenekku 2
68 Ke rumah Bu Hesti
69 Pernikahan Joddy dan Kinan
70 Pertandingan
71 Session berikutnya
72 Bareng keluarga
73 Bintang Laut
74 Sengatan Cinta
75 Noval Pengganti Ayah
76 Aku berangkat ya
77 Sangat merindukan istrinya
78 Rumah sakit
79 Ferdian dan Joddy datang.
80 Berdoa untuk Erina
81 Erina membuka matanya
82 Rasa nyeri
83 Menemukan
84 Merindukan suaminya
85 Zio bersedih
86 Tiga orang tersangka
87 Istri dan anak-anakku sehat
88 Kesebuah taman
89 Erina cemburu
90 Menggoda Erina
91 Asqia tertangkap
92 Mainan barunya
93 Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94 Gelang pemberian nenek
95 Asqia menikah
96 Tentang Noval
97 Bertemu mantan
98 Wanita satu-satunya
99 Membawa Kinan ke rumah sakit
100 Takut jarum
101 Pengumuman Novel baru gaes ....
102 Kedatangan pengantin baru
103 Asqia akan melahirkan
104 Akhir kebahagiaan keluarga.
105 Pengumuman Karya baru.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal cerita
2
Ibu mertua
3
Menantu tak di anggap
4
Erina Hamil
5
Baby Zio
6
Baby Arkana
7
Ulang tahun Zio
8
Gelisah
9
Perubahan sikap
10
Damar merasa gelisah
11
Ke rumah orang tua
12
Pelajaran untuk Damar
13
Berpisah
14
Noval emosi
15
Ibu-ibu tukang gosip
16
Erina, dan Asqia
17
Kembali ke rumah lama
18
Kedatangan Zainal
19
Sebuah Rahasia
20
Tempat tinggal baru
21
Seseorang yang di kenal
22
Ferdian
23
Bunda Nabila dan Ferdian
24
Zio terus memanggil Ferdian
25
Zio sakit
26
Di perbolehkan pulang
27
Isi hati
28
Love you
29
Pulang ke rumah
30
Pergi untuk selamanya
31
Kesedihan dan ketakutan Erina
32
Pengakuan Erina.
33
Ikut bersama kamu
34
Ferdian dan pak Bagas
35
Datangnya Zainal dan Tiara
36
Sambutan Hangat
37
Permainan perdana
38
Pacaran
39
Kagum dengan istri
40
Tersimpan dengan rapih
41
Melepaskan diri
42
Kamu harus kuat
43
Bukti CCTV
44
Erina di perbolehkan pulang
45
Mendiami istrinya
46
Jalan-jalan
47
Membentak untuk pertama kalinya
48
Keributan di rumah
49
Membuat keributan
50
Aku sangat mencintai kamu
51
Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52
Suami yang posesif
53
Dua pengawal
54
Cantik dan menggemaskan
55
Laki-laki seperti ayah
56
Kedatangan Asqia
57
Qia menginap
58
Jangan kurang ajar
59
Emosi Kinan
60
Sakit hatiku rasanya
61
Ferdian sakit.
62
Tetapi dia sudah jahat
63
Ayam goreng
64
Dokter Tommy
65
Masa lalu Ferdian
66
Nenekku 1
67
Nenekku 2
68
Ke rumah Bu Hesti
69
Pernikahan Joddy dan Kinan
70
Pertandingan
71
Session berikutnya
72
Bareng keluarga
73
Bintang Laut
74
Sengatan Cinta
75
Noval Pengganti Ayah
76
Aku berangkat ya
77
Sangat merindukan istrinya
78
Rumah sakit
79
Ferdian dan Joddy datang.
80
Berdoa untuk Erina
81
Erina membuka matanya
82
Rasa nyeri
83
Menemukan
84
Merindukan suaminya
85
Zio bersedih
86
Tiga orang tersangka
87
Istri dan anak-anakku sehat
88
Kesebuah taman
89
Erina cemburu
90
Menggoda Erina
91
Asqia tertangkap
92
Mainan barunya
93
Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94
Gelang pemberian nenek
95
Asqia menikah
96
Tentang Noval
97
Bertemu mantan
98
Wanita satu-satunya
99
Membawa Kinan ke rumah sakit
100
Takut jarum
101
Pengumuman Novel baru gaes ....
102
Kedatangan pengantin baru
103
Asqia akan melahirkan
104
Akhir kebahagiaan keluarga.
105
Pengumuman Karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!