Kembali ke rumah lama

Erina merasa bersalah,dengan Qia yang ditampar oleh ibunya. Sedangkan pak bagas menatap Niko dengan sangat marah, yang saat ini pria itu dipegang oleh Noval.

"Saya peringatkan kamu, jangan pernah dekat-dekat dengan putri saya lagi! Apalagi sampai kamu mencuci otak Qia untuk membenci Kakak nya!" ancam pak Bagas

"Yah, Noval kenal orang ini. Sebenarnya dia itu cowok yang brengsek, suka gonta ganti pasangan. bahkan setiap kata manisnya sekali dia ucapkan kepada setiap wanita yang dekat dengannya." Bagas menatap nya dengan tatapan emosi. " Bukan hanya itu, dia itu predator, bahkan temanku hampir dilecehkan oleh nya."

Noval membuka kedok Niko yang sebenarnya, membuat Erina dan keluarganya tercengang mendengar nya.

"Saya minta sekarang kamu angkat kaki dari rumah saya!" usir pak bagas, yang ingin sekali memberikan pelajaran kepada Niko.

Niko menatap wajah pak Bagas dengan tatapan marah. Dia langsung pergi meninggalkan rumah mereka. Sedangkan Erina yang mengingat dirinya yang hampir dilecehkan oleh kekasih adiknya, pergi dan masuk ke kamarnya.

Pak bagas dan lainnya merasa heran. Saat menatap kepergian Erina begitu saja.

Saat di dalam kamar.

"Kenapa hidupku seperti ini ,banyak yang tidak menyukaiku. Apa salahku pada mereka? Bahkan adikku sendiri begitu sangat membenciku, padahal aku sangat menyayangi dia!" Erina menangis dan meratapi kesedihannya sendiri.

Apalagi saat pria itu mengatakan kalau Asqia sangat membenci dirinya, karena sudah membuatnya malu dengan setatus nya.

"Apa sebaiknya memang aku harus pergi dari rumah ini. Kalau memang keberadaan ku hanya membuat keluarga ku malu.Aku juga tidak akan bisa terus menerus diam di rumah seperti ini. Aku juga butuh masukan untuk mengurus putraku."

Saat mendengar seperti suara seseorang yang mendekat. Erina segera menghapus air matanya. Benar saja, ayahnya datang menemuinya

"Kamu kenapa menangis? Apaan pria tadi memperlakukan kamu dengan tidak sopan?" tanya pak Bagas. "Jika iya biar ayah patahkan tangannya itu, yang sudah berani menyentuh kamu!"

Erina tidak menjawab, karena ia takut ayahnya akan berbuat nekad.

"Aku ingin bicara sesuatu dengan Ayah," ucap Erina dengan gelisah.

"Kamu ingin mengatakan apa Erina!" timpal ayahnya.

"Ayah aku ingin pergi dari rumah ini," jawab Erina dengan takut.

Pak Bagas terkejut mendengar putrinya mengatakan itu.

"Kamu ingin pergi dari rumah ini? Lalu kamu ingin tinggal di mana?" tanya pak Bagas merasa ada sesuatu yang di sembunyikan putrinya.

"Aku belum tau Yah. Tetapi aku ingin mandiri, dan aku juga tidak ingin terus menerus menyusahkan ayah. Aku tidak ingin membuat kalian malu, dengan setatus ku sekarang." jawab Erina dengan rasa gugup, takut ayahnya marah, mendengar permintaannya.

"Siapa yang sudah mengatakan kalau kamu sudah mengusahakan ayah. Kamu itu anak ayah, jadi jangan pernah merasa malu dengan setatus kamu kamu, Nak!" Pak Bagas membelai kepala Erina dengan lembut.

"Aku mohon Yah! Aku juga tidak ingin terus menerus seperti ini yang harus membebani kalian, dengan keberadaan ku disini!" ucapan Erina dengan wajah memohon.

"Erina, kamu tahu Nak! Ayah sangat menyayangimu, kamu adalah permata hati ayah. Setelah ibumu tiada hanya kamulah yang ayah punya. Jadi ayah mohon sama jangan pergi!"

Setelah ayahnya mengatakan itu, Erina terdiam tidak menjawab. Dirinya merasa tak tega mendengar, kata-kata dari pria yang sudah membesarkan nya.

Pak Bagas mengerti mungkin putri sedang kecewa dengan keputusannya, yang tidak mengijinkan nya untuk pergi dari rumah.

Pak bagas memutuskan untuk kembali ke kamarnya, yang dimana Bu Hesti sudah menunggu. Pak Bagas membuang nafasnya, yang terasa sesak.

"kenapa Yah?" tanya sang istri.

"Erina meminta aku untuk mengijinkan dia pergi dari rumah ini. Aku heran kenapa harus meninggalkan keluarga segala? Memangnya kenap tinggal di sini!" ucap pak Bagas dengan kesal.

"Sabar Yah, kamu harus tenang!" Bu Hesti menenangkan suaminya.

"Tenang gimana sih Bu. Erina tadi bilang, katanya dia tidak ingin membuat malu kita. Padahal aku tidak pernah merasa gimana-gimana, dengan adanya dia di sini!" terlihat sang suami sedikit marah dengan permintaan putrinya.

"Yah, iya memang kita tidak meras apa-apa dengan adanya Erina dan Zio di sini. Tetapi tidak dengan Erin, dia mungkin mendengar orang-orang mencemooh dia. Apalagi dengan setatus dia sekarang." Pak Bagas menatap istrinya. "Maaf! Aku hanya menyampaikan apa yang putri kamu rasakan."

"Memang Erina mengatakan apa?" tanya pak Bagas.

Bu Hesti menceritakan semua yang Erina rasakan, selama statusnya menjadi single parent. Apalagi banyak orang-orang membicarakannya, dan menilainya buruk.Pak Bagas mendengarkan cerita Istrinya.

Saat sedang mengobrol tiba-tiba panggilan masuk di handphonenya. Terlihat nomor yang sudah lama tidak berkomunikasi dengannya.

"Sebentar ya Bu, aku angkat telpon sebentar," Bu Hesti pun mengangguk.

Pak Bagas mengangkat panggilan telpon itu.

"Iya Hallo ," Pak Bagas melanjutkan panggilan telponnya.

Cukup lama pak Bagas menerima panggilan tersebut. Hampir satu jam, panggilan pun berakhir.

Pak Bagas pun masuk ke kamar dengan bibirnya yang tersenyum.

"Ada apa Mas, ko senyum-senyum sendiri?" tanya Bu Hesti penasaran.

"Itu si Fajar, adik dari Riana ( ibu kandung Erina). Dia menelpon, karena ingin mengundang kita. Putrinya akan menikah dua Minggu lagi." Bu Hesti mengangguk.

"Ow anaknya dia perempuan ' kan kalau gak salah. Usianya di bawah Erina, seperti Asqia?" pak Bagas mengangguk.

"Nah dia juga mengatakan, rumah almarhum Riana. Yang pernah aku tempati itu dikontrakkan. Sekarang lagi kosong, karena yang menempati nya pulang kampung. Dia sudah pensiun, dan ingin menikmati hari tuanya di sana," Bu Hesti mendengar kan cerita suaminya.

"Lalu?"

"Apa Erina aja aku suruh tempati di sana? Tadi Om nya bilang, kenapa tidak Erina saja yang menempati rumah itu?"

"Memang boleh kalau Erina tinggal di sana?"

"Ya itu ' kan Om nya sendiri yang mengatakan itu. Lagian Erina itu keponakan satu-satunya," cerita pak Bagas.

"Memang kamu mengizinkan dia untuk perguruan dari sini. Bukankah tadi kamu marah dengannya?"

"Rumah Fajar itu, di Tangerang. Di sana Erina tidak sendirian ada om dan bibinya. Setidaknya aku sedikit tenang jika dia si sana," terlihat pak Bagas merasa lega.

"Yasudah terserah kamu saja Yah. Aku tidak bisa melarang, aku juga sudah menganggap Erina seperti putri ku sendiri. Tapi jika dia di sini terus menerus mendengar nyinyiran orang yang bikin dia sedih Kasian juga. Karena posisinya dia masih terpuruk dan butuh ketenangan, untuk menenangkan dirinya."

"Iya kamu benar, dia butuh tempat yang jauh untuk menenangkan dirinya. Apalagi Damar dan dua wanita itu terus saja mengusik Erina," Bu Hesti mengangguk dan tersenyum, karena suaminya mengerti perasaan putrinya.

"Yasudah nanti kita bicarakan lagi kepada Erina. Aku yakin dia pasti senang mendengar berita ini," ucap pak Bagas dengan senyum nya.

Akhirnya pak Bagas memutuskan untuk mengizinkan putrinya menjauh darinya, dan tinggal kembali ke rumah lama mereka.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

LISA

LISA

Betul yg dikatakan Bpknya Erina..lebih baik Erina pindah ke rmh yg lama.

2023-04-03

0

lihat semua
Episodes
1 Awal cerita
2 Ibu mertua
3 Menantu tak di anggap
4 Erina Hamil
5 Baby Zio
6 Baby Arkana
7 Ulang tahun Zio
8 Gelisah
9 Perubahan sikap
10 Damar merasa gelisah
11 Ke rumah orang tua
12 Pelajaran untuk Damar
13 Berpisah
14 Noval emosi
15 Ibu-ibu tukang gosip
16 Erina, dan Asqia
17 Kembali ke rumah lama
18 Kedatangan Zainal
19 Sebuah Rahasia
20 Tempat tinggal baru
21 Seseorang yang di kenal
22 Ferdian
23 Bunda Nabila dan Ferdian
24 Zio terus memanggil Ferdian
25 Zio sakit
26 Di perbolehkan pulang
27 Isi hati
28 Love you
29 Pulang ke rumah
30 Pergi untuk selamanya
31 Kesedihan dan ketakutan Erina
32 Pengakuan Erina.
33 Ikut bersama kamu
34 Ferdian dan pak Bagas
35 Datangnya Zainal dan Tiara
36 Sambutan Hangat
37 Permainan perdana
38 Pacaran
39 Kagum dengan istri
40 Tersimpan dengan rapih
41 Melepaskan diri
42 Kamu harus kuat
43 Bukti CCTV
44 Erina di perbolehkan pulang
45 Mendiami istrinya
46 Jalan-jalan
47 Membentak untuk pertama kalinya
48 Keributan di rumah
49 Membuat keributan
50 Aku sangat mencintai kamu
51 Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52 Suami yang posesif
53 Dua pengawal
54 Cantik dan menggemaskan
55 Laki-laki seperti ayah
56 Kedatangan Asqia
57 Qia menginap
58 Jangan kurang ajar
59 Emosi Kinan
60 Sakit hatiku rasanya
61 Ferdian sakit.
62 Tetapi dia sudah jahat
63 Ayam goreng
64 Dokter Tommy
65 Masa lalu Ferdian
66 Nenekku 1
67 Nenekku 2
68 Ke rumah Bu Hesti
69 Pernikahan Joddy dan Kinan
70 Pertandingan
71 Session berikutnya
72 Bareng keluarga
73 Bintang Laut
74 Sengatan Cinta
75 Noval Pengganti Ayah
76 Aku berangkat ya
77 Sangat merindukan istrinya
78 Rumah sakit
79 Ferdian dan Joddy datang.
80 Berdoa untuk Erina
81 Erina membuka matanya
82 Rasa nyeri
83 Menemukan
84 Merindukan suaminya
85 Zio bersedih
86 Tiga orang tersangka
87 Istri dan anak-anakku sehat
88 Kesebuah taman
89 Erina cemburu
90 Menggoda Erina
91 Asqia tertangkap
92 Mainan barunya
93 Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94 Gelang pemberian nenek
95 Asqia menikah
96 Tentang Noval
97 Bertemu mantan
98 Wanita satu-satunya
99 Membawa Kinan ke rumah sakit
100 Takut jarum
101 Pengumuman Novel baru gaes ....
102 Kedatangan pengantin baru
103 Asqia akan melahirkan
104 Akhir kebahagiaan keluarga.
105 Pengumuman Karya baru.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal cerita
2
Ibu mertua
3
Menantu tak di anggap
4
Erina Hamil
5
Baby Zio
6
Baby Arkana
7
Ulang tahun Zio
8
Gelisah
9
Perubahan sikap
10
Damar merasa gelisah
11
Ke rumah orang tua
12
Pelajaran untuk Damar
13
Berpisah
14
Noval emosi
15
Ibu-ibu tukang gosip
16
Erina, dan Asqia
17
Kembali ke rumah lama
18
Kedatangan Zainal
19
Sebuah Rahasia
20
Tempat tinggal baru
21
Seseorang yang di kenal
22
Ferdian
23
Bunda Nabila dan Ferdian
24
Zio terus memanggil Ferdian
25
Zio sakit
26
Di perbolehkan pulang
27
Isi hati
28
Love you
29
Pulang ke rumah
30
Pergi untuk selamanya
31
Kesedihan dan ketakutan Erina
32
Pengakuan Erina.
33
Ikut bersama kamu
34
Ferdian dan pak Bagas
35
Datangnya Zainal dan Tiara
36
Sambutan Hangat
37
Permainan perdana
38
Pacaran
39
Kagum dengan istri
40
Tersimpan dengan rapih
41
Melepaskan diri
42
Kamu harus kuat
43
Bukti CCTV
44
Erina di perbolehkan pulang
45
Mendiami istrinya
46
Jalan-jalan
47
Membentak untuk pertama kalinya
48
Keributan di rumah
49
Membuat keributan
50
Aku sangat mencintai kamu
51
Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52
Suami yang posesif
53
Dua pengawal
54
Cantik dan menggemaskan
55
Laki-laki seperti ayah
56
Kedatangan Asqia
57
Qia menginap
58
Jangan kurang ajar
59
Emosi Kinan
60
Sakit hatiku rasanya
61
Ferdian sakit.
62
Tetapi dia sudah jahat
63
Ayam goreng
64
Dokter Tommy
65
Masa lalu Ferdian
66
Nenekku 1
67
Nenekku 2
68
Ke rumah Bu Hesti
69
Pernikahan Joddy dan Kinan
70
Pertandingan
71
Session berikutnya
72
Bareng keluarga
73
Bintang Laut
74
Sengatan Cinta
75
Noval Pengganti Ayah
76
Aku berangkat ya
77
Sangat merindukan istrinya
78
Rumah sakit
79
Ferdian dan Joddy datang.
80
Berdoa untuk Erina
81
Erina membuka matanya
82
Rasa nyeri
83
Menemukan
84
Merindukan suaminya
85
Zio bersedih
86
Tiga orang tersangka
87
Istri dan anak-anakku sehat
88
Kesebuah taman
89
Erina cemburu
90
Menggoda Erina
91
Asqia tertangkap
92
Mainan barunya
93
Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94
Gelang pemberian nenek
95
Asqia menikah
96
Tentang Noval
97
Bertemu mantan
98
Wanita satu-satunya
99
Membawa Kinan ke rumah sakit
100
Takut jarum
101
Pengumuman Novel baru gaes ....
102
Kedatangan pengantin baru
103
Asqia akan melahirkan
104
Akhir kebahagiaan keluarga.
105
Pengumuman Karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!