Ibu mertua

Setelah acara selesai, kedua pengantin kini sedang berada di dalam kamar, Erina sudah mengganti dari gaun pengantin, menjadi piyama. Damar sudah menyiapkan seluruh pakaian untuk Erina.

Namun Erina merasa risih dengan pakaian yang saat ini dia gunakan. Berbahan tipis, hanya menggunakan satu tali sisi kiri dan kanan. Meskipun ada kain lagi untuk menutup bagian luar, itu juga hanya menggunakan tali.

Pintu kamar mandi terbuka, terlihat wajah Damar yang terlihat segar dengan senyuman kebahagiaan. Erina nampak gugup saat ini, apalagi yang kini menghampirinya. Meskipun mereka kini sudah menjadi pasangan yang Sah, namun rasa malu masih dirasakannya.

Erina tersenyum kikuk, sedangkan Damar tersenyum sempurna. Keduanya duduk saling berhadapan di bibir tempat tidur, yang di hiasi bunga bunga.

"Kamu cantik!" ucap Damar seraya mengecup kening Erina. "Kamu gugup ya? tangan kamu terasa dingin loh!"

"Sang_ _ sangat gugup, haaah ..." jawab Erina, membuang nafasnya yang dirasanya sesak

Damar tersenyum melihatnya. "Jangan gugup sayang, santai saja. Rileks ya, kita 'kan sudah lama saling kenal! Masa masih gugup aja, aku juga belum apa-apakan kamu ko," ucap Damar mengerlingkan matanya.

"Damar," panggil Erina. Karena saat ini dirinya benar benar gugup, apalagi sekedar memanggil kata sayang, sepertinya sangat sulit.

"Ko hanya Damar? Biasanya kamu selalu ada panggilan sayang?" ledek Damar. "Biar makin terasa geregetnya, panggil Mas aja ya! Aku suka jika kamu panggil dengan sebutan itu." Pinta Damar, dan Erina mengangguk.

"I_ iya Mas Damar," Erina tersenyum malu-malu mengatakan itu.

"Hahaha ... Erina sayang, kamu kenapa jadi menggemaskan seperti ini sih? Hei ... kita berpacaran hampir enam tahun, masa masih malu si? Eeh ... bukan enam tahun melainkan hampir delapan tahun, karena kita sempat putus 2 tahun. Udah kaya cicilan rumah aja." Ucap Damar dengan terkekeh.

"Iya kita sempat kandas, dua tahun. Terus kita balikan lagi, ya?" ucap Erina, dan Damar mengangguk, membenarkan perkataan istrinya.

"Huufh ..." Damar membuang nafasnya. "Sekarang aku bahagia, kita sudah menjadi pasangan suami istri. Aku berhasil mempertahankan kamu dan menjadikan kamu istriku." Kata Damar sambil membawa Erina kedalam pelukannya.

"Mas, aku harap, kita sama-sama memperjuangkan hubungan kita ini ya? Jangan ada kata perpisahan, ataupun pengkhianatan! Karena aku tidak mau ada kata itu di tengah- tengah hubungan kita nantinya!" pinta Erina.

"Iya sayang, aku berjanji akan tetap setia menjadikan kamu satu-satunya wanita yang menjadi istriku." Damar mencium tangan Erina.

"Apa kamu bisa membuktikan itu semuanya,Mas?" tanya Erina.

"Pasti! Aku akan membuktikan itu semuanya ke kamu." Damar menatap Erina dalam-dalam.

Udara yang begitu terasa dingin, karena di temani rintikan hujan dan angin malam. Membuat suasana mendukung di malam pengantin mereka.

Damar yang memimpin terlebih dahulu, membuat hati Erina berayun mengikuti suasana malam ini.

Erina memejamkan mata, disaat Damar mengecup bibirnya. Selanjutnya hanya mereka lah yang tau, harus melakukan apa, yang biasanya di lakukan dari dua sejoli yang saling , ekhem ekhem....!

Malam ini sepasang pengantin itu, sedang melakukan kegiatan malam hari, bergumul di bawah selimut. Udara dingin saat ini, menjadi panas di kamar itu.

Selesai melakukan sebagimana pasangan pengantin baru, kini Erina dan Damar saling berpelukan tanpa menggunakan sehelai benang pun. Hanya selimutlah yang hanya menutupi kulit mereka dari tiupan angin, yang semilir.

Sampai keesokan paginya

Wajah kebahagiaan, terpancar dari wajah mereka berdua. Apalagi Damar yang terlihat segar, dari raut wajahnya, dengan rambutnya yang basah, senyuman yang merekah bagaikan bunga yang baru merekah.

Pagi ini Erina dan Damar, sedang menikmati sarapan pagi bersama dengan para keluarga. Ada bu Nurma, Denada, ka Zainal dan ada juga istri dari Zainal yaitu Tiara.

Di sana para keluarga tidak menyambut keberadaan Erina dengan hangat, hanya Zainal dan istrinya saja yang menyapa Erina sebagai keluarga baru.

"Selamat pagi Erina," sapa Zainal.

"Pagi Ka Zainal, pagi semuanya," jawab Erina dan menyapa para keluarga. Namun nyatanya tak ada yang merespon sapaannya.

"Pagi juga Erina," jawab dari Tiara istri dari Zainal.

Erina tersenyum kecut, hanya Zainal dan iparnya yang membalas sapaannya. Sedangkan ibu mertuanya dan Denada tak meresponnya. Damar hanya menggenggam tangan istrinya agar sabar dengan sikap ibunya.

"Maaf ya Erina, mungkin di sini Mama dan Denada sedang berpuasa bicara. Sekarang kamu lanjutkan sarapannya!" kata Zainal, Erina hanya menganggukkan kepalanya.

Sebenarnya Erina merasa tak enak hati, ketika untuk pertama kali dirinya gabung dengan keluarga, namun untuk tanggapan keluarga, mereka seperti tidak peduli.

Saat berada di dalam kamar, Erina nampak murung dipinggir tempat tidur. Damar menghampiri istrinya yang sedang menyendiri.

"Maafkan sikap mama! yang membuat kamu tidak nyaman dan menjadi sedih ya?" ucap Damar seraya menggenggam tangannya.

Erina segera menghapus air matanya, dan tersenyum. "Aku mengerti Mas, dengan sikap mama yang tak suka denganku. Aku berharap kelak beliau akan menerimaku sebagai menantunya,"

"Amiin!" jawab Damar, dan membawa Erina kedalam pelukannya.

Hari-hari terus di lalui oleh Erina dan Damar. Selama menjalani peran sebagai istri dan menantu dikediaman keluarga suaminya. Dirinya merasa sedikit tidak nyaman tinggal di sana, dan terutama alasannya ada pada ibu mertuanya.

Kini 5 bulan pernikahan mereka, dan Erina masih tinggal dengan mertua yang tak menyukainya.

Setelah keberangkatan Damar ke kantornya, begitupun juga Zainal. Erina di buat bersedih dengan sikap dari mertuanya yang begitu sangat tidak menyukainya.

Pagi ini Erina entah kenapa rasanya setelah sarapan bersama Damar. Dirinya kembali merasakan lapar, dan hendak mengambil sesuatu di dapur.

Karena letak kamarnya berada di bawah, jadi Erina tak perlu repot-repot menuruni anak tangga.

"Kenapa perutku masih lapar ya? Padahal tadi aku sudah sarapan bareng Mas Damar," ucap Erina saat berada di dapur.

Erina mengambil sesuatu dari dalam kulkas, ada buah dan juga cemilan. Dengan wajah berbinar, Erina melahap satu persatu buah dan makanan yang ada di hadapannya itu.

Tanpa Erina sadari ada sepasang mata memerhatikan saat dirinya sedang menikmati makanan dan buah dengan tatapan tak suka.

"Ekhem!" Erina terkejut saat ada yang berdehem di belakangnya.

"Mama," ucap Erina, dengan memberikan senyuman.

Bu Nurma mendekatinya, dan menatap dengan tatapan tak suka. Erina merasa risih di perhatikan dengan seperti itu, dirinya hanya menundukkan wajahnya saja.

"Enak! Ternyata kamu suka makan ya?" ucap Bu Nurma, Erina menanggapinya hanya dengan senyuman. "Bagaimana tinggal di sini, kamu bisa bebas makan sesuka hati kamu, dan kamu sudah seperti ratu di rumah ini," Bu Nurma mengatakan itu dengan ketus.

"Maaf Ma, jika selama ini sikapku salah pada Mama, bahkan membuatmu tak suka denganku. Aku tadi hanya merasa sedikit lapar, dan mencari makanan," ucap Erina dengan menundukkan kepalanya.

"Oh lapar ya? Apa kamu menyimpan makanan didalam kulkas, tidak 'kan? Aku tak sudi makanan di keluarga ini kamu makan, semakin lama saya semakin muak melihat kamu. Pergi kamu dari pandangan saya, mata saya langsung sakit melihat kamu! Hush, hush, hush! ucap Bu Nurma dengan mengusir Erina seperti ayam.

Erina meninggalkan dapur dengan rasa sakit yang saat ini dirasakan. Dia masuk ke kamar, dengan air mata yang tak hentinya menetes. Baru kali ini merasakan dirinya tak di hargai oleh seorang ibu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambung

Assalamu'alaikum semuanya. Disini ku buat karya baruku tentang konflik rumah tangga, yang di mana ceritanya sedikit membuat kalian merasa gemas, dan geram.

Untuk itu aku minta kalian tahan emosi! hihihi... Teliti dalam membaca dan bijak untuk berkomentar.

...Ku harap kalian menyukai cerita ku ini. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya! Karena itu sangat bermanfaat, untukku agar semangat menuliskan ceritanya . Terimakasih 🙏🙏🙏...

Episodes
1 Awal cerita
2 Ibu mertua
3 Menantu tak di anggap
4 Erina Hamil
5 Baby Zio
6 Baby Arkana
7 Ulang tahun Zio
8 Gelisah
9 Perubahan sikap
10 Damar merasa gelisah
11 Ke rumah orang tua
12 Pelajaran untuk Damar
13 Berpisah
14 Noval emosi
15 Ibu-ibu tukang gosip
16 Erina, dan Asqia
17 Kembali ke rumah lama
18 Kedatangan Zainal
19 Sebuah Rahasia
20 Tempat tinggal baru
21 Seseorang yang di kenal
22 Ferdian
23 Bunda Nabila dan Ferdian
24 Zio terus memanggil Ferdian
25 Zio sakit
26 Di perbolehkan pulang
27 Isi hati
28 Love you
29 Pulang ke rumah
30 Pergi untuk selamanya
31 Kesedihan dan ketakutan Erina
32 Pengakuan Erina.
33 Ikut bersama kamu
34 Ferdian dan pak Bagas
35 Datangnya Zainal dan Tiara
36 Sambutan Hangat
37 Permainan perdana
38 Pacaran
39 Kagum dengan istri
40 Tersimpan dengan rapih
41 Melepaskan diri
42 Kamu harus kuat
43 Bukti CCTV
44 Erina di perbolehkan pulang
45 Mendiami istrinya
46 Jalan-jalan
47 Membentak untuk pertama kalinya
48 Keributan di rumah
49 Membuat keributan
50 Aku sangat mencintai kamu
51 Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52 Suami yang posesif
53 Dua pengawal
54 Cantik dan menggemaskan
55 Laki-laki seperti ayah
56 Kedatangan Asqia
57 Qia menginap
58 Jangan kurang ajar
59 Emosi Kinan
60 Sakit hatiku rasanya
61 Ferdian sakit.
62 Tetapi dia sudah jahat
63 Ayam goreng
64 Dokter Tommy
65 Masa lalu Ferdian
66 Nenekku 1
67 Nenekku 2
68 Ke rumah Bu Hesti
69 Pernikahan Joddy dan Kinan
70 Pertandingan
71 Session berikutnya
72 Bareng keluarga
73 Bintang Laut
74 Sengatan Cinta
75 Noval Pengganti Ayah
76 Aku berangkat ya
77 Sangat merindukan istrinya
78 Rumah sakit
79 Ferdian dan Joddy datang.
80 Berdoa untuk Erina
81 Erina membuka matanya
82 Rasa nyeri
83 Menemukan
84 Merindukan suaminya
85 Zio bersedih
86 Tiga orang tersangka
87 Istri dan anak-anakku sehat
88 Kesebuah taman
89 Erina cemburu
90 Menggoda Erina
91 Asqia tertangkap
92 Mainan barunya
93 Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94 Gelang pemberian nenek
95 Asqia menikah
96 Tentang Noval
97 Bertemu mantan
98 Wanita satu-satunya
99 Membawa Kinan ke rumah sakit
100 Takut jarum
101 Pengumuman Novel baru gaes ....
102 Kedatangan pengantin baru
103 Asqia akan melahirkan
104 Akhir kebahagiaan keluarga.
105 Pengumuman Karya baru.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal cerita
2
Ibu mertua
3
Menantu tak di anggap
4
Erina Hamil
5
Baby Zio
6
Baby Arkana
7
Ulang tahun Zio
8
Gelisah
9
Perubahan sikap
10
Damar merasa gelisah
11
Ke rumah orang tua
12
Pelajaran untuk Damar
13
Berpisah
14
Noval emosi
15
Ibu-ibu tukang gosip
16
Erina, dan Asqia
17
Kembali ke rumah lama
18
Kedatangan Zainal
19
Sebuah Rahasia
20
Tempat tinggal baru
21
Seseorang yang di kenal
22
Ferdian
23
Bunda Nabila dan Ferdian
24
Zio terus memanggil Ferdian
25
Zio sakit
26
Di perbolehkan pulang
27
Isi hati
28
Love you
29
Pulang ke rumah
30
Pergi untuk selamanya
31
Kesedihan dan ketakutan Erina
32
Pengakuan Erina.
33
Ikut bersama kamu
34
Ferdian dan pak Bagas
35
Datangnya Zainal dan Tiara
36
Sambutan Hangat
37
Permainan perdana
38
Pacaran
39
Kagum dengan istri
40
Tersimpan dengan rapih
41
Melepaskan diri
42
Kamu harus kuat
43
Bukti CCTV
44
Erina di perbolehkan pulang
45
Mendiami istrinya
46
Jalan-jalan
47
Membentak untuk pertama kalinya
48
Keributan di rumah
49
Membuat keributan
50
Aku sangat mencintai kamu
51
Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52
Suami yang posesif
53
Dua pengawal
54
Cantik dan menggemaskan
55
Laki-laki seperti ayah
56
Kedatangan Asqia
57
Qia menginap
58
Jangan kurang ajar
59
Emosi Kinan
60
Sakit hatiku rasanya
61
Ferdian sakit.
62
Tetapi dia sudah jahat
63
Ayam goreng
64
Dokter Tommy
65
Masa lalu Ferdian
66
Nenekku 1
67
Nenekku 2
68
Ke rumah Bu Hesti
69
Pernikahan Joddy dan Kinan
70
Pertandingan
71
Session berikutnya
72
Bareng keluarga
73
Bintang Laut
74
Sengatan Cinta
75
Noval Pengganti Ayah
76
Aku berangkat ya
77
Sangat merindukan istrinya
78
Rumah sakit
79
Ferdian dan Joddy datang.
80
Berdoa untuk Erina
81
Erina membuka matanya
82
Rasa nyeri
83
Menemukan
84
Merindukan suaminya
85
Zio bersedih
86
Tiga orang tersangka
87
Istri dan anak-anakku sehat
88
Kesebuah taman
89
Erina cemburu
90
Menggoda Erina
91
Asqia tertangkap
92
Mainan barunya
93
Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94
Gelang pemberian nenek
95
Asqia menikah
96
Tentang Noval
97
Bertemu mantan
98
Wanita satu-satunya
99
Membawa Kinan ke rumah sakit
100
Takut jarum
101
Pengumuman Novel baru gaes ....
102
Kedatangan pengantin baru
103
Asqia akan melahirkan
104
Akhir kebahagiaan keluarga.
105
Pengumuman Karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!