Baby Arkana

"Amiin ..." kata Tiara mengusap wajahnya, dan mereka pun tertawa.

Tiga bukan kemudian, Tiara dan Erina tidak ikut sarapan bersama. Bu Nurma, yang melihatnya, nampak heran kedua menantunya tak nampak sama sekali .

"Erina dan Tiara kenapa tidak ikut sarapan bersama?" tanya Bu Nurma.

"Erina sedang memberikan ASI kepada baby Zio Mah," jawab Damar.

"Lalu Tiara kemana?" tanya Bu Nurma, dengan pandangan kepada Zainal.

"Tiara sedang kurang sehat Mah, jadi sekarang sedang dikamar," jawab Zainal dengan tangannya menyendok nasi di atas piringnya.

"Istrimu sakit, tapi kamu pergi ke kantor Zainal!" sahut Bu Nurma.

"Aku hanya pergi pertemuan dengan seseorang di luar kantor. Hanya sebentar, nanti aku usahakan langsung pulang, dan membawa istriku ke rumah sakit," jawab Zainal.

Bu Nurma hanya menganggukkan kepalanya, mendengar jawaban putra sulungnya.

Erina yang mengetahui, saudara iparnya sakit, langsung menemuinya di kamar.

"Kak Tia sakit ya?" tanya Erina sudah duduk di pinggir tempat tidur.

"Iya Rin, kepalaku pusing, tiba-tiba saja tadi mual gitu. Apalagi saat mas Zainal memakai minyak wangi, entah kenapa baunya membuatku merasa ingin muntah. Padahal parfumnya, yang biasa dia gunakan," jelas Tiara dengan wajah yang pucat.

"Apa Kakak, bulan ini sudah datang tamu?" tanya Erina, Tiara mengingat terakhir kapan dia datang bulan.

"Harusnya dua minggu kemarin, tamunya datang. Tapi sampai hari ini belum terlihat tanda-tandanya," jawab Tiara.

"Kakak mau check gak? Aku masih simpan alatnya," usul Erina, Tiara nampak ragu untuk menjawab iya kepada adik iparnya.

Erina tanpa mendengar jawaban Tiara, segera melangkah menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu. Setelah itu dia kembali ke kamar iparnya.

"Sekarang coba kamu pakai ini Kak!" Erina meletakkan bungkusan di telapak tangan Tiara. "Bismillah ya Kak!"

Tiara nampak tidak yakin dengan apa yang Erina usulkan, dirinya takut kalau hasilnya di luar ekspektasi.

"Ayo dong Kak!" bujuk Erina dengan wajah menyemangati, Tiara pun akhirnya mengangguk.

Erina tersenyum saat melihat Kakak iparnya, menuruti perkataannya. Tiara masuk kedalam kamar mandi, untuk menggunakan alat tes kehamilan.

Sedangkan Erina sendiri masih menunggu di kamar itu, dengan harapan semoga benar tebakannya, kalau kakak iparnya sedang hamil.

10 menit, Erina menunggu di depan kamar mandi. Terdengar suara pintu terbuka, dirinya masih tetap memberikan senyuman kepada kakak iparnya.

"Bagaimana Kak, hasilnya?" tanya Erina dengan antusias, sedangkan Tiara tak menunjukkan ekspresi apapun.

Senyuman Erina pun sedikit memudar. "Masih belum Kak? Yang sabar ya, semoga Allah mendengar segala doa kamu dan suamimu."

Seketika Tiara tersenyum ke arah Erina, dengan memberi tau alat itu dengan garis dua. Dengan rasa terkejut, karena begitu bahagianya, dua kakak ipar itu saling berpelukan.

"Selamat Kak, akhirnya yang kalian nantikan datang juga." Ucap Erina dengan rasa bahagianya.

"Iya Erina, akhirnya keinginan aku dan mas Zainal terwujud. Ini berkat kamu dan baby Zio, yang hadir memberikan keajaiban untuk kami di sini," Tiara dengan menyentuh tangan iparnya.

Erina kini sudah kembali ke kamarnya karena baby Zio menangis. Tidak lamanya, terdengar suara deru mesin mobil Zainal yang pulang untuk mengantar istrinya untuk berobat.

Saat membuka pintu kamar, Tiara segera memeluk suaminya sambil menangis, membuat Zainal bingung dengan sikap istrinya.

"Kamu kenapa Tiara?" tanya Zainal dengan posisi masih memeluk istrinya.

"Mas, kamu pasti tak percaya dengan apa yang ku beritahu kamu," ucap Tiara dengan bibirnya membentuk senyuman.

"Apa yang ingin kamu beritahu?"Tanya Zainal.

Tiara membawa Zainal untuk duduk, sedangkan dirinya mengambil sesuatu.

"Lihat ini, Mas!" sambil memberitahu alat tes kehamilan dengan garis dua

Zainal merasa terkejut dengan apa yang istrinya beritahu. "Apa maksudnya ini, garis dua?" Tiara mengangguk, "Berarti kamu hamil sayang?" Dirinya menyentuh alat itu, dan melihat untuk memastikannya kembali.

"Benar ini garis dua," Erina mengangguk dan tersenyum, sedangkan Zainal pun merasa terharu melihat benda kecil itu.

Zainal segera memeluk erat istrinya, begitupun Erina membalas pelukan hangat suaminya.

"Akhirnya penantian kita akan hadir, selamat ya sayang." Karena merasa bahagia, Zainal memberikan kecupan manis pada istrinya.

Kabar bahagia itu terdengar oleh keluarga. Bu Nurma sangat bahagia, menantu kesayangan kini sedang mengandung. Perhatian yang di berikan pun sangat berbeda ketika Erina sedang hamil.

Ketika Erina, Bu Nurma tidak peduli dengan kehamilannya, bahkan terlihat acuh. Hanya suami dan kedua iparnya yang begitu memperhatikan kondisi Erin saat itu..

Waktu terus berganti, yang di lalui Erina di rumah itu. Setiap hari dirinya selalu melihat kakak iparnya terlihat bahagia, dengan kehamilannya. Bahkan adik ipar dan ibu mertuanya, selalu perhatian dengan Tiara, segala macam makanan sehat di berikan untuk Kakak iparnya.

Ada rasa sakit yang di rasakan oleh Erina, bertapa pilih kasihnya ibu mertuanya. Namu dirinya segera membuang pikiran buruknya, dan menjalani kehidupannya dengan semangat.

Beberapa bulan kemudian Tiara melahirkan, seorang bayi laki-laki yang tampan, dan di beri nama Arkana Al Zain Prasetyo.

Rumah keluarga Prasetyo terlihat lebih ramai, dengan suara malaikat kecil. Bu Nurma terlihat bahagia semenjak baby Arkan datang, perhatiannya pun juga berubah. Justru sekarang baby Zio terlihat didampingkan olehnya.

Terlihat jelas, perhatian yang di berikan oleh Bu Nurma kepada dua cucunya. Seperti saat ini, baby Zio menangis saat selesai mandikan. Entah kenapa Ezio terus rewel, dan saat itu Bu Nurma yang sedang menonton televisi terlihat tak suka mendengar anaknya menangis.

"Kamu apakan anakmu itu sejak tadi menangis terus? Heran mau menonton TV aja sudah banget, kamu sebagai orang tua harus bisa mengurus dengan baik. Bawa sana ke kamar, berisik tau gak!" kata Bu Nurma dengan ketus.

"Maaf Mah, Zio sejak tadi rewel. Aku juga bingung, aku sudah beri ASI, dan makan, tapi masih aja rewel," ucap Erina sambil menggendong baby Ezio, yang sedang menangis.

"Semuanya itu karena dari kamu yang tidak becus mengurusnya!" Bu Nurma mengatakan itulah dengan ketus, membuat Erina sedih mendengarnya.

Sambil menatap wajah ibu mertuanya, terlihat kesal, Erina pun berniat menghindar darinya. "Kalau begitu aku masuk ke kamar dulu Mah?"

"Hemmh ...!" jawab Bu Nurma, dengan pandangan terus ke layar tv.

Saat berada di dalam kamar, Erina tersenyum kecut. Bertapa sakit hatinya, semenjak menjadi menantu di keluarga itu dirinya selaku di pandang rendah oleh ibu mertuanya. Bahkan tak pernah di perlakukan baik, bukan hanya padanya saja. Kepada putranya pun dia melakukan hal yang sama.

'Harus berapa lama aku bersabar menghadapi sikap mama yang seperti itu kepadaku. Bukan hanya kepadaku, kepada anakku pun dia acuh seperti itu. Apakah aku harus bertahan di rumah ini dengan hinaan yang selalu di berikan kepadaku. Tetapi bagaimana dengan mas Damar jika aku minta keluar dari rumah ini.'

Erina terus berpikir bagaimana caranya agar keluarga kecilnya bisa keluar dari rumah ini .

Sedangkan di sebuah perusahaan milik keluarga Prasetyo, Damar sedang berkutat di depan layar laptop. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.

" Selamat siang Pak Damar.Di luar ada seseorang yang mencari bapak!" kata asistennya bernama Raka.

" Siapa namanya?" tanya Damar

"Katanya teman lama pak Damar, namanya Ielodi," jawab Raka.

Damar sempat berpikir. "Yasudah kamu suruh masuk saja!" perintah Damar, Raka pun mengangguk dan keluar.

Damar menutup laptopnya, dan membereskan berkas yang ada di depannya. Saat pintu terbuka, datanglah seorang wanita cantik dengan wajah cantik, tubuh tinggi langsing, dengan rambut panjang sepinggang.

Bersambung...

Episodes
1 Awal cerita
2 Ibu mertua
3 Menantu tak di anggap
4 Erina Hamil
5 Baby Zio
6 Baby Arkana
7 Ulang tahun Zio
8 Gelisah
9 Perubahan sikap
10 Damar merasa gelisah
11 Ke rumah orang tua
12 Pelajaran untuk Damar
13 Berpisah
14 Noval emosi
15 Ibu-ibu tukang gosip
16 Erina, dan Asqia
17 Kembali ke rumah lama
18 Kedatangan Zainal
19 Sebuah Rahasia
20 Tempat tinggal baru
21 Seseorang yang di kenal
22 Ferdian
23 Bunda Nabila dan Ferdian
24 Zio terus memanggil Ferdian
25 Zio sakit
26 Di perbolehkan pulang
27 Isi hati
28 Love you
29 Pulang ke rumah
30 Pergi untuk selamanya
31 Kesedihan dan ketakutan Erina
32 Pengakuan Erina.
33 Ikut bersama kamu
34 Ferdian dan pak Bagas
35 Datangnya Zainal dan Tiara
36 Sambutan Hangat
37 Permainan perdana
38 Pacaran
39 Kagum dengan istri
40 Tersimpan dengan rapih
41 Melepaskan diri
42 Kamu harus kuat
43 Bukti CCTV
44 Erina di perbolehkan pulang
45 Mendiami istrinya
46 Jalan-jalan
47 Membentak untuk pertama kalinya
48 Keributan di rumah
49 Membuat keributan
50 Aku sangat mencintai kamu
51 Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52 Suami yang posesif
53 Dua pengawal
54 Cantik dan menggemaskan
55 Laki-laki seperti ayah
56 Kedatangan Asqia
57 Qia menginap
58 Jangan kurang ajar
59 Emosi Kinan
60 Sakit hatiku rasanya
61 Ferdian sakit.
62 Tetapi dia sudah jahat
63 Ayam goreng
64 Dokter Tommy
65 Masa lalu Ferdian
66 Nenekku 1
67 Nenekku 2
68 Ke rumah Bu Hesti
69 Pernikahan Joddy dan Kinan
70 Pertandingan
71 Session berikutnya
72 Bareng keluarga
73 Bintang Laut
74 Sengatan Cinta
75 Noval Pengganti Ayah
76 Aku berangkat ya
77 Sangat merindukan istrinya
78 Rumah sakit
79 Ferdian dan Joddy datang.
80 Berdoa untuk Erina
81 Erina membuka matanya
82 Rasa nyeri
83 Menemukan
84 Merindukan suaminya
85 Zio bersedih
86 Tiga orang tersangka
87 Istri dan anak-anakku sehat
88 Kesebuah taman
89 Erina cemburu
90 Menggoda Erina
91 Asqia tertangkap
92 Mainan barunya
93 Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94 Gelang pemberian nenek
95 Asqia menikah
96 Tentang Noval
97 Bertemu mantan
98 Wanita satu-satunya
99 Membawa Kinan ke rumah sakit
100 Takut jarum
101 Pengumuman Novel baru gaes ....
102 Kedatangan pengantin baru
103 Asqia akan melahirkan
104 Akhir kebahagiaan keluarga.
105 Pengumuman Karya baru.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal cerita
2
Ibu mertua
3
Menantu tak di anggap
4
Erina Hamil
5
Baby Zio
6
Baby Arkana
7
Ulang tahun Zio
8
Gelisah
9
Perubahan sikap
10
Damar merasa gelisah
11
Ke rumah orang tua
12
Pelajaran untuk Damar
13
Berpisah
14
Noval emosi
15
Ibu-ibu tukang gosip
16
Erina, dan Asqia
17
Kembali ke rumah lama
18
Kedatangan Zainal
19
Sebuah Rahasia
20
Tempat tinggal baru
21
Seseorang yang di kenal
22
Ferdian
23
Bunda Nabila dan Ferdian
24
Zio terus memanggil Ferdian
25
Zio sakit
26
Di perbolehkan pulang
27
Isi hati
28
Love you
29
Pulang ke rumah
30
Pergi untuk selamanya
31
Kesedihan dan ketakutan Erina
32
Pengakuan Erina.
33
Ikut bersama kamu
34
Ferdian dan pak Bagas
35
Datangnya Zainal dan Tiara
36
Sambutan Hangat
37
Permainan perdana
38
Pacaran
39
Kagum dengan istri
40
Tersimpan dengan rapih
41
Melepaskan diri
42
Kamu harus kuat
43
Bukti CCTV
44
Erina di perbolehkan pulang
45
Mendiami istrinya
46
Jalan-jalan
47
Membentak untuk pertama kalinya
48
Keributan di rumah
49
Membuat keributan
50
Aku sangat mencintai kamu
51
Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52
Suami yang posesif
53
Dua pengawal
54
Cantik dan menggemaskan
55
Laki-laki seperti ayah
56
Kedatangan Asqia
57
Qia menginap
58
Jangan kurang ajar
59
Emosi Kinan
60
Sakit hatiku rasanya
61
Ferdian sakit.
62
Tetapi dia sudah jahat
63
Ayam goreng
64
Dokter Tommy
65
Masa lalu Ferdian
66
Nenekku 1
67
Nenekku 2
68
Ke rumah Bu Hesti
69
Pernikahan Joddy dan Kinan
70
Pertandingan
71
Session berikutnya
72
Bareng keluarga
73
Bintang Laut
74
Sengatan Cinta
75
Noval Pengganti Ayah
76
Aku berangkat ya
77
Sangat merindukan istrinya
78
Rumah sakit
79
Ferdian dan Joddy datang.
80
Berdoa untuk Erina
81
Erina membuka matanya
82
Rasa nyeri
83
Menemukan
84
Merindukan suaminya
85
Zio bersedih
86
Tiga orang tersangka
87
Istri dan anak-anakku sehat
88
Kesebuah taman
89
Erina cemburu
90
Menggoda Erina
91
Asqia tertangkap
92
Mainan barunya
93
Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94
Gelang pemberian nenek
95
Asqia menikah
96
Tentang Noval
97
Bertemu mantan
98
Wanita satu-satunya
99
Membawa Kinan ke rumah sakit
100
Takut jarum
101
Pengumuman Novel baru gaes ....
102
Kedatangan pengantin baru
103
Asqia akan melahirkan
104
Akhir kebahagiaan keluarga.
105
Pengumuman Karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!