Gelisah

Dari kejauhan Bu Nurma memperhatikan Erina, bersama Melody, dengan tersenyum menyeringai.

Bu Nurma pun menghampiri Melody, yang sedang bersama Erina dan Damar.

"Halo Melody, apa kabar! Kapan kamu balik dari Korea?" sapa Bu Nurma, dengan tersenyum hangat.

Melodi yang terkejut, dengan sapaan Bu Nurma, merasa heran. Karena sebelumnya dirinya pernah bertemu, dengan ibu dari Damar.

Erina melihat ibu mertuanya menyapa Melody terlihat hangat dan sangat begitu dekat. Merasa sedih karena pertemuannya dengan ibu mertuanya duku tidak pernah sehangat seperti sekarang yang dia lihat.

"Iya Tante, aku baru beberapa hari di sini, dan aku juga baru bertemu Damar, beberapa hari yang lalu. Bagaimana kabarnya Tan, sudah lama banget, kita nggak bertemu," timpal Lody, berbincang dengan Bu Nurma

"Kabar tante baik sayang. Lody, kita sudah lama banget, gak bertemu? Padahal dulu itu kamu sering main ke sini, bahkan keluarga kita ingin menjodohkan kalian berdua. Eh ... ternyata Damar lebih memilih Erina untuk menjadi istrinya," cetus Bu Nurma sambil menatap Erina dengan tatapan sinis.

Sontak Erina tercengang mendengarnya, bukan hanya dia, melainkan pak Bagaskara, dan istrinya juga terkejut mendengar besannya tega mengatakan itu di hadapannya.

"Mama!" bentak Zainal, merasa tak enak hati dengan orang tua Erina.

Sedangkan Erina tersenyum kecut mendengar ibu mertuanya mengatakan seperti itu kepadanya.

Melody sendiri juga merasa tak enak hati, mendengar mu Nurma mengatakan itu di depan orang banyak.

"Mah! Kenapa mengatakan itu sih di sini?" tanya Damar menahan rasa kesalnya.

Suasana saat itu menjadi hening, tanpa ada suara yang terdengar.

"Ekhem ... karena suasana sudah mulai tidak nyaman! Sepertinya saya dan istri saya harus pamitan." Kata pak Bagaskara, dengan berdiri merapikan pakaiannya.

"Maaf pak Bagas, kalau suasananya membuat bapak menjadi tak nyaman." Ucap Zainal merasa tak enak hati.

Pak Bagaskara tak menjawab, hanya memberikan senyuman kecil.

"Erina, kalau seperti itu, ayah dan ibu pamit pulang ya? Pesan ayah untuk kamu, pintu akan selalu terbuka kapanpun untuk kamu. Jadi jangan sungkan, untuk datang keruang ya nak!" ucap pak Bagas, membelai rambut putrinya.

"Iya Erin, pintu rumah akan selalu terbuka untuk kamu. Datanglah kesana ya nak, jangan sungkan!" ucap ibu sambungnya.

Erina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Kini pak Bagaskara dengan sang istri sudah berada di halaman rumah. Damar dan Erina menemani mereka sampai depan mobil.

"Erin, ayah pamit ya nak! Kalau ada apa-apa jangan sungkan-sungkan untuk bilang ke kami!" dengan memberikan senyuman serta pelukan hangat kepada putri kesayangannya.

"Iya Yah, maaf keadaan tadi membuat ayah tidak nyaman," Erina merasa tak enak hati.

"Tidak apa-apa Nak, kamu jaga kesehatan ya sayang. Ingat ada anak kamu, yang butuh kamu!" Erina mengangguk.

Pak Bagaskara menatap Damar dengan tatapan tajam.

"Damar, ayah tau, bagaimana sikap ibumu kepada istrimu. Pinta saya, jangan pernah kamu sakiti hati putri saya, apalagi sampai membuatnya menangis. Kalau sampai itu terjadi, saya tidak akan segan-segan untuk mengambil Erina dan anaknya dari kamu!" ancam pak Bagaskara kepada menantunya.

"Iya ayah, saya akan menjaga Erina dan melindungi dia. Saya juga berjanji tak akan membuatnya sedih atau menangis."Janji Damar di hadapan ayah mertuanya.

"Ayah pegang ucapan kamu saat ini. Jika sampai kamu melanggar, dan membuat Erina terluka! Saya tak akan segan-segan membawa putri saya dari sini!" ancam pak Bagaskara.

Damar hanya menganggukkan kepalanya, ada rasa takut saat mendengar akan membawa istrinya dari rumah.

"Iya Yah." Jawab Damar.

Erina merasa tak tega melihat wajah suaminya, yang terlihat ketakutan akan ancaman ayahnya.

Kini pak Bagas dan istrinya,sudah pergi meninggalkan rumah keluarga Prasetyo. Setelah tak terlihat Erina pun masuk kedalam rumah terlebih dahulu lalu di susul oleh Damar.

Kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar, dan terlihat Erina sedang menemani baby Zio tidur. Damar memperhatikan wajah istrinya yang nampak murung sejak ibunya mengatakan tentang perjodohan antar dirinya dengan Lody.

"Sayang." Damar menggenggam tangan istrinya. "Maafkan perkataan Mama ya?"

"Aku hanya manusia biasa, yang selalu memaafkan kata-kata tajam, dari mulut ibumu. Aku sendiri bingung, sampai kapan aku harus bertahan seperti ini? Aku tak di hargai di rumah ini, sebagai menantunya." kata Erina dengan setitik air matanya, sebagai bentuk mengeluarkan uneg-uneg di hatinya.

"Maafkan aku sayang." Damar menggenggam tangan Erina.

"Sebenarnya Mas, aku ingin sekali keluar dari rumah ini! Tetapi aku sadar, tidak akan mungkin. Karena kamu dan kakak kamu bagaimana pun harus tetap bertahan di rumah ini. Itu 'kan pesan almarhum Papa kamu, jangan pernah meninggalkan ibumu." Erina meluapkan emosinya, dengan nada yang halus namun membuat hati Damar tersayat.

Damar hanya mendengarkan apa yang di katakan istrinya, mengeluarkan segala sakit yabg dirasakan.

Sebenarnya dalam hatinya, Damar juga ingin membawa istrinya keluar dari rumahnya. Namun kenyataannya sangat sulit, dia mengingat pesan terakhir ayahnya yang mengatakan untuk tidak meninggalkan rumah itu. Tapi disisi lain, dirinya tak tega melihat istrinya yang terus tak di hargai oleh ibunya.

Setelah kejadian itu sikap Erina dirumah itu menjadi berubah. Biasanya dia berusaha bersikap baik dan mencoba mendekatkan dirinya ke ibu mertuanya. Namun tidak untuk sekarang, dia menjadi acuh kepada ibu mertuanya, bicaranya pun hanya sewajarnya.

Sejak acara ulang tahun baby Zio, Damar pun juga sedikit berubah. Yang biasanya pulang dari kantor sore hari, kini pulang kantor sampai malam.

Erina tidak ingin mempunyai pikiran buruk kepada suaminya. Selagi sikap dan perhatian Damar tidak berubah, kepadanya dan putra kecilnya. Dirinya tidak ingin memikirkan hal yang di luar nalar nya.

Beberapa bulan kemudian, Damar sedang bersiap-siap ingin ke kantor. Sedangkan Erina membantu memasangkan dasi, di leher suaminya.

"Sayang,"

"Iya Mas!"

"Nanti malam, kamu jangan nungguin aku ya! Soalnya aku ada acara dari rekan kerja, kemungkinan akan sampai larut. Jadi kamu tidur saja dulu!" kata Damar.

"Ow begitu! Yasudah kalau seperti itu, jadi aku tidak perlu nungguin kamu." Jawab Erina, selesai memasangkan dasi suaminya.

"Iya sayang. Lagian besok aku libur, aku punya rencana. Bagaimana kalau kita liburan bertiga?" usul Damar.

"Terserah kamu aja Mas! Aku juga bosan di rumah terus, aku ingin refreshing. Aku justru ingin kerumah ayah," ucap Erina, dengan wajah menunduk. " Entah kenapa aku merindukan ayah,"

"Yasudah, Minggu depan kita kesana ya! Kita menginap dirumah ayah!" Damar sambil menyentuh pipi Erina, dengan senyuman.

"Beneran Mas! Kita kesana ke rumah ayah?" tanya Erina memastikan kembali.

Damar dapat melihat senyuman di wajah istrinya.

'Ya ampun aku sekarang jarang sekali melihat senyuman Erina seperti ini. Apa aku harus benar-benar mengajak istriku keluar dari rumah ini. Aku merasa tak tega melihatnya seperti tertekan di sini.' gumam Damar dalam hatinya.

" Iya sayang," Erina pun tersenyum mendengar jawaban suaminya.

Malam harinya sepulang dari kantor, Damar pergi menuju ke sesuatu tempat yang dimana adalah acara temannya.

Dari kejauhan Damar seperti melihat seorang gadis yang sepertinya dia kenal, dan benar saja kalau wanita itu adalah Melody.

"Lody kamu di sini?" tanya Damar.

"Iya aku diundang dari Monica, dia itu teman ku sekolah." timpal Melody.

"Ooh jadi istrinya Farhan itu teman kamu sekolah. Ya Tuhan sempit banget dunia ini." Akhirnya Damar dan Melody berbincang bersama di acara itu.

Sedangkan di kamar, Erina nampak gelisah. Biasanya Erina selalu tertidur jika suaminya di dekatnya. Namun hari ini, Erin tak dapat memejamkan matanya.

Bersambung....

Episodes
1 Awal cerita
2 Ibu mertua
3 Menantu tak di anggap
4 Erina Hamil
5 Baby Zio
6 Baby Arkana
7 Ulang tahun Zio
8 Gelisah
9 Perubahan sikap
10 Damar merasa gelisah
11 Ke rumah orang tua
12 Pelajaran untuk Damar
13 Berpisah
14 Noval emosi
15 Ibu-ibu tukang gosip
16 Erina, dan Asqia
17 Kembali ke rumah lama
18 Kedatangan Zainal
19 Sebuah Rahasia
20 Tempat tinggal baru
21 Seseorang yang di kenal
22 Ferdian
23 Bunda Nabila dan Ferdian
24 Zio terus memanggil Ferdian
25 Zio sakit
26 Di perbolehkan pulang
27 Isi hati
28 Love you
29 Pulang ke rumah
30 Pergi untuk selamanya
31 Kesedihan dan ketakutan Erina
32 Pengakuan Erina.
33 Ikut bersama kamu
34 Ferdian dan pak Bagas
35 Datangnya Zainal dan Tiara
36 Sambutan Hangat
37 Permainan perdana
38 Pacaran
39 Kagum dengan istri
40 Tersimpan dengan rapih
41 Melepaskan diri
42 Kamu harus kuat
43 Bukti CCTV
44 Erina di perbolehkan pulang
45 Mendiami istrinya
46 Jalan-jalan
47 Membentak untuk pertama kalinya
48 Keributan di rumah
49 Membuat keributan
50 Aku sangat mencintai kamu
51 Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52 Suami yang posesif
53 Dua pengawal
54 Cantik dan menggemaskan
55 Laki-laki seperti ayah
56 Kedatangan Asqia
57 Qia menginap
58 Jangan kurang ajar
59 Emosi Kinan
60 Sakit hatiku rasanya
61 Ferdian sakit.
62 Tetapi dia sudah jahat
63 Ayam goreng
64 Dokter Tommy
65 Masa lalu Ferdian
66 Nenekku 1
67 Nenekku 2
68 Ke rumah Bu Hesti
69 Pernikahan Joddy dan Kinan
70 Pertandingan
71 Session berikutnya
72 Bareng keluarga
73 Bintang Laut
74 Sengatan Cinta
75 Noval Pengganti Ayah
76 Aku berangkat ya
77 Sangat merindukan istrinya
78 Rumah sakit
79 Ferdian dan Joddy datang.
80 Berdoa untuk Erina
81 Erina membuka matanya
82 Rasa nyeri
83 Menemukan
84 Merindukan suaminya
85 Zio bersedih
86 Tiga orang tersangka
87 Istri dan anak-anakku sehat
88 Kesebuah taman
89 Erina cemburu
90 Menggoda Erina
91 Asqia tertangkap
92 Mainan barunya
93 Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94 Gelang pemberian nenek
95 Asqia menikah
96 Tentang Noval
97 Bertemu mantan
98 Wanita satu-satunya
99 Membawa Kinan ke rumah sakit
100 Takut jarum
101 Pengumuman Novel baru gaes ....
102 Kedatangan pengantin baru
103 Asqia akan melahirkan
104 Akhir kebahagiaan keluarga.
105 Pengumuman Karya baru.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal cerita
2
Ibu mertua
3
Menantu tak di anggap
4
Erina Hamil
5
Baby Zio
6
Baby Arkana
7
Ulang tahun Zio
8
Gelisah
9
Perubahan sikap
10
Damar merasa gelisah
11
Ke rumah orang tua
12
Pelajaran untuk Damar
13
Berpisah
14
Noval emosi
15
Ibu-ibu tukang gosip
16
Erina, dan Asqia
17
Kembali ke rumah lama
18
Kedatangan Zainal
19
Sebuah Rahasia
20
Tempat tinggal baru
21
Seseorang yang di kenal
22
Ferdian
23
Bunda Nabila dan Ferdian
24
Zio terus memanggil Ferdian
25
Zio sakit
26
Di perbolehkan pulang
27
Isi hati
28
Love you
29
Pulang ke rumah
30
Pergi untuk selamanya
31
Kesedihan dan ketakutan Erina
32
Pengakuan Erina.
33
Ikut bersama kamu
34
Ferdian dan pak Bagas
35
Datangnya Zainal dan Tiara
36
Sambutan Hangat
37
Permainan perdana
38
Pacaran
39
Kagum dengan istri
40
Tersimpan dengan rapih
41
Melepaskan diri
42
Kamu harus kuat
43
Bukti CCTV
44
Erina di perbolehkan pulang
45
Mendiami istrinya
46
Jalan-jalan
47
Membentak untuk pertama kalinya
48
Keributan di rumah
49
Membuat keributan
50
Aku sangat mencintai kamu
51
Kedatangan Bu Nurma dan Melody
52
Suami yang posesif
53
Dua pengawal
54
Cantik dan menggemaskan
55
Laki-laki seperti ayah
56
Kedatangan Asqia
57
Qia menginap
58
Jangan kurang ajar
59
Emosi Kinan
60
Sakit hatiku rasanya
61
Ferdian sakit.
62
Tetapi dia sudah jahat
63
Ayam goreng
64
Dokter Tommy
65
Masa lalu Ferdian
66
Nenekku 1
67
Nenekku 2
68
Ke rumah Bu Hesti
69
Pernikahan Joddy dan Kinan
70
Pertandingan
71
Session berikutnya
72
Bareng keluarga
73
Bintang Laut
74
Sengatan Cinta
75
Noval Pengganti Ayah
76
Aku berangkat ya
77
Sangat merindukan istrinya
78
Rumah sakit
79
Ferdian dan Joddy datang.
80
Berdoa untuk Erina
81
Erina membuka matanya
82
Rasa nyeri
83
Menemukan
84
Merindukan suaminya
85
Zio bersedih
86
Tiga orang tersangka
87
Istri dan anak-anakku sehat
88
Kesebuah taman
89
Erina cemburu
90
Menggoda Erina
91
Asqia tertangkap
92
Mainan barunya
93
Kebebasan Qia, dan kedatangan Adzriel
94
Gelang pemberian nenek
95
Asqia menikah
96
Tentang Noval
97
Bertemu mantan
98
Wanita satu-satunya
99
Membawa Kinan ke rumah sakit
100
Takut jarum
101
Pengumuman Novel baru gaes ....
102
Kedatangan pengantin baru
103
Asqia akan melahirkan
104
Akhir kebahagiaan keluarga.
105
Pengumuman Karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!