Erina yang memang melihat saat suaminya sedang berhadapan dengan ayahnya. Hanya bisa menangis dari kejauhan.
"Erina!" teriak Damar dari luar. "Aku tau, kamu di dalam, dan melihat ku disini. Sayang, aku mohon kamu kembali. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Aku sangat mencintai kamu."
Erina tak kuasa mendengar suara Damar yabg terus mengatakan memintanya kembali.
Merasa tak tega, pak Bagas membawa Erina untuk masuk ke kamar dan beristirahat.
"Ayo masuk, jangan kamu dengarkan dia. Itu akan membuat kamu selalu tersiksa. Lebih baik pernikahan kamu berhenti sampai di sini.Ayah tidak ingin putri ayah selalu menderita di sana!" ucap pak Bagas, Erina hanya bisa mendengar perkataan ayahnya, tanpa bisa menjawab apapun.
Sedangkan Damar yang berada di luar, sudah merasa lelah dan akhirnya ia kembali untuk pulang.
Seminggu sudah Erina tinggal di rumah orang tua dengan membawa putra kecilnya. Begitupun juga Damar yabg setiap hari selalu ke sana untuk mencari anak dan istrinya.
Hingga suatu ketika Erina yang sedang mengajak main putranya di halaman rumah. Tanpa disangka-sangka Erina dibuat terkejut dengan kedatangan Damar tepat di belakangnya
"Erina" panggil Damar.
Merasa namanya ada yang memanggil, Erina pun menoleh. Betapa terkejutnya saat melihat Damar sudah berada di belakangnya.
"Damar, mau apa kamu ke sini?" Erina hendak meninggalkan pria yang pernah bersamanya sambil menggendong Zio.
"Sayang jangan pergi! Please dengerin aku dulu!" Ucap Damar dengan mohon hendak menyentuh tangan Erina.
Erina menghindar, menolak tangannya di sentuh oleh ayah dari anaknya."Dengerin apa lagi si Damar. Aku sedang tidak ingin mendengarkan apapun ucapan kamu!"
Sambil menggendong Zio Erina hendak meninggalkan Damar, namun lagi-lagi di halanginya. "Beri aku kesempatan, aku tidak ingin pisah dari kamu. Aku hanya sama kamu bukan Melody."
"Kesempatan apalagi si Damar, sekarang dia sedang mengandung anak kamu!" kata Erina dengan terlihat emosi.
Damar hanya diam saat Erina mengatakan Melody.
"Aku sudah kecewa sama kamu. Aku juga tidak mau jika harus tetap bertahan di rumah itu. Aku bahkan tak dihargai sedikitpun di sana oleh ibumu,"
"Kalau memang itu mau kamu, kita pindah dari rumah itu. Asal aku bisa kembali dengan kamu!" ucap Damar sambil menggenggam tangan Erina.
"Tetap aku tidak mau! Aku tidak ingin balik lagi dengan kamu." Kekeh Erina. "Kamu sudah membuat aku kecewa. Bukankah aku sudah mengatakan kepada kamu, aku tidak mau ada kata penghianatan di antara kita. Jika itu sampai terjadi, meskipun kamu melakukan apapun aku tidak ingin kembali!"
Sedangkan Damar menatap wajah putra kecilnya, yang kini sedang menatapnya. "Zio sayang, ini papah nak. Kamu kangen gak sama Papa? Ayo kita pulang sama- sama Papa kangen sama kamu!"
Damar hendak ingin mengambil Zio dari Erina, namun keburu pak Bagas datang dan segera menarik tangan pria yang masih berstatus menantunya.
" Jangan kamu sentuh cucu ku dan putri ku!" Ucap Oka Bagas dengan tatapan yang tajam
"Tapi dia putraku, Erina juga masih berstatus menjadi istriku!" jawab Damar. "Aku ingin gendong Zio, apa tidak boleh?"
"Dia memang putramu. Tetapi semenjak ibunya kamu sakiti, Zio ikut merasakan kesedihannya.
Damar menatap wajah putranya merasa tak tega.
"Papa-Papa," terdengar suara Zio memanggilnya dan itu membuat hati Damar sedih mendengarnya.
Dirinya sebenarnya sangat merindukan panggilan yang keluar dari mulut putranya yang berusia satu tahun itu.
"Cukup Damar, jangan ganggu Erina lagi. Sekarang pergi kamu dari sini, jangan kau buat putriku menangis. Cukup dia menderita selama ini tinggal bersama ibumu!" ucap pak Bagas membuat Damar kembali merasa bersalah dengan wanita yang begitu amat dia sayangi.
"Apa memang tidak ada kesempatan lagi untukku menebus kesalahanku ke kamu Erina?" tanya Damar dengan wajah memelas. "Sebenarnya aku tidak ingin menikahi Lody, aku sangat mencintai kamu sayang."
"Apa! Kamu tidak ingin menikahi dia? Bukannya anak yang di dalam kandungannya itu anak kamu? Di mana rasa tanggung jawab kamu sebagai laki-laki!" ucap Erina dengan emosi membuat Damar semakin terpojok.
Mendengar ucapan Erina, dirinya diam seribu bahasa. Sebenarnya dirinya tidak mencintai Melody, semua itu hanya sebuah kecelakaan. Damar tidak bisa menerima kenyataan karena kejadian itu,sampai rumah tangganya dengan wanita yang begitu Damar cintai kini harus berakhir.
Flashback
Ketika Damar sedang berada di acara Anniversary pernikahan temannya. Saat itu juga dia melihat seorang gadis yang sepertinya ia kenal, ternyata benar gadis itu adalah Melody. Teman masa kecilnya, yang pernah di jodohkan oleh orang tuanya.
Namun karena Damar menolak perjodohan itu dan lebih memilih Erina untuk menjadi istrinya. Akhirnya Melody pun menerima penolakan dari teman kecilnya.
Lanjut ke acara itu.
Ketika sedang asyik mengobrol dengan Melody, tiba-tiba dirinya ingin ke toilet. Setelah menyelesaikan urusannya Damar pun kembali, dan menenggak sisa minumannya.
Damar melihat jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Dirinya bersiap untuk pulang, namun tiba-tiba kepalanya terasa berat, dan selanjutnya dia tak ingat apa yang terjadi.
Namun saat tersadar waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi. Damar pun juga terkejut saat melihat di sebelahnya ada Melody sedang tertidur pulas tanpa menggunakan busana.
Damar merasa aneh,dan segera melihat dirinya sendiri juga tanpa menggunakan busana.
Sejak saat itu, Damar bingung harus bersikap bagaimana dengan istrinya. Dirinya sudah mengecewakan pernikahannya.
Bahkan setiap kali dekat dengan Erina dan menatap wajahnya. Damar selalu mengingat dirinya yang sudah mengkhianati istrinya.
Seberapa kuat Damar menghindar, semakin sakit hatinya saat menjauhi istrinya. Bahkan merasa tak tega melihat dan mendengar Erina menangis.
Sampai di ujung puncaknya, kebenaran itu pun terjadi. Seminggu lamanya Damar tak menampakkan dirinya di hadapan Melody. Dirinya tau kalau gadis itu sedang berbadan dua, namun demi menebus kesalahannya dengan istrinya, ia pun tak menemui Lody.
Sampai akhirnya Melody sendiri yang datang dan memberitahu kebenarannya kepada keluarga, kalau dirinya sedang mengandung anaknya Damar.
Damar yakin kalau istrinya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan olehnya. Tapi dirinya belum siap jika Erina sampai meninggalkan dirinya dan membawa putranya.
Flashback of
Kini Damar hanya bisa pasrah dengan apa yang menjadi pilihan Erina. Meskipun berat melepaskan wanita yang sangat dia sayangi. Mau seberapa kuatnya dirinya mempertahankannya ,tetap saja istrinya tak mau kembali kepadanya.
Hari-hari terus dilalui bersama Erina hingga sampai tiga bulan lamanya. Erina kini tinggal bersama orang tua dan adiknya.
Hari ini adalah sidang terakhir dimana pengadilan agama memutuskan Erina sudah resmi bercerai dengan Damar.
Sekarang antara Damar dan dirinya sudah tidak memiliki hubungan apapun. Sedangkan hak asuh baby Zio pun juga berada di tangan Erina.
Kini status Erina menjadi single parent, dia harus bisa menjadi ibu yang kuat, untuk menjaga dan mendidik putranya seorang diri.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
LISA
Yg kuat y Erina..dgn dukungan dr ortumu..kmu dpt mendidik Zio dgn baik..
2023-03-26
0