"Ssshhh, pelan-pelan Li.." Mulut Ruby tidak henti-hentinya mengeluarkan rintihan perih, ia meringis serta mengadu sakit merasakan pergelangan kakinya yang terasa seperti akan patah, "Sabar ya By.. dikit lagi bakal enak-kan kok."
Di balik pintu tiga anak Aodra menguping kejadian di dalam, tidak lain yaitu Gio, Raden dan Noah.
"Mereka lagi ngapain?" Noah bertanya pada Gio dan Raden yang tidak kalah penasaran juga. "Kayaknya gak bakal lama lagi kita bakal ada ke ponakan." ujar Gio berpikir terlalu jauh.
"Ahh, sakit Li!!" pekik Ruby mengalami sakit tidak main-main. Apakah kakinya akan di amputasi? masalahnya ia merasa linu luar biasa. Di luar sana mereka bertiga saling pandang mendengar jeritan Ruby
"Nah udah, coba lo gerakin," Adelio selesai mengurut pergelangan kaki Ruby yang keseleo, Ruby mencoba memutar pergelangan kakinya dan benar saja, sakitnya sudah hilang ibaratkan di sihir, lepas mengalami perih pun berganti dengan kesembuhan.
"Lo pinter juga ngurut-nya."
Telapak tangan Adelio memegangi tengkuknya sedikit salah tingkah karena Ruby memujinya, walau hanya sepele, bagi dia itu adalah hal yang besar. Ujung telinganya memerah. "Gue kan tinggal sama Nenek gue yang tukang urut."
Geplakan main-main dari tangan Raden mendarat di kepala Gio, "Ngurut doang! gak ngapa-ngapain."
"Gak usah pake pukul segala kali! bisa gegar otak gue nanti!" Gio mengusap-ngusap kepalanya, tidak tahu saja kalau pukulan Raden itu sakitnya melebihi di tinggal nikah oleh mantan. "Salahin tuh cewek ngapain keluarin suara yang bikin orang berpikir ambigu?" imbuhnya menggerutu.
Noah menoyor sisi kepala Gio, "Otak lo aja yang ngeres!"
Ruby melirik Adelio yang duduk di sisinya, setahunya Adelio ikut bersama Ibu-nya, jika ia tinggal bersama Neneknya lantas Ibu-nya ke mana? "Nenek? Mama lo kemana?" Kontras perubahan pada fitur wajah Adelio, Ruby menyadari itu, apakah ia salah memberikan pertanyaan? pikirnya.
"Mama? Mama gue--udah meninggal dua tahun lalu." ujarnya terlihat sendu. Pertanyaan ini membuat memorinya melayang pada kejadian beberapa tahun lalu di mana kala itu Ibu-nya meninggal dunia karena insiden pembunuhan tragis. Ibunya terbunuh oleh tembakan senjata api dari orang misterius yang telah terungkap oleh Adelio.
"O-oh, maaf ya? gue gak tahu."
"Gak papa kok." Adelio hanya memamerkan senyum simpul entah terpaksa atau memang tulus kepada Ruby yang merasa bersalah karena telah menanyakan pertanyaan yang jelas melukai Adelio.
"Kira-kira Lio ada hubungan apa sama tuh cewek hingga se-care itu?"
"Yang intinya spesial sih, sampe bantu ngurut segala."
Ruby dan Adelio bersitatap karena dapat mendengar desas-desus di balik pintu setelah senyap melanda di antara mereka. Dagu Ruby terangkat kilas menunjuk pintu, telunjuk Adelio terletak di bibir untuk memberi sinyal ke Ruby agar tidak mengeluarkan suara lantas perlahan-lahan Adelio berjalan menuju ke pintu, mulai menghitung dalam hati, Satu---dua---
"Kok di dalem udah hening?"
Tiga!
Brughh
Gio, Noah serta Raden tersungkur jatuh secara bersamaan, "Aduhh..."
"Karma untuk manusia yang nguping pembicaraan orang lain." Adelio bersidekap dada menatap mereka yang mencoba bangkit sembari cengar-cengir lebar memamerkan deretan gigi mereka.
***
Jarang ada taksi yang masih berlalu lalang di malam yang sudah cukup larut, kebetulan sekali Adelio menawarkan mengantarkan pulang, Ruby mudah meng-iya kan karena keadaan yang tidak memungkin kan ia pulang sendiri. Ia memberi tahu alamat kostnya pada Adelio karena sudah memutuskan mulai malam ini tidak akan menginap di rumah Flora lagi.
Menaruh kepercayaan Ruby pada Adelio mengingat fakta bahwa mereka berdua adalah sahabat yang hanya terpisahkan beberapa tahun. Dan Ruby mengenali cukup banyak Adelio dari segala sisi. Yang intinya, ia bukan lah orang jahat alias cowok baik-baik.
Adelio mengendarai motor membawa Ruby di belakangnya, mampir sebentar di minimarket, kata Adelio ia lapar dan ingin mengganjal perutnya.
POV Author: ini hanya contoh saja jadi jangan heran kalo ada tulisan Korea.
Duduk di meja yang tersedia di luar minimarket, untuk menghilangkan kebosanan Ruby memainkan ponsel menunggu Adelio yang masuk membeli makanan pengganjal perut. Notif pesan WhatsApp berdatangan di atas layar ponsel menyambut dirinya, ia memilih membuka pesan yang lebih penting dari pada yang lain, yakni dari Alan.
Ada beberapa pesan darinya empat puluh lima menit yang lalu, dan baru saja di baca oleh Ruby detik ini juga. Ruby lupa mengabarkan kepada Alan bahwa ia baik-baik saja.
...Alan...
Ruy, kamu di mana?
Kamu pulang sendiri?
Jangan gini..
Aku khawatir Ruy..
Kalo udah aktif, bales ya, jangan buat aku gak bisa tidur nyenyak untuk malam ini.
^^^aku baik-baik aja, gak ada yang perlu di cemaskan. Tenang aja.^^^
Centang satu yang berarti Alan tidak aktif lagi, Ruby beralih ke ruang obrolannya bersama Flora yang mengirimkan pesan untuknya juga, lain halnya dari Alan, manusia yang satu ini masih online.
...Flora...
Ruy? Alan bawa lo ke mana? kok belum muncul-muncul juga? kalian baik-baik saja kan?
Sepertinya Flora juga tidak kalah risau dari pada Alan.
^^^It's okay, gak perlu khawatir. Tadi, Alan ada urusan dengan kawan-kawannya, emm-- mungkin tawuran. Dia bawa gue tapi dia hanya nyuruh gue nunggu di mobil.^^^
Huftt syukur deh kalian gak kenapa-napa, kirain kalian bakal nginep di hotel😂
Sial! pesan dari Flora mengingatkan dirinya pada malam bersejarah itu, padahal Ruby sudah melupakannya. 'Kira-kira Pria itu, apa kabar ya?' Batinnya lalu menggelengkan kepalanya erat mengenyahkan pikiran mengenai lelaki itu, untuk apa ia memikirkan kabarnya?
Kejadian malam itu hanya akan menjadi one night stand untuk mereka. Lagi pula Pria setampan itu pasti sudah banyak kali meniduri wanita. Tidak mungkin ia yang pertama kali baginya.
^^^Nginap hotel matamu!^^^
^^^Oh iya Flo, mulai malam ini gue gak nginep di rumah lo lagi. Thanks ya udah mau ngasuh gue beberapa hari yang lalu. Nich hadiah buat lo, ummmmchhh😘😘😘^^^
Jijik!!🤮
Ruby hanya terkekeh pelan membaca pesan dari Flora.
TBC...
Mulai dari sini bakal slow update!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Riska Desi
seruuuu
2023-03-23
2
Ayu Sulistyawati
lanjut ka seru nihhh...
2023-03-19
1