Wanita berpakaian dress mini berwarna merah itu dengan gaya elegan dan pinggang langsingnya lenggak-lenggok seiring berjalan menghampiri Athala yang tengah duduk di salah satu sofa. Panggil saja dia Clara. Salah satu kupu-kupu malam yang bekerja di club tersebut.
Ruangan yang mereka tempati sekarang ini adalah ruangan VIP. Tidak sembarang orang bisa menempatinya, hanya untuk orang-orang tertentu yakni yang berkedudukan tinggi, seperti Athala semisal.
"Hai Atha.." Clara menyapa Athala. Di tangannya menggenggam segelas wine. Siapa yang tidak mengenal Athala? lelaki yang masuk dalam kategori Pria terpopuler di kalangan para kaum wanita di penjuru Asia.
Clara di sambut oleh senyum merekah dari Athala. "Sini." Lelaki itu menepuk space kosong di sisi kirinya. Sementara Reygan hanya menyaksikan saja dari sofa berbeda dari mereka seraya menikmati minuman alkohol yang di sediakan. Mari kita lihat sampai kapan Athala bisa bertahan.
Clara duduk tepat di samping Athala yang sudah menahan napas. Aroma parfum yang menyengat sekali. Menjijikan!! Tapi, Athala tidak akan mudah gentar begitu saja. Usaha tidak akan mengkhianati hasil kalau menurut kata pepatah pada umumnya. Ia merangkul Clara perlahan-lahan.
"Mau minum?" Clara menyodorkan segelas minuman keras, Athala tersenyum paksa dan membalasnya dengan gelengan menolak.
Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya. Mata Athala mulai terpejam gelisah sudah mencoba bertahan sekuat yang ia bisa ketika di centili oleh Clara yang kini sudah menggelayut manja di dadanya. Semenit, dua menit Athala masih tahan. Sampai di waktu ke tiga menit ia tidak mampu lagi. Terlebih wanita itu sudah mendekatkan wajah bersiap mencium-nya.
Athala menepis wajah wanita itu dan bergeser memberi jarak. "Jauh-jauh lo!! lo bau b.a.n.g.k.e!!"
Reflek Clara mencium kedua keteknya yang ke mungkinan bau. Nyatanya tidak bau sama sekali. Ia menatap Athala kesal. "Gue gak bau kok!!" Bantahnya tidak terima.
Athala sudah menduga jadinya akan begini, yang berarti satu-satunya perempuan yang dapat membuatnya nyaman hanyalah gadis kecil yang ia jumpai kala itu.
Ia bangkit dengan dari duduknya dengan ogah-ogahan, Reygan tertawa melihatnya. "Kasian banget lo Tha."
Reygan merasa lucu sekaligus prihatin di saat bersamaan. Ia pikir Athala sudah sembuh karena tempo hari itu, Athala berciuman dengan perempuan. Ternyata perkiraannya salah besar, Athala tetap sama saja.
Athala jalan tergesa-gesa hendak ke toilet karena merasa mules, Reygan mengikutinya. Mereka meninggalkan Clara yang sudah misuh-misuh tidak jelas karena di hina dirinya bau b.a.n.k.e. Merasa reputasinya tercemari gara-gara itu.
***
Pemikiran Athala satu server dengan Reygan, menduga jika penyakitnya sudah sembuh karena ia mampu berdekatan dengan gadis saat itu. Hingga Athala mencoba untuk membiarkan wanita tadi menyentuhnya. Dan ternyata hasilnya nihil yang artinya ia masih tidak normal. Athala cukup kecewa dengan itu.
Menyesal Athala mencoba lagi dan hasilnya sangat jauh dari ekspetasinya.
Titik-titik yang di sentuh wanita tadi di pakaian yang ia kenakan, Athala bilas dengan air di wastafel untuk menghilangkan bau yang tersisa. Tidak peduli bahkan baju kemeja-nya sudah basah yang penting jejak aroma wanita tadi bisa menghilang.
Dan di saat Athala menghirupnya kembali, baunya tetap berbekas menyeruak masuk ke hidungnya. Aroma parfum yang begitu menyengat hingga membuat Athala ingin muntah. "Iyuhhh."
Alhasil, Athala membuka kemeja kotak-kotaknya dan menyisakan kaos polos berwarna hitam agar tidak dapat menghirup bau yang menjijikan menurutnya.
Membawa kemeja itu ke sudut yang terdapat tempat sampah dan barang itu berakhir tergeletak mengenaskan di dalamnya. Kembali lagi ke wastafel begitu telah membuang pakaian yang tidak layak di pakai menurut Athala.
Reygan geleng-geleng kepala tidak habis pikir, ia membasuh tangan di wastafel. "Sumpah deh, lo beda dari yang lain."
"Kayaknya gak ada pilihan lain." Berhubung hasilnya tetap sama. Athala sudah memutuskan, bahwa akan mencari gadis kecil yang telah mempermainkannya di malam itu. Hanya dia lah kunci dari semua ini.
"Gimana lo ngegay aja sama gue? kan lo jijik nih sama yang beda jenis. Mending sama gue yang sejenis. Pasti gak jijik kan?"
Reygan menaik-turunkan alisnya menggoda. Sekali-kali bergurau dengan Athala tidak apa-apakan?
Sudah dapat di tebak bagaimana reaksi Athala kan?
Athala langsung mendelik aneh ke arah Reygan yang ada di sampingnya dan di imbuhi gidikan jijik. Seketika bulu kuduknya merinding mendengar ajakan Reygan yang lebih tidak normal dari penyakit yang ia derita. "Walaupun manusia di dunia ini hanya lo sama gue doang, gue gak bakal milih lo! mending gue melajang seumur hidup."
Tawa Reygan meledak. "Hahaha cande we canda. Baperan lo ah." Reygan meredakan tawa dan mengatur deru nafasnya, "Jadi gimana? lo mau gue menyelidiki identitas cewek itu?"
Mengungkit gadis kecil itu membuat sekelebat kejadian malam itu terbayang di benak Athala yang memandangi dirinya di pantulan cermin. Citranya rusak karena Ruby. Seumur-umur baru kali ini, perempuan melarikan diri darinya.
Padahal banyak kaum hawa yang mengantre untuk mendapatkannya, selalu ingin melekat pada dirinya bahkan tidak jarang ada pula yang confess. Mirisnya, Athala menolak mereka semua mentah-mentah. Menyentuh saja Athala tidak sudi bagaimana bisa menerima mereka?
Pertemuannya dengan Ruby mengajarkan Athala bagaimana rasa tertolak, ternyata buruk sekali. Menolak dirinya adalah sesuatu yang di luar kemustahilan, hikmahnya ia jadi tertantang dan merasa berambisi karena itu. Seringaian tersungging di bibir Athala. "Yes. Because, dia harus tanggung jawab."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
ros kalam
seruuuuuu
2023-07-29
1
Ayu Sulistyawati
lanjut kak ..
2023-03-18
1