Banyak tisu berserakan di kasur Ruby, tidak terhitung butir air mata yang telah terkuras habis, bahkan tenggorokannya sampai sakit dan suaranya serak terpadu parau. Sedari pulang sekolah Ruby tidak henti-hentinya menangis hingga petang hari. Menyangkut Alan, entah mengapa ia akan menjadi pribadi yang cengeng. Ia begitu membenci sisi itu.
"Hikss.. apa kesalahan aku hingga mereka tega khianati aku? Apakah aku kurang baik atau kurang sempurna?"
Syurrrrr
Ruby menyeka ingusnya di tisu lalu membuangnya asal, matanya membengkak kemudian hidungnya memerah. Ia terlihat berantakan dan itu semua karena menangis nyaris seharian.
Di tengah tangisannya berlangsung, tiba-tiba ponselnya yang terletak di atas nakas berbunyi menyatu dengan suara tangisannya. Awalnya, ia mengabaikan karena mengira itu adalah Alan. Tidak hanya sekali dua kali Alan meneleponnya seharian, bahkan ada puluhan kali panggilan yang kalau tidak terbiar, ia tolak.
Benda pipi itu kekeuh berbunyi seolah ingin ada orang yang lekas mengangkatnya, tentu saja hal itu cukup mengusik dirinya. Hingga mau tidak mau Ruby mengangkat panggilan tanpa melihat lebih jelas siapa si penelepon. "Udah gue bilang jangan ganggu gue lagi!! gue gak bakal maafin lo dan gak ada kata balikan di anta---"
"Hallo? ini gue, Flora." Ruby menjauhkan ponselnya dari telinga dan mengecek layar ponselnya sejenak. Rupanya memang benar, panggilan dari Flora bukan Alan seperti yang ia kira.
"Kenapa? ada perlu apa? Kak Vino marah karena gue gak masuk?" Ruby kembali menempelkan benda pipi itu ke daun ke telinganya.
"Enggak. gue alihin ke VC, ya?" untuk selanjutnya mereka berdua melakukan panggilan Video setelah Ruby menggeser icon biru.
"Astagfirullah!!" Flora terkejut begitu melihat penampilan Ruby yang kacau balau. "Mata lo kenapa Ruy?! di sengat lebah?!!" Hebohnya. Di samping Flora muncul Karvino--Bos muda alias pemilik Cafe di tempat mereka bekerja.
Bukan hanya kedua matanya yang membengkak, rambutnya juga sudah awut-awuttan belum lagi wajahnya yang terlihat kusut, kalau ia berada di jalan dalam penampilannya yang saat ini bisa di jamin ada yang menyangka dirinya seorang gelandangan gila.
Ruby mendengus sebal tatkala Karvino terbahak di seberang sana, "Bwahahahaha bukan di sengat lebah lagi, udah tawon itu mah!!"
"Kalian kawan atau lawan sih? bukannya menghibur. Malah ngakak brutal. Kalian pikir, lucu??" Sewotnya.
"Utututu ubi jalar ngambek nih ceritanya. Sini ntar Abang beliin seblak. Eh tapi boong!!" Karvino semakin gencar meledaknya membuat Flora menepis kepalanya menjauh dari kamera.
"Ganggu banget, sana kerja!! mood Ruy turun mencapai angka nol gara-gara lo!" Tandasnya tidak tahu diri.
"Bosnya siapa yang merintah siapa?" Karvino menyinggung langsung.
"Au ah bodo amat." Ruby hanya menyaksikan pertengkaran main-main di seberang sana. Sesekali menyungutkan air hidungnya.
"Gue pecat, mampus lo!"
"Udah sana!!" Flora mendorong sisi tubuh Karvino begitu ia kembali mendekat lagi kepadanya, ia tidak ingin Karvino mengacaukan sesi obrolan dirinya dan Ruby.
Karvino mencebik kesal. Misuh-misuh ia menjauhi Flora. Flora mengangkat ponselnya seraya berdehem pelan, "Sebelum pulang sekolah, gue sempat denger isu mengenai hubungan lo dan Alan, putus. Apa itu bener?" tanyanya menatap Ruby di seberang sana. Melihat bagaimana kacaunya penampilan Ruby ia bisa langsung mengasumsikan sendiri.
Benar saja, Ruby mengangguk suram seperti dugaan Flora. "Penyebab?"
"Dia selingkuh sama Sandra."
Mata Flora membulat tak percaya, "Sandra?! Sahabat lo sendiri?!" Ruby mengangguk lemas lagi.
"Gila sih. Itu mah namanya teman makan teman."
"Gak nyangka kan? sama, gue juga kaya gitu. Padahal selama ini gue percaya banget sama mereka kok bisa mereka tega lakuin itu? apa gue gak seberharga itu bagi mereka?" Ruby ingin menangis sekencang-kencangnya mengingat semua yang terjadi. "Gue berharap ini hanya mimpi." sambungnya menggumam.
"Udah, gak perlu galau gitu, gimana malam ini lo ikut gue ngehibur diri sekalian nyari cogan?"
Ruby mengucek-ngucek matanya yang memerah dan berair. "Cogan?" beonya di balas angguk semangat oleh Flora dari seberang sana. "Dimana emang?" Ruby bertanya lagi.
"Club."
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Wiyanti Yanti
semangat dan lanjut trs thor
2023-07-20
1
Mollue D.O
ninggalin jejak dulu disini~ bakal aku baca secara bertahap. semangat ya kak! 🥰 udah aku rate bintang 5
2023-05-26
1
Yuki✨
Ngabrut
2023-05-21
0