MLG.SEMUA TELAH HANCUR

"Ruy mending lo temuin dulu deh si Alan. Kasian amat udah tiga jam loh dia nunggu." Flora juga turut prihatin kepada Alan. Terus terang pada semulanya, Flora juga cukup jengkel kepada Alan yang menyelingkuhi Ruby. Namun melihat perjuangan keras Alan agar bisa mendapatkan kesempatan dari Ruby yang keras kepala itu membuat Flora tersentuh.

Ruby menghela napas dalam dan melirik ke arah Alan yang duduk di salah satu meja cafe. Tiga jam lebih Alan menunggu dan menunggu hingga Ruby memiliki waktu sekedar hanya mengobrol bersamanya. Bahkan Alan sudah tertidur dengan menggunakan tangan sebagai alas.

Anggap saja ini sebagai balasan atas kesalahan besar yang telah ia lakukan. Tapi, bukan kah ini terlalu berlebihan?

Merapikan cangkir-cangkir yang Ruby lap, lalu selanjutnya ia memutuskan untuk menghampiri Alan.  "Lan?"

Ruby menepuk bahu Alan agar terbangun dari tidurnya. Cukup efektif, itu sukses membuat Alan bangkit dari alam bawa sadarnya.

"Eumm, Ruy?" Alan mengucek matanya. Jika ini adalah ilusi mimpi maka Alan tidak ingin bangun lagi. Ruby yang berinisiatif duluan mendekatinya. Ini terlalu di luar logika.

"Kenapa lo gak tidur di rumah aja?"

"Ini bukan mimpi?"

Alan menepuk pipinya sendiri untuk memastikan apakah ini nyata atau imajinasinya yang timbul akibat terlalu rindu kepada Ruby. Walau sekeras apa pun perjuangannya untuk mendekat, Ruby selalu mempunyai cara tersendiri untuk menghindar. Lantas apa ini? Ruby tengah mengajaknya bicara?

"Otak lo geser setelah putus dari gue? masa gak bisa bedain yang nyata sama yang gak nyata?"

"Jadi, bukan mimpi?" Alan masih sibuk bermonolog. Ruby merotasikan matanya jengah. "Sudah larut, Cafe ini bakalan ditutup. Pelanggan di harap meninggalkan tempat."

Alan cekatan menangkap pergelangan tangan Ruby ketika dapat membaca pergerakan Ruby yang hendak beranjak menjauh darinya. Ini adalah peluang emas, tentu Alan tidak akan menyia-nyiakannya. Ia menarik Ruby menuntun duduk di kursi yang tersedia.

"Ruy. Lima hari ini kamu tinggal di mana? tiap aku dateng ke kost kamu, di sana selalu kosong. Gak ada orang." tanya Alan serius. Ia menatap Ruby menuntut jawaban darinya.

Jauh dari harapkan Alan, Ruby malah membalasnya super cetus. "Mau gue tinggal di hotel atau di kolong jembatan. Bukan urusan lo!"

Ruby bangkit berdiri tidak ingin membuang-buang waktu. Alasan yang lebih spesifiknya adalah, Ruby tidak ingin goyah lagi. Ruby hendak pergi menjauh dari Alan namun lagi dan lagi cowok itulah gerak cepat menahan pergelangan tangannya. Malah kali ini lebih parah, ia menarik Ruby dengan seenaknya mendekap pinggang Ruby erat langsung.

Erat sekali. Hingga itu bisa menjadi simbol bahwa Alan tidak ingin melepaskan Ruby lagi. "Bisa kita jangan jadi asing?"

"Semenjak kita putus. Kita sudah jadi asing. Saling berjauhan. Ah bukan, lebih tepatnya kamu yang menghindar dari aku. Kenapa Ruy? apa kesalahan aku segitu besarnya hingga kamu gak bisa maafin aku?"

"Kesalahan lo benar-benar fatal Lan. Bukan hanya kita yang hancur. Tapi, persahabatan gue dan Sandra juga rusak hingga gak berbentuk gara-gara lo."

Lengan Alan terus melingkar, memeluk pinggang Ruby yang berusaha lepas dari pelukannya. "Makanya Ruy, aku minta maaf. Maaf yang sebesar-besarnya. Aku janji kalau kamu beri aku kesempatan kedua, aku gak akan ulangi perbuatan yang sama."

Ruby menggeleng mantap. "Gue bakalan maafin lo,"

Iris mata Alan berbinar mendengarnya. Seketika kelegaan melandanya. Bibirnya pun tidak tahan untuk berkedut dengan sendirinya.

Itu adalah hal yang paling Alan harapkan, yakni di saat Ruby memaafkannya. Rupanya, tidak berlangsung lama Alan seumpama di jatuhkan ke dasar lautan. Tatkala mendengar penegasan Ruby berikutnya, "Tapi, untuk balikan, gue gak bisa lagi."

Bahu Alan melemas kecewa. Ia mengadah menatap manik mata indah berwarna hazel Ruby yang turun balik menjatuhkan pandangan dari atas, tatapan mereka terpaut. Alan menyelami, berusaha mencari sebuah harapan di bola mata Ruby, tapi ternyata keteduhan yang biasa hadir di sana telah sirna. "Apa perasaan kamu udah hilang?"

"Maybe?" Jantung Alan bergemuru dengan pandangan me-ngosong tanpa arti. Ia bagaikan tersambar petir dengan pernyataan yang benar-benar menyakitkan baginya. Apakah sesak yang ia alami sekarang juga di rasakan oleh Ruby ketika mengetahui dirinya selingkuh? pikir Alan. "Secepat itu?"

Mata Alan berkaca-kaca menggenang di kelopak, Ruby membuang muka tidak mampu melihat bagaimana raut sedih Alan. Berat memang, tetapi sebaiknya semuanya berakhir di sini. Ruby hanya benar-benar lelah dengan kebohongan yang Alan ciptakan.

"Mau gue kasih tahu gimana sakit yang gue dapet dari pengkhianatan kalian?"

Alan menggeleng nanar, menyembunyikan sisi kepalanya di perut Ruby."Jangan Ruy, aku gak mau dengar."

"Hati gue, mati rasa gara-gara perbuatan lo Lan. Setiap liat muka lo bawaannya hanya sesak..." Lirih Ruby tidak peduli mau Alan ingin mendengar atau pun tidak.

Gelengan keras Alan lakukan dengan terisak menyesali itu semua. Alan tidak ingin mendengar segala keluhan apapun dari gadis yang ia cintai. Apa lagi penyebabnya luka hebat itu adalah dirinya sendiri.

"Pantas aja kalian sering buat alasan nugas kelompok bersama. Ada yah yang buat kelompok hanya berdua?" Ruby tersenyum getir baru menyadari itu semua ketika kedok mereka telah terbongkar. "Padahal di balik itu, kalian selalu mesra-mesra'an di belakang gue. Dan kalian selalu nipu dan mengelabui gue layaknya orang idiot---"

"Udah Ruy!! jangan bicara lagi!!" Lilitan tangan Alan di pinggang ramping Ruby semakin mengencang.

"Setelah mengetahui semuanya, dunia gue bagaikan runtuh seketika Lan. Tiap liat muka lo perasaan gue yang awalnya cinta hanya di dominasi oleh sakit dan perih. Hingga--semuanya berantakan!! perasaan gue musnah gara-gara perbuatan bejat lo!!!" Lontar Ruby panjang lebar hingga nafasnya tersenggal-senggal.

Ruby benar-benar mencurahkan segala isi hatinya. Tidak. Semuanya kebohongan belaka. Logikanya berkata demikian, tidak dengan hatinya yang tidak singkron.

"Stop!! Aku gak pengen denger lagi. Maafin aku." Ruby masih bersusah payah melepas tangan Alan yang melingkar di pinggangnya, lama-lama ia jadi risih sendiri kalau Alan bersikap begini terus. "Lepas Lan.."

Flora ikut iba melihat drama yang ia saksikan langsung. Ia masih setia berdiri tegap di sisi meja barista. Sampai perhatiannya terdistraksi oleh getaran di dalam sakunya. Flora membuka celemek-nya dan meletakannya asal. Lalu merogoh kantong celana jeans-nya.

Melihat siapa yang menghubunginya di layar ponselnya tertera nama. 'Bu Jesi'

Ia segera mengangkatnya kemudian. Karena, sudah tahu apa tujuan dari Jesica kalau sudah menghubunginya. Apa lagi kalau bukan menanyakan keberadaan Elang. Seketika terbesit pertanyaan di benak Flora. 'Kemana lagi tuh anak?'

"Hallo Tante?"

"Flo? Elang lagi sama kamu?"

"Elang? enggak Tante." Flora menggeleng meski tidak terlihat ke seberang sana.

"Aduhh kemana lagi tuh anak. Udah tiga hari dia gak pulang-pulang." Bisa dapat terdengar nada risau dari wanita paru baya itu. Kalau sudah begini, bawaannya Flora jadi kesal kepada Elang. Doyan sekali cowok itu membuat Ibu-nya cemas. Kemungkinan bukan hanya Jesica saja, sudah dapat di pastikan seluruh keluarganya akan khawatir.

"Hmm maaf Tan. Untuk malam ini aku belum bisa nyarinya. Soalnya udah selarut ini, terus aku juga baru selesai dari pekerjaan aku." Paparnya dengan bahasa sopan.

Jesica hanya bisa manggut-manggut. "Iya gak papa Flo, Tante juga hanya nanya, apakah Elang lagi sama kamu atau tidak. Kalau tidak, yaudah sih gak jadi masalah."

"Kalo besok, Flora bisa. Flora bakal nyari tahu di mana Elang. Soalnya, udah beberapa hari juga dia gak masuk sekolah." Lanjutnya. Flora hapal di mana tempat yang kerap di inapi oleh Elang jika tengah menghilang seperti ini.

"Makasih ya Flo.. yaudah teleponnya tante tutup dulu kalo gitu."

Lalu setelahnya panggilan terputus. Flora menyimpan ponselnya di tempat awal. Tatapannya kembali berfokus kepada Ruby dan Alan. Tidak seperti tadi, kini mereka terlihat sudah tenang. Berinteraksi normal dan intens selayaknya teman. Ruby saat ini duduk di seberang, berhadapan langsung dengan Alan.

Rasa iba Flora hadir melihat Alan yang selalu membicarakan hal random kepada Ruby berusaha mencari topik. Namun, Ruby hanya menyahut sekenanya dan tidak minat untuk memperpanjang pembicaraan mereka. Seolah-olah ingin komunikasi mereka berakhir. Gelagatnya saja sudah terlihat risih.

Flora yakin, kalau Alan peka kepada Ruby yang nampak tidak nyaman akan kehadirannya. Tapi, sepertinya Alan berpura-pura tidak tahu untuk menghibur dirinya sendiri. Hembusan napas berat lolos pada diri Flora, haruskah ia berinisiatif yang mengambil tindakan untuk menghasut Ruby?

Sebaiknya tidak. Flora tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka. Walaupun ia memutuskan untuk begitu, Flora tidak yakin apakah bisa berhasil. Karena menurut Flora, Ruby itu cewek yang teguh dalam pendirian. Tidak mudah goyah jika itu sudah menjadi keputusannya sekalipun itu menyakiti dirinya sendiri.

***

Episodes
1 MLG:PENGKHIANATAN
2 MLG:HANCUR
3 MLG.RUBY AILEEN
4 MLG.KACAU BALAU
5 MLG.MENGAKHIRI
6 MLG.CLUB MALAM
7 MLG.ONE NIGHT STAND
8 MLG.MELARIKAN DIRI
9 MLG.MANTAN
10 MLG.NGAJAK MATI
11 MLG.PERTENGKARAN
12 MLG.CANTIKNYA ALAN
13 MLG.ATHALARIQ GENTALA
14 MLG.TANGGUNG JAWAB
15 MLG.SEMUA TELAH HANCUR
16 MLG.KESEMPATAN KEDUA
17 MLG.IDENTITAS RUBY
18 MLG.PENCULIKAN
19 MLG.TEMAN SD
20 MLG.MINIMARKET
21 MLG.THIRD MALE LEAD?
22 MLG.KOMA
23 MLG.MEMBESUK
24 MLG.DI POJOKAN
25 MLG.DI ANTAR SI ALEX
26 MLG.SI PALING MISTERIUS
27 MLG.MARKAS VAGOS
28 MLG.CEWEK BRENGSEK
29 MLG.BARANG BUKTI
30 MLG.MASIH ABU-ABU
31 MLG.SERANGAN MENDADAK
32 MLG.PECAT!
33 MLG.RUN RUBY RUN!!
34 MLG.ATHALA JUNIOR
35 MLG.SINGA BETINA
36 MLG.TAMPARAN RUBY
37 MLG.KESEPAKATAN
38 MLG.SHE, WHO?
39 MLG.VILLA
40 MLG.TERSESAT DI HUTAN
41 MLG.BUKTI SEBUAH REKAMAN
42 MLG.MOMEN DI VILLA{Part 01}
43 MLG.MOMEN DI VILLA{Part 02}
44 MLG.MOMENT DIVILLA{Part 03}
45 MLG.COMEBACK
46 MLG.TERANG-TERANGAN
47 MLG.DILECEHKAN
48 MLG.HOTEL, MANSION, ATAU APARTEMEN
49 MLG.TITIK TERANG
50 MLG.CACIAN DAN HINAAN
51 MLG.HOT APARTEMENT
52 MLG.TERUNGKAP
53 MLG.KEMBALI PATAH
54 MLG.PERUBAHAN YANG RUMIT
55 MLG.TERPERANGKAP
56 MLG.MISI PENCARIAN
57 MLG.WHAT IS IT?
58 MLG.PERSOALAN ES KRIM
59 MLG.PERTENGKARAN
60 MLG.KILAS BALIK
61 MLG.TERCIUM BAU PELAKOR
62 MLG.PERKARA HIGH HEELS
63 MLG.HAMIL?
64 MLG.PENOLAKAN
65 MLG.KEMBALI MENELAN PIL PAHIT
66 MLG.PERNYATAAN CINTA
67 MLG.RESMI
68 MLG.MOMEN DI KANTOR
69 MLG.PEMERIKSAAN
70 MLG.PERJALANAN BISNIS
71 MLG.KEBERANGKATAN
72 MLG.WAKTU TELAH BERLALU
73 MLG.PENGEN PUNYA PAPI
74 MLG.JALAN-JALAN
75 MLG.KEHAMPAAN
76 MLG.KENYATAAN PAHIT
77 MLG.LUKA YANG SEBENARNYA
78 MLG.TERIMA KASIH DAN MAAF
79 MLG.KEPUTUSAN
80 MLG.PERGI UNTUK MENATA HATI
81 MLG.GOOD BYE
82 MLG.KILAS BALIK
83 MLG.KABUR DARI PERNIKAHAN
84 MLG.PENYESALAN
85 MLG.PERTEMUAN KEMBALI
86 MLG.MEMBERI PELAJARAN (TAMAT)
87 MLG.(SEQUEL MLG/PROMOSI)
88 MLG.BONCHAP 01 : KELUARGA CEMARA
89 MLG.BONCHAP 02 : SWEET BATHROOM
90 MLG.BONCHAP 03 : PREGNANT AGAIN?
91 MLG.BONCHAP 04 : PERKARA MAJALAH
92 MLG.BONCHAP 05 : BERITA BURUK
93 MLG.BONCHAP 06 : PERIHAL KARI AYAM
94 MLG.BONCHAP 07 : PUASA SEMBILAN BULAN
95 MLG.BONCHAP 08 : PENGEN PELUK MANTAN
96 MLG.BONCHAP 09 : PIKNIK AKHIR PEKAN
97 MLG.BONCHAP 10 : KEPALA RUMAH TANGGA
98 MLG.BONCHAP 11 : ICE AND FIRE
99 MLG.BONCHAP 12 : KEHILANGAN
100 MLG.BONCHAP 13 : DEPRESI
101 SEASON2(EX-LOVER) : BAB 01
102 SEASON2(EX-LOVER) : BAB 02
103 SEASON2(EX-LOVER) : BAB 03
104 SEASON2(EX-LOVER) : BAB 04
105 SEASON2(EX-LOVER) : BAB 05
106 SEASON2(EX-LOVER) : BAB 06
107 SEASON2(EX-LOVER) : BAB 07
108 SEASON2(EX-LOVER) : BAB 08
109 SEASON2(EX-LOVER) : BAB 09
Episodes

Updated 109 Episodes

1
MLG:PENGKHIANATAN
2
MLG:HANCUR
3
MLG.RUBY AILEEN
4
MLG.KACAU BALAU
5
MLG.MENGAKHIRI
6
MLG.CLUB MALAM
7
MLG.ONE NIGHT STAND
8
MLG.MELARIKAN DIRI
9
MLG.MANTAN
10
MLG.NGAJAK MATI
11
MLG.PERTENGKARAN
12
MLG.CANTIKNYA ALAN
13
MLG.ATHALARIQ GENTALA
14
MLG.TANGGUNG JAWAB
15
MLG.SEMUA TELAH HANCUR
16
MLG.KESEMPATAN KEDUA
17
MLG.IDENTITAS RUBY
18
MLG.PENCULIKAN
19
MLG.TEMAN SD
20
MLG.MINIMARKET
21
MLG.THIRD MALE LEAD?
22
MLG.KOMA
23
MLG.MEMBESUK
24
MLG.DI POJOKAN
25
MLG.DI ANTAR SI ALEX
26
MLG.SI PALING MISTERIUS
27
MLG.MARKAS VAGOS
28
MLG.CEWEK BRENGSEK
29
MLG.BARANG BUKTI
30
MLG.MASIH ABU-ABU
31
MLG.SERANGAN MENDADAK
32
MLG.PECAT!
33
MLG.RUN RUBY RUN!!
34
MLG.ATHALA JUNIOR
35
MLG.SINGA BETINA
36
MLG.TAMPARAN RUBY
37
MLG.KESEPAKATAN
38
MLG.SHE, WHO?
39
MLG.VILLA
40
MLG.TERSESAT DI HUTAN
41
MLG.BUKTI SEBUAH REKAMAN
42
MLG.MOMEN DI VILLA{Part 01}
43
MLG.MOMEN DI VILLA{Part 02}
44
MLG.MOMENT DIVILLA{Part 03}
45
MLG.COMEBACK
46
MLG.TERANG-TERANGAN
47
MLG.DILECEHKAN
48
MLG.HOTEL, MANSION, ATAU APARTEMEN
49
MLG.TITIK TERANG
50
MLG.CACIAN DAN HINAAN
51
MLG.HOT APARTEMENT
52
MLG.TERUNGKAP
53
MLG.KEMBALI PATAH
54
MLG.PERUBAHAN YANG RUMIT
55
MLG.TERPERANGKAP
56
MLG.MISI PENCARIAN
57
MLG.WHAT IS IT?
58
MLG.PERSOALAN ES KRIM
59
MLG.PERTENGKARAN
60
MLG.KILAS BALIK
61
MLG.TERCIUM BAU PELAKOR
62
MLG.PERKARA HIGH HEELS
63
MLG.HAMIL?
64
MLG.PENOLAKAN
65
MLG.KEMBALI MENELAN PIL PAHIT
66
MLG.PERNYATAAN CINTA
67
MLG.RESMI
68
MLG.MOMEN DI KANTOR
69
MLG.PEMERIKSAAN
70
MLG.PERJALANAN BISNIS
71
MLG.KEBERANGKATAN
72
MLG.WAKTU TELAH BERLALU
73
MLG.PENGEN PUNYA PAPI
74
MLG.JALAN-JALAN
75
MLG.KEHAMPAAN
76
MLG.KENYATAAN PAHIT
77
MLG.LUKA YANG SEBENARNYA
78
MLG.TERIMA KASIH DAN MAAF
79
MLG.KEPUTUSAN
80
MLG.PERGI UNTUK MENATA HATI
81
MLG.GOOD BYE
82
MLG.KILAS BALIK
83
MLG.KABUR DARI PERNIKAHAN
84
MLG.PENYESALAN
85
MLG.PERTEMUAN KEMBALI
86
MLG.MEMBERI PELAJARAN (TAMAT)
87
MLG.(SEQUEL MLG/PROMOSI)
88
MLG.BONCHAP 01 : KELUARGA CEMARA
89
MLG.BONCHAP 02 : SWEET BATHROOM
90
MLG.BONCHAP 03 : PREGNANT AGAIN?
91
MLG.BONCHAP 04 : PERKARA MAJALAH
92
MLG.BONCHAP 05 : BERITA BURUK
93
MLG.BONCHAP 06 : PERIHAL KARI AYAM
94
MLG.BONCHAP 07 : PUASA SEMBILAN BULAN
95
MLG.BONCHAP 08 : PENGEN PELUK MANTAN
96
MLG.BONCHAP 09 : PIKNIK AKHIR PEKAN
97
MLG.BONCHAP 10 : KEPALA RUMAH TANGGA
98
MLG.BONCHAP 11 : ICE AND FIRE
99
MLG.BONCHAP 12 : KEHILANGAN
100
MLG.BONCHAP 13 : DEPRESI
101
SEASON2(EX-LOVER) : BAB 01
102
SEASON2(EX-LOVER) : BAB 02
103
SEASON2(EX-LOVER) : BAB 03
104
SEASON2(EX-LOVER) : BAB 04
105
SEASON2(EX-LOVER) : BAB 05
106
SEASON2(EX-LOVER) : BAB 06
107
SEASON2(EX-LOVER) : BAB 07
108
SEASON2(EX-LOVER) : BAB 08
109
SEASON2(EX-LOVER) : BAB 09

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!