Athalariq Gentala Ragaswara.
Pria nyaris sempurna dari segala aspek. Baik itu dari segi fisik maupun material. Selain segudang pesona yang ia punya hingga membuat para wanita mendambakannya, ia juga menjabat sebagai CEO muda di perusahaan besar Ragaswara semenjak masih duduk di bangku menengah atas kelas sebelas.
Bukan tanpa alasan, Athala menggantikan Ayahnya yang sakit-sakitan dan telah menjadi almarhum setahun yang lalu.
Tidak ada manusia yang sempurna tidak terkecuali Athala, ada satu kekurangannya yakni impoten. Bisa di katakan cenderung memiliki alergi, bawaannya hanya jijik jika ia berdekatan dengan lawan jenis. Entah itu suatu berkah atau malah sebaliknya. Yang jelas bagi Athala, itu adalah bencana untuknya.
Di saat kawan-kawannya menikmati masa muda dengan berpacaran dan ada juga sampai tidur dengan wanita. Ia justru tidak bisa dekat-dekat dengan yang namanya kaum hawa. Malang sekali bukan?
Mungkin karena minimnya kasih sayang seorang wanita. Termasuk sosok yang bernama Ibu, yang menjadi pemicu. Ibu Athala meninggalkan dirinya dan Ayahnya semenjak Athala masih berusia delapan tahun dan ketika itu di saat perusahaan Ragaswara dalam masa krisis.
Ibu Athala membawa lari uang nominal miliaran, hingga Ayah Athala nyaris putus asa karena itu. Pantang menyerah, mengingat jika masih ada tanggung jawabnya untuk memimpin perusahaan Ragaswara, Ayah Athala kembali bangkit dari keterpurukannya dan berusaha memperbaiki kembali perusahaan Ragaswara yang sudah di ujung tanduk.
Dan di usia enam belas tahun di masa Athala menduduki SMA kelas sepuluh, Ayah Athala memutuskan menikah lagi. Itulah hal yang paling di benci oleh Athala.
Athala lebih memilih minggat dari rumah dan tinggal di apartemen pribadinya ketimbang harus tinggal bersama Ibu tirinya yang bermuka dua. Semisal, bertingkah sok baik jika berhadapan dengan Ayahnya dan sifatnya berubah 180 derajat jika tidak sedang bersama Ayahnya. Kemudian tidak lama dari itu, Ayah Athala jatuh sakit dalam jangka waktu panjang yakni empat tahun lebih dan meninggal di tahun lalu.
Di masa SMA, walau ia menyandang gelar sebagai CEO yang memenuhi sertifikasi, yang namanya Athala tetaplah Athala. Dia, adalah pria yang terkenal nakal dan bandel. Banyak yang menyebutnya biang dari segala masalah.
Pemimpin dari pentolan geng motor besar yang terkenal brandalan dan kerap tawuran. VAGOS julukan dari Geng tersebut. Terlepas dari gelarnya sebagai ketua Geng, jago bela diri, hebat baku hantam dan gemar menciptakan keributan, hal tersebut tidak mengurangi potensinya.
Cerdas tanpa belajar. Yah, itulah potensi Athala semasa hidupnya yang melekat pada diri Athala hingga detik ini. Bermalas-malasan saja, nilainya tetap tinggi. Hingga tidak jarang orang yang menyebut Athala adalah genius sesungguhnya.
Entah lah, Athala saja heran dengan orang-orang yang belajar mati-matian hanya untuk meraih rangking sedangkan dirinya tanpa belajar saja sudah bisa menjadi nomor satu. Kemungkinan wawasan luas itu menurun dari Ayahnya. Atau bahkan melebihinya?
Untuk saat ini di usia yang sudah mencapai angka dua puluh, Athala adalah salah satu mahasiswa di universitas terkenal di kota besar Jakarta. Padatnya pekerjaan dan pelajaran mata kuliah yang harus ia kerjakan hingga ia jarang berkunjung ke basecamp mereka.
Tetapi, bukan berarti tidak pernah. Dalam kurun waktu setahun paling sering hanya dua kali Athala menyambangi markas mereka, itu pun jika ia mempunyai waktu luang. Tidak ada hal yang khusus, hanya reunian bersama teman SMA-nya juga berkumpul dengan anak-anak VAGOS generasi kini.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments