Sang surya belum terbit, pukul 05:05 Ruby terjaga dari tidurnya. Dapat ia rasakan tubuhnya remuk redam. Ia meringis kecil, memegangi kepalanya yang berdenyut sakit dan pusing. Kelopak matanya terbuka sedikit demi sedikit dan mengerjap berkali-kali menyesuaikan cahaya lampu.
Hingga kesadarannya mulai stabil, seketika ia di buat bingung dengan pemandangan ruangan yang tampak asing baginya.
"Gue lagi di mana?" gumamnya hendak bangkit. Hingga kemudian membelalak melihat lelaki yang sedang terlelap di sisinya, ia langsung menyibak selimut. "Eh anjir gue lagi naked!! berarti semalem gue ngehabisin malem bareng cogan--"
Hati-hati ia melirik Athala, "Bukan mimpi dong." Lanjutnya shock seketika mengacak rambutnya frustasi. Ia kembali menoleh pada Athala, cara tidurnya saja terlihat aesthetic menggunakan kedua tangannya sebagai alas, Ruby jadi terpukau dan semakin merapatkan diri kepada Athala agar bisa meneliti wajah Athala lebih dekat.
Rahang tegas, bulu mata yang lentik. Bibir seksi di lengkapi hidung mancung bagaikan perosotan. Belum lagi keningnya yang tebal. Perfect tanpa cela. Tremor jari telunjuk Ruby ketika menyentuh hidung mancungnya. Cepat ia tarik kembali ketika Athala menggeliat kecil, tapi sepertinya belum bangun. Buktinya ia masih memejamkan mata, bahkan sedang tertidur pun tidak mengurangi kadar ketampanannya.
'Gila!! Jadi semalem gue tidur dengan nih cowok!!! busett dah, kebaikan apa yang telah gue lakuin di kehidupan sebelumnya hingga dapet cowok kayak gini di malam pertama!!'
Ruby menopang dagunya menggunakan dua tangannya melupakan shock-nya yang ia alami barusan. Ingatkan Ruby saat ini! mestinya ia panik dan shock bukan?
Sebab kehormatannya telah direnggut, tapi ia malah kelihatan bahagia!
Namun, wanita manapun akan merasa bangga karena yang mengambil keperawanannya adalah Pria yang parasnya sebelas dua belas dengan idol K-Pop Korea. Tidak ada yang tahu mungkin saja keluarganya akan menemukannya di kemudian hari. Di bandingkan nanti Ruby akan di paksa menikah dengan CEO yang tua, mending ia menyerahkan mahkotanya kepada lelaki tampan ini. Kurang lebih seperti itulah, pemikiran lucknut Ruby. Ia benar-benar gila.
Ruby masih setia mengagumi sosok sempurna ciptaan tuhan di sisinya, "Nikmat mana lagi yang kau dustakan." gumamnya lalu menggeleng cepat. Sekarang bukan saatnya untuk takjub, ia jadi teringat waktu.
Mulai aktif mencari-cari satu benda yakni tas selempang nya, tidak ingat Ruby meletakannya di mana. Pasalnya, di tas itu tersimpan berbagai keperluan baik itu uang atau pun barang yang lain. Hanya sementara waktu, Ruby menemukannya di atas nakas dan meraihnya, mengambil sebuah ponsel dari sana untuk mengecek jam.
Sudah pagi buta, Ruby harus bersegera pulang mengingat jika ia akan pergi ke sekolah. Ruby mulai beranjak dari ranjang, "Sshhh." Ruby merintih pelan merasakan ngilu di area intimnya. Di tambah lagi tubuhnya yang pegal-pegal layaknya habis bertarung.
Ruby memungut pakaiannya yang tergeletak di atas lantai. Sebelum pergi ke kamar mandi, sekali lagi ia menoleh ke arah Athala yang masih tidur pulas. "Lo memang perfect. Tapi sayang sekali tadi malam hanya akan menjadi one stand night bagi kita."
Tanpa mau berpikir lebih panjang lagi, ia melangkah tertatih kedalam kamar mandi. Hanya butuh waktu delapan menit, Ruby keluar dari sana dengan pakaian lengkap. Ia sudah siap pergi dan hanya meninggalkan sebuah amplop di atas nakas. "Semoga kita gak ketemu lagi." harapnya lalu keluar dari kamar hotel.
***
Matahari pagi menyelusup masuk di sela-sela tirai jendela menerpa permukaan wajah Athala. Hal itu cukup mengusiknya, ia menggeliat lebar. Reflek meraba space di sebelahnya, keningnya hampir menyatu, karena merasa kosong melompong. Belum juga nyawanya terkumpul, kejadian tadi malam sudah langsung terlintas di benaknya. Ia membuka kelopak matanya dan menyipit menyesuaikan silau cahaya yang masuk.
Ia menoleh ke samping. Ternyata benar-benar tidak ada orang lagi. Ia mengira tadi hanya perasaannya. 'Apakah dia sedang di dalam kamar mandi?' batinnya. Meregangkan otot-otot tubuh, ia lantas menyibak selimut putih polos tebal dan beranjak dari tempat tidur.
Tidak sengaja menangkap sebuah bercak darah di salah satu titik seprai, sabit kecil tidak tertahankan membentuk di bibir, "Perawan? berarti dia juga yang pertama kali?" monolognya seketika bergelora akan kedamaian. Athala kemudian memakai bokser nya yang berserakan di lantai di temani kemeja di lengkapi celana formalnya.
Tok tok tok
Athala mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali. "Gadis kecil?"
Alih-alih mendapat respon, gemerisik air saja tidak terdengar sama sekali dari dalam. Firasatnya mulai tidak enak hingga memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi. Benar saja, tidak menemukan siapapun di sana. Batang hidungnya saja tidak terlihat apalagi orangnya. Ia melangkah kembali ke tempat tidur dan saat itulah ia terdistraksi oleh amplop di atas nakas.
Penasaran, tangan Athala terulur untuk meraihnya dan membuka untuk melihat apa isinya. Lima lembar uang berwarna merah dan secarik kertas. Athala membuka lipatannya dan tertera deretan tulisan yang menghiasinya.
Maaf ganteng, gue hanya punya uang segini. Jadi, gak bisa membayar lebih banyak lagi. Lagi pula kita sama-sama untung bukan? gue puas lo juga puas.
Kalau ada orang yang berkeliaran di sekitarnya, mungkin Athala sudah menjadikannya samsak menyalurkan emosi. Berani-beraninya gadis kecil itu melarikan diri. Ia kira harga dirinya bisa di beli hanya dengan uang nominal lima ratus ribu? murah sekali!
Sejauh ini, hanya Ruby lah yang memiliki tekad kuat untuk mempermainkannya seperti ini. Ia meremas amplop itu hingga menjadi kusut. Di lihat dari tatapannya yang berkilat amarah, agaknya Ruby benar-benar telah menguji kesabarannya.
"Tunggu aja lo, gadis kecil." gumamnya tersenyum penuh makna. "Lo harus tanggung jawab karena sudah renggut ke perjakaan gue."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Rara Kusumadewi
cuma di bayar 500rb😂
2023-10-28
0
Nurul Huda
ha ha ha yang ada mah cewek yang minta tanggung jawab karna hilang keperawanannya.yang ini mah cowok minta tanggung jawab.lucu tapi aku suka lanjut thor
2023-03-18
0