Episode 9-Benarkah?

"Hai, dengar dengar Lucas itu tidak berbeda jauh dengan Riu," ujar seorang gadis yang tengah berkumpul dengan beberapa orang di sampingnya.

"Kenapa begitu?"

"Katanya, Lucas itu juga dari keluarga kaya, sama seperti Riu. Wajah mereka pun sama-sama tampan, pasti di sekolah kita akan ada dua lelaki yang populer, Riu dan Lucas," tutur nya dengan raut wajah riang.

"Wah ... Lucas hebat sekali, ya. Padahal baru 3 hari dia bersekolah di sini, tapi dia sudah populer di kalangan para gadis saja," timpal salah seorang di antara mereka.

"Tentu saja! Sekarang Riu sudah mempunyai pacar, tidak mungkin aku bisa mengambil nya. Tapi sekarang sudah ada Lucas yang sama populernya seperti Riu," cakap nya sembari bergumam.

"Iya, begitulah ... tidak heran jika Bomi bisa berpacaran dengan Riu. Dia kan anak paling cantik di sekolah kita,"

"Huh, senang sekali ya bisa menjadi yang tercantik," imbuh seorang gadis berambut hitam panjang.

"Tapi, Eliana juga tidak kalah jauh cantiknya dengan Bomi. Sayangnya dia kurang berinteraksi dengan banyak orang, itu saja. Bayangkan jika dia selalu mendekati anak laki-laki seperti Bomi, pasti dia juga akan populer," timpal yang lainnya.

*BRAK!!*

Eliana membuka brangkas lokernya, beberapa anak perempuan yang tengah membicarakan nya sontak terdiam begitu mendapati osok Eliana.

"Coba dekati dia,"

"Hm, oke!"

"Eliana ... " panggil seorang gadis yang nampak asing baginya.

"Ah, maaf? Siapa, ya?" tanya Eliana memastikan. Gadis berambut hitam panjang itu kemudian tersenyum lebar padanya.

"A-- aku, perkenalkan nama ku Sora. Aku dari kelas 12#3. Maaf memanggilmu tiba-tiba," ujar gadis itu memperkenalkan dirinya.

"Oh, ya ... senang berkenalan dengan mu," balas Eliana yang kemudian mengulurkan tangan nya. Gadis yang mengaku bernama Sora itu langsung membalas uluran tangan Eliana.

Nampak beberapa teman nya itu memperhatikan mereka yang terlihat akrab dan cocok. Sebuah tangan merangkul pundak Eliana dari arah belakang.

Para siswi yang sedang fokus menatap Eliana sontak terlihkan pandangan nya pada Lucas yang muncul begitu saja. Kedatangan Lucas tentu membuat gadis-gadis itu berteriak kegirangan.

"Eliana, ayo kita ke kelas," ajak Lucas dengan wajah dingin.

"Ta-- tapi, aku sedang mengobrol dengan Sora," Eliana menolak, dan menatap wajah Sora yang nampak terkagum-kagum oleh ketampanan Lucas.

"Oh, aku tidak pernah melihatmu. Kau teman Eliana, ya?" tanya Lucas memastikan. Pertanyaan yang dilontarkan olehnya mampu membuat gadis bernama Sora itu salah tingkah.

Ia merapikan rambutnya yang dirasa berantakan, lalu menjawab pertanyaan Lucas.

"Se-- sebenarnya aku baru berkenalan dengan Eliana. Ta-- tapi, tapi anggap saja kita sudah berteman," jawabnya sedikit terbata-bata.

"Maaf, tapi apakah Eliana boleh ke kelas dulu? Dia bahkan belum menaruh ranselnya," ujar Lucas sembari memperlihatkan senyuman lebar yang mampu mencuri hati para gadis.

"Te-- tentu saja!! Tidak masalah! Lagipula, kita bisa bertemu lagi nanti,"

Lucas kemudian menarik lengan Eliana dan dibawanya masuk ke ruangan kelas yang berada di lantai 2. Mereka menaiki satu persatu anak tangga dari lobby sekolah untuk sampai di tempat tujuan.

"Heuh, kenapa kau tiba-tiba muncul?" tanya Eliana dengan raut wajah lesu.

"Memangnya kenapa? Bukankah aku memang harus pergi ke sekolah?"

"Ah, ya sudahlah. Terserah apa katamu, sepertinya kau tidak memahami apa yang aku maksud," seloroh Eliana yang kemudian mendahului langkah kaki Lucas.

...----------------...

*Ding*Dong*Deng*Dong*

Sebuah bel dengan irama yang berbeda dari biasanya terdengar menggema di seluruh gedung sekolah. Para siswa-siswi yang masih fokus dengan pelajaran mereka langsung menghela nafas panjang.

Begitu pun dengan guru yang sedang mengajar di setiap kelas, mereka keluar dari kelas dimana mereka sedang mengajar untuk kembali ke ruang guru.

"Huh, akhirnya ada jam untuk bersantai juga!" teriak seseorang yang langsung bangkit dari kursinya.

"Sebenarnya pelajaran kali ini tidak untuk bersantai, katanya akan ada praktek bersama dengan kelas 12 yang lain," timpal ketua kelas sembari mengeluarkan beberapa barang dari ransel nya.

"Memangnya praktek apa?" tanya Eliana dengan raut wajah serius.

"Ada lah, ayo cepat pergi ke ruang laboratorium! Kita harus tepat waktu sampai di sana," ketua kelas menginstruksikan.

Beberapa anak yang masih bersantai kemudian ikut mengeluarkan alat tulis mereka dari ransel masing-masing. Mereka kemudian mengikuti langkah kaki ketua kelas dari belakang.

"Memangnya ada ya, yang seperti ini?" tanya Lucas dengan heran.

"He'em, tentu saja. Tapi pelajaran yang seperti ini lebih seru dari biasanya," jawab Eliana.

...****************...

Selang beberapa waktu, seluruh murid kelas 12 sudah berkumpul di ruang laboratorium. Di tempat itu terasa begitu sesak dan bising lantaran semuanya berkumpul di satu ruangan yang sama.

Nampak sosok Riu yang perlahan mendekati Bomi yang sedang berdiri di sampingnya. Keduanya berpapasan, namun Riu tak memandang wajahnya sedikitpun.

"Apa kau kecewa?" tanya Lucas berbisik pada telinga Eliana.

"Tidak, aku sudah berusaha untuk melupakan nya," jawab Eliana dengan ketus.

"Hmm, Eliana ... bersabarlah, aku tau dia terpaksa melakukan hal ini demi kebaikan kalian berdua," timpal Clau berusaha menenangkan Eliana.

Ia tak menggubris perkataan Clau, hanya dengan senyuman kecut yang diperlihatkan nya sebagai jawaban. Perlahan kedua bola matanya melirik pada seorang lelaki yang belum lama ini masih akrab dengan nya.

Namun hanya dalam sesaat, sosok itu telah pergi menjauh.

"Perhatian, semuanya!!!" teriak guru kepala sekolah menggunakan mic yang telah di siapkan.

"Saya mohon jangan ada yang berbicara!!" teriaknya kembali.

"Ada praktek bersama yang harus kita lakukan, itulah alasan saya mengumpulkan kalian semua di satu ruangan yang sama," lanjutnya.

Beberapa siswa-siswi saling berbisik satu sama lain, mereka berharap praktek kali ini akan bersama dengan seseorang yang mereka cintai. Namun tidak dengan Eliana, karena ia yakin gak ada lagi cinta dimatanya.

Ia yang sedang bergumam memikirkan sesuatu sontak dibuat terkejut lantaran Sora menyenggol lengannya. Seketika lamunan nya terbuyar.

"Kenapa kau tidak bersama dengan Riu?" tanya nya memastikan.

"Ti-- tidak," jawab Eliana dengan singkat.

"Memangnya kalian ada masalah, ya?"

"Hai! Sudahlah! Jangan mengganggu Eliana! Hari ini dia sedang tidak mood, tau!" tegur Clau yang kemudian menarik lengan Eliana dan dibawanya menjauh dari perkumpulan Sora.

Tentu kepergian Eliana juga membawa Lucas yang begitu dekat dengan nya. Riu yang menyadari bahwa Eliana tak lagi berada di sampingnya, entah kenapa hatinya merasa tidak tenang.

Ia memandangi langit-langit ruangan labolatorium sambil bergumam sesuatu.

𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....

𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!