Episode 5-Kedatangan Murid Baru

Selang beberapa waktu setelah Eliana kembali ke rumahnya, ia mendapati beberapa bungkus makanan yang tergeletak tepat di depan pintu rumahnya. Tak melihat satupun orang yang berada di dekat situ, membuat Eliana segera mengambil beberapa bungkus makanan tersebut dan dibawanya masuk.

Ia memasuki rumahnya dengan langkah kaki kecil yang bahkan tak didengar oleh satupun orang. Perlahan ia mendekati pintu kamarnya untuk bersembunyi dari sang ibu setelah meletakkan beberapa bungkus makanan di meja makan.

"Sedang apa kau?" tanya seseorang secara tiba-tiba sontak membuat Eliana terkejut setengah mati.

"Ah, i-- ibu, a-- aku akan tidur sekarang, ngomong ngomong makanan nya sudah ada di atas meja ruang makan," jawabnya seraya menatap panik sang ibu.

"Baiklah, kerja bagus. Tapi, apa kau tidak mau makan dulu? Bukankah kau belum melahap sedikit pun nasi?" tanya ibunya yang terdengar tak biasa.

"Ti-- tidak usah, aku sudah mengantuk. Sisakan saja satu bungkus untukku besok," lontar Eliana sembari menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.

"Baiklah, selamat beristirahat," ucap sang ibu sambil memberikan senyuman lebar yang mampu membuat wajah Eliana memerah.

**Glek!*

Eliana menutup rapat-rapat pintu kamarnya. Ia kemudian menghela nafas panjang setelah tak berhadapan secara langsung dengan ibunya.

"Apa ibu benar-benar mengatakan hal itu padaku? Malam ini dia terdengar tulus dan lembut saat mengucapkan nya," pikir Eliana sembari bergumam.

...----------------...

Sayup-sayup angin membelai satu persatu rambut perak Eliana. Ia berjalan dengan langkah kaki yang anggun memasuki ruangan kelas yang berada di lantai 2 gedung sekolah.

Setelah beberapa saat ia berbincang-bincang dengan Clau dan juga Yun, mendadak bel masuk berbunyi dengan nyaring di setiap kelas. Para siswa-siswi yang sedang santai di berbagai tempat sontak langsung berebut jalan masuk ke kelas mereka masing-masing.

"Bu Nata masuk!" teriak ketua kelas pada kelas yang ditempati oleh Eliana.

"Selamat pagi, anak anak, bagaimana kabar kalian?" sapa Bu Nata seraya menanyakan kabar.

"Selamat pagi, Bu! Kabar kami baik!" balas para siswa siswi secara serempak.

Bu Nata kemudian menoleh ke arah pintu masuk yang berada di sebelah kanan. Nampak seorang murid lelaki asing yang melangkah kan kakinya masuk ke dalam kelas.

Suara bising mulai terdengar di setiap sudut ruangan kelas begitu murid lelaki itu masuk. Namun, tidak dengan Eliana yang terdiam kaku mendapati sosok lelaki yang belum lama ini dikenalnya mengenakan seragam sekolah yang sama dengan nya.

"Silahkan perkenalkan dirimu," perintah Bu Nata dengan lembut.

"Perkenalkan nama ku Lucas," ucap murid lelaki baru itu yang ternyata bernama Lucas.

"**Wahh, tampan sekali dia!!! Aku ingin memiliki nya!!!"

"Tidak boleh! Dia itu milik ku!"

"Lihatlah, wajahnya saja sudah seperti malaikat, apalagi hatinya!"

"Hai, kalian para wanita! Jangan hanya melihat fisik seseorang saja! Lihat aku! Apakah aku terkalahkan oleh ketampanan nya**?"

Berbagai pernyataan dilontarkan oleh siswa perempuan di kelasnya. Clau yang melihat Lucas juga sempat tertarik untuk dekat dengan murid lelaki baru itu.

"Eliana, lihat dia! Apa kau tidak tertarik padanya?" tanya Clau meledek.

"Ti-- tidak mungkin! Selera ku tidak seperti itu!" sanggah Eliana dengan raut wajah cemas.

"Ah, yang benar?"

"A-- aku tidak berbohong!!"

Lucas yang mendapati Eliana tengah bercanda dengan temannya membuatnya terus menatap sosok Eliana sambil tersenyum sinis.

"Lucas, kau boleh duduk di bangku kosong itu," perintah Bu Nata sembari menunjuk sebuah bangku yang masih kosong tak terhuni.

"Baik, Bu," imbuh Lucas yang kemudian mendekati sebuah bangku kosong.

"Eliana, sudah lama tidak bertemu, ya," cakap Lucas pada Eliana yang duduk di depan bangkunya. Sontak membuat Eliana menatapnya dengan kedua bola mata yang melotot.

"Ah, santai saja. Aku juga tidak akan memakan mu," lanjut Lucas sedikit meledek.

"Ah, sebenarnya apa maunya sih? Apa dia tidak lihat teman-teman sekelas ku terus menatap kami seperti ini?" Gumam Eliana dengan senyuman tipis yang di perlihatkan pada Lucas.

...****************...

Bel istirahat pertama berbunyi dengan suara yang sama seperti biasanya. Karena kedatangan murid baru yang juga tampan, tentu membuat teman perempuan Eliana tak kuasa untuk meninggalkan kelas mereka.

"Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Clau memastikan.

"Ah, i-- itu ... "

"Iya, sudah sangat lama," sergah Lucas yang kemudian mendekatkan wajahnya pada Eliana.

Terdengar sorak-sorai dari berbagai mulut temannya, namun Eliana tak menggubris pujian yang berkali-kali dilontarkan padanya itu.

"Luisa, siapa namanya tadi?" tanya Bomi seraya mempertebal lipstik yang sudah mulai menghilang lantaran tidak tahan lama.

"Kalau tidak salah, namanya itu Lucas," jawab Luisa, satu-satunya sahabat terbaik yang dimiliki oleh Bomi di kelasnya.

"Oh,"

Bomi beranjak dari bangkunya, perlahan ia berjalan menghampiri tempat duduk Lucas yang tak jauh dari tempat duduk milik nya.

Karena ingin mendapat pujian yang sama seperti Eliana, Bomi bertekad mendekatkan diri pada Lucas.

"Hai, Lucas. Perkenalkan nama ku Bomi," sapa Bomi sembari mengulurkan tangan nya.

"Oh, lalu?" balas Lucas yang sontak membuat teman-teman satu kelas mereka memandang heran sosok tersebut.

"Eh, seharusnya kita saling kenal, kan? Aku juga akan menjadi teman mu di kelas ini, hehe," cakap Bomi dengan ragu lantaran Lucas menjawabnya dengan ketus tanpa berekspresi sedikitpun.

"Maaf, tapi aku tidak membutuhkan teman seperti mu, aku hanya butuh Eliana di sisiku," tandas Lucas yang kemudian mengalihkan pandangan nya ke arah Eliana.

Tentu hal itu membuat teman teman satu kelas mereka berbisik satu sama lain. Karena malu akan respon dari teman-teman nya, ia pun berlari ke toilet yang lokasinya tak jauh dari kelas.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Istirahat kedua telah tiba, seluruh siswa-siswa berebut jalan menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan. Begitu juga dengan Eliana, Clau dan juga Lucas.

"Hahaha!!!" Clau tertawa tanpa lepas hingga mendapat tatapan aneh dari banyaknya orang di kantin.

Di sisi lain, Riu yang menyadari juga telah mendengar bahwa Eliana mempunyai teman laki-laki yang sangat akrab dengan nya tentu membuat Riu cemburu.

Ia yang juga sedang berada di kantin bersama dengan Bomi beberapa kali melirik ke arah Eliana yang tengah bercanda dengan Lucas.

"Jadi itu murid baru yang bernama Lucas?" Pikir Riu dalam hati sambil menyeruput minuman nya.

"Riu, kenapa kau melihat ke arah sana? Aku ada di sini, loh," kata Bomi dengan suara manja, namun tak sedikitpun di pedulikan oleh Riu.

"Riu ... " panggil Bomi untuk yang kedua kalinya.

"Diam kau!" bentak Riu yang sontak membuat Bomi juga orang-orang yang berada di sekeliling nya langsung menoleh ke arah mereka.

Terlihat cairan bening yang membendung kedua bola mata Bomi, karena tak kuasa menahan rasa malu, Bomi pun beranjak pergi ke tempat lain tanpa mengatakan sepatah katapun.

𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....

𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!