Mobil pengantin memasuki halaman rumah yang sudah dipenuhi orang ingin menyambut pengantin wanita.
Jefran apalagi, menunggu dengan berdebar. Sebentar lagi wanita yang dicintainya akan jadi miliknya. Wajahnya begitu bahagia ingin segera menikahi Fiona.
Divya berdiri bersama Bapak, diantara para pekerja keluarga Wirata. Ia sungguh gelisah membayangkan kehebohan yang akan terjadi. Suasana pasti kacau. Pesta pernikahan sudah diatur sedemikian mewah, namun kacau.
"Pak, Nenek mana kok nggak ikut?" Tanya Divya celingukan kanan-kiri.
"Nenek bilang nggak mau hadir kalo bukan cucunya yang menikah."
Divya geleng-geleng kepala, memaklumi keinginan Nenek. Namun Divya tidak bertanya lagi. Tak mau berkepanjangan.
Berusaha menutupi kegelisahannya mengetahui fakta tentang pengantin wanita. Dalam hatinya ia bertanya-tanya apa yang sudah Jefran lakukan sampai Fiona membalas dendam kakaknya sampai begini.
Pasti bukan kesalahan kecil.
Yang ia takutkan benar terjadi. Sopir yang mengendarai mobil pengantin turun sendirian, tak ada Fiona di kursi penumpang. Sopir bergegas mendekati Jefran dan membisikkan sesuatu.
Semua langsung kasak-kusuk karena tidak ada yang turun dari kursi penumpang.
"Ke mana pengantinnya?"
"Kok nggak datang?"
"Sudah waktunya akad nikah ini."
"Iya. Mempelai wanitanya mana?"
Jefran menahan emosi dan berusaha menghubungi nomor Fiona. Ternyata sudah tidak aktif.
Sopir yang ditugaskan menjemput tidak menemukan pengantin wanita di lokasi. Bahkan rumah tantenya Fiona itu sudah dipasang plang dikontrakkan.
"Gimana ini Jefran? Ke mana Fiona?" Pak Ardi mulai panik.
"Ini aku coba hubungi, Pa. Tapi nomornya nggak aktif."
Jefran terlihat cemas. "Apa jangan-jangan Fiona kecelakaan?"
Divya merasa perlu memberitahu agar meredam kekacauan. Ia mendekati Jefran dan Pak Ardi.
"Jef, aku mau bicara sama kamu."
Jefran seperti tidak mendengar. "Kerahkan beberapa orang untuk cari dimana Fiona."
"Percuma Jef, Fiona udah pergi ninggalin kamu!" Seru Divya membuat Jefran menatapnya tajam.
"Maksud lo apa??"
Pak Ardi ikut menatapnya. "Maksud kamu apa, Divya?"
Divya menarik napas, ia harus membongkar kalau tidak ingin suasana makin kacau.
"Pak, maaf boleh saya bicara dulu dengan Jefran?" Tanya Divya.
"Silahkan." Pak Ardi berbicara pada MC agar mengarahkan semua orang duduk dahulu menunggu pengantin wanita.
Divya menarik tangan Jefran menuju kamarnya.
"Apa sih maksud lo??" Bentak Jefran.
"Kamu belum liat video yang aku kirim?"
"Video apa sih?"
Divya mencari-cari di laci, dan menemukan amplop darinya belum dibuka sama sekali.
"Gue nggak punya waktu main-main sama lo! Gue harus cari Fiona!"
"JEFRAN!!! BISA DIAM DULU!!" Bentak Divya habis sabar membuat Jefran kaget.
Divya membuka amplop dan mengeluarkan flashdisk. Lalu memasangnya di TV LED kamar Jefran.
Jefran sampai tidak berani bersuara begitu Divya menyalakan TV.
Matanya melotot kaget melihat video Fiona berbicara dengan seorang pria yang dikenalnya.
"Lho itu kan Ganni!"
"Kamu kenal?"
"Dia fotografer yang dapat project pemotretan sama Fiona. Beberapa kali dia anter Fiona ketemu sama gue."
Mendengar percakapan Fiona dan Ganni membuat Jefran berang.
Brakkkk..
"Br*ngsek!! Jadi Fiona khianatin gue??" Jefran menggebrak meja penuh emosi.
"Lebih tepatnya kamu ditipu, Jef. Sejak kita ketemu bahas apartemen, aku denger Fiona ngomong di telepon kalau dia hamil."
Mendengar itu, Jefran makin emosi dan mencengkram lengan Divya begitu kasar. "Apa!?Kenapa lo nggak kasih tau gue dari waktu itu??!!"
"Awww sakit Jef..." Divya meringis, namun Jefran emosi tingkat tinggi, makin kencang mencengkram lengan Divya.
"Lo sengaja kan pengen bikin gue malu?? Lo mau bales dendam??"
Divya menggeleng matanya sudah berkaca-kaca menahan sakit di tangannya. "Kalau aku bilang sama kamu, memang kamu bakal percaya? Kamu terlalu cinta sama Fiona. Aku ketemu dia dua hari lalu, dan aku rekam sebagai bukti. Tapi aku nggak tega kasih tau kamu langsung yang udah terlalu bahagia bakal menikah sama Fiona. Jadi aku kirim flashdisk ini. Ternyata kamu nggak lihat sama sekali."
Jefran tidak bisa menerima penjelasan Divya begitu saja.
"Jangan-jangan lo kerjasama buat rusak pernikahan gue? Lo kerjasama dengan mereka??"
Divya kesal dan menepis tangan Jefran. "Kamu boleh ngatain aku sepuas kamu, tapi aku nggak serendah itu ngerusak pernikahan orang!"
Jefran menggertakkan giginya dan mencengkram lengannya lagi.
"Jefran! Lepas!"
Pintu diketuk dari luar menghentikan perdebatan mereka.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments