Pintu terbuka lebar.
Pak Ardi dan Bu Indah menatap mereka cemas.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua ribut?" Tanya Bu Indah mendekat membuat Jefran melepaskan cengkramannya dengan kasar.
Divya mengusap lengannya yang memerah. Cengkraman Jefran membuatnya kesakitan.
"Jefran, ada apa ini? Ke mana Fiona?" Tanya Pak Ardi panik.
Jefran menggeleng lesu. "Dia tipu aku, Pa."
Bu Indah dan Pak Ardi terkejut.
"Tipu gimana maksudnya?"
"Dia nih telat kasih info!" Tuduh Jefran pada Divya membuat semua mata mengarah pada Divya yang diam saja.
"Ada apa sebenarnya, Divya? Ceritakan semua."
Lalu Divya menceritakan semua yang ia ketahui.
"Saya udah coba beritahu Jefran, Bu. Tapi ternyata dia nggak peduli. Saya pikir barusan acaranya batal karena Jefran sudah melihat video yang saya kirim berupa Fiona yang menipu. Ternyata Jefran sama sekali nggak buka video itu."
Bu Indah memegang dadanya yang sakit dan limbung.
Divya langsung memeluk bahu Bu Indah menahan agar tidak jatuh.
"Pa, gimana ini? Tamu-tamu sudah datang. Keluarga semua sudah hadir. Kalau pernikahan ini batal, mau ditaruh dimana muka keluarga kita? Ditipu mentah-mentah oleh gadis itu," kata Bu Indah panik.
Jefran duduk di kursi sambil mengacak rambutnya.
Pak Ardi tampak berpikir dan melihat ke arah Divya yang masih berusaha menenangkan Bu Indah. Timbul ide di benaknya.
Pintu terbuka lagi.
"Pak, bagaimana acaranya?" Tanya Bu Esih.
"Panggilkan Pak Abdul ke mari."
"Baik, Pak." Bu Esih bergegas pergi.
Divya agak heran kenapa Bapak dipanggil Pak Ardi?
Tak lama muncul Bapak.
"Pak Ardi memanggil saya?" Agak heran melihat ada Divya diantara keluarga majikannya.
Melihat Bu Indah tampak lemas, Jefran yang begitu emosi hingga penampilannya berantakan, Bapak sudah menduga ada yang tidak beres.
"Saya mau menikahkan Jefran dengan anak Pak Abdul, Divya."
Asli, omongan Pak Ardi membuat semua kaget terutama Divya dan Jefran.
"Pa!"
"Pak.."
Bapak saking kagetnya sampai tidak berkedip melihat anaknya yang panik.
"Papa apa-apaan nyuruh aku nikah sama dia?" Jefran asli panik nggak karuan.
"Nggak ada pilihan lain, Jefran. Kamu mau keluarga kita malu gara-gara pernikahan kamu batal? Kalau sampai bocor kabar kamu ditipu gadis itu, mau ditaruh dimana martabat keluarga kita? Tamu-tamu sudah datang. Bahkan keluarga besar sudah jauh-jauh datang. Gimana kamu menghadapi situasi ini? Salah kamu sendiri tidak segera melihat video itu."
Divya dan Jefran shock sampai tidak bisa berkata-kata.
"Mama setuju usul Papa." Bu Indah berdiri dan memeluk bahu Divya. "Lebih baik kamu menikah dengan Divya, daripada keluarga kita malu gara-gara gadis itu."
"Tapi..." Jefran bingung mencari alasan membantah.
"Pak Ardi, Bapak yakin ingin anak Bapak menikah dengan putri saya?" Tanya Bapak hati-hati. Seorang putri tukang kebun sepertinya diminta menikah dengan putra konglomerat. Jelas tidak mudah memutuskan.
"Memang kenapa? Divya sudah punya calon suami? Akan menikah dengan orang lain?"
"Bukan begitu Pak. Saya ini hanya tukang kebun keluarga Bapak. Apa Bapak tidak malu mempunyai besan seperti saya?"
"Sudah tidak ada waktu membicarakan itu. Sekarang apa Bapak bersedia putri Bapak menikah dengan anak saya?"
Bapak kebingungan, Divya sampai tidak bisa bicara. Jefran apalagi.
"Boleh saya bicara sebentar dengan Divya, Pak?" Tanya Bapak.
"Silahkan. Mohon cepat diputuskan."
Bapak dan Divya keluar kamar dan berbicara di lorong.
"Ini nggak bener, Pak. Masa' aku disuruh nikah sama Jefran?" Divya tak habis pikir.
Bapak tampak berpikir. "Mungkin ini memang takdir kamu, Nak. Menikah dengan Mas Jefran."
"Takdir?? Bapak jangan ngaco ah..." Divya merinding duluan.
Berondong nyebelin gitu jadi takdirku? Konyol banget, dumelnya dalam hati.
"Divya, kamu tau kan Nenek ingin sekali kamu segera menikah. Entah bagaimana jalannya jodoh kamu datang, kamu harus terima. Mungkin emang Mas Jefran jodoh kamu, Nak."
Divya terdiam. Memang benar ia juga ingin segera menikah, tapi kalau harus menikah dengan berondong nyebelin gitu, Divya berharap ada revisi dalam takdirnya.
(Emang skripsi bisa direvisi?)
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Fay
lanjut... pas baca hari Senin jadi q kasi vote😊
2023-07-25
1