Hari pernikahan Jefran dan Fiona tiba.
Divya datang ke kediaman Wirata yang sudah ramai.
Tamu-tamu bahkan dari luar kota berdatangan menyaksikan pernikahan satu-satunya putra dari Ardi Wirata. Jefran Abdi Wirata sang CEO Wirata Group.
Setiap sudut rumah dan halaman sudah dihias begitu cantiknya. Menyambut calon menantu keluarga Wirata.
Melihat kehebohan itu membuat Divya bingung sendiri.
Ini gimana ya? Kalo Jefran udah liat video itu, kenapa pestanya masih diadakan? Harusnya dibatalin dong. Apalagi calonnya hamil sama cowok lain, nggak mungkin Pak Ardi dan Bu Indah akan setuju pernikahan ini dilanjutkan, katanya dalam hati.
"Lho Divya, sudah datang?" Bapak menghampiri, sudah menggunakan baju batik senada dengan para pekerja keluarga Wirata.
"Iya, Pak. Ini acaranya jadi diadakan?"
"Ya jadi dong. Itu mobil pengantinnya mau berangkat jemput mempelai wanita."
Divya jadi gelisah. Kuatir terjadi sesuatu hari ini.
Lebih mencemaskan bagaimana reaksi Bu Indah nanti.
Membayangkan kalau terbongkar, keluarga Pak Ardi pasti dipermalukan. Ditipu mentah-mentah oleh gadis yang sudah hamil oleh lelaki lain. Benar-benar mencoreng nama baik keluarga jika tersebar.
"Pak, Bu Indah di mana?" tanya Divya cemas.
"Ada di belakang dengan keluarga dari Pak Ardi. Ada apa Nak?"
"Nggak ada apa-apa.bAku ke belakang dulu ya, Pak." Divya bergegas menuju taman belakang tempat pesta diadakan.
Agak sulit melintasi jalanan penuh rumput. Karena ia menggunakan high heels.
Belum lagi gaun pestanya yang dibeli kemarin cukup merepotkan gerak tubuhnya.
"Kalo bukan karena ini pesta orang ternama, males banget deh aku dandan ribet begini."
Divya berusaha tenang menutupi kecemasannya.
Ia masuk lewat pintu samping dan melihat ruangan sudah penuh orang.
Menurut jadwal, akad nikah akan diadakan satu jam lagi. Dan supir sudah meluncur ke lokasi menjemput pengantin wanita. Dimana lokasinya adalah rumah tantenya Fiona.
Divya memperhatikan situasi. Dan melihat Jefran sedang mengobrol dengan saudara sepupunya, tertawa-tawa seperti tidak ada apa-apa.
Jefran bahkan sudah mengenakan jas pengantin lengkap. Raut wajahnya begitu bahagia.
Divya makin cemas melihat Jefran.
Ada yang aneh nih, jangan-jangan Jefran belum lihat video yang aku kirim, batinnya.
"Lho Divya sudah datang?" Tegur Bu Indah yang tampil cantik dengan kebaya merah.
"Iya Bu."
"Datang dengan siapa?"
Divya tersenyum kecil. "Sendiri saja, Bu. Mungkin ada yang bisa saya bantu?"
"Oh iya. Tolong cek persiapan di kamar pengantin. Kalau ada yang kurang. Barusan ada bunga yang masuk kamar. Tolong diperiksa dan letakkan di tempat sesuai."
"Baik, Bu."
Divya bergegas naik ke kamar Jefran yang sudah didekorasi ala pengantin begitu indahnya.
Ia tersenyum miris. "Kalo aja aku nggak batal nikah, pasti suasana kayak gini akan jadi momen terindah di hidup aku. Jadi pengantin, jadi ratu sehari yang sangat bahagia."
Membayangkan ia duduk di pelaminan, menikah dengan pria baik, Nenek dan Bapak begitu bahagia. Memiliki suami yang baik, pengertian, dan setia.
Ia geleng-geleng kepala membuang pikiran itu. "Mikir apa sih? Mungkin emang takdir aku jadi perawan tua."
Memikirkan dua lelaki yang sudah menipunya mentah-mentah membuatnya waspada dengan lelaki.
Namun ia hanya mengkhawatirkan Nenek dan Bapak yang begitu menaruh harapan besar padanya. Bisa menikah, punya anak, bahagia dengan pernikahan.
Divya jadi cemas tidak ada lagi yang mau dengannya karena dia sudah 2 kali gagal menikah. Di kampungnya ia dianggap sial karena gagal menikah 2 kali.
"Ahh bukan timing nya mikir begitu. Sekarang gimana ya? Aku harus bicara sama Jefran. Aku mau pastiin dulu dia udah liat video itu belum." Divya coba menghubungi Jefran.
"Halo? Siapa nih?"
Divya teringat nomornya memang baru. "Jef, ini aku Divya."
"Eh perawan tua nelepon. Ada apaan? Kok lo nggak dateng ke nikahan gue?"
"Aku udah di rumah kamu. Jef, aku mau tanya. Kamu udah liat video itu?"
"Video apaan?"
Bener kan Jefran belum lihat, batinnya. "Aku kirim flashdisk 2 hari yang lalu."
"Apaan isinya? Gue sibuk, nggak ada waktu."
"Duuhh kenapa kamu belum liat, Jef? Itu penting banget."
"Nggak ada yang lebih penting dari pernikahan gue dan Fiona hari ini. Udah ya.."
"Eh Jef, sebenernya Fiona... Eh halo halo... Iihhh malah dimatiin."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments