Setelah mendengar omelan Pak Rido panjang lebar begitu Divya mengajukan pengunduran diri, Divya bisa meninggalkan kantor yang sudah menjadi tempatnya mencari nafkah bertahun-tahun.
Pak Rido lebih kesal karena Divya mengundurkan diri setelah gaji dan komisinya cair.
Kalau tahu akan resign, pasti Pak Rido menunda-nunda pencairan komisinya.
"Sekarang enaknya aku ke mana ya?" Divya bingung sendiri nggak ada tujuan.
"Di kost an, bosen nggak ada kerjaan. Aku lagi nggak mood bikin boneka. Ke rumah Pak Ardi, sama aja panas diomelin Nenek. Plus kalo ketemu berondong nyebelin si Jefran bakal lebih panas pasti ngajak ribut mulu. Mending jalan-jalan aja ke mal. Mampir ke counter aku mau beli nomor baru."
Ia naik ojek online menuju mal besar di dekat kantornya.
Menghindari ditelepon Cinta, Aldo, atau siapa pun yang mengganggu, Divya memutuskan menonaktifkan nomornya dan memakai nomor baru. Demi ketenangan hatinya juga.
Divya masuk kafe dan memesan seporsi kentang goreng dan jus jeruk.
Sambil menunggu pesanan datang, ia teringat Aldo lagi membuatnya galau.
Huhh... Dulu aku makan di kafe gini masih ada temen. Mas Aldo makan bareng aku. Sekarang aku sendiri. Ya sudahlah, mungkin lebih baik aku sendiri, batinnya.
Ia mengotak atik HP nya mengganti nomor WhatsApp.
Mencari-cari nomor yang kira-kira penting ia beritahu nomor barunya.
Lagi asyik sendiri begitu, tiba-tiba sepasang laki laki dan perempuan melintas di dekatnya.
Divya menyipitkan mata melihat mereka.
Lho... Itu kan Fiona calon istri Jefran? Sama siapa dia? Batin Divya bingung.
Karena duduk tak jauh darinya, suara mereka cukup terdengar.
***
"Ganni, kamu harus bawa aku pergi. Aku nggak bisa nikah sama Jefran."
Suara Fiona cukup kuat didengar Divya yang memasang telinga siap mendengarkan.
"Kenapa sih emang? Kamu kan bisa nikah sama Jefran sampai anak itu lahir. Abis itu kamu bisa gugat cerai dia. Aku bisa bantu bikin drama motif perceraian."
"Kamu kira segampang itu? Keluarganya itu punya kuasa. Sekali aku masuk keluarganya, akan sulit aku terbebas. Bahkan Jefran minta aku berhenti jadi model begitu menikah."
"Turutin aja, Na. Toh selama kamu hamil, memang kamu nggak bisa pemotretan. Setelah anak kita lahir, kita bikin drama supaya kamu dan Jefran bisa cerai dengan dia kasih kamu harta yang banyak. Setelah itu, kita pergi jauh bawa anak kita."
Rencana Ganni membuat Divya merinding mendengarnya. Kasihan Jefran dipermainkan begitu.
Divya bergegas mencari-cari sesuatu di tasnya. Pen camera. Kalo pake ini, pasti nggak akan dicurigai.
Lalu Divya merekam video pembicaraan sambil berlagak seperti sibuk sendiri melihat-lihat akun sosial medianya.
"Nggak bisa, Ganni. Yang ada, Jefran akan bawa anak ini. Dia pasti curiga kalau baru menikah aku hamil sudah 7 minggu. Kalau aku sampe nikah sama Jefran, anak ini bisa terikat sama keluarganya. Bisa-bisa anak ini diambil, aku ditendang."
"Jadi rencana kamu apa? Aku belum bisa bawa kamu. Kamu diajak tinggal di rumah kontrakan ku juga nggak mau."
"Pokoknya aku nggak akan nikah sama Jefran. Dia udah bikin Mbak Aneth menderita. Aku bakal bales dia. Aku akan tinggalin dia di pernikahan. Biar aja dia malu. Aku akan pergi sementara ke kampung Mbah ku sampai bayi ini lahir. Kalau kamu nggak mau nikahin aku, jangan salahin kalo bayi ini aku tinggalin di kampung karena aku mau lanjut karirku sebagai model."
"Jangan gitu dong, Na. Oke gini aja, sekarang kan kamu sama Jefran lagi nggak ketemu. Dua hari lagi kalian menikah. Aku akan bawa kamu pergi, biar kita nikah siri di kampung. Kita tinggal di sana sampai bayi kita lahir. Kita pikirin rencana selanjutnya, yang penting Jefran bakal malu kamu tinggalin dia di pernikahan."
Divya menganga kaget. Segitu jahatnya Fiona mau meninggalkan pernikahan!
Yang dialami Divya belum seberapa ternyata.
Fiona akan kabur dari pernikahan dan pergi dengan lelaki lain yang sudah menghamilinya.
Di hari pernikahannya.
Jefran pasti sangat hancur dan malu kalau terjadi.
Terutama kalau keluarga Wirata dipermalukan gara-gara ditipu.
Divya tidak bisa membayangkan reaksi Bu Indah dan Pak Ardi.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments