Bimbang

Di kamar kost nya, Divya bimbang ingin memberi rekaman video itu pada Jefran.

Pasalnya, Jefran terlalu bucin dan percaya Fiona yang terbaik.

Pasti sulit meyakinkan Jefran. Membuat Jefran percaya padanya bukan hal mudah.

Salah salah ia bisa dituduh memfitnah agar pernikahan Jefran dan Fiona gagal.

"Tapi aku harus kasih tau. Rencana Fiona jahat banget pengen bikin keluarga Jefran malu."

Divya meng copy video di laptop sambil terus berpikir.

"Apa aku kirim via chat? Ah jangan jangan... Kalau jadi masalah. Aku nggak mau terlibat. Tapi, kasian juga Jefran kalo dipermalukan nanti. Apalagi Bu Indah punya penyakit jantung. Bisa semaput kalo sampe nanti heboh pengantinnya kabur dan malu sama semua tamu undangan. Duhh gimana ya? Harus aku kasih tau tapi gimana caranya?"

Divya gelisah bukan main.

Walau Jefran nyebelin, tapi Divya kasihan kalau sampai Jefran dipermalukan di hari pernikahan.

Apalagi keluarga dari luar negeri sudah berdatangan. Tamu undangan dari kelas atas pasti hadir.

Divya bergegas meng copy video pada flashdisk. Lalu flashdisk itu dia masukkan amplop coklat.

"Untuk Jefran. Jalan Permata Biru 3 nomor 176."

Selesai ditulis, Divya memesan layanan kirim barang express. Tanpa nama pengirim.

"Setidaknya aku berusaha kasih tau. Apapun yang terjadi nanti, pasti Jefran udah memutuskan yang terbaik."

***

Jefran baru saja kembali dari kantor.

Bu Indah sedang memeriksa persiapan pernikahan Jefran lusa.

"Jefran, udah pulang?"

" Iya Ma. Setelah pernikahan kan aku mau cuti untuk bulan madu selama seminggu. Jadi banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu." Jefran melonggarkan dasinya.

"Ya sudah kamu istirahat sana. Besok kamu nggak boleh kemana-mana harus istirahat. Jangan sampai kamu drop di hari H."

"Iya, Ma." Jefran melangkah lesu ke kamarnya di lantai dua.

"Mas Jefran, barusan ada kiriman amplop untuk Mas. Sudah Bibi taruh di meja kamar Mas." Bi Esih asisten rumah tangga, mengabarkan.

"Dari siapa Bi?"

"Nggak ada nama pengirimnya, Mas."

Jefran masuk kamar meletakkan tasnya lalu membuka jas dan dasi.

Ia melihat amplop di meja.

"Apa itu ya?" Baru Jefran mau menyentuhnya, HP-nya berbunyi.

Fiona menelepon.

Jefran tersenyum cerah. Rasa capeknya hilang seketika dan segera menjawab sambil duduk di sofa.

"Halo, bebz.."

"Halo yank.. baru pulang ya?"

"Iya nih. Setelah pernikahan kan aku cuti. Jadi banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu. Hhhh... Kalo kita udah nikah, kan enak, aku capek pulang kerja, kamu nunggu aku di rumah dan pijitin aku."

"Kamu mau jadiin aku istri atau pembantu sih, yank?"

Jefran agak aneh mendengar nada bicara Fiona.

"Lho kamu lagi dimana bebz? Kok kayak berisik."

"Aku lagi di party teman sesama model. Dia ulang tahun."

"Lho bebz, harusnya dari kemarin kamu nggak kemana-mana. Istirahat biar nanti hari pernikahan kita kamu nggak capek."

"Ya mau gimana lagi. Di pesta ini banyak produser hadir. Siapa tau aku dapat tawaran film atau iklan."

"Bebz, aku kan udah bilang kalo kita nikah, kamu berhenti jadi model dan fokus sama keluarga aja."

"Ya aku belum janji, yank. Kamu kan tau karir aku sebagai model lagi cemerlang. Ini kan impian aku dari dulu. Kamu jangan seenaknya nyuruh aku vakum jadi model. Kamu kan CEO perusahaan besar. Ya aku harus mengimbangi. Kalau aku jadi model terkenal kamu harusnya bangga. Kita jadi pasangan serasi. Kamu pengusaha besar, aku model terkenal. Makanya aku harus kerja keras."

Jefran menghela nafas. Fiona memang keras kepala tidak mau berhenti berkarir.

"Ya udah.. jangan terlalu malam pulang. Kamu harus banyak istirahat."

"Iya. Udah dulu ya, Yank."

Telepon langsung ditutup.

Jefran agak kesal dengan sikap keras kepala Fiona.

"Yah mudah-mudahan sih kalo nanti udah nikah, dia berubah pikiran. Gue pengennya dia nggak sibuk kerja, ngurusin gue aja. Fokus sama keluarga. Fokus ngurus anak. Tapi yaahh mungkin butuh waktu."

Jefran merebahkan tubuhnya di kasur mengistirahatkan tubuh dan otaknya.

Tak lama ia tertidur, tanpa membuka amplop dari Divya.

***

Sementara di kost an, Divya mondar-mandir gelisah.

"Harusnya flashdisk itu udah diterima Jefran dan sudah dilihat. Gimana reaksinya? Duuhh pasti heboh ni di rumah Pak Ardi. Jefran juga sih, nyari masalah aja macarin adik mantan pacarnya. Eh tapi kayaknya Jefran malah nggak tau tentang itu."

Mendengar rahasia cukup membebaninya.

Meski Jefran selalu menjadi teman ributnya, ia juga tidak tega membayangkan berondong nyebelin itu dibuat malu.

Episodes
1 Gagal Menikah Kedua Kali
2 Kena Marah Nenek
3 Jefran si Berondong Nyebelin
4 Mencari Aldo
5 Calon Istri Jefran
6 Kecurigaan Divya
7 Ditikung Teman Sendiri
8 Dendam Pada Divya
9 Mendengar Rencana Jahat
10 Bimbang
11 Hari Pernikahan
12 Kacau
13 Tawaran Menikah
14 Menikah Dadakan
15 Pengantin Baru Dadakan 1
16 Pengantin Baru Dadakan 2
17 Ke Diskotik
18 Perjalanan ke Kampung
19 Di Desa 1
20 Di Desa 2
21 Jefran Sakit
22 Pindah ke Apartemen
23 Harapan Orangtua
24 Tetangga
25 Divya Mulai emosi
26 Belum Unboxing?
27 Jefran Mulai Romantis
28 Bayi?
29 Tes DNA
30 Malam Pengantin
31 Mulai Harmonis
32 Tante Melinda nya Ares
33 Tangisan Sakha
34 Kedatangan Aneth
35 Sikap Aneth
36 Sikap Aneth 2
37 Rahasia Hubungan Jefran
38 Aneth Berbohong
39 Jujur
40 Kehilangan
41 Duka Divya
42 Bertemu Tante Melinda
43 Kedatangan Fiona
44 Kedatangan Fiona 2
45 Kebohongan Ares
46 Divya Sakit Hati
47 Membujuk Divya
48 Malam Romantis
49 Terbongkar
50 Divya atau Fiona
51 Rencana Jahat Fiona
52 Fitnah Berujung Terusir
53 Kepergian Aneth
54 Ares Tertangkap
55 Disandera
56 Kepergian Fiona
57 Menyelesaikan Masalah
58 Sakhi
59 Hampa
60 Dua Bocah Tampan
61 Keluarga Kecil
62 Om Baik
63 Doa Ibu
64 Pertemuan
65 Memohon Maaf
66 Meluapkan Kerinduan
67 Divya Pergi
68 Mencari Divya
69 Divya Sakit
70 Janji Jefran
71 Sadar
72 Curi Kesempatan
73 Kembali ke Rumah
74 Mengincar Anak-anak
75 Sakha Diculik
76 Kejahatan Cinta
77 Cinta dan Kirana
78 Pernikahan Rion
79 Kehadiran Putri Cantik -End-
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Gagal Menikah Kedua Kali
2
Kena Marah Nenek
3
Jefran si Berondong Nyebelin
4
Mencari Aldo
5
Calon Istri Jefran
6
Kecurigaan Divya
7
Ditikung Teman Sendiri
8
Dendam Pada Divya
9
Mendengar Rencana Jahat
10
Bimbang
11
Hari Pernikahan
12
Kacau
13
Tawaran Menikah
14
Menikah Dadakan
15
Pengantin Baru Dadakan 1
16
Pengantin Baru Dadakan 2
17
Ke Diskotik
18
Perjalanan ke Kampung
19
Di Desa 1
20
Di Desa 2
21
Jefran Sakit
22
Pindah ke Apartemen
23
Harapan Orangtua
24
Tetangga
25
Divya Mulai emosi
26
Belum Unboxing?
27
Jefran Mulai Romantis
28
Bayi?
29
Tes DNA
30
Malam Pengantin
31
Mulai Harmonis
32
Tante Melinda nya Ares
33
Tangisan Sakha
34
Kedatangan Aneth
35
Sikap Aneth
36
Sikap Aneth 2
37
Rahasia Hubungan Jefran
38
Aneth Berbohong
39
Jujur
40
Kehilangan
41
Duka Divya
42
Bertemu Tante Melinda
43
Kedatangan Fiona
44
Kedatangan Fiona 2
45
Kebohongan Ares
46
Divya Sakit Hati
47
Membujuk Divya
48
Malam Romantis
49
Terbongkar
50
Divya atau Fiona
51
Rencana Jahat Fiona
52
Fitnah Berujung Terusir
53
Kepergian Aneth
54
Ares Tertangkap
55
Disandera
56
Kepergian Fiona
57
Menyelesaikan Masalah
58
Sakhi
59
Hampa
60
Dua Bocah Tampan
61
Keluarga Kecil
62
Om Baik
63
Doa Ibu
64
Pertemuan
65
Memohon Maaf
66
Meluapkan Kerinduan
67
Divya Pergi
68
Mencari Divya
69
Divya Sakit
70
Janji Jefran
71
Sadar
72
Curi Kesempatan
73
Kembali ke Rumah
74
Mengincar Anak-anak
75
Sakha Diculik
76
Kejahatan Cinta
77
Cinta dan Kirana
78
Pernikahan Rion
79
Kehadiran Putri Cantik -End-

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!