Calon Istri Jefran

"Ada banyak unit yang bagus. Tapi aku rasa yang ini cocok deh buat kalian berdua. Lokasinya di lantai 20. Balkon utama menghadap arah timur. View ketika sunrise dijamin bikin mood booster. Suasana kota juga kepantau dari atas sini." Divya menjelaskan detail apartemen.

"Fasilitasnya apa aja?" Tanya Jefran.

Sedangkan pacar Jefran yang cantik bernama Fiona sejak tadi terlihat tidak semangat hanya datar mendengar penjelasan dan melihat foto-foto apartemen yang dipasarkan.

Siang itu restoran tidak terlalu ramai karena sudah lewat jam makan siang. Mereka lebih leluasa mengobrol.

"Air panas, AC, full kitchen set, perabotan semua lengkap. Kulkas dan mesin cuci, lalu..." Kata-kata Divya terhenti tiba-tiba Fiona berdiri.

"Sorry Jef, aku mau ke toilet." Fiona berbalik menuju toilet.

Jefran memperhatikan foto-foto apartemen. "Lanjutin aja. Jadi yang ini rekomendasi lo?"

"Iya Jef, ini lokasinya di pusat kota. Nggak jauh juga dari kantor kamu. Dekat mal juga. Fiona nggak akan kesulitan deh kalo mau shopping atau apa. Ada dua kamar tidur, dua kamar mandi. Ada ruangan lain yang bisa dipake ruangan kerja. Laundry room, dapur full kitchen set. Perabotan juga dijamin kualitas terbaik. Harganya 1 milyar. Ini unit terbagus dan view nya paling oke."

Jefran mengangguk-angguk. "Gue liat-liat gambarnya dulu."

"Iya liat aja. Aku mau ke toilet dulu."

Divya beranjak ke toilet.

Hanya ada dua bilik toilet wanita. Hanya satu yang sedang dipakai. Pasti Fiona di bilik sebelah.

Divya masuk ke toilet yang kosong. Dia hanya ingin memperbaiki kawat pakaian dalam yang dikenakannya.

Kayaknya aku perlu beli bra baru nih, batinnya.

Saking sibuk bekerja, ia lupa memanjakan diri. Padahal dia bekerja hasilnya untuk dinikmati bukan cuma disimpan.

Baru hendak memasang kancing bajunya, telinganya menangkap suara dari bilik sebelah.

Lho, suara Fiona, lagi telepon sama siapa? Batin Divya bingung.

"Tunggu sebentar, di sini sinyalnya putus-putus. Aku keluar toilet dulu." Mendengar itu Divya urung keluar toilet menunggu Fiona keluar lebih dulu.

Begitu Fiona sudah meninggalkan toilet, Divya bergegas keluar dan mencuci tangan.

Setelah merapikan penampilannya, ia keluar toilet.

Di lorong ujung dekat jendela, ada Fiona yang sedang menjawab telepon.

Dari ekspresinya jelas Fiona sedang panik, cemas.

"Aah udahlah, aku nggak usah kepo. Urusan orang."

Baru mau berbalik, langkahnya terhenti mendengar kata-kata Fiona selanjutnya.

"Tapi ini anak kamu, Ganni! Kamu harus tanggung jawab. Aku nggak bisa nikah sama Jefran. Kalau sampai dia tau ini bukan anak dia gimana?"

Apa???

Fiona hamil?

Sama laki-laki lain??

"Udah deh Ganni, aku capek pura-pura cinta sama Jefran. Aku deketin dia cuma ingin membalas gara-gara dia nyakitin Mbak Aneth. Aku pokoknya minta tanggung jawab kamu soal anak ini. Aku nggak mau nanti aku dan Jefran menikah dan dia tau ini bukan anaknya. Aku bisa dibunuh sama dia!"

Divya buru-buru pergi sebelum ketahuan nguping.

Duhhh.. kenapa aku harus dengerin sih? Rutuknya dalam hati.

Kan jadi beban juga dengerin rahasia orang. Apalagi orang yang dekat.

"Eh Div, kalo gue request ganti warna cat sebelum gue tempatin gimana?" Tanya Jefran begitu Divya duduk.

Divya gelisah melihat ke belakang, khawatir Fiona tahu ia menguping.

"Kenapa sih lo? Aneh banget." Jefran menyenggol lengan Divya yang langsung tersentak.

"Jefran jangan ngagetin dong!" Seru Divya membuat Jefran bengong.

"Lo kaget? Segitu doang? Emang lo lagi mikirin apa sih? Kayak takut gitu."

Divya buru-buru menggeleng. "Ngg kamu tadi tanya apa?"

"Ini warna cat nya bisa gue request nggak?"

"Bisa-bisa. Kalau pembayaran udah masuk 50 %, bisa request apa yang mau diubah apalagi cat dinding. Mau cat warna apa? Nanti aku konfirmasi untuk renovasi."

"Gue harus tanya Fiona, dia yang milih warna. Eh bebz, kok lama?" Tanya Jefran begitu Fiona duduk sambil senyum terpaksa.

"Abis telepon Tante."

"Oohh... Pasti Tante nanyain aku. Nanti kita jadi ke rumah kamu kan?"

Fiona mengangguk.

"Nanti kita berkunjung ke kampung kamu kalau udah pulang bulan madu ya bebz."

"Iya." nada malas tertangkap telinga Divya.

Divya berlagak tidak tahu apa yang dipikirkan Fiona. "Na, Jefran mau ganti cat dinding apartemen dengan yang kamu mau. Kamu pengen cat warna apa biar aku siapin untuk renovasi?"

Fiona tersenyum kecil. "Gimana Jefran aja. Biar Jefran yang pilih."

"Lho justru aku mau kamu yang pilih, bebz.." kentara Jefran diperbudak cinta alias bucin sama Fiona yang cantik jelita dan bertubuh indah karena seorang model.

"Apa pun yang kamu pilih aku setuju kok, yank. Kamu kan paling tau aku sukanya apa."

"Oke kalo gitu aku yang pilih ya."

"Yank, aku pergi duluan ya. Aku ada pemotretan."

"Ya udah aku anter."

"Nggak usah. Tempatnya deket sini kok. Kamu kan harus ke kantor. Beresin aja dulu pilih pilih apartemen nya." Fiona membawa tasnya dan mengecup pipi Jefran sekilas.

Ia pergi begitu saja.

Lekuk tubuhnya begitu sempurna, menggoda. Wajar Fiona pernah menjadi finalis pemilihan model. Meski hanya bertahan sampai 5 besar, namun ia tidak pernah sepi job pemotretan dan mulai menerima job bintang iklan.

"Fiona cantik banget ya?" Komentar Divya.

"Baru ngakuin cewek gue cantik?" Ledek Jefran.

Divya mendelik sebel. Mulai sinyal-sinyal nyebelin nya muncul.

"Ngomong-ngomong, Aneth gimana kabarnya?" Tanya Divya membuat Jefran kaget.

"Kenapa tiba-tiba tanya Aneth?" Jefran balik tanya bingung.

Divya terdiam, bingung menjelaskan.

Jefran masih menatapnya bertanya.

***

Episodes
1 Gagal Menikah Kedua Kali
2 Kena Marah Nenek
3 Jefran si Berondong Nyebelin
4 Mencari Aldo
5 Calon Istri Jefran
6 Kecurigaan Divya
7 Ditikung Teman Sendiri
8 Dendam Pada Divya
9 Mendengar Rencana Jahat
10 Bimbang
11 Hari Pernikahan
12 Kacau
13 Tawaran Menikah
14 Menikah Dadakan
15 Pengantin Baru Dadakan 1
16 Pengantin Baru Dadakan 2
17 Ke Diskotik
18 Perjalanan ke Kampung
19 Di Desa 1
20 Di Desa 2
21 Jefran Sakit
22 Pindah ke Apartemen
23 Harapan Orangtua
24 Tetangga
25 Divya Mulai emosi
26 Belum Unboxing?
27 Jefran Mulai Romantis
28 Bayi?
29 Tes DNA
30 Malam Pengantin
31 Mulai Harmonis
32 Tante Melinda nya Ares
33 Tangisan Sakha
34 Kedatangan Aneth
35 Sikap Aneth
36 Sikap Aneth 2
37 Rahasia Hubungan Jefran
38 Aneth Berbohong
39 Jujur
40 Kehilangan
41 Duka Divya
42 Bertemu Tante Melinda
43 Kedatangan Fiona
44 Kedatangan Fiona 2
45 Kebohongan Ares
46 Divya Sakit Hati
47 Membujuk Divya
48 Malam Romantis
49 Terbongkar
50 Divya atau Fiona
51 Rencana Jahat Fiona
52 Fitnah Berujung Terusir
53 Kepergian Aneth
54 Ares Tertangkap
55 Disandera
56 Kepergian Fiona
57 Menyelesaikan Masalah
58 Sakhi
59 Hampa
60 Dua Bocah Tampan
61 Keluarga Kecil
62 Om Baik
63 Doa Ibu
64 Pertemuan
65 Memohon Maaf
66 Meluapkan Kerinduan
67 Divya Pergi
68 Mencari Divya
69 Divya Sakit
70 Janji Jefran
71 Sadar
72 Curi Kesempatan
73 Kembali ke Rumah
74 Mengincar Anak-anak
75 Sakha Diculik
76 Kejahatan Cinta
77 Cinta dan Kirana
78 Pernikahan Rion
79 Kehadiran Putri Cantik -End-
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Gagal Menikah Kedua Kali
2
Kena Marah Nenek
3
Jefran si Berondong Nyebelin
4
Mencari Aldo
5
Calon Istri Jefran
6
Kecurigaan Divya
7
Ditikung Teman Sendiri
8
Dendam Pada Divya
9
Mendengar Rencana Jahat
10
Bimbang
11
Hari Pernikahan
12
Kacau
13
Tawaran Menikah
14
Menikah Dadakan
15
Pengantin Baru Dadakan 1
16
Pengantin Baru Dadakan 2
17
Ke Diskotik
18
Perjalanan ke Kampung
19
Di Desa 1
20
Di Desa 2
21
Jefran Sakit
22
Pindah ke Apartemen
23
Harapan Orangtua
24
Tetangga
25
Divya Mulai emosi
26
Belum Unboxing?
27
Jefran Mulai Romantis
28
Bayi?
29
Tes DNA
30
Malam Pengantin
31
Mulai Harmonis
32
Tante Melinda nya Ares
33
Tangisan Sakha
34
Kedatangan Aneth
35
Sikap Aneth
36
Sikap Aneth 2
37
Rahasia Hubungan Jefran
38
Aneth Berbohong
39
Jujur
40
Kehilangan
41
Duka Divya
42
Bertemu Tante Melinda
43
Kedatangan Fiona
44
Kedatangan Fiona 2
45
Kebohongan Ares
46
Divya Sakit Hati
47
Membujuk Divya
48
Malam Romantis
49
Terbongkar
50
Divya atau Fiona
51
Rencana Jahat Fiona
52
Fitnah Berujung Terusir
53
Kepergian Aneth
54
Ares Tertangkap
55
Disandera
56
Kepergian Fiona
57
Menyelesaikan Masalah
58
Sakhi
59
Hampa
60
Dua Bocah Tampan
61
Keluarga Kecil
62
Om Baik
63
Doa Ibu
64
Pertemuan
65
Memohon Maaf
66
Meluapkan Kerinduan
67
Divya Pergi
68
Mencari Divya
69
Divya Sakit
70
Janji Jefran
71
Sadar
72
Curi Kesempatan
73
Kembali ke Rumah
74
Mengincar Anak-anak
75
Sakha Diculik
76
Kejahatan Cinta
77
Cinta dan Kirana
78
Pernikahan Rion
79
Kehadiran Putri Cantik -End-

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!