Salah Orang

Brian tahu bahwasanya warga desa Rawuh sangat mudah terprovokasi. Terbukti ketika mereka mendapati Siti dan Tiger berduaan di tepi sungai.

Maka kali ini Brian menggunakan kesempatan yang sama. Hanya dengan kata-kata yang menyakinkan, beberapa pria yang bertugas ronda itu pun terpancing emosi.

Mereka meminta Brian untuk segera menunjukan lokasi Tiger dan Farhan berkemah. Dengan senang hati, Brian menuntun mereka ke dalam hutan.

Sebagian orang ada yang membawa obor dan sebagian lain membawa senter untuk penerangan. Lalu setelah sampai, Brian pun menunjuk tenda milik Tiger.

"Nah, di sana, Pak," Brian mengacungkan jarinya. "Di dalam sama mereka sedang melakukan hal yang nggak senonoh."

"Ayo, Pak. Tunggu apalagi. Kita grebek mereka."

Detik berikutnya, para warga berjalan mendekati tenda. Tanpa aba-aba dan tanpa menunggu lama, salah satu dari mereka menyingkap pintu tenda dan mendapati Rihana sedang berbaring memeluk seorang pria.

"Woy, kalian!" bentak warga yang mukanya paling galak.

Membuat Rihana tersentak dan segera menegakkan badannya. Sedangkan pria yang tidur di samping Rihana, menggeliat malas.

Seolah tak mau tidurnya diganggu. Namun, sorot lampu senter yang menerpa wajahnya membuat pria itu mau tak mau membuka mata.

"Ada apa ini?"

Rihana menoleh pada pria yang ada di sampingnya dan dia langsung membulatkan mata lebar kala menyadari pria itu adalah Farhan.

"Lho, Farhan?" 

Tak hanya Rihana yang terkejut, melainkan Brian yang berada di barisan belakang pun ikut terkejut. Dia gelagapan mengetahui rencananya gagal.

Lantas Brian pun mengerutkan dahi mencoba berpikir bagaimana bisa Farhan yang tidur di samping Rihana.

Setahu Brian orang yang keluar tenda ialah Farhan. Brian yakin betul dengan jaket yang dipakai oleh pria yang keluar tenda itu.

Detik berikutnya, Brian berdecak kesal menyadari kebodohannya. Dia sadar jika bisa saja Tiger meminjam jaket milik Farhan sehingga Brian salah kira.

Rencana Brian yang berniat menjebak Tiger malah berakhir dengan salah orang. 

"Kalian berdua ikut ke desa sekarang!"

"Lho, tapi ini ada apa? Kok rame-rame gini," tanya Farhan yang masih setengah mengantuk.

"Menurut adat di kampung ini, kalian harus segera dinikahkan."

"Apa?" teriak Farhan dan Rihana kompak, namun dengan nada berbeda.

Farhan berteriak dengan nada terkejut dan tidak terima. Sedangkan Farhan lebih kepada perasaan senang bukan main.

Bagaimana tidak? Dia akan dinikahkan dengan Rihana, wanita yang sejak dulu dia incar untuk menjadi miliknya.

"Bagus. Ayo, Pak. Nikahkan kita segera," ucap Farhan penuh semangat seraya bangkit dari duduknya.

Bahkan Farhan menarik lengan Rihana dan salah satu warga untuk berjalan terlebih dahulu saking tidak sabarnya dia akan menikah dengan Rihana.

Meski beberapa warga tampak bingung dan aneh akan sikap Farhan, tetapi mereka tetap saja membawa Farhan dan Rihana menuju rumah Pak RT.

Sedangkan Brian dan Rihana masih tercengang. Rencana yang dia susun ternyata gagal total.

Satu hal sama-sama dipikirkan oleh Brian dan Rihana adalah, kemana perginya Tiger?

*

*

*

Tiger merasa sudah cukup jauh berjalan dari tenda. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling.

Setelah merasa aman, dia pun mulai membuka celananya dan menuntaskan hajat. Tiger melepaskan rasa lega begitu tuntas hasratnya buang air kecil.

Setelah itu, Tiger berniat balik lagi ke tendanya. Namun, Tiger baru sadar jika dia sudah berjalan terlalu jauh san kini dia lupa jalan kembali.

Tiger menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Setelah berjalan beberapa meter, Tiger menemukan sebuah tenda terpasang di tengah hutan.

Akan tetapi Tiger yakin jika itu bukanlah tenda miliknya. 

Lantas itu tenda milik siapa? Pikir Tiger.

Tiger pun berjalan menghampiri dan berniat untuk bertanya pada si pemilik tenda arah keluar dari hutan.

Baru beberapa langkah Tiger mendekati tenda tersebut, si pemilik tenda sudah lebih dulu keluar. 

"Kamu?" tanya Tiger dan Siti bersamaan.

Keduanya sama-sama terkejut mendapati untuk kesekian kalinya mereka bertemu secara tidak sengaja.

"Ngapain kamu di sini?" tanya Tiger dan Siti lagi-lagi kompak bersamaan.

Maka Siti pun berdecak kesal. Lalu dia berkata, "Kamu jawab dulu."

"Enggak. Kamu yang jawab dulu. Kenapa kamu ada di hutan malam-malam begini?"

Siti menghela nafas jengah. "Aku sudah biasa. Bikin konten di sini malam-malam. Lah kamu?"

"Kepo," jawab Tiger yang tidak mau membeberkan alasan dia berkemah di hutan.

Keinginan untuk bertanya pun hilang. Lebih baik Tiger pergi dari tempat itu dan mencari jalan pulang sendiri.

Maka Tiger pun memutar langkahnya. Dia yakin dia bisa kembali ke tempatnya berkemah.

Dan benar saja, setelah sepuluh menit berkeliling, Tiger menemukan jalan yang tadi dia lewati. Tiger menghembuskan nafas lega, akhirnya dia bisa tidur nyenyak malam ini di dalam tendanya tanpa ada lagi gangguan.

Akan tetapi, tiba-tiba Tiger dikejutkan dengan fakta bahwa tendanya sudah tidak ada di tempat.

Tiger tercengang sambil memandang ke sekitar tempat kemahnya. Dia yakin tempat itu yang tadi dipakainya untuk mendirikan tenda.

Namun, sekarang tempat itu sudah tidak ada apa-apa lagi, kecuali bekas api unggun yang sudah padam.

"Sial. Kemana perginya Farhan?" 

Suara gemeletuk gigi Tiger terdengar jelas karena menahan marah. Tiger berkesimpulan Farhan pulang terlebih dahulu dan meninggalkannya seorang diri.

Terbesit niat di dalam diri Tiger untuk pulang ke rumah Pak Mansur dan memarahi Farhan habis-habisan. Tetapi, tubuh dan pikiran Tiger sangat lelah. 

Dia ingin tidur secepatnya. Maka ide yang terlintas di benak Tiger saat itu pun kembali ke tenda milik Siti.

"Siti," panggil Tiger kala telah sampai di depan tenda.

Siti menyingkap pintu tenda dan saat itu juga Tiger menerobos masuk tanpa ada kata permisi. Siti pun mengerutkan wajah tampak marah.

"Hai, kamu mau apa?" protes Siti begitu melihat Tiger tidur di dalam kantung tidur miliknya.

"Aku mau tidur," jawab Tiger singkat. Lalu tanpa rasa bersalah, dia langsung memejamkan mata.

"Tapi ini punya aku," Siti berusaha menarik sleeping bag.

"Psst, diam!" Titah Tiger dengan mata terpejam.

"Tiger," pekik Siti. "Keluar kamu dari tenda aku!"

"Nggak mau," sahut Tiger tegas. "Aku ngantuk."

"Aku juga ngantuk, tahu."

Tiger membuka matanya. Lalu dia menghela nafas seraya menjulurkan tangan agar bisa mencengkram bahu Siti.

Kemudian, dengan gerakan yang sangat cepat, Tiger menarik bahu Siti dan menjatuhkan tubuh wanita itu ke atas dadanya.

"Kalau begitu, kita tidur berdua di sini."

"Apa? Mana sudi aku tidur sama kamu," ucap Siti berusaha membebaskan diri. "Lepaskan aku!"

Tiger yang telah kembali terpejam tak mau melepaskan pelukannya pada tubuh Siti. Bahkan pelukan itu semakin kuat, hingga mau tak mau tubuh mereka menempel dan hanya terhalang pakaian yang mereka pakai.

"Jangan berisik! Nanti ada orang kemari!"

Terpopuler

Comments

Azkayravelora

Azkayravelora

kayaknya 2 orang ini yg mau di nikahkan

2023-04-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!