Chapter 20. Kena Prank

Salin mendengar deru mesin mobil Setu semakin menjauh di indera pendengarannya. Buru-buru ia bergegas, bermaksud mengejar suaminya itu. Ia takut kehilangan jejak. Kali ini, tekadnya sudah bulat, ia ingin mengungkit suaminya itu.

Buru-buru ia tancap gas, mengejar Setu yang sudah jauh di depan. Ia tetap menjaga jarak agar tak ketahuan oleh Setu.

Hingga dua puluh menit kemudian, ia melihat mobil Setu berhenti di suatu tempat. Di sebuah hotel megah, dekat dengan hotel resepsi pernikahan kolega bisnis Setu kemarin.

Salin melihat secara teliti saat Setu keluar dari dalam mobil, lalu masuk ke dalam hotel itu. Ia pun segera keluar dari dalam mobil, mencari jejak suaminya.

"Kemana dia?" batin Salin saat sudah berada di lobi hotel.

"Permisi, nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang resepsionis. Seorang wanita memakai seragam dengan rok depan pendek tinggi diatas lutut, menyapa Salin yang kebingungan.

"Saya. saya mencari suami saya, nyonya. Atas nama Setu Sandoro. Kalau boleh tau di kamar nomor berapa ya?" tanya Salin hati-hati. Ia tak ingin dicurigai pihak hotel.

"Sebentar ya, nyonya," ujar wanita itu ramah serta menunduk hormat.

Wanita itu memeriksa sesuatu di komputernya. Lalu mengatakan hal yang baru ia lihat pada wanita cantik di hadapannya.

"Maaf, nyonya. Untuk nomor kamarnya kami tak bisa memberitahu ke sembarang orang." Tiba-tiba ujar wanita itu. Entah apa yang ia baca tadi di layar komputernya.

"Tapi kenapa, nyonya? Saya ini istrinya, saya berhak tau dong suami saya di kamar nomor berapa," protes Salin tak terima.

"Maaf, nyonya. Itu adalah kesepakatan antara orangnya langsung dan pihak hotel. Kami tidak menyebarkan identitas pribadi klien kami," ucap resepsionis meminta maaf, merasa tak enak.

"Jadi.... mas Setu membaut privasi agar orang lain tak tau bahwa ia menginap di sini?" batin Salin kecewa.

"Tapi, nyonya. Saya hanya ingin tau bahwa suami saya benar di sini. Saya hanya ingin memastikan bahwa suami saya ada di hotel ini, soalnya orang tua dari suami saya sedang mencarinya. Ada hal yang mereka ingin bahas. Saat saya telpon nggak diangkat, dan saat saya chat nggak dibalas. Makanya saya nyusul ke sini, nyonya," terang Salin panjang lebar.

Berharap karangan indahnya menyelamatkan dirinya, berhasil memergoki Setu di hotel ini entah dengan siapa.

"Tapi nyonya, pria dan wanita itu sudah bekerja sama dengan hotel kalau identitas mereka tidak boleh sampai tercium oleh siapa pun termasuk istrinya. Begitu beliau berpesan kepada kami. Sekali kami meminta maaf ya, nyonya."

"Apa? Mas Setu bersama wanita?" batin Salin. Hampir runtuh ia ke lantai. Tetapi buru-buru ia pertahankan bobot tubuhnya. Tak mau ia mempermalukan dirinya di tempat umum seperti ini.

Belum selesai resepsionis itu melayani Salin, tiba-tiba ada klien baru yang datang dan bertanya kepada resepsionis itu.

Kesempatan itu Salin gunakan sebaik-baiknya, untuk kabur. Ia ingin mencari di mana keberadaan Setu sekarang. Rasanya ia sudah tak sabar ingin memergoki Setu dengan wanita itu.

"Mas, sebenarnya kamu ngapain ke sini? Dan sama siapa kamu mas?" batin Salin pilu. Ia melangkahkan kakinya gontai menaiki lift. Secepat kilat ia berlari dari lobi saking inginnya ia memergoki Setu suaminya.

Salin melangkah mengikuti langkahnya. Entah kemana langkahnya itu membawanya. Dan tibalah ia di lantai delapan hotel itu. Dia bingung. Ada banyak kamar yang ada di sana. Dia tak tau harus kemana. Dan semua kamar itu tertutup. Membuatnya semakin sulit menemukan Setu.

Samar-samar ia mendengar suara wanita dan pria yang sedang terkikik di dalam salah satu kamar. Ia fokuskan indera pendengarannya mencaritahu dimana suara kikikan itu berada.

***

Tok tok tok

"Siapa?"

"Room service."

"Biar aku yang buka," ucap wanita itu.

Lelaki itupun menganggukkan kepalanya.

Ceklek

Suara pintu dibuka dari dalam.

"Apa ada masalah?" tanya wanita yang berdiri di depan pintu pada orang yang mengaku sebagai room service itu.

"Saya ingin mengganti sprei, nyonya," ucap petugas hotel itu. Ia menutup wajah dengan masker, hampir menutupi matanya. Kepalanya juga dihiasi oleh topi khas hotel itu sendiri.

"Oh, silakan," jawab wanita itu. Ia pun memundurkan langkahnya agar petugas hotel itu bisa masuk.

Petugas hotel itupun masuk dengan perlahan. Ia celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.

"Siapa, At?" tanya suara bass yang membuat atensi petugas hotel itu menoleh ke sumber suara.

"Petugas hotel, mas," jawab wanita yang membuka pintu tadi.

Petugas hotel itu yang tak lain adalah Salin, mematung di tempat. Menatap tajam pria yang ada di depannya. Yang tak lain adalah suaminya sendiri. Ia shock mendapati suaminya dengan berduaan di hotel dengan seorang wanita.

"Oh, biarkan saja. Biar dia melakukan tugasnya," sahut seorang pria, yang berjalan dari belakang Setu tadi.

Semakin terkejutlah Salin dengan pemandangan di depannya. Dua pria satu wanita? Itu hanya yang ada dibenaknya sekarang.

Dan muncul lagi laki-laki dan perempuan dari arah yang sama saat Setu keluar tadi. Semakin heran Salin melihat semua itu. Sebenarnya ada acara apa ini?

"Trimakasih, tuan atas kerja sama ini. Semoga kita bisa jadi partner. Dan kerjasama kita akan terus berlanjut," ucap seorang pria baya yang menjabat tangan Setu.

"Sama-sama, tuan." Setu menjawab lugas dan mantap.

"Kerjasama?" batin Salin.

Dugaannya salah. Setu kemari bukan untuk check in dengan teman wanita, tetapi mereka sedang mengadakan diskusi di sebuah hotel. Tapi, tunggu? Masa di kamar hotel ada tempat rapat?

Niat awal ingin memergoki suami, eh malah dia yang kena prank. Di sini yang ada rapat bisnis.

Salin mengedarkan pandangan menyusuri seluruh isi kamar. Ada tempat tidur kecil, sofa, meja dan kursi kerja tersusun dengan rapi di ruangan itu. Tetapi sejak kapan kamar hotel di sulap jadi tempat rapat? Itu yang membuat salin bertanya-tanya. Atau dua yang salah duga. Atau karena dia yang kurang up to date.

Soalnya Salin belum bertemu dengan kamar hotel sekaligus tempat untuk meeting. Ini m kali pertama dalam hidupnya. Untung dia menyamar jadi petugas hotel kalau tidak dia yang kepergok oleh Setu.

"Mati aku," batin Salin. Apalagi menyadari ia membawa sprei yang ukurannya berbeda dengan ukuran ranjang yang ada di ruangan itu.

Takut ketahuan, Salin pura-pura merapikan ranjang kecil itu, yang memang berantakan. Lalu meminta maaf karena salah membawa sprei.

"Maaf, tuan, nyonya... sudah mengganggu. Saya salah bawa seprei. Saya akan kembali," ucapnya gugup.

Buru-buru ia melangkah, meninggalkan Setu dan rekan-rekannya.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!