Chapter 11. Kasmaran By Phone

"Saya nggak ada maksud untuk membandingkan antara kamu dan saya, mas. Tapi saya hanya ingin mas sadar. Mas hemat. Kemana semua uang dari hasil kerja mas selama ini? Apa yang mas lakukan di luar sana?"

Setu terdiam. Ia merasa

kalimat panjang lebar yang diutarakan istrinya adalah hal yang menohok. Tetapi ia tak mau mengaku salah dan kalah dengan sang istri. Gengsi. Sudah terlalu sering ia membuat hati sang istri sakit. Sudah terlalu sering ia berbuat kekerasan pada sang istri.

"Kamu curiga sama saya?" hardiknya langsung. Cepat sekali ia menyahut ucapan sang istri.

"Ya siapa yang curiga sih mas? Istri mana coba yang nggak curiga, saat suaminya kerja, tetapi sampai sejauh ini istrinya belum menikmati nafkah darinya. Sangat jarang sekali Salin menikmati hasil jerih payah suaminya itu.

Jadi, istilah yang mengatakan uang suami adalah uang istri, uang istri adalah uang istri, sepertinya tak tepat untuk Salin. Dia bukanlah seperti istri orang di luaran sana yang mana suaminya memberikan gajinya untuknya. Tidak. Salin jauh dari kamus itu.

"Bahkan, biaya untuk ibu saja saya yang berikan "

"Jadi, kamu keberatan? Kamu nggak terima?" pekik Setu. ia langsung berdiri, dengan mata melotot dan tangan mengepal. Rahangnya mengeras.

"Ya bukan keberatan sih, mas. Lebih tepatnya saya mempertanyakan tanggung jawab mas sebagai kepala keluarga. Apalagi ayah sudah lama nggak ada, sudah seharusnya mas yang bertanggung jawab untuk ibu."

"Sudahlah. Nggak perlu kamu ngajarin saya. Saya lebih tau yang terbaik untuk saya daripada kamu. Lagian kamu tau sendiri kan, gaji yang kudapat dari hasil kerjaku hanya seberapa lah. Mana sebanding dengan gajimu. Bahkan beberapa kali saya sering kalah tender."

"Usaha dong, mas. Jangan banyak ngeluh dan putus asa. Kalau gagal ga coba lagi dan coba lagi. Nih ya mas, saya pernah baca satu kalimat yang menurut saya itu bisa jadi motivasi untuk kita."

"Gagal itu, biasa. Bangkit itu yang luar biasa."

"Bagus banget kan mas. Bisa jadi motivasi untuk kita yang nyaris putus asa."

"Ah, sudahlah. Tak usah kamu menggurui saya. Saya muak dengan ceramah un-faedah kamu. Kalau mau ceramah, sana di mesjid. Jangan disini. Aku nggak butuh ceramah kamu!"

Drrrrt drrrrrt drrrrrt

Tiba-tiba Setu merasakan ponsel dalam saku celananya bergetar.

Seketika amarahnya pun mereda saat ia menatap ponselnya. Membaca nama siapa yang coba menghubunginya. Bahkan ia mengabaikan istrinya yang ada di hadapannya.

"Halo..." katanya sambil berlalu meninggalkan Salin.

Salin tentu heran dengan sikap suaminya itu. Ada apa dengan mas Setu? Siapa yang meneleponnya? Kenapa dia bisa sumringah begitu? Begitu banyak tanya yang menggunung dalam benak Salin.

Sudah kedua kali ini, Salin menyaksikan sendiri suaminya tersenyum sumringah saat menerima telepon. Dan anehnya lagi, Setu malah menjauh darinya saat ia menjawab telepon orang itu. Istri mana sih yang nggak curiga? Hanya istri yang tak punya hati dan tak punya rasa yang tak merasa cemburu.

"Sebenarnya mas Setu telponan sama siapa?" gumamnya penuh tanya.

****

"Iya, sayang. Ini mas lagi di mansion. Sebentar lagi mas kesana ya."

"Beneran ya, mas."

"Iya, sayang," sahut pria itu. Ia sangat gemas dengan suara manja wanita itu. Ingin rasanya ia segera kesana. Tetapi apa boleh buat, jarak yang memisahkan . Meski memang hanya berapa menit saja jika ditempuh dengan kendaraan roda empat.

Tetapi bagi orang yang sedang dimabuk asmara, itu adalah jarak yang jauh dengan waktu yang lama.

"Jangan lama-lama ya, mas. Aku udah rindu sama mas. Rasanya ingin dekat-dekat mas terus," ucap lagi wanita itu dengan nada manja.

"Iya, sayangku. I love you. Wait me ya."

"Oke, mas. Mmuach." Wanita itu memberikan kiss jauh kepada kekasihnya itu. Membuat sesuatu yang dibawah pria itu berkedut. Seperti meronta ingin lepas.

"Ah kamu, Jun baru gara-gara itu aja kamu udah meronta. Tahan napa? Sebentar lagi lo kita kesana. Nanti kalau kamu kesana, kamu bebas mau apa saja. Mau berapa lama, itu terserah kamu. Puaskanlah nanti," omel pria itu pada bagian bawahnya sambil menatap bagian bawahnya itu. Yang sudah menonjol hingga terlihat. Apalagi ia memakai celana pendek dan ketat. Tergambar sudah dengan jelas.

"Ya udah, mas berangkat ya, sayang."

"Iya, mas. Aku tunggu. Ini aku juga udah masak yang enak untuk mas. Mas pasti suka. Karena itu makanan kesukaan mas."

"Iya, sayang. Aku selalu suka kalau kamu yang masak. Masakan kamu enak banget di lidah mas. Tak pernah bosan mas masaknya."

"Oke. Aku tunggu. Bye mas."

"Bye sayang...."

Lelaki itu pun segera masuk ke dalam kamar mandi. Ya, ia akan menemui kekasihnya saat ini. Setelah mendapat telpon tadi dia jadi tambah semangat. Amarahnya yang meluap tadi kini sirna sudah.

Ia kenakan parfum barunya. Parfum yang istrinya belum tau. Karena itu memang pilihan kekasih hatinya. Ia semprotkan ke bajunya, agar sang kekasih menempel padanya.

"Mau kemana kamu, mas?"

"Bukan urusanmu!" cetus Setu. Ia merasa berhadapan dengan suaminya, membuatnya tambah muak. Tadi sudah sempat ceria karena sang kekasih, eh malah kembali lagi manyun karena sang istri.

"Kenapa bukan urusanku? Kamu kan suami saya, mas?"

Setu abai. Ia meninggalkan Salin yang masih penasaran suaminya ingin kemana. Dan ia mencium bau yang berbeda pada aroma tubuh sang suami.

"Bukan aroma parfum yang saya beli," gumamnya.

Ya, pria dewasa yang sedang kasmaran di telpon tadi adalah Setu. Tetapi entah dengan siapa ia telponan, Salin tak tau. Tetapi Setu menyebutnya sebagai kekasih hatinya. Kekasih yang menjadi tempat ja pulang saat ia muak dengan sang istri.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!