Chapter 12. Noda Lipstik

Pagi ini, usai kepergian Setu ke kantor, Salin sedang berada di ruang laundry. Ia hendak memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Ia sudah mengumpulkan semua baju-baju kotor itu mulai dari kamarnya bersama Setu, juga kamar ibu Sirlina.

Kebiasaan Setu adalah meletakkan baju bekas pakainya di sembarang tempat. Di balik kamar, di pintu kamar mandi, di senderan kursi, bahkan kadang diatas ranjang.

Maka Salin harus mondar-mandir mengumpulkan keberadaan pakaian kotor suaminya itu. Setelah ia kumpulkan pakaian kotor suaminya, ia akan ke kamar ibu mertuanya. Sama, untuk membawa pakaian kotor mertuanya itu ke ruang laundry yang sudah dikumpulkan ibu Sirlina dalam keranjang baju kotor.

Kini, saat ia membalikkan jas kantor Setu, ia menemukan kejanggalan.

"Bekas lipstik," gumamnya.

Salin menemukan bekas lipstik berbentuk bibir di bagian dada sebelah kiri jas abu-abu itu. Tetapi sudah samar, tak mudah kelihatan bila tak diteliti dengan baik. Sepertinya sudah di hapus, akan tetapi yang menghapus kurang teliti, sehingga masih ada jejaknya.

Salin tak mau fokus pada jejak lipstik itu dulu. Ia memasukkan semua pakaian kotor itu ke dalam mesin, berikut deterjen dan airnya. Lalu ia putar tombol wash.

Sambil menunggu meski bekerja, Salin kembali ke jas bernoda lipstik tadi. Ia meneliti dengan seksama.

"Warnanya agak gelap. Ini bukan lipstik punya saya," gumamnya. Ia bicara dengan dirinya sendiri.

"Tunggu, tunggu. Ini jejak bibir siapa?" tanyanya seorang diri. Sungguh-sungguh ia meneliti noda lipstik itu.

****

"Kamu kok ke kantor sih? Kan mas lagi kerja."

"Kan aku rindu sama kamu, mas. Emang mas nggak rindu sama aku?"

"Rindu. Tapi kan nanti masih bisa kita ketemuan. Tunggu mas kerja dulu, rencana mas mau ajak kamu jalan-jalan."

"Beneran, mas?"

"Iya, beneran. Kemana?"

"Ada deh. Tapi kita nggak berdua."

"Lalu?"

"Sama orang kantor. Dan syaratnya harus sama pasangan masing-masing."

"Iyakah? Baiklah, aku ikut. Asal sama mas, aku pasti senang," ucap wanita itu dengan nada manja. Ia langsung mendudukkan diri dalam pangkuan lelaki itu.

"Aku juga sekalian bawa makan siang untuk mas. Kita lunch bareng. Udah lama kita nggak lunch bareng. Mas sih sibuk terus."

"Iya, sayang. Mas minta maaf. Trimakasih ya. Kamu sudah ingat, mas. Kamu sudah sabar menunggu mas kerja."

"Kan aku cinta sama mas." Wanita itu menautkan tangannya di leher pria itu. Kini keduanya saling berhadapan.

"Iya, sayang. Love you too."

Mereka berdua pun akhirnya saling berpelukan.

"Sayang, mas ganti nomor ya?"

"Lho, kenapa, mas?"

"Mas ingin nomor baru mas itu menjadi yang spesial buat kamu. Khusus buat kamu seorang," jawab lelaki itu sambil menoel ujung hidung gadisnya itu.

"Aaa, romantis banget."

"Nomor lama khusus untuk pekerjaan," pungkas pria itu. Selagi ia bicara, tangannya bergerak menuju laci meja kerjanya.

"Ini dia. Nomor baru dan hp baru khusus untuk kita berdua. Jadi kenangan tentang kita berdua akan kita buat di sini, mulai hari ini," terang pria itu lagi.

"Mas misscall ke nomor kamu, ya."

"Iya, mas Setu. Mas Setu yang terbaik," jawab wanita itu mengangguk senang.

Teringat Setu mengenai ponsel lamanya. Kala itu, malam yang dingin dan hujan lebat, ia menemukan istrinya sedang duduk di tepi ranjang. Penasaran, Setu pun membuka matanya. Mencaritahu apa yang sedang dilakukan sang istri.

Pelan-pelan ia angkat kepalanya agar ia dapat melihat apa yang dilakukan sang istri

"Itu kan ponselku," batin Setu.

"Kenapa nggak bisa dibuka?" Setu bisa mendengar dengan jelas apa yang terucap dari bibir sang istri.

"Uhh, untung saja hp nya pakai kunci. Kalau tidak mati saya," batin Setu lega.

Setu pun kembali melanjutkan tidurnya karena ia merasa lega, rahasianya tak terbongkar.

"Iihh, kenapa sih harus dikunci? Bikin kesal aja," gerutu Salin.

Ia melemparkan kembali ponsel suaminya itu ke sembarang arah. Dan Setu tersenyum licik menyaksikan semua tingkah istrinya itu.

"Kalau gitu, sekarang kita selfie yok, mas. Di hp terbaru," ucapnya senang. Ia masih bergelayut manja di pangkuan kekasihnya itu. Dengan tangan memegang ponsel baru itu.

"Mas..." panggil wanita yang biasa disapa Weni itu.

"Mas," panggilnya lagi dengan meninggikan suaranya.

"I-iya," jawab Setu terkejut.

"Mas mikirin apa sih? Kok aku dicuekin?" Setu gemas sekali dengan tingkah sang kekasih yang lucu, manyun gitu bibirnya.

"Nggak apa-apa, sayang. Maaf ya."

"Nggak mau. Males sama, mas," cetus Weni.

Weni pun beranjak langsung dari pangkuan sang kekasih.

"Gimana kalau kita belanja nanti?" tawar Setu.

Weni yang mendengar iming-iming dari sang kekasih, spontan menghentikan langkahnya.

"Beneran, mas?" tanyanya seraya senyum sumringah. Ia mengedipkan matanya berulang-ulang.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!