Chapter 17. Dia Sepupu Saya

Akibat mendengar kasak kusuk dari pada bapak-bapak itu, Salin merasa kantong kandung kemihnya penuh. Dan sepertinya ia harus menuntaskan hasratnya. Segera ia berlari arah lain, hendak mencari toilet, sambil menenteng handbag nya. Ia menelusuri gedung mewah itu, mencari keberadaan toilet.

"Permisi, mas....?" ucap Salin ragu. Dari kostum pria itu sepertinya ia bertugas sebagai pelayan di hotel itu.

"Yes, ma'am. What can i do for you?" tanyanya sopan.

Tersadar Salin, lelaki itu menjawab dengan bahasa Inggris.

"Could you please,show me a toilet?" (Boleh saya tau kamar mandi di sebelah mana?) tanya Salin dengan bahasa Inggris pula. Salin memang bisa berbicara dalam bahasa Inggris. Bahkan dengan bule sekalipun.

"Sure, ma'am. From her, go straight, then turn left. There is writing men's and women's toilets."

(Dari sini ibu jalan lurus, lalu belok kiri. Disitu ada tulisan toilet laki-laki dan perempuan).

"Oh, thank, Sir."

"You're welcome, ma'am."

Petugas hotel itu menunduk hormat pada Salin, salin membalas dengan menunduk juga. Lalu petugas hotel itu meninggalkan Salin untuk melanjutkan kerjanya akibat diusik Salin tadi.

Salin segera berjalan sesuai arahan petugas hotel tadi.

"Itu dia," gumamnya. Dengan langkah semangat ia menuju toilet itu dan segera masuk. Rasanya ia sudah sesak, tak tahan menuntaskan yang sedari tadi hendak keluar.

Beberapa saat kemudian...

"Ah, lega rasanya," ujar Salin. Ia mencuci tangannya di wastafel lalu merapikan pakaiannya di depan cermin.

Kemudian ia keluar dari toilet itu. ia berpapasan dengan seorang wanita dengan make up tebal, baju yang serba ketat dan kurang bahan. Bagi Salin itu kurang bahan.

"Ini perempuan, nggak kedinginan apa dengan baju kurang bahan seperti itu," batin Salin.

"Nggak kebayang aku pakai itu," batinnya lagi.

"Eh, eh, itu seperti mas Setu," ucapnya setelah ia berada di depan pintu toilet itu. Ia melihat sekelebat bayangan Setu. Lebih tepatnya yang ia lihat, punggung Setu.

"Iya, itu mas Setu. Berarti benar, mas Setu disini. Apa mas Setu suamiku juga yang dibicarakan mereka tadi?" batinnya penuh tanya.

Pikirannya pun kini teralihkan pada bayangan punggung Setu. Mengaitkan dengan ucapan bapak-bapak tadi.

Salin gegas menuju dimana ia melihat punggung Setu tadi. Bayangan itu masuk ke dalam, ke tempat acara dilangsungkannya resepsi itu.

Gegas Salin mengejar bayangan punggung itu. Ia tak mau lagi kehilangan jejak. Tadi ia sudah gagal meneliti mobil Setu, maka sekarang ia tak mau lagi gagal.

"Mas Setu!" serunya. Berharap orang yang dipanggil namanya menoleh melihat keberadaannya. Dan rencananya untuk menunjukkan jati dirinya ke rekan kerja Setu juga kepada Gita, akan ia lakukan saat ini.

Sementara orang yang mirip dengan Setu itu kini bergabung bersama rekan-rekannya.

Ditengah-tengah obrolan mereka, orang yang mirip Setu itu terkejut melihat seorang wanita yang menghampiri ke arah mereka.

"Salin," batinnya panik. Rasanya untuk menghindar ia tak bisa. Salin tinggal beberapa meter ada di depannya. Dan tatapan Salin tertuju hanya ke arahnya.

"Lo kenapa, bro?" tanya salah satu rekan Setu. Ia melihat Setu terdiam mematung, seolah merasa takut.

"Mas Setu..." panggil Salin.

Seketika ia teringat akan celoteh bapak-bapak yang membicarakan Setu tadi. Dan mereka adalah orang yang sama.

"Mas Setu, kok ada di sini? Bukankah mas Setu banyak kerjaan di kantor. Tau gitu kita berangkat barengan tadi, mas," ucap Salin tersenyum. Ia mencoba mengabaikan suara-suara bapak-bapak tadi yang terngiang-ngiang di telinganya, yang membicarakan tentang Setu. Dan ternyata itu adalah Setu, suaminya sendiri.

"Mana kekasih mas Setu? Kenapa dia sendirian?" batin Salin. "Apa mungkin masih di kamar mandi? Apa mungkin mereka baru saja selesai bercinta sesuai dengan apa kata mereka?" batin Salin, menangis.

"Dia siapa, bro? Berangkat bareng?" tanya salah satu rekan kerja Setu.

"Iya, kamu kenal?" sahut yang lainnya.

"Emm..... Dia.... Dia..... sepupuku," sahut Setu tergagap.

Deg

Bagai disambar petir di siang hari, terkejut Salin mendengar suaminya sendiri berkata bahwa ia sepupunya. Bagai di sayat sembilan, perih dan sakit diakui kepada teman-temannya bahwa ia adalah sepupu bukan istri. Sakit tak berdarah, menusuk hati Salin yang paling dalam, mengatakan ke khalayak ramai kalau ia, Salin diakui oleh suaminya sendiri, orang yang ia cintai sebagai sepupu.

Salin tak berdaya. Seketika kekuatannya menghilang. Kaki bahkan tubuhnya bergetar hebat.

"Mas Setu..." lirihnya pelan. Keseimbangan tubuhnya pun rasanya sudah hilang. Hampir saja terjatuh, tapi segera ia menguatkan dirinya sendiri.

Sedangkan Setu, berusaha memutar akal. Ia tak mau rahasianya terbongkar. Apalagi kalau Weni sampai tau ia sudah menikah, maka hubungannya akan hancur.

"Ikut saya," ucapnya mendekati Salin. Ia mencengkram sekuat tenaga pergelangan tangan Salin, agar wanita itu tak bersuara lagi.

Setu menebarkan senyum kepada rekan-rekannya. "Kami ke sana dulu, ya. Aku ada yang mau diomongin kepada sepupu gue," ucap Setu sembari menyunggingkan senyum kemunafikannya itu.

Biar orang beranggapan, di depan Setu sangat manis kepada sepupu yang berstatus sebagai istrinya itu, tetapi di dalam hati siapa yang tau? Siapa yang bisa melihat kalau Setu kesal bertemu salin di pesta ini. Setu menyesal, mengiyakan atau mengajak Weni ke sini.

Setu lupa kalau Salin memang akan ke sini, karena mereka sudah sepakat kemarin, bahwa hanya salin yang pergi. Sementara dia sibuk bekerja di perusahaannya.

Setu membawa Salin ke luar dari gedung itu. Setelah mereka di luar, Setu langsung melepaskan cengkraman tangannya dari pergelangan tangan Salin. Ia hempaskan dengan kuat hingga terlepas.

Salin meringis menahan sakit akibat cengkraman tangan suami kasarnya itu.

"Sakit, mas," ringisnya.

"Kalau kamu nggak mau lebih sakit lagu, jangan pernah mengaku kalau kamu istri saya di depan rekan kerja saya!" titah Setu sekaligus memberi ancaman.

"Kalau kamu ingin lebih sakit lagi, maka ungkapkan! Ungkapkan siapa kamu sebenarnya kalau kamu istri saya. Tetapi saya tidak akan pernah mengakuinya di depan rekan kerja saya. Saya tak Sudi mengakui kamu sebagai istri saya. Cuihh."

"Jadi benar, mas Setu selingkuh dari saya?" sela Salin. Ia tak memikirkan ancaman salin barusan. Yang sangat ia harapkan saat ibu adalah pengakuan dari Setu.

Deg

Jantung Setu terkejut mendengar pertanyaan Salin. Darimana ia tau itu? Dia saja tidak ada membawa Weni bersamanya. Hal yang disyukuri Setu saat ini adalah, Weni masih berada di kamar mandi. Jadi Salin tak memiliki bukti kalau ia selingkuh.

"Apa kamu bilang? Selingkuh? Nggak usah ngaco kamu," hardiknya.

"Kalau memang saya selingkuh seperti yang kamu tuduhkan, mana coba? Nggak ada kan. Saya tidak ada membawanya ke sini. Kamu jangan ngarang deh," elaknya.

"Tapi mas, rekan-rekan mas tadi bilang kalau selingkuhan mas ikut ke sini. Dan rencananya mas akan publish hubungan mas dengan gadis itu. Ada hubungan apa antara mas dengan gadis itu? Kekasih? Pacaran? Atau teman bercinta mas?"

Plak

Setu menampar wajah Salin dengan kuat.

"Heh, kalau ngomong jangan sembarangan ya. Saya adalah lelaki yang menjunjung tinggi tidak adanya perselingkuhan dalam rumah tangga saya. Saya bukan lelaki yang setuju adanya pelakor dalam rumah tangga saya. Seenaknya saja kamu bicara," sahut Setu berapi-api.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!