Chapter 10. Ibu Minta Uang

"Bagi duit. Ibu mau ke salon. Habis itu mau arisan. Sebelum arisan, ibu mau beli perhiasan. Ada model terbaru. Ibu nggak mau kalah sama teman arisan ibu."

"Kenapa nggak ibu minta sama mas Setu. Mas Setu kan...."

"Apa? Nggak mau kamu kasih uang sama ibu mertuamu? Mau jadi menantu durhaka kamu?" pekik ibu Sirlina.

"Katanya kerja siang dan malam. Tiba diminta mertuanya uang malah nggak mau kasih. Pelit banget jadi menantu "

"Bukan begitu, Bu tetapi.... Salin sudah.... "

Hampir saja ia keceplosan kalau ia sudah dipecat dari perusahaan besar itu.

"Sudah apa? Hah?" tanya ibu Sirlina. Ia mengangkat dagunya tinggi.

"Ada apa sih ribut-ribut?"

Tiba-tiba mereka berdua dikejutkan dengan suara bass seorang laki-laki. Tak lain dan tak bukan ia adalah Setu.

"Ini nih istri kamu. Ibu minta uang malah nggak dikasih. Bukannya dia ini kerja siang dan malam. Mana buktinya? Giliran ibu minta duit malah nggak kasih. Dasar pelit."

Setu tersenyum mencibir.

"Ya sudah jelas lah Bu, dia nggak ada uang. Dia kerjanya bukan kerja beneran kok. Dia kan cuma merayu boss nya itu. Alasan aja pergi kerja," tukas Setu. Setiap kata yang ia ucapkan ia tekankan.

"Mas, kenapa sih nuduh Salin begitu? Salin tak seperti yang mas tuduhkan."

"Alah, nggak usah berdalih kamu. Kamu pasti ketagihan kan mepet mepet sama atasan kamu itu. Iya kan?"

"Apa sih mas? Nggak jelas."

"Kalau begitu buktikan. Kasih ibu duit," sela ibu Sirlina.

Kembali Salin terdiam.

"Kenapa diam?"

Salin masih saja diam. Ia sedang berpikir keras. Apa ia harus memberikan uang pada ibu mertuanya? Yang ia yakini jumlahnya tidaklah sedikit. Uang untuk arisan, uang untuk beli perhiasan terbaru, uang untuk ke salon yang tak kaleng-kaleng harganya.

Mana mau ibu Sirlina perawatan di salon murahan. Tidak. Dia mau kualitas terbaik, yang sedang trend dan tentunya mahal. Supaya ia bisa pamer ke teman sosialitanya, supaya ia bisa pamer ke medsos, supaya ia bisa cerita ke teman arisannya. Atau supaya suatu saat ada kalanya mereka janjian sama-sama nyalon disana.

Semua itu salin pikirkan di dalam benaknya. Ia putar otaknya. Berpikir berulangkali apakah ia akan mengabulkan permintaan ibu mertuanya.

"Gimana kalau rumah ini aja kita gadai?" ujar ibu Sirlina memberi usul.

"Apa?" pekik Salin. "Ibu ingin menggadaikan rumah ini hanya untuk ke salon, ke arisan?"

"Kenapa rupanya?"

"Bu, itu rumah kan atas nama Salin, Bu. Kok ibu tega sih ibu?"

"Oh, jadi kamu mengandalkan dirimu yang bekerja di perusahaan besar itu? Kamu udah sombong sekarang ya!" sela Setu.

"Bukan gitu, mas tapi..."

"Apa? Jadi kamu mau pamer? Kamu mau hitungan? Hah?" seru Setu. Ia bangkit berdiri dengan amarah yang memuncak.

Disini, sikap arogannya muncul sudah. Sifat merasa direndahkan sang istri keluar sudah.

"Benar kan yang saya bilang. Kalau kamu menyepelekan saya karena saya tidak sekaya boss kamu itu. Kamu pasti bandingin antara gaji kamu dengan gaji saya kan? Bahkan kamu bandingkan saya dengan kamu karena kamu lulusan S2 luar negeri kan?"

"Baik. Saya akan ungkit semuanya," ucapnya geram.

"Ya, rumah ini atas namamu. Seisi rumah ini, kamu yang bertanggung jawab. Biaya kita menikah juga hampir setengah kamu yang bertanggung jawab. Uang saku ibu kamu yang tanggung jawab. Semua kebutuhan ku, kamu juga yang tanggung jawab. Perusahaan yang kupegang sekarang juga kamu yang paling berperan besar dalam hal dana di sini. Sudah?" sergah Setu beruntut.

"Puas kamu? Puas kamu merendahkan saya? Atau mungkin ada yang lupa yang belum saya sebutkan?" cetus Setu. Emosinya masih menggebu-gebu.

"Mau saya hitung semua biaya yang sudah kamu keluarkan selama kita membina rumah tangga? Mau saya kalkulasikan berapa sudah uangmu yang sudah kamu belanjakan untuk kebutuhan kita sehari-hari? Hah?" pekiknya.

"Bukan gitu, mas. Saya nggak ada maksud merendahkan mas. Saya juga nggak bermaksud menghitung-hitung. Tetapi...."

"Tetapi apa? Sadar nggak sih kamu yang duluan mengungkit. Mau kamu apa sekarang?"

"Maksudnya mas?"

"Ya kamu mau apa? Mau kamu hentikan semua fasilitas di rumah ini? Kamu mau stop uang saku ibu?"

"Kamu salah besar, mas. Saya nggak niat untuk melakukan semua itu. Hanya saya ingin mas berpikir, cobalah berhemat. Ibu juga. Belilah sesuatu sesuai kebutuhan dan sesuai isi dompet."

"Kamu mau ngajari ibu?" pekik ibu Sirlina.

"Kamu ngajari saya?" pekik Setu. Ibu dan anak itu serentak memekik pada Salin.

"Bukan begitu, mas, Bu," sahut Salin.

"Kalau begitu kasih ibu duit sekarang! Lebihkan!"

"Baiklah, Bu." Akhirnya hanya kata itu yang bisa keluar dari bibir Salin. Ia tak mau pertengkaran ini akan berkepanjangan. Ia masih ingin rumah tangganya hancur.

"Nah gitu kek dari tadi. Tunggu berdebat berkepanjangan baru kamu kasih ibu duit."

Salin diam saja. Sementara Setu tersenyum tipis.

"Mana? Sini!"

"Ibu kirim nomor rekeningnya. Biar saya transfer."

Gegas ibu Sirlina mengirimkan apa yang Salin minta. Dan langsung terdengar notifikasi masuk pada ponsel Salin.

"Sudah, Bu," ucap Salin. Ia pun meninggalkan mertua dan suaminya itu menuju kamar mandi.

Ibu Sirlina tersenyum sumringah saat melihat ada pesan masuk di ponselnya.

"Se-senang itu ibu?" tanya Setu pada sang ibu. Ia turut senang melihat ibunya bahagia.

"Iya dong. Ibu bisa perawatan sepuasnya. Ibu bisa ikut arisan, bisa beli perhiasan. Makanya, kamu juga harus bisa kayak dia," celetuk sang ibu.

"Ibu membandingkan aku dengannya? Sama saja ibu dengan dia," ujar Setu. Ia segera berlalu, meninggalkan ibunya di dalam kamar mereka.

"E eh, bukan gitu maksud ibu. Ibu hanya ingin kamu bekerja keras, cari uang yang banyak, jadi istrimu pun tidak memandangi sepele dirimu," tutur ibu Sirlina.

"Dasar. Ibu masih ngomong dia udah melipir. Untung ibu sayang," pungkasnya akhirnya.

"Sekarang saatnya untuk menghabiskan uang. Hehehe...." Ia tertawa riang. Ibarat anak kecil karena diberi mainan kesukaannya.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!