Chapter 2. Menantu Tak Becus

"Mas, apa sih salahku sama kamu? Kenapa kamu suka marah-marah terus?" tanya Salin dengan hati-hati.

Akhir-akhir ini, ia mulai hati-hati bicara dengan sang suami. Sedikit - sedikit marah. Sedikit - sedikit main fisik. Tak jarang Salin mendapati luka memar di tubuhnya akibat ulang sang suami.

Dan sering bukan masalah besar. Sering sekali masalah sepele yang membuat emosi sang suami naik sampai ke ubun-ubun.

"Ada masalah di kantor, mas?" tanyanya lagi. Karena tak da reaksi atas pertanyaannya kepada suaminya itu.

"Bukan urusanmu!"

"Tapi, mas..."

"Aaah, cerewet! Diam kamu! Berisik! Urus urusanmu sendiri!" Setu bahkan berapi-api mengucap setiap kalimat beruntun itu.

"Kok gitu sih mas ngomongnya? Salah ku apa mas sama kamu?" tanya Salin lagi. Masih mencoba halus dan lembut berbicara. Walau bagaimanapun tindakan suaminya kepadanya, saling tetap menghormati suaminya itu. Ia selalu menjadikan mamanya sebagai panutan. Walaupun papanya sering menyakiti mamanya.

"Salahmu kamu bilang? Kamu pura-pura nggak tau atau memang kamu lola? Katanya master, tapi lelet. Beli ijazah ya?"

"Apa sih, mas. Tanyaku apa, jawab mas apa. Nggak nyambung."

"Iyalah. Hanya kamu yang nyambung. Mentang-mentang kamu master. Selalu saja menganggap orang remeh. Aku ini apalah."

"Apa sih kamu, mas? Nggak jelas. Siapa yang membahas master. Master chef ya, mas?"

"Garing. Nggak lucu," celetuk Setu jengkel.

"Ya, aku kan bukan pelawak, mas. Mana bisa aku bikin lucu. Kamu ada-ada saja, mas mas."

"Diam kamu!"

****

"Saliiiin…..." pekik seroang wanita paruh baya.

Salin yang sedang ada di kamar, beres-beres sungguh terkejut dengan pekikan ibu mertuanya itu. Masih pagi sekali padahal. Bahkan matahari belum juga muncul, tapi rumah besar itu sudah ribut. Dan suara keributan itu hanya berasal dari suara seorang ibu paruh baya yaitu mertua dari Salin.

Segera Salin bergegas menyelesaikan urusannya di kamar, lalu ia berlari menghampiri sang mertua.

"Ada apa, ibu?" tanyanya lembut. Napasnya masih ngos-ngosan.

"Mana bajuku?" tanyanya masih memekik.

"Ibu, maaf. Bisa dipelankan sedikit suaranya? Masih pagi lho, Bu."

"Kamu ngajarin aku? Sudah berani kamu ya?" hardik wanita itu.

"Sini kamu!" titahnya. Tak membiarkan Salin mendekat, tapi ia yang mendekati Salin lalu menjambak rambut Salin. Bagai tali kekang, ia tarik rambut Salin itu hingga salin merasa sangat kesakitan.

"Apa salahku, ibu?" tanya Salin gemetar. Ia masih tertunduk akibat tarikan rambut dari sang mertua.

Mendengar tanya Salin, ibu Sirlina pun tambah marah. Wajahnya memerah. Giginya gemeletuk.

"Masih tanya apa salahmu? Heh, tugas kamu itu membereskan semua pakaian ku, menyiapkan air mandiku, belanja, sikat WC, memasak, pokoknya semua isi rumah ini, kamu yang bertanggung jawab!"

"Tapi ibu, bukan kah ada asisten rumah tangga? Lalu kalau Salin yang ngerjain semuanya, bagaimana salin akan bekerja, ibu? Kalau Salin telat bagaimana?" Salin mencoba melepaskan rambutnya dari cengkeraman ibu mertuanya itu. Tetapi ia tak mampu.

Sebenarnya dari segi tenaga, Salin bukannya tidak mampu melawan ibu mertuanya. Ia sanggup, sangat sanggup malah. Tetapi bukan itu maunya Salin. Ia masih menghormati ibu mertuanya itu. Ia berharap semuanya bisa dibicarakan baik-baik.

"Tidak ada pelayan. Aku sudah memecatnya."

"Tapi kenapa ibu?"

"Jelas karena itu akan buang-buang uang. Kan masih ada kamu yang ngerjain semuanya. Kamu mau santai aja gitu di rumah ini? Mau jadi ratu kamu? Huh, jangan mimpi!"

Ibu Sirlina menghempaskan rambut Salin yang ia jambak tadi. Sehingga membuat salin hampir saja terjatuh kalau ia tak bisa menahan diri dengan menjaga keseimbangan tubuhnya.

Salin pun berdiri tegak lalu merapikan rambutnya yang berantakan.

"Sekarang cari bajuku!" titah Sirlina lagi. "Cepat!" hardiknya.

"Baju yang mana, bu?" tanya Salin berusaha senyum.

"Tegar sekali wanita ini. Masih bisa tersenyum walau aku sudah menyiksa dia lahir dan batin. Tetapi dia masih bisa senyum?" batin ibu Sirlina.

"Baju yang warna gold. Yang banyak bling bling nya itu. Awas kalau payetnya itu jatuh walau sebiji pun. Habis kamu," ancam sang ibu mertua.

Salin pun paham baju yang mana yang diucapkan sang ibu mertua. Ya, Salin tau. Baju itu sangat mahal. Mungkin bukan yang paling mahal diantara baju-baju sang mertua. Bahkan baju itu juga sedang viral dan diminati ibu-ibu pecinta fashion terbaru apalagi dengan viral.

Memang semua baju mertuanya mahal. Bahkan seluruh isi rumah ini dibeli dengan harga mahal dan kualitas terbaik.

Tetapi tidak dengan apa yang dipunya Salin. Tak pernah sekalipun ibu mertuanya itu mengijinkan Salin membeli barang untuk dirinya yang mahal. Semuanya standar. Bahkan suaminya sekalipun, tak pernah membeli ia barang branded sejak mereka memutuskan untuk menikah.

Sering sekali Salin diam-diam membelikan barang yang lumayan lah untuk mendukung penampilannya. Mengingat dia bekerja sebagai sekretaris CEO di perusahaan terbesar di negara itu. Perusahaan nomor satu pula dan bergengsi.

Tetapi sering juga ibu mertuanya dan suaminya protes apabila Salin memakai barang itu dan mereka tau itu mahal. Alasan Salin selalu adalah hadiah dari kantor. Hadiah dari bos. Hadiah dari teman-teman.

Alasan itulah yang membuat Setu menuduh Salin bahwa salin berselingkuh di kantor. Ia tak terima Salin bekerja dengan gaji yang lebih besar darinya. Ia tak terima bahwa Salin bekerja di perusahaan yang jauh lebih besar darinya. Ia tak terima bila Salin mendapatkan beasiswa dari perusahaan hingga ia mendapatkan gelar lebih tinggi darinya.

Alasan - alasan itulah yang menimbulkan perkara yang semakin menggunung di dalam rumah tangga Setu dan Salin. Dan Salin tak pernah tau itu. Karena ia sendiri merasa biasa saja. Tak pernah ia merasa Setu lebih rendah darinya. Tak pernah ia foya-foya atas apa yang ia punya. Tak pernah ia boros dengan apa yang ia miliki. Oleh karena itu ia merasa tidak ada masalah. Beda halnya dengan Setu dan juga ibu Sirlina, ibu mertuanya itu.

"Salin, mana bajunya?" pekik sang mertua lagi. Padahal baru beberapa menit ia menyuruh Salin untuk mencari keberadaan baju itu.

"Sebentar, bu. Belum ketemu," sahut Salin.

"Kamu ngapain aja sih? Lelet banget," cibir ibu Sirlina.

"Maaf Bu, tapi aku udah mencari dimana-mana tapi nggak ada."

"Alah, bilang saja kamu malas. Sama, cari lagi!" titahnya lagi.

"Maaf, Bu. Boleh Salin cari di lemari ibu?" tanya Salin hati-hati sekali.

"Enak saja. Nggak sopan kamu. Itu privasi saya. Enak aja kamu mau otak atik isi lemariku. Dimana etikamu? Katanya master. S2, tapi apa? Attitude aja nggak ada," cibir ibu Sirlina.

"Tapi, Bu. harus kemana lagi aku mencari? Mungkin keselip di lemari ibu. Atau...."

"Aah, dasar nggak berguna. Nggak guna aku suruh kamu nyari. Nggak becus kamu jadi menantu."

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!