Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki

"Kamu dari mana saja mas? Tumben kamu lama pulang. Biasanya kamu tak pernah begini mas, paling lama kamu pulang jam sembilan malam."

"Tidak usah banyak tanya! Saya tidak butuh cerewet kamu, yang terlalu suka mencampuri urusan orang lain."

"Orang lain kamu bilang mas? Aku istri kamu mas. Aku bukan orang lain. Dua tahun kita sudah menikah mas dan dua tahun kita masa pacaran, apakah aku masih orang lain di mata kamu mas? Apa mas sudah berubah? Mana cinta macam dulu? Dimana mas Setu yang dulu?"

Rasanya Salin tak mampu lagi menahan amarahnya. Sampai-sampai, ia menyebut aku pada dirinya. Padahal biasanya saya yang ia ucapkan pada dirinya.

"Apa mas masih ingat kita berjuang dari nol? Dari mas belum ada apa-apa hingga seperti sekarang ini. Dulu, kita saling mendukung hingga kita ada di titik ini."

"Titik yang mana maksudmu? Titik di mana kamu yang lebih tinggi pendidikan hanya dari suamimu? Titik di mana kamu yang lebih besar gajinya daripada suamimu? Titik di mana kamu tidak menghargai suamimu karena kamu lebih daripada suamimu? Itukah yang kamu maksud?"

Setu pun membalasnya tak kalah emosi. Pasangan suami istri itu pun bersitegang.

"Kenapa sih mas selalu bahas itu? Saya tidak pernah mas membandingkan saya dengan mas. Saya selalu menghormati mas sebagai kepala keluarga di rumah tangga kita, sebagai imam bagi saya selaku istri mas. Apa salah saya bertanya, kenapa mas berubah? Apa salah saya bertanya, di mana cinta untuk saya, salah mas?

"Sudahlah, tidak usah banyak tanya dan tidak usah banyak drama Saya tidak butuh itu. Saya capek mau tidur. Suami baru pulang kerja lembur bukan disambut malah nyerocos saja dari tadi. Nggak jelas. Saya mau mandi siapkan baju saya!"

"Tapi mas, tolong dengarkan dulu saya sekali ini saja," mohon Salin. Ia berharap semua bisa dibicarakan dengan baik. Bukan malah adu otot dan adu otak.

"Dengarkan apa sih? Apalagi yang ingin kamu bahas? Nggak ngerti apa bahasa? Saya bilang saya sudah capek, saya sudah lelah. Saya mau tidur gimana sih?" omel Setu.

"Iya yah, saya akan siapkan baju mas. Tapi mas janji ya, besok kita akan bicara ya mas. Sudah lama kita tidak ada deep talk.

Setu mengabaikan apa kata istrinya itu Ia lebih memilih masuk ke dalam kamar mandi lalu membanting pintu itu, menutupkannya dengan kasar sehingga suara pintu tersebut menggelegar. Membuat penghuni rumah itu terkejut tak terkecuali ibu sirlina yang saat ini sedang berada di meja makan menikmati hidangan yang baru saja dibeli oleh Setu.

"Mana kamu yang dulu mas? Yang lembut, yang perhatian, yang cinta hanya untuk saya. Mana mas?" batin Salin.

"ulu kita hidup sederhana mas tapi kamu tidak pernah mengeluh sama saya juga. Justru kamu yang selalu menguatkan saya mas, selalu mengajari saya untuk tetap bersyukur atas apa yang telah kita miliki . Kamu yang dulu selalu menguatkan saya di saat saya hendak menyelesaikan studi saya, kamu yang tahu lebih banyak mengenai papa yang tidak mendukung saya untuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi."

"Kamu selalu ada mas. Kamu sembunyikan semua dari papa tapi tidak dari mama. Papa yang orangnya keras mendidik kami, dengan keras melarang seorang anak perempuannya untuk melaju ke pendidikan tinggi. Sikapmu yang selalu mendukung saya, sikapmu yang selalu menghargai setiap perempuan, membuat Mama tergoda kepadamu mas. Terpikat untuk menjadikanmu sebagai suami putrinya."

"Karena mama lah kita bisa menjadi seperti sekarang, menjadi sepasang suami istri yang sudah berikrar di hadapan sang pencipta bahwa kita akan selalu bersama setia sampai mati tak ada yang bisa memisahkan baik manusia atau yang lain kecuali maut.

"Dulu kamu menjanjikan kepada saya, kamu akan bahagiakan saya mas. Kamu tidak akan membiarkan saya untuk meneteskan air mata. Itu janji kamu dulu pada mama. tapi lihat mas sekarang aku sedih mas aku terluka. Kamu berubah. Kamu amu semakin hati semakin cuek, dingin dan tidak peduli. bahkan kamu abai sama saya mas."

"Mas sudah tidak menghiraukan perasaan saya lagi, bahkan mas bekerja sama dengan ibu untuk menjadikan saya. bahkan sekarang mas lebih suka tersenyum pada ponsel mas. ada apa di ponsel mas. saya salah apa mas?

Begitu banyak tanya yang menggunung di benak Salin. Namun, sepertinya ia tak punya keberanian untuk bertanya kepada Setu. Ia tahu, kalau ia bertanya maka Setu akan marah kepadanya. Bukan jawaban yang akan ia dapatkan kelak tapi malah amukan, geraman, amarah dari suaminya itu.

Dengan hati yang pilu, dengan hati yang bimbang, dengan hati yang penuh tanya, Salin tetap menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Ia berharap esok adalah hari yang indah, berharap suaminya itu mau bicara dari hati ke hati kepadanya. Dan dia akan jujur kepada suaminya bahwa ia telah dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja.

Mungkin keputusannya sudah tepat. Sehingga suami dan ibu mertuanya tidak akan menganggapnya lagi istri yang tak berguna, menantu durhaka, menantu tak becus dan banyak hal lainnya.

Tetapi saling kembali berpikir kepada kelangsungan hidup mereka kedepannya. Teringat sama lama ini, bisa dibilang Salin adalah tulang punggung di keluarga ini. Memang antara dia dengan Setu sama-sama bekerja tapi entah ke mana semua penghasilan Setu. Setiap bulan Salin tak pernah pegang. sangat jarang. Saya itu mengajak ia makan di luar atau memberi nafkah berupa uang. Atau.. itulah zaman sekarang suami memberikan gaji untuk istrinya. tidak saling tidak merasakan itu.

Setiap ia bertanya maka si Setu akan menjawab bahwa gajinya telah habis untuk membayar gaji karyawannya. Gajinya telah habis untuk investasi. banyak hal yanpg menjadi alasan Setu sehingga ia akhirnya tidak menyetor gajinya kepada istrinya itu.

Selama 2 tahun menikah, Salinlah! Iya, ia memenuhi kebutuhan nafkah untuk suaminya dan ibu mertuanya. tetapi tidak ada yang tahu semua itu. baik Mama salin papa Salin, adik Salin ataupun Kakak laki-lakinya. Bahkan ia tak pernah bercerita kepada keluarganya, kalau Setu sering berbuat kasar kepadanya melukai tubuhnya.

Salin tak mau ibunya terluka. Salin tak mau ibunya kecewa. Salin tak mau mamanya sedih. Karena arena sejauh ini jika sampai ketahuan mamanya mengkhawatirkan salin maka papanya akan marah kepada mamanya.

Ya, hanya krena kesamaan prinsip dan karakter , papa Salin mengizinkan Salin untuk menikah dengan Setu. Yang papanya kira kalau Setu dengannya adalah sepemikiran.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!