Chapter 8. Jasa Clean Online

Flashback on 1

"Hallo, mbak. Dengan mbak Salin yang sudah order jasa clean online kan?"

"Iya, mbak. Benar."

"Alamatnya sudah sesuai titik kan mbak?"

"Iya, mbak benar. Nanti kalau sudah sampai depan kabari ya, mbak. Hubungi saya segera."

"Baik, mbak "

"Trimakasih, mbak."

"Iya, mbak. Sama-sama.

Tak berapa lama, ponsel Salin berbunyi kembali. Notifikasi yang menandakan bahwa jasa clean online sudah tiba sesuai arahan Salin.

Segera Salin menghampiri si mbak-mbak itu. Lalu mengarahkan kembali untuk masuk lewat pintu belakang. Salin sudah hapal betul kebiasaan ibu mertuanya dan juga suaminya. Paling tak pernah menginjakkan kaki dari belakang apalagi suasana pagi.

Salin dan si mbak mbak itu melakukan aksinya dengan sangat hati-hati. Simbiosis mutualisme. Salin cepat kelar pekerjaan dari ibu mertuanya sementara si mbak-mbak itu dapat orderan di pagi hari. Orderan pertama untuk hari ini.

Salin tak tinggal diam. Sambil harap-harap cemas ia juga turut meringankan beban pekerjaan si mbak mbak itu. Ia takut ibu mertuanya memergokinya sedang menggunakan jasa clean online.

Oleh karena itu ia turut membantu membereskan kamar sementara si mbak-mbak tadi membereskan kamar mandi.

Tidak sampai setengah jam, semuanya beres. Kamar itu baunya harum, bersih, tapi dan enak dipandang.

Usai Salin membayar si mbak-mbak itu, ia pun menyuruh si mbak segera pergi sesuai arahan darinya. Darimana ia tadi masuk, maka dari situ pulalah si mbak tadi keluar. Tentunya Salin menambahkan tips pada si mbak. Meminta kontaknya kalau suatu saat membutuhkan bantuan urgent seperti sekarang ini.

"Sekali lagi terimakasih, mbak. Semoga kerjasama kita terus berlanjut," ucap si mbaknya tulus.

"Sama-sama, mbak. Nanti kalau saya perlu kembali saya hubungi mbak ya," jawab Salin. Yang dijawab oleh si mbak itu dengan anggukan kepala.

Setelah memastikan semuanya sudah beres, Salin segera masuk kamar. Ia menggunakan kesempatan yang seminim ini sebaik-baiknya. Berharap ia tak terlambat ke kantor. Untung saja Setu dan ibu Sirlina sedang menikmati sarapan sekarang. Sementara Salin sudah sarapan tadi duluan setelah masakannya sudah jadi.

Usai bersiap, sudah rapi dengan baju kerja, make up sudah se natural mungkin, Salin pun berangkat segera menaiki taksi online dan tentunya dari pintu yang sama saat si mbak-mbak clean online tadi keluar.

Tentu saja Salin berdoa dalam batin, berharap tak ketahuan oleh ibu mertua dan suaminya. Dan untungnya ia selamat sampai di kantor tetapi sudah terlambat lima menit.

Flashback 2

"Halo, mbak. Sedang sibuk kah hari ini?"

"Iya, mbak Salin. Ada apa? Ada yang bisa saya bantu?"

"Iya, mbak. Saya butuh bantuan mbak."

Ya, lagi lagi, pagi ini Salin kembali merepotkan si mbak clean online waktu itu. Meminta bantuan kepadanya untuk datang ke kediaman keluarga suaminya, tempat ia tinggal sekarang.

"Nanti kalau mbak sudah sampai di lokasi yang saya share, berkabar ya, mbak. Saya butuh banget bantuan, mbak. ini urgent banget. Bisa kan mbak?" tanya Salin penuh harap.

"Bantuan apa, mbak kalau boleh tau? Kebersihan lagi kah? Atau beberes, mbak?"

"Bukan. Untuk tugas itu nanti saya akan kasitau. Sekarang mbak siapkan saja alat untuk mendobrak pintu, tapi kalau bisa yang tidak meninggalkan jejak."

"Maksudnya gimana, mbak saya nggak ngerti?" tanya si mbak itu. Ia mengerutkan keningnya bingung. Meski ia tau Salin tak kan bisa melihatnya. Tetapi itu gerakan yang reflek.

"Nanti saya kabari, mbak. Kalau saya cerita sekarang, kelamaan. Nanti saya akan cerita saat mbak lagi di jalan. Mbak ada headset bluetooth kan?"

"Ada, mbak."

"Nah, sekarang mbak pakai headset bluetooth aja. Kita ngobrol mbak sambil jalan. Saya takut telat lagi, mbak."

Sambil Salin memberi saran, mbak itu pun mendengar sambil melakukan apa yang disarankan Salin. Hingga kini headset bluetooth itu sudah terpasang di telinganya.

"Udah, mbak. Saya sekarang sudah memakai headset bluetooth dan sedang diatas motor."

"Bagus. Sekarang mohon dengarkan saya bicara. Fokus ya mbak."

"Siap, mbak."

"Tetapi maaf, saya harus memanggil mbak siapa ya ya? Boleh tau nama mbak?"

"Saya Denia,, mbak. Panggil Deni saja. Nia juga boleh," jawab si mbak itu.

Sembari Denia menjalankan sepeda motornya, Salin pun menceritakan apa yang bisa dibantu oleh Denia. Dan menceritakan kondisi urgent yang saat ini terjadi padanya dan benar-benar butuh bantuan Denia.

"Nanti akan saya tambah tipsnya, mbak Nia," ucap Salin penuh harap.

Ya, saat ini Salin sedang di sekap oleh suaminya sendiri di kamar pembantu. Dan ia tak punya kunci serap agar bisa membuka kamar itu. Tetapi ia tau dimana letaknya kunci itu berada.

Salin tentu tidak mau dipecat hanya gara-gara terlambat. Ia ingin meneruskan kariernya, menunjukkan pada dunia bahwa wanita juga bisa bekerja. Melakukan apa saja sesuai kemampuan mereka, sesuai minta dan bakat perempuan itu sendiri.

Ia tak mau kehilangan pekerjaannya. Prinsip Salin memang, meski ayahnya adalah orang berada, tetapi ia tidak mau mengatasnamakan segala sesuatu dengan apa yang dimiliki sang ayah. Ia ingin menjadi wanita mandiri yang tanpa membawa-bawa nama sang ayah.

Ting

Bunyi notifikasi ponselnya kembali terdengar.

"Mbak, saya sudah di depan. Apa yang haru saya lakukan sekarang?" tanya Denia.

Kembali Salin mengarahkan Denia agar tidak ketahuan oleh kedua penghuni rumah lainnya. Yaitu Setu dan ibu Sirlina. Yang saat ini tentu saja sedang menikmati sarapan pagi. Tetapi salin tak tau apakah mereka bisa makan, apakah ibu Sirlina yang memasak. Dia tak tau itu. Karena biasanya ia yang memasak untuk keseharian mereka.

Denia berjalan mengendap-endap, lihat kanan, kiri, depan dan belakang, berharap tak ada yang melihatnya.

Hingga ia telah berhasil masuk ke ruangan yang sudah diarahkan oleh Salin.

"Mbak? Mbak siapa ya? Dan kenapa mbak bisa masuk ke...."

Tiba-tiba Denia mendengar suara seorang wanita dewasa dari arah belakangnya. Dengan takut-takut ia menoleh. Jantungnya berdetak kencang bertalu-talu.

"Mati aku. Ketahuan. Duh gimana ini? Aku harus jawab apa?" batinnya.

"I-itu, sa-saya....."

"Mbak temannya nona Salin ya?" tanya si wanita itu. Dia adalah asisten rumah tangga lama yang ditelepon kembali oleh ibu Sirlina untuk memasak sarapan mereka hari ini. Dan juga untuk beres-beres rumah sampai Salin selesai masa hukumannya.

"Sa-saya...."

"Maaf ya, mbak. Saya nggak tau dimana non Salin. Saya sudah coba cari-cari di sekitar rumah tapi tak ada. Biasanya mbak Salin sudan repot di dapur dan bersih-bersih pagi-pagi begini. Tetapi dari subuh tadi saya sampai non Salin tak nampak," jelas si bibi.

Denia pin bernapas lega. Tadinya ia mengira bahwa wanita paruh baya itu adalah mertua Salin. Tetapi setelah mendengar keterangan bibi itu, ia pun paham dan ia merasa lega. Sepertinya si bibi berada di pihak Salin.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!