Chapter 3. Istri Durhaka

"Sudahlah! Anak-anak sudah besar. Untuk apa kamu pikirkan mereka? Mereka itu pasti menjalankan kewajibannya masing-masing," ucap Sande - papa Salin.

Sande mencoba menenangkan sang istri agar tidak khawatir kepada putrinya, Salin dan juga Stephania.

Saat ini Stephania sedang duduk di bangku kelas 3 SMA. Dia adalah anak kedua dari Sefarina, hasil pernikahannya dengan Sande Devaro. Sementara Salin dan Stephania mempunyai seorang kakak laki-laki yang bernama Ardan. Hasil pernikahan Sande Devaro dan istrinya dulu, Senti kakaknya Sefarina.

Di mata Sande Devaro, anak perempuan dan laki-laki sungguh sangat berbeda. Dimana laki-laki harus mencapai mimpinya setinggi mungkin. Sementara perempuan, bersekolah seadanya karena pada akhirnya akan kembali pada kegiatan di dapur. Tak peduli ia dengan cita-cita atau impian kedua putrinya.

Kehidupan yang dijalani Salin dan Stephania sungguh keras. Berbeda halnya dengan Ardan.

Salin, sebagai anak yang selalu mendengarkan apa kata orang tua, termasuk ayahnya, selalu menuruti apa kata sang ayah. Tak pernah ia membantah apa pun kata sang papa. Bahkan, pertemuan antara Salin dan Seru tak luput dari campur tangan papa Sande Devaro.

Mama Sefarina diam saja dengan ucapan suaminya. Selama puluhan tahun ia menyandang status sebagai istri dari Sande, tak pernah ia meremehkan sang suami. Ia selalu menghormati, menghargai suaminya. Dan menganggap semua ucapan yang keluar dari mulut suaminya adalah titah.

****

"Ibu, Salin sudah selesai semua tugas. Boleh ya Bu salin pergi?"

Salin mencoba meminta ijin untuk berangkat kerja kepada ibu mertuanya itu. Sementara Sirlina, sengaja memberikan segudang pekerjaan di pagi hari itu kepada sang menantu. Dengan tujuan Salin terlambat datang ke kantor dan akhirnya mendapatkan teguran dari bosnya. Kemungkinan terburuk adalah dia akan dipecat.

"Ngebet banget mau pergi?" cibir ibu Sirlina. "Baru jam berapa," timpalnya lagi.

"Kamu belum bisa pergi sebelum kamu beresin kamar saya."

"Tapi, Bu tadi sudah saya bereskan. Bereskan gimana lagi, Bu?"

Sirlina gegas berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya.

"Beres gimana? Buta ya mata mu? Lihat tuh!" Ia menunjuk ke arah tengah-tengah kamar dengan barang yang berserakan.

Seingat Salin, ia sudah membereskan semuanya tadi. Tetapi kenapa bisa berantakan kembali? Ada apa sebenarnya?

Tentu pertanyaan - pertanyaan itu hanya Salin ucapkan dalam hati. Karena kalau sampai ia bertanya, maka waktu akan semakin banyak terbuang. Toh belum tentu juga ibu mertuanya itu mau langsung menjawab.

Salin menunduk hormat kepada ibu mertuanya lalu, segera masuk ke dalam kamar itu. Alangkah terkejutnya ia saat mendapati kamar yang sangat berantakan itu. Baju berserakan diatas tempat tidur, selimut dan bantal berserakan diatas lantai. Ada noda bekas minuman. Entahlah, tak terungkapkan bagaimana menjelaskannya.

"Ini kok bisa seperti ini? Perasaan tadi sudah aku bereskan. Dan ini kenapa jadi berantakan begini? Ulah siapa ini?" tanya Salin dalam hati. Ia menatap kamar itu penuh makna dan penuh tanya.

"Cepetan! Malah bengong," pekik ibu Sirlina tiba-tiba. Membuyarkan lamunan Salin yang tak habis pikir dengan keadaan kamar itu.

Salin menatap jam di tangannya.

"Bu, boleh nggak kalau nanti saja Salin bereskan? Soalnya kalau sekarang kan nggak keburu. Nanti Salin terlambat ke kantor gimana, Bu?"

"Itu bukan urusan saya!" ucap ibu Sirlina. Memberi penekanan pada kalimat itu. "Sekarang yang harus kamu lakukan adalah bereskan semuanya! Tidak ada bantahan."

"Tapi, Bu...."

"Sudah kubilang tidak ada tapi-tapian. Kerjakan sekarang!" titahnya dengan tegas dan tak mau dibantah.

"Atau gimana kalau nanti Salin bereskan saat jam makan siang di kantor, Bu?" masih coba Salin menawar.

"Nanti kan ada istirahat di kantor saat jam makan siang. Kira-kira se jam-an lebih lah. Gimana, Bu?" imbuhnya lagi. Dalam hati Salin berharap tawaran yang ia berikan dikabulkan sang mama.

"Apa kamu bilang? Kamu kira saya sedang jualan apa? Pakai tawar menawar segala."

"Setelah kamu bereskan kamar ini, kamu harus membersihkan kamar mandi saya. Kamu pel sampai kinclong. Dan harus kering. Saya tidak suka basah-basah kamar mandi saya," ucapnya tegas lagi.

Salin menarik napas panjang. Ia memutar otak. Bagaimana cara dia membersihkan semua ini dalam waktu yang begitu mepet.

"Nanti saya datang. Saya akan cek. Kalau masih belum sesuai dengan yang saya sebutkan tadi, maka bersiaplah. Saya akan beri pelajaran padamu," ancam sang mertua. "Saya mau sarapan dulu."

Ibu Sirlina pun meninggalkan kamarnya dan beranjak ke dapur untuk sarapan bersama dengan anak kesayangannya itu.

"Salin...."

"Salin...."

Terdengar lagi suara bariton yang sangat menggelegar di pagi hari itu. Memanggil Salin, istrinya yang sedang berada di kamar ibunya.

"Bu, kemana Salin? Saya panggil dari tadi malah nggak jawab. Buat kepala tambah pusing saja," adu Setu pada ibunya.

"Salin ada di kamar ibu Dia saya suruh bereskan kamar ibu dan juga kamar mandi," sahut ibunya santai.

"Ibu apaan sih? Setu juga butuh tenaganya, Bu. Setu udah mau terlambat nih," gerutunya.

Segera Setu beranjak menuju kamar sang ibu dan memanggil-manggil istrinya yang belum kelihatan itu.

"Heh, kamu tuli ya? Dari tadi saya panggil, bukannya jawab," omel Setu.

"Maaf, mas. Tapi saya.. "

"Alah, banyak ngomong. Mana dasi dan sepatu ku. Ambilkan!" titahnya dengan kasar. Tak ada kelembutan dalam nada suaranya.

"Tapi, mas ini... ibu..."

"Heh, kamu dengar nggak sih? Saya sudah mau terlambat. Cepat Carikan dasi dan sepatu saya! Nanti kan bisa kamu lanjutkan pekerjaan kamu. Susah banget sih!"

"Tapi kan, mas Salin sudah menyiapkan dasi mas diatas ranjang. Salin juga sudah menyiapkan sepatu mas di dekat pintu. Memangnya mas nggak bisa ambil sendiri?" tanya Salin heran.

Biasanya Setu memang sudah disiapkan oleh salin semuanya. Dan hari ini salin. juga sudah menyiapkan nya. Tetapi entah kenapa, menurut suaminya itu semuanya tak ada Salin siapkan.

"Saya nggak suka pilihanmu hari ini. Cari yang lain!" cerocos Setu.

Dalam hati Salin hanya mendesis, mengeluh. Pagi-pagi begini, ia sudah direpotkan oleh ibu mertuanya dan juga suaminya sendiri. Bukannya ia tak sanggup. Bukan pula ia tak mengerjakan semuanya.

Salin sudah bangun subuh tadi, bahkan jam empat subuh ia sudah membereskan rumah, memasak, mencuci. Dengan harapan tidak akan telat ke kantor.

Tetapi apa ini? Pagi ini ia disibukkan dengan ulah ibu mertua dan juga suaminya. Seolah-olah Salin merasa kalau mereka berdua sekongkol untuk membuat salin terlambat ke kantor.

Mau tak mau, Salin pun menuruti titah sang suami. Ia berjalan dengan menghentakkan kakinya.

"Kenapa kamu? Nggak terima saya suruh? Mau jadi istri durhaka kamu? Mau kena azab kamu? Hah?"

Salin tertunduk.

Jujur sebagai manusia biasa ia mulai lelah. Lelah dengan semua tingkah suami dan juga ibu mertuanya. Salin merasa mereka berdua berubah. Seolah bekerja sama untuk membuat Salin repot.

"Kuatkan aku ya, Allah," batin Salin. Segera ia ke kamarnya dan suaminya untuk menyiapkan apa yang dikatakan suaminya itu tadi.

"Ini, mas," katanya. Ia menyodorkan dasi itu pada sang suami. Dan meletakkan sepatu di dekat suaminya diatas lantai.

"Pakaikan!" titah Setu.

Salin pun hanya bungkam. Tapi tangannya memasangkan dasi pada leher sang suami.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!