Chapter 19. Seperti ABG

"Iih, mas Setu Sandoro kemana si?" gerutu Weni. "Udah jamuran gue nunggunya," omelnya lagi.

Saat ini ia sedang mondar-mandir di dalam kamar hotel yang sudah di booking oleh Setu, dekat dengan lokasi pesta.

"Ditelpon nggak diangkat, di chat juga nggak dibalas. Jangankan dibalas, dibaca agak nggak. Centang dia tapi warna abu-abu. Ihhh kesel."

"Katanya mau check in berdua. Mau nginap berdua, tapi ini udah sore orangnya bukannya nongol. Kasih kabar juga nggak."

Gadis itu mengomel sendirian. Ia bahkan berencana ngambek jika sang kekasih datang nanti.

Habis ia mengomel-ngomel, ia rebahkan tubuhnya diatas ranjang king size itu. Ia coba pejamkan matanya. Rasa lapar yang sedari tadi ia tahan, kini mencuat kembali.

Ya, akibat Setu belum muncul, belum ada kabar sama sekali, Weni bahkan tak berselera untuk mengisi perutnya atau mengganjalnya dengan kue atau roti. Rebahan adalah pilihan terbaik untuknya.

Kring kring kring

Belum lama ia merebahkan diri, tiba-tiba ponselnya berdering. Sekali berbunyi hingga suara itu sepi, ia abai. Kembali ponselnya berdering. Dan lagi-lagi ia tak hiraukan. Hingga akhirnya panggilan ke sepuluh, barulah Weni mengangkat panggilan itu.

"Hallo, sayang...."

"Ngapain?" ujarnya jutek bercampur kesal.

"Sayang marah?"

"Nggak."

"Mas minta maaf, tadi mas ada ..."

"Udah ya. Aku capek, mau tidur. Ngantuk."

Weni langsung memutus panggilan itu sepihak. Lalu melemparkan ponselnya sembarangan, kemudian melanjutkan tidurnya.

Tak berputus asa, Setu pun tetap menelpon gadisnya itu. Ia tetap keras kepala, ingin menjelaskan pada sang gadis duduk perkaranya.

"Angkat dong, sayang .." gumam Setu.

Entah kenapa ia merasa seperti ABG sekarang. ABG yang baru saja mengenal cinta dan sedang salah paham dengan pacarnya. Tak peduli ia meski Weni mengabaikan dirinya. Ia tetap menelpon, menelpon dan menelpon.

Mungkin karena suara ponsel yang berisik, Weni pun mengangkat panggilan itu. Membuat Setu tersenyum bahagia. Perjuangannya berbuah manis.

"Gitu dong sayang. Udah sedari tadi mas tungguin kamu angkat telpon mas. Pengen dengar suara kamu, mas udah rindu banget. Padahal baru siang tadi jumpa. Ah, rasanya mas pengen kesana sekarang."

"Aku nggak mau ngomong sama kamu. Kamu jahat sama aku. Seenaknya aja ninggalin aku sendirian," marah manja gadisnya itu. Membuat Setu semakin gemas dan semakin ingin bertemu gadisnya itu.

"Mas minta maaf ya. Tadi ada urusan mendadak dari kantor. Tadi sekretaris mas telpon dan itu urgent. Jadi mas nggak bisa nolak," sahut Setu lembut sekali. Ia sadar betul, menghadapi perempuan menggunakan perasaan bukan dengan paksaan.

Tapi apakah Setu sadar? Apakah ia memperlakukan istrinya dengan penuh perasaan sama seperti kepada gadisnya itu? Tentu saja jawabnya tidak. Tidak sama sekali.

"Sebagai permintaan maaf mas, mas akan kesana sekarang. Oke?"

"Buktikan!" sahut Weni dengan jutek.

"Mas akan buktikan, tapi kamu harus janji."

"Janji apa lagi?" kembali Weni mengomel di sebrang telpon itu. Terlalu bertele-tele menurutnya Setu hingga membuatnya dongkol.

"Kamu yang salah malah aku yang disuruh berjanji. Nggak adil," gerutu Weni.

Setu tersenyum mendengar gerutu manja gadisnya itu.

"Janji dulu nggak cemberut lagi, nggak marah lagi dan nggak jutek lagi. Maka mas akan kesana segera," pinta Setu mantap.

"Iya, nggak marah. Nggak jutek dan nggak cemberut," kata Weni datar.

"Pakai kelembutan dong sayang kayak yang biasa. Datar amat sih," protes Setu.

Mereka berdua ibarat dua ABG yang baru jatuh cinta. Padahal umur sudah mendekati kepala tiga. Walau memang jarak antara Setu dengan Weni selisih enam tahun, Setu lebih tua.

Akibat berhubungan dengan Weni, Setu seperti memiliki pacar ABG. Otomatis dia pun terkontaminasi gaya gadisnya itu. Ada waktunya ambekan, saling merayu, saling menggombal, saling enak dan banyak lagi.

Dan... mereka berdua sangat nyaman dengan gaya seperti itu. Sementara dengan Salin, Setu merasa terlalu serius. Tidak ada rasa seperti saat bersama Weni.

"Iya. Aku nggak marah sayangku, cintaku.... " ucap Weni akhirnya. Sangat mudah membujuk gadis itu. Rayuan receh Setu dengan mudah bisa meluluhkan hatinya yang tadinya masih marah akibat ditinggal begitu saja, sendirian tanpa kabar.

"Masih ada tiga kata yang kurang," sungut Setu manja.

Weni yang mendengar suara manja prianya itu, tersenyum bahagia.

"Apa?" tanyanya.

"Seperti biasa lho, sayang," ujar Setu lagi.

"I love you."

Berbunga hati Setu mendengarnya. Ia merasa hatinya meledak-ledak. Di dalam perutnya seolah menari banyak kupu-kupu.

"Ulang sekali lagi," pintanya lembut dengan suara parau.

"I love you."

Ah, tak terungkapkan rasanya dengan kata-kata kebahagiaan Setu sekarang. Hanya karena kata itu ia bisa mabuk, bisa terbang melayang ke langit ke tujuh. Ia ingin pamer pada Dewa dan Dewi cinta bahwa ia sedang dimabuk asmara.

Ia ingin pamer kepada Dewa dan Dewi bahwa ia dicintai oleh seorang gadis yang sangat lembut, cantik dan seksi. Seolah hannya dia seorang yang sedang merasakan cinta saat ini.

Berharap dengan ia pamer, Dewa dan Dewi akan cemburu kepadanya. Tanpa ia sadari, ia telah mengkhianati pernikahannya. Ia telah membohongi istrinya, ibu dari istrinya dan ayah dari istrinya. Seolah ia tutup hatinya untuk istrinya itu.

Tanpa Setu sadari, ia telah ingkar pada janjinya. Kepada Yang Maha Kuasa, kepada orang tua Salin dan kepada Salin istrinya.

"Love you too, sayang," jawab Setu semangat sekali. Bahkan ia berguling sekarang.

Tanpa Setu sadari, ada seseorang yang sedang menatap tingkahnya.

"Ya udah, mas kesana ya, sayang. Tunggu mas. Jangan tidur dulu. Oke."

"He'em. Iya, mas. Aku tunggu. Aku akan tahan mataku supaya terbuka lebar terus menunggu kekasihku datang padaku," sahut Weni.

"Mmmuach, love you." Ia mengecup panjang ponselnya itu. Tanpa sadar ia mencium benda mati. Cinta memang gila tanpa logika. Membayangkan ponsel adalah kekasihnya.

"Love you too, mas. Daaaah."

"Daaah, sayang."

Panggilan pun berakhir. Tetapi Setu masih setia dengan ponselnya. Ia membuka galeri ponsel barunya itu, lalu membuka satu persatu gambar gadisnya itu.

"Ah, sayang you're so cute," gumamnya tersenyum mengembang.

Sementara orang yang memperhatikan Setu dari tadi mematung di tempat. Tak tau apa yang akan ia lakukan sekarang. Hati dan pikirannya sangat terguncang.

"Mas, kamu kenapa? Sama siapa kamu telponan? Dan kenapa sangat mesra?" batin Salin penuh tanya. Air matanya sudah jatuh sekarang membasahi pipinya yang putih mulus itu.

Tak mau ketahuan kalau ia memergoki Setu, segera Salin meninggalkan suaminya yang masih sibuk dengan ponselnya itu. Ia masuk ke dalam kamarnya, lalu menelungkupkan tubuhnya di ranjang king size itu.

Ia menangis sejadi-jadinya. Tetapi tak ada yang tau, karena ia menutup kamar dan juga menyembunyikan tangisnya di balik bantal yang ada diatas ranjang itu.

***

"Kamu kenapa, Setu?"

"Ah, ibu. Ngagetin aja. Ini... aku lagi telponan sama Weni "

"Pacar muda kamu itu?" tanya sang ibu penuh selidik.

"Yes, mom."

"Sesekali, ajak dong dia kesini. Lunch atau dinner gitu. Ibu kan pengen kenal dekat dengannya," ucap Ibu Sirlina.

"Iya, Bu. Nanti aku ajak ya. Mama tenang aja .. "

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!