Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu

"Nggak usah ngawur kalau bicara. Buktinya kamu nggak lihat apa-apa kan?" sergah Setu.

Salin pun tertunduk. Ia membenarkan apa kata suaminya. Kalau memang suaminya membawa gadis selingkuhannya, seharusnya ikut bersamanya. Tetapi ini, Setu sendirian. Tak ada yang menemaninya.

"Mungkinkah yang dikatakan rekan mas Setu itu salah?" batin Salin bertanya-tanya.

"Kalau gitu, kenapa kita nggak langsung publish ke teman-teman mas kalau kita ini pasangan suami istri? Kenapa mas malah mengaku kalau saya ini sepupu mas? Kenapa, mas?"

"Ya.. karena..." Setu mulai gugup. Ia berusaha mencari alasan yang tepat agar bisa menjawab pertanyaan sang istri.

"Karena mereka belum waktunya tau, kalau kamu adalah istri saya. Karena saya rencana nya akan membuat acara yang spesial untuk publish hubungan kita ke teman kantor atau pun kolega saya. Ya, saya ingin membuat mereka terkejut kalau saya sudah menikah denganmu," terang Setu panjang lebar.

Entah dari mana Setu mendapatkan ilham untuk menjawab pertanyaan itu. Dan se-encer itu otaknya untuk mengarang indah sebuah alasan yang sangat masuk di akal.

Tentunya, siapa pun yang mendengarnya pasti akan senang. Pasti akan bahagia bila pasangannya membuat suatu kejutan, membuat suatu pesta untuk mempublish hubungan mereka. Tak terkecuali Salin, ia juga terharu saat ia mendengar alasan Setu.

Tanpa ia sadari, setitik air matanya jatuh karena menangis haru. Ia tak menyangka bahwa ternyata masih ada cinta untuknya dari suaminya itu. Suaminya masih begitu peduli dan perhatian padanya.

"Makanya saya kerja, lembur terus, supaya pekerjaan saya cepat kelar dan saat itu saya bisa bersamamu sepuasnya. Mungkin kita bisa nginap di hotel? Hitung-hitung sebagai honeymoon, karena kita kan belum pernah honeymoon?" tambah Setu.

Sungguh, ia sudah mengarang bebas tadi alasan yang tepat dan sekarang, malahan menjanjikan sesuatu yang tidak mungkin ia lakukan untuk Salin.

Tetapi Setu merasa bodo amat. Yang penting untuk saat ini ia selamat, untuk alasan janji biar nanti urusan belakangan. Dia akan memikirkan alasan apalagi yang tepat untuk menutupi janji palsunya itu.

Sedangkan Salin berpikir lain. Dulu ia sempat menolak tidak adanya bulan madu. Karena ia merasa bulan madu atau tidak toh tujuan ya ke ranjang kan. Ia tak pernah berpikir kalau bulan madu itu bukan hanya sekedar ranjang.

Tetapi sekarang ia mikir lain. Ia berharap dengan adanya honeymoon nanti, hubungannya dengan Setu akan membaik. Tidak ada keretakan, kerenggangan dalam rumah tangganya yang masih muda itu. Yang kebanyakan orang bilang, baru menikah pasti sedang mesra-mesranya.

"Honeymoon mas?" tanya gak percaya. Ia ingin memastikan sekali lagi bahwa apa yang diucapkan Setu bukanlah khayalannya belaka.

"Iya," jawab Setu singkat.

Sudah terlanjur basah ya sudah mandi saja. Pepatah itu sangat cocok untuk Salin sekarang.

"Trimakasih, mas. Maaf selama ini saya sudah over thinking. Selama ini saya sudah hampir nyerah dengan rumah tangga kita. Tapi hari ini, saya senang. Ternyata mas Setu masih mengharapkan rumah tangga kita baik-baik saja. Trimakasih ya, mas. Saya sangat senang," ujar Salin panjang lebar.

Saking senangnya, Salin sampai memeluk dengan sangat erat suaminya itu.

Membuat Setu mau tak mau membalas pelukan sang istri, walau dengan berat hati. Seenggaknya ia bisa mengalihkan atensi sang istri dari pertanyaan mengenai selingkuh dan pelakor itu.

"Saya akan mencari hotel yang bagus untuk kita, mas," lirih Salin.

Ucapan Salin sontak membuat Setu terjebak dengan permainannya sendiri. Maksud hati ingin menyelamatkan diri dari Salin, eh malah terjebak dengan ucapannya sendiri. Tapi ia kembali bodod amat.

Entah apa yang terjadi pada Setu. Kenapa dia semudah itu tak merasa bergetar di peluk sang istri. Tak merasa menegang saat istrinya merapat di tubuhnya.

Mungkinkah karena sudah ada rumah baru tempat ja menuntaskan hasratnya? Mungkinkah karena ia jenuh dengan sang istri? Atau rumput tetangga yang lebih hijau dan segar?

"Sekarang kita pulang," titah Setu segera.

Tak ingin ia Weni memergoki ia sedang berpelukan dengan istrinya. Mengingat Weni tak tau sama sekali bahwa Setu sudah menikah dengan wanita yang tak kalah cantik dengannya. Hanya beda pada keseksiannya.

"Tapi mas, pestanya..."

"Nggak apa-apa. Tadi saya sudah ijin sama yang pesta," sahut Setu cepat.

"Tapi saya belum pamit sama Gita, mas. Tadi kan saya bareng dia. Takut nanti dia kecarian."

"Kan bisa lewat telpon. Jangan di buat ribetlah," ucap Setu menaikkan nada suaranya sedikit.

Ternyata ia tak kuat, tak tahan lama untuk berpura-pura lembut. Belum sejam ia sudah keceplosan. Ia pun sadar ia telah membentak Salin.

"Maaf, maksud saya.... saya lelah. Saya ingin istirahat. Lebih baik kita segera pulang, dan kamu nanti bisa kabarin Gita lewat ponsel kamu. Chat atau telpon bebas," seru Setu. Memperbaiki kata-katanya agar Salin tak sampai merajuk.

Padahal Setu ingin menghindari pertemuan antara Salin dengan Weni. Ia belum siap kalau mereka berdua bertemu. Ia belum menemukan alasan apa yang akan ia katakan bila mereka berdua bertemu. Baik kepada Salin maupun kepada Weni.

Salin pun akhirnya menyetujui ajakan suaminya. Sebagai istri yang baik ia selalu menuruti apa kata suaminya jikalau memang itu yang terbaik. Tak pernah sekalipun ia membantah akan titah sang suami juga dengan ibu mertuanya.

"Mas, tadi yang disana itu rekan kerja mu, mas atau ada rekan bisnis juga?" ucap Salin. Memecah kesunyian dalam mesin roda empat itu.

"Iya," jawab Setu singkat.

Rasanya malas sekali meladeni kecerewetan istrinya itu. Beda halnya dengan Saling yang ingin memanfaatkan momen ini berdua dengan sang suami. Bila perlu suaminya mengajaknya pergi kemana agar mereka memiliki banyak waktu. Itu sih harapannya saat ini.

Sementara Setu, ia ingin segera sampai rumah agar ia bisa memberi kabar kepada kekasih hatinya, yang pastinya saat ini uring-uringan mencari keberadaannya. Kalau ia mengabari sekarang lewat ponsel kerjanya, maka Weni akan curiga. Karena setelah Setu membeli ponsel baru waktu itu, tak pernah sekalipun lagi Setu memakai ponsel kerjanya untuk menghubungi Weni.

Dan bila ia mengabari Weni lewat ponsel pribadinya, maka Salin akan curiga dan semakin cerewet bertanya. Karena Salin tak tau sama sekali perihal ponsel baru itu.

"Mas, kenapa kita harus ngebut?" tanya Salin bingung. "Bisa kan lebih santai, mas? Kita kan nggak diburu," pinta Salin. Ia memasang apa saja yang ia bisa, menahan tubuhnya supaya tidak terantuk pada dasbor mobil.

"Pegangan!" titah Setu tak mau dibantah.

"Ya tapi kenapa, mas?" Salin masih berusaha bertahta dengan nada lembut. Ia heran dengan suaminya itu. Tadi lembut sekali, sekarang malah dingin dan tak peduli dengan keberadaan Salin yang duduk di sampingnya yang sedang mengemudi.

"Kan tadi saya sudah bilang saya capek!" bentak Setu. Untung dia cerdas. Ia mengangkat pautkan alasannya tadi dengan ngebutnya ia sekarang.

"Untung gue cerdas," batin Setu. Ia tersenyum menyeringai, memuji kecerdasan dirinya. Entah mengapa hari ini ia merasa otaknya mengalir bagai sungai deras mencari alasan membohongi istrinya itu. Dan ia tak merasa bersalah sedikitpun.

Karena yang ada dalam benaknya saat ini adalah Weni, Weni dan Weni.

Seketika Salin terdiam membisu, dengan jemari yang mencengkram kuat gaun pesta yang ia kenakan. Terkejut ia dengan perubahan pada suaminya, yang menurutnya sangat drastis dan tiba-tiba.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!