Chapter 5. Apa Salahku, Mas?

"Sini kamu!" ujar lelaki dewasa itu. Ia menarik paksa tangan wanita yang ada di sampingnya.

"Sakit, mas. Lepasin," rintih Salin.

Salin berusaha melepas cengkraman tangan yang begitu erat itu. Tetapi tak berhasil. Ternyata tenaga Salin kalau jauh dengan tenaga Setu, suaminya.

"Mas, pelan..." ucapnya lagi memohon.

Tetapi Setu seolah tuli akan permohonan sang istri. Ia semakin mengeratkan cengkramannya pada wanita itu. Yang membuat Salin Manahan sekuat tenaga agar tak menimbulkan kecurigaan orang-orang banyak yang saat ini menatap mereka bingung.

"Wah, itu siapa?"

"Iya, cool banget."

"Apa dia pacarnya Bu Salin?"

"Wah, ganteng banget. Jadi mau dong ditarik juga."

"Keren banget gayanya. Kayaknya dia sayang banget dengan Bu Salin."

Begitu ungkapan orang-orang yang menatap mereka, Salin dan Setu saat ini. Mereka seolah menilai bahwa Setu begitu menyayangi Salin. Memang, belum ada yang tau identitas Salin atau status Salin yang sebenarnya.

"Masuk!" titah Setu dengan tegas. Setelah pintu mobil sudah ia buka lebar. Ia memaksa Salin untuk memasuki mobilnya.

"Ke-kemana, mas? Aku masih bekerja. Nanti .. "

"Masuk! Saya bilang masuk ya masuk! Kamu tuli?" cecarnya.

Tak ada pilihan bagi Salin. Bagaimana pun ia harus menuruti titah suaminya. Lagi lagi, yang jadi alasan adalah ia tak mau orang-orang tau masalah rumah tangganya.

"Kemana kita, mas? Salin masih harus kerja, mas. Tolonglah!" mohon Salin. "Kita kan bisa bicara baik-baik, mas," imbuhnya.

Saat ini ia sudah duduk di samping Setu. Ia memegangi tangannya yang dicengkeram kuat oleh Setu. Pergelangan tangannya memerah dan ada rasa sakit disana.

"Mas," panggil Salin.

Sedari tadi sudah banyak tanya Salin, tapi Setu tak mau juga menjawabnya.

Malah sekarang, Setu melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Jauh lebih cepat seperti biasa ia berangkat ke kantor.

Salin merasa sangat ketakutan. Kedua tangannya saling bertaut erat seraya berdoa dalam hati. Meminta kepada yang Maha Kuasa agar meluluhkan hati suaminya.

Diam. Hanya diam yang ada di dalam kendaraan roda empat itu. Hingga kini mereka sudah tiba di kediaman keluarga Setu Sandoro.

Waktu yang biasa di tempuh dari perusahaan tempat Salin bekerja selama 25 menit, kini menjadi 10 menit oleh ulah Setu. Bahkan Salin sampai merasa sangat ketakutan.

"Turun!" titahnya.

Dari perusahaan hingga tiba di rumah hanya satu kata satu kata saling bicara.

Perlahan Salin turun, dengan masih memegang pergelangan tangannya yang memerah.

"Sini kamu!" cerca Setu usai Salin keluar dari dalam mobil.

Ditariknya secara paksa kembali Salin. Lalu dibawanya masuk ke dalam rumah dengan langkah yang lebar. Sehingga salin bersusah payah mengikuti langkah Setu. Selangkah bagi Setu, tiga langkah bagi Setu.

Lagi lagi Setu abai akan kondisi Salin. Tatapannya lurus ke depan. Menusuk tajam bagi siap yang melihat. Rahangnya mengeras. Dia sedang marah sekarang. Entah marah pada siapa. Salin pun bertanya-tanya.

"Ya, Tuhan. Mas Setu kenapa? Dan dia akan membawa aku kemana," batinnya.

*****

"Dimana Salin?"

"I-ibu Salin keluar, tuan."

"Apa? Keluar? Kemana?"

"Saya tidak tau, pak. Tadi ada seorang laki-laki yang menjemput dia dan membawa ibu Salin," jelas karyawan yang mejanya berdekatan dengan Salin.

"Kurang ajar!" umpat pria itu.

"Telepon dia segera! Suruh menghadap saya! Kalau tidak, kamu yang saya tuntut." Pria dingin itu mengancam teman Salin.

"Baik, tuan," sahutnya sambil menunduk hormat. Wanita itu bernama Selina. Sejauh ini, hanya dialah satu-satunya orang yang dekat dengan Salin. Dan hanya Salin pulalah tempat ia berbagi banyak hal selama ini.

Selina segera menghubungi nomor Salin. Tapi sayang, tak tersambung.

"Ibu Salin, ibu dimana sih? Angkat telpon Selin dong, Bu," ucapnya pelan penuh harap.

Selina tak ingin kehilangan pekerjaannya. Oleh karena itu ia berusaha terus menghubungi nomor Salin.

Karena tak ada jawaban dari Salin, Selina pun akhirnya menyerah. Ia akan segera menemui Salin besok. Atau kapan Salin kembali ke perusahaan.

****

Sementara di kediaman Setu Sandoro

"Kenapa dia, nak?" tanya sang ibu pada anaknya.

"Ini nih Bu. Menantu ibu ini, di suruh mengantarkan berkas ke perusahaan bukannya mau. Ia malah asyik kerja sementara aku, kehilangan proyek kerjasama. Ini semua karena dia. Seharusnya ibu telepon dia tadi."

"Kamu nyalahin ibu?" sela ibu Sirlina.

"Ibu sudah hubungi nomor istri kamu. Tapi tak diangkat. Jadi ibu harus gimana. Nggak mungkin dong ibu yang antar ke kantor kamu. Ibu capek, sayang," kilah ibu Sirlina.

"Ibu kan baru perawatan," imbuhnya.

"Iya, aku tau. Itulah yang buat aku marah Bu. Aku jadi kehilangan uang yang banyak karena dia," tuduh Setu.

"Sudahlah ibu. Ini urusan ku. Aku yang harus beri pelajaran kepadanya."

Setu kembali menarik paksa pergelangan tangan Salin, lalu membawa sang istri ke tempat yang hanya dia sendiri yang tau ingin kemana dia bawa istrinya itu.

"Ahh, sakit mas!" pekik Salin.

"Bodo amat," sahut Setu cuek.

Salin berusaha melepaskan hingga ia terduduk di lantai yang dingin itu. Ia meringis. Mencoba menghilangkan rasa perih dengan cara meniup pergelangan tangannya itu.

"Ayo!" ujar Setu.

Ia menarik paksa Salin, lebih tepatnya kedua tangan Salin ia cengkram kuat. Ia tarik sekuat kuatnya. Sementara Salin masih duduk. Bak seekor kambing yang di geret oleh tuannya. Begitulah yang dialami Salin sekarang.

Sesampainya di kamar, Setu melepaskan cengkramannya dari tangan Salin.

Gegas ia pergi ke dalam kamar mandi, lalu kembali dengan membawa ember. Ember itu berisi air yang sudah ia isi penuh. Kemudian ia siramkan ke tubuh Salin yang sedang meringis menahan sakit pada pergelangan tangannya.

"Dasar istri tak berguna," ujarnya. Ia guyur air itu ke seluruh tubuh Salin hingga habis tak bersisa.

"Bukannya mendukung kerjaan suami, malah asik pacaran dengan laki-laki itu. Apa kurangnya aku? Hah," ujarnya kemudian.

Tak peduli ia dengan keterkejutan Salin yang tiba-tiba diguyur oleh air, bukan air hujan tapi air yang berasal dari ember yang diangkat oleh suaminya.

Tak puas hanya se-ember, Setu kembali gegas ke kamar mandi mengisi air penuh ke dalam ember lalu membawanya kembali. Dan menyiram kembali ke tubuh Salin. Kini air itu ia hempaskan dengan kuat. Tidak seperti sebelumnya.

"Ini akibatnya karena tak mau mendengar apa kata suami," omelnya lagi. Ia guyurkan air itu lagi sampai tandas. Bahkan bukan hanya dua kali. Sampai kamar itu banjir karena ulah Setu.

Salin menggigil kedinginan. Tubuhnya bergetar. Kesempatan ini ia gunakan untuk menangisi nasibnya. Yang entah kenapa selalu saja salah di mata ibu mertua dan suaminya.

Guyuran air itu menyembunyikan ia yang sedang menangis, meneteskan air mata yang begitu derasnya.

"Apa salahku, mas? Kenapa kamu sekejam itu padaku,'" jerit pilu Salin dalam hati.

Puas melampiaskan nafsu amarahnya, Setu meninggalkan salin dalam keadaan yang mengenaskan. Kedinginan, menangis pilu, gelap.

Ya, sekarang Salin di kurung oleh Setu di dalam kamar kecil, gelap. Ruangan yang biasanya itu adalah kamar asisten rumah tangga mereka.

Brakk

Bahkan ia menghempaskan keras pintu itu saat ia menutupnya.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!