Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?

"Heh, kamu ngapain sih mondar-mandir dari tadi? Kayak setrikaan aja," omel ibu Sirlina pada Salin.

"Salin sedang menunggu mas Setu, Bu. Sudah jam segini tapi belum pulang."

"Halah, baru juga jam segini. Mungkin dia lembur, banyak kerjaan yang belum selesai "

"Tapi, Bu mas Setu nggak pernah pulang selarut ibu?"

"Siapa bilang ga pernah?" celetuk ibu Sirlina.

Mendengar ucapan ibu mertuanya tentu salin bertanya-tanya. Karena seingatnya, Setu tak pernah pulang larut malam. Ya meski sekarang memang masih jam setengah dua belas malam. Di perusahaan mana sih lembur sampai selarut ini?

"Emang pernah, Bu?"

"Ya pernah lah. Kamu nya saja istri yang nggak care sama suaminya. Sampai suami pernah pulang malam karena lembur kamu nggak tau," gerutu ibu Sirlina lagi.

"Sekarang mendingan kamu pergi dari sini. Jangan ganggu konsentrasi saya. Saya sedang menonton. Tunggulah Setu entah dimana kek. Yang jelas jangan di sini!" tekan ibu Sirlina.

Niat salin menunggu di dekat ibu mertuanya memang, karena ia ingin menciptakan jarak dekat dan rasa hangat yang dulu banyak dan sekarang hilang. Ia ingin mendekatkan diri kembali kepada ibu mertuanya itu.

"Ngomong-ngomong, kenapa kamu nggak kerja hari ini? Tumben."

Deg

Jantung salin berdegup kencang seketika. Apa yang harus ia katakan? Bagaimana ia harus menjawab tanya dari ibu mertuanya itu?

"Sa-saya... saya ambil cuti, Bu selama seminggu." Salin menjawab dengan gugup. Entah kenapa, hanya itu ide yang tercetus dalam pikirannya sekarang.

"Saya ingin menjadi istri yang baik selama saya cuti, bu. Semoga dengan ini nanti ibu dan mas Setu lebih baik lagi kepada saya. Lebih menganggap saya sebagai istri," batin Salin.

"Melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan apa yang ibu dan mas Setu harapkan," tambah salin lagi dalam batinnya.

"Cuti selama seminggu? Mau kemana kamu selama itu cuti? Gaji kamu tetap jalan kan? Nanti gimana biaya hidup ibu kalau kamu cuti? Terus gimana dengan perhiasan, arisan, tas ibu kalau kamu cuti?" tanya ibu Sirlina panjang kali lebar.

"Maaf, Bu. Tetapi saya lelah. Saya ingin istirahat selama seminggu ini," ucap Salin lirih.

"Apa? Istirahat? Selama seminggu? Memangnya kamu ngapain saja sampai kamu kelelahan begitu?"

Salin tertunduk. Tak ingin lagi ia menjawab setiap tanya dari ibu mertuanya itu. Untuk saat ini, diam adalah jalan yang terbaik.

Brumm

Suara mobil memasuki halaman kediaman mereka. Sontak ibu Sirlina tersenyum.

"Itu pasti Setu. Ibu akan bilang ke Setu kalau kamu sudah mulai malas-malasan sekarang,"' celetuk ibu Sirlina seraya meninggalkan Salin menuju ke pintu masuk. Sungguh ia berniat sekali memprovokasi Salin dan Setu. Entah apa tujuannya, Salin tak tau.

"Setu. Nak, kamu sudah pulang?.." pekik sang ibu.

"Ibu lapar," ucapnya manja. Bisa-bisanya ibu Sirlina berucap begitu pada Setu di jam segini, jam dua belas kurang. Sebentar lagi dini hari.

Salin yang sudah berada di sana tentu terkejut dengan ucapan ibu mertuanya itu. Lapar? Tengah malam? Itu yang ada di batin Salin.

"Tumben ibu lapar tengah malam. Biasanya juga makan sore, katanya untuk menjaga tubuhnya agar tak gendut. Kok sekarang merengek minta makan. Ibu kenapa sih," batin Salin.

"Lho, ibu jam segini kok kelaparan? Memang ibu nggak makan?" tanya Setu, ia menaik turunkan alisnya.

"Nggak. Ibu nggak tau mau makan apa. Masakan istri kamu nggak enak, apalagi lauknya itu-itu saja," ucap ibu Sirlina dengan cemberut.

Sontak Setu melotot pada Salin yang berdiri beberapa meter dari mereka.

"Kamu masak apa memangnya?" tanya Setu pada Salin dengan nada marah.

"I-itu... sa-saya..."

"Istri kamu itu udah nggak kerja lagi. Dia sekarang udah malas-malasan," sela ibu Sirlina. Sungguh niat yang tadi memprovokasi benar ia lakukan. Otomatis Setu pasti percaya kepadanya.

Setu langsung menoleh menatap sang ibu.

"Udah gitu, dia kan nggak kerja hari ini. Tapi semua pekerjaan rumah ibu yang kerjain. Ibu capek, nak. Jangankan cemilan, teh saja nggak ada disuguhkan untuk pelepas lelah ibu," ucap ibu Sirlina lagi mengadu.

"Istri kamu itu hanya memasak, itupun masakannya ya masakan murahan. Masa lauknya tempe dan ayam goreng. Padahal ibu pengennya daging berkualitas. Pelit banget sih istri kamu itu," imbuh ibu Sirlina.

"Mending kamu bawa si We .."

"Ibu bicara apa tadi? Mana, coba saya lihat dia masak apa," celetuk Setu. Segera ia mengalihkan perkataan sang ibu. Agar Salin juga teralihkan perhatiannya dengan ucapan ibu Sirlina tadi.

Setu mengeraskan suaranya agar fokus Salin hanya tertuju pada suaranya. Ia pun tersenyum. Senyum yang akhir-akhir ini jarang dilihat Salin.

"Mas, mas Setu, sudah lama saya tak melihat senyummu, mas," gumam Salin dengan lirih. Tentu tak bisa didengar oleh ibu mertuanya dan juga suaminya.

Setu pun melangkah masuk ke dalam inti rumah itu diikuti ibunya yang bergelayut di lengannya dan salin di belakang ibu mertuanya.

Setu membuka tudung saji. Terhidang di hadapannya kini makanan yang menggunggah selera. Tetapi ia sudah makan. Jujur ja tergiur, tapi karena hari sudah larut, tak mungkin ia untuk makan lagi.

"Menunya enak kok, Bu. Kok ibu nggak mau makan sih?" tanya Setu.

"Enak apaan? Kamu gimana sih, Setu? Ibu kan sudah tua, masa makan makanan yang seperti itu? Nanti kalau ibu kolesterol gimana? Nanti kalau ibu asam urat gimana?" celetuk ibu Sirlina.

"Tapi kan, Bu dari pada ibu lapar."

"Ada apa dengan mas Setu? Kenapa dia hari ini membela saya?" batin Salin penuh tanya.

"Kamu jangan senang dulu. Saya tidak ada niat membela kamu," bisik Setu di telinga Salin.

"Ya udah. Ibu mau makan apa? Biar Setu belikan," tawar Setu pada ibunya.

"Banyak banget?" tanya Setu setelah ibunya mengucapakan permintaannya.

"Ibu sudah nggak diet lagi? Ibu nggak takut gendut?"

"Sesekali nggak apa-apa. Habis ibu kesal sama istri kamu. Ibu lapar bukannya dimasakin makanan kesukaan ibu. Padahal ibu sudah lelah seharian," rengeknya manja.

"Ya sudah. Setu beli dulu. Semoga saja masih ada yang buka," pamit Setu pada ibunya. Ia pun meninggalkan Salin dan ibunya. Lalu ibu Sirlina pun melangkah ke kamarnya, meninggalkan salin dengan dagu yang terangkat ke atas. Seolah menyombongkan kemenangannya, karena ia menang. Anaknya lebih percaya dan membela dirinya.

Sementara Salin, terbesit dalam hatinya rasa kecewa. Kenapa ibu mertuanya mengkambinghitamkan semua terhadapnya? Bukankah ia yang seharian ini membereskan semua isi rumah? Bukan kah ia yang juga mencuci, menyetrika, memasak. Belum lagi merapikan bunga-bunga yang ada di halaman depan, samping dan belakang mansion?

"Tega banget ibu pada saya, entah apa salah saya," ucap Salin pelan. Air matanya menetes.

"Dan kamu, mas, kamu sudah berubah. Jauh berubah. Sudah tak peduli saya lagi, sudah tak pernah memihak saya lagi. Apakah cinta juga sudah tidak akan untuk saya mas? Kenapa mas? Kenapa?" tanya Salin pilu.

"Apakah kamu selingkuh, mas? Apa kamu sudah ada wanita lain di hatimu?"

.

Terpopuler

Comments

Elena Sirregar

Elena Sirregar

jadi perempuan kok bodoh. laki² kayak ga perlu dihormati. kita wanita harus bisa bersikap tegas. jangan mau di rendahkan bodoh kamu selain ajaran mana yang membenarkan kdrt sama isteri dasar bodoh

2023-07-22

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!