Chapter 9. Misi Selesai

"Ibu kenal dengan mbak Salin?" tanya Denia akhirnya. Bagaimana pun ia tak ingin percaya begitu saja pada wanita paruh baya itu. Ia takut bahwa dia adalah suruhan dari ibu mertua Salin.

"Iya, kenal. Saya dulu pernah bekerja disini sebagai asisten rumah tangga. Namun setelah tuan Setu menikah dengan non Salin, saya dipecat oleh ibu mertua non Salin, ibu Sirlina," ucap wanita itu.

Denia bisa melihat di kata wanita itu tak ada kebohongan.

"Dulu saat saya disini, non Salin sering dimarahi oleh ibu mertuanya. Bahkan suaminya juga sering marah padanya. Tapi saya tak tau kenapa. Kasihan non Salin, mbak," ucap bibi itu dengan mata berkaca-kaca.

Mendengar cerita si bibi, Denia pin percaya. Lalu ia pun menceritakan tentang apa yang terjadi pada Salin sekarang.

Dengan mulut menganga, lalu segera ditutup oleh si bibi berharap tak mengeluarkan suara yang menimbulkan kecurigaan, ia mendengarkan dengan seksama penjelasan Denia.

"Ya Allah, non Salin!" pekik bibi Surti tertahan.

"Bibi bantu saya ya," mohon Denia. Bibi mengawasi sekitar, jangan sampai ada yang lihat kita membantu mbak Salin keluar dari kamar ini. Dan kalau ada yang datang ke sini, bibi harus bisa mengalihkan mereka," titah Denia.

"Baik, mbak." Bi Surti mengangguk setuju.

Denia pun memasuki ruangan tempat dimana kunci duplikat berada, sementara si bibi mengawasi di depan pintu itu dengan sambil berpura-pura mengelap apa saja yang ia temui yang dekat dengan ruangan itu.

Setelah perjuangan Denia berhasil, kini ia ke misi selanjutnya. Membebaskan Salin yang kini disekap di kamar asisten rumah tangga rumah itu.

Sama seperti tadi, bi Surti yang bertugas mengawasi situasi dan kondisi, sementara Denia melancarkan aksinya.

Dengan debaran jantung yang berdegup kencang, sambil berdoa, Denia berharap semua lancar. Dimana tantangan kali ini begitu rumit. Untuk melalui kamar dimana Salin disekap sekarang, ia harus melewati kamar nyonya rumah, tuan Setu, dapur, ruang tamu. Hampir semua depan ruangan itu harus ia lalui.

Dengan mengendap-endap, dengan tangan bergetar menggenggam kunci itu, Denia berjalan perlahan menahan langkah agar tak mengeluarkan suara, Denia kini berada di ruang tamu.

"Aman, mbak," ucap bibi tanpa suara. Dan Denia kebetulan melihatnya.

Keduanya memang berinteraksi untuk misi ini, baik lewat suara atau bahasa tubuh. Atau menggunakan bahasa isyarat.

Setelah mendapat kode dari bibi, Denia pun melancarkan langkah tanpa suaranya.

Kini ia tiba di depan dapur, tepatnya di dekat meja makan. Dan benar kata Salin, saat ini mertua dan suaminya sedang duduk di meja makan, menikmati sarapan pagi yang dimasak oleh bibi.

"Duh, gimana caranya aku lewat?" batin Denia. Ia memutar otak.

Sungguh ia merasa saat ini berada di jalan buntu. Sementara posisi Setu dan ibu Sirlina saat ini saling berhadapan. Bila Denia mundur, maka akan terlihat oleh Setu. Bila ia maju maka akan terlihat oleh ibu Sirlina. Denia merasa Dejavu sekarang. Bagai makan buah simalakama. Maju kena, mundur apa lagi.

"Haruskah aku seperti suster ngesot?" batinnya bertanya. Entah kenapa drama horor Indonesia itu yang terbesit di otaknya sekarang.

Bi Surti pun yang menyaksikan semua itu harap-harap cemas. Satu sisi ia tak mau kehilangan pekerjaannya kalau sampai ia ketahuan. Satu sisi lainnya, Salin kasihan kepada majikan mudanya itu. Ia merasa bahwa salin adalah seorang wanita yang baik. Meski ia belum kenal lama dengan wanita itu.

Lain hal dengan Setu dan ibu Sirlina, ia sudah tau betul watak mereka berdua, yang arogan dan suka seenaknya pada orang lain.

Tak mau kalah dengan Denia yang memutar otak, tapi tak kunjung dapat ide, bi Surti pun memikirkan cara agar misi mereka ini berhasil. Misi untuk membebaskan sang putri dari karantina ibu suri dan pangeran.

Sssst ssssst

Bi Surti memanggil Denia dengan mendesis pelan. Takut ketahuan oleh sang majikan.

Untung saja Denia melihat dan ia pun menoleh.

Ia mengangkat dagu tanda bertanya.

Bi Surti melambaikan tangannya memanggil Denia. Denia pun menghampiri bi Surti.

"Ada apa, bi?" tanyanya berbisik.

Bi Surti pun membisikkan ke telinga Denia apa rencananya.

Setelah itu, Denia mengangguk tanda setuju. Sepertinya ide sang bibi adalah yang terbaik untuk saat ini. Kemudian, kembali Denia ke tempatnya tadi. Lalu disusul bibi dari belakang. Tetapi bibi langsung melewati Denia dengan membawa sesuatu di tangannya.

"Ma, maaf, nyonya," ucapnya gugup. Ia menghampiri meja makan tempat Setu dan ibu Sirlina berada sekarang.

"Bisa nggak sih jangan mengganggu orang kalau lagi makan?" sergah ibu Sirlina langsung.

"Maaf, nyonya tapi ..." Bibi Surti sambil mengedipkan mata kepada Denia, lalu Denia pun gegas melewati mereka dari sisi yang lain. Kebetulan pandangan ibu Sirlina dan Setu mengarah pada bi Surti.

"Sa-saya mau bertanya. Apakah nyonya mau. .. nambah?" tanyanya gugup. Matanya tetap menatap langkah kaki Denia yang sudah lolos dari tempat itu. Dan kini ia menuju ruang tempat Salin sekarang berada.

"Tambah?" hardik ibu Sirlina. "Kamu mau buat saya gemuk? Hah? Pagi-pagi kamu suruh saya makan?" ucapnya penuh amarah.

Ibu Sirlina merasa selera makannya berkurang seketika.

"Saya hanya ingin...."

"Lancang kamu ya? Berani kamu memerintah saya?" hardik ibu Sirlina.

"Maaf, Bu. Tapi...."

"Aaargh, sudahlah. Saya sudah tak ada selera makan lagi. Ini semua karena kamu ya, Bi. kalau sampai nanti saya sakit kamu tanggung jawab." Ibu Sirlina mengancam.

Ibu Sirlina pun meninggalkan meja makan dengan perasaan dongkol. Entah kenapa, Setu pun mengikuti langkah ibunya.

Hal ini tentu saja membuat bibi Surti merasa senang. Seolah dunia berpihak pada mereka untuk mengeluarkan Salin dari kurungan.

Gegas bi Surti menuju kamar pelayan, untuk memastikan bahwa Salin sudah aman.

"Trimakasih ya, mbak. Lagi-lagi saya ngerepotin, mbak," ucap.

"Sama-sama, mbak. Saya nggak merasa direpotkan kok," jawab wanita berhijab itu sambil tersenyum.

"Ya udah. Tunggu saya. Saya mau beres-beres sebentar. Saya mau menumpang di motor mbak. Saya mau ke kantor. Tak sampai lima menit ya," ucap Salin ngegas.

Lagi-lagi Denia tersenyum. "Siap, mbak," jawabnya.

Lima menit kemudian, mereka pun berangkat bersama, Salin dan Denia. Kini tinggallah Bu Surti di kamar itu dengan alat pembersih di tangannya. Ya, dia akan membersihkan kamar itu, membereskan semua agar tak meninggalkan jejak. Tak lupa ia juga meletakkan kunci duplikat itu kembali pada tempatnya semula.

***

"Nih mbak, aku kasih dobel ya tipsnya. Lagi-lagi mbak Nia sudah menyelamatkan saya. Trimakasih banyak ya," ucapnya tulus. Senyum indah terukir di bibirnya.

"Eh nggak usah, mbak. Saya ikhlas kok."

"Saya mohon diterima ya," ucap Salin memohon.

Flashback 1 and 2 off.

Episodes
1 Chapter 1. Istri Tak Berguna
2 Chapter 2. Menantu Tak Becus
3 Chapter 3. Istri Durhaka
4 Chapter 4. Teman Tuyul
5 Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6 Chapter 6. Salin Kabur
7 Chapter 7. Dipecat
8 Chapter 8. Jasa Clean Online
9 Chapter 9. Misi Selesai
10 Chapter 10. Ibu Minta Uang
11 Chapter 11. Kasmaran By Phone
12 Chapter 12. Noda Lipstik
13 Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14 Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15 Chapter 15. Mau Ke Pesta
16 Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17 Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18 Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19 Chapter 19. Seperti ABG
20 Chapter 20. Kena Prank
21 Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22 Chapter 22. Weni ... Weni
23 Chapter 23. Nona's Parfume
24 Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25 Chapter 25. Wanita Gampangan
26 Chapter 26. Terbongkar
27 Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28 Chapter 28. Aku Dimana?
29 Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30 Chapter 30. Masih Sayang
31 Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32 Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33 Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34 Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35 Chapter 35. Ancaman Setu
36 Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37 Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38 Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39 Chapter 39. Piala Bergilir
40 Chapter 40. Salin Pingsan
41 Chapter 41. Prove It
42 Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43 Chapter 43. Rumah Sewa
44 Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45 Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46 Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47 47. Dia (bukan) Anak Kecil
48 Chapter 48. Papa Jahat!
49 Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50 Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51 Chapter 51. POV Alister
52 Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53 Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54 Chapter 54. Rindu Salin
55 Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56 Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57 Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58 Chapter 58. Jangan Salah Paham
59 Chapter 59. Saling Menatap
60 Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61 Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62 Chapter 62. Orang Yang Sama
63 Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64 Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65 Chapter 65. Kerjasama
66 Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67 Chapter 67. Saya Ikhlas
68 Chapter 68. Hanya Dia?
69 Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70 Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71 Chapter 71. Bertemu Mantan
72 Chapter 72. Misi Penyelamatan
73 Chapter 73. Dugaan Stephania
74 Chapter 74. Mengulang Kembali
75 Chapter 75. Rencana Papa Sande
76 Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77 Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78 Chapter 78. Keras Kepala
79 Chapter 79. Papa Sande Drop
80 Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81 Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82 Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83 83. Calon Papa Mertua
84 Chapter 84. Saling Menguatkan
85 Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86 Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87 Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88 Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89 Chapter 89. Ada Yang Luka?
90 Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91 Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92 Chapter 92. Kebutaan Senja
93 Chapter 93. Salin Hilang
94 Chapter 94. Kita Akan Menikah
95 Chapter 95. Perih
96 Chapter 96. Brother Daniel
97 Chapter 97. Menangis
98 Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99 Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100 Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101 Chapter 101. Keputusan Stephania.
102 Chapter 102. Janji Suci
103 Chapter 103. Lamaran Ditolak
104 Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chapter 1. Istri Tak Berguna
2
Chapter 2. Menantu Tak Becus
3
Chapter 3. Istri Durhaka
4
Chapter 4. Teman Tuyul
5
Chapter 5. Apa Salahku, Mas?
6
Chapter 6. Salin Kabur
7
Chapter 7. Dipecat
8
Chapter 8. Jasa Clean Online
9
Chapter 9. Misi Selesai
10
Chapter 10. Ibu Minta Uang
11
Chapter 11. Kasmaran By Phone
12
Chapter 12. Noda Lipstik
13
Chapter 13. Adakah Cinta Untuk Saya?
14
Chapter 14. Perdebatan Yang Hakiki
15
Chapter 15. Mau Ke Pesta
16
Chapter 16. Apa Mas Setu Yang Lain?
17
Chapter 17. Dia Sepupu Saya
18
Chapter 18. Mempersiapkan Kejutan Untukmu
19
Chapter 19. Seperti ABG
20
Chapter 20. Kena Prank
21
Chapter 21. Lagi, Ibu Minta Uang
22
Chapter 22. Weni ... Weni
23
Chapter 23. Nona's Parfume
24
Chapter 24. Bukan Namaku Yang Kamu Sebut
25
Chapter 25. Wanita Gampangan
26
Chapter 26. Terbongkar
27
Chapter 27. Alister Galeh Pratama
28
Chapter 28. Aku Dimana?
29
Chapter 29. Ada Yang Kepincut
30
Chapter 30. Masih Sayang
31
Chapter 31. Ceraikan Saja Dia
32
Chapter 32. Tidak Ingin Cerai
33
Chapter 33. Dia Hanya Pembantu
34
Chapter 34. Kecurigaan Stephania
35
Chapter 35. Ancaman Setu
36
Chapter 36. Agnesrani Anantha Pradina
37
Chapter 37. Tega Kamu, Mas
38
Chapter 38. Kamu Berhak Dicintai
39
Chapter 39. Piala Bergilir
40
Chapter 40. Salin Pingsan
41
Chapter 41. Prove It
42
Chapter 42. Salina Xavier Meninggal
43
Chapter 43. Rumah Sewa
44
Chapter 44. Ada Pelangi Setelah Hujan
45
Chapter 45. Cerita Setu Yang Menyakitkan
46
Chapter 46. Mama Sefarina Pingsan
47
47. Dia (bukan) Anak Kecil
48
Chapter 48. Papa Jahat!
49
Chapter 48. Sampah Kembali Kepada Sampah
50
Chapter 50. Jaga Diri Baik-baik
51
Chapter 51. POV Alister
52
Chapter 52. Wajar Dia Selingkuh
53
Chapter 53. Karena Aku Bosnya
54
Chapter 54. Rindu Salin
55
Chapter 55. Aku Hamil, Mas.
56
Chapter 56. Pikirkan Matang-matang
57
Chapter 57. Aku Kangen Banget Sama Kamu
58
Chapter 58. Jangan Salah Paham
59
Chapter 59. Saling Menatap
60
Chapter 60. Kejutan Bertubi-tubi
61
Chapter 61. Tolong, Jangan Sakiti Aku!
62
Chapter 62. Orang Yang Sama
63
Chapter 63. Hancur Sehancur-hancurnya
64
Chapter 64. Lebih Baik Tanya Langsung
65
Chapter 65. Kerjasama
66
Chapter 66. Tentang Pertunangan Ardan
67
Chapter 67. Saya Ikhlas
68
Chapter 68. Hanya Dia?
69
Chapter 69. Kencan Ala Ardan dan Nantha
70
Chapter 70. D'resto (mini hotel)
71
Chapter 71. Bertemu Mantan
72
Chapter 72. Misi Penyelamatan
73
Chapter 73. Dugaan Stephania
74
Chapter 74. Mengulang Kembali
75
Chapter 75. Rencana Papa Sande
76
Chapter 76. Ardan Hilang Kontak
77
Chapter 77. Papa Sande Masuk Rumah Sakit
78
Chapter 78. Keras Kepala
79
Chapter 79. Papa Sande Drop
80
Chapter 80. Yang Waras Mengalah
81
Chapter 81. Kamu Tidak Mengerti Bahasa Indonesia?
82
Chapter 82. Penyesalan Papa Sande
83
83. Calon Papa Mertua
84
Chapter 84. Saling Menguatkan
85
Chapter 85. Ulang Tahun Oma
86
Chapter 86. Ulang Tahun Oma Part 2
87
Chapter 87. Tak Mau Menikah Lagi
88
Chapter 88. Mau Kemana Kamu?
89
Chapter 89. Ada Yang Luka?
90
Chapter 90. Nona Rebecca, Tuan
91
Chapter 91. Buta, tapi Melihat
92
Chapter 92. Kebutaan Senja
93
Chapter 93. Salin Hilang
94
Chapter 94. Kita Akan Menikah
95
Chapter 95. Perih
96
Chapter 96. Brother Daniel
97
Chapter 97. Menangis
98
Chapter 98. Wanita yang Kuat dan Tegar
99
Chapter 99. Mencintaimu Dalam Hati
100
Chapter 100. Stephania ingin Bicara
101
Chapter 101. Keputusan Stephania.
102
Chapter 102. Janji Suci
103
Chapter 103. Lamaran Ditolak
104
Chapter 104. Cium Cium Cium (Last Chapter)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!