Meja makan

Makan malam tiba, semua orang ada di meja makan, kecuali Alena, pengasuh keempat Tuan muda.

Leo, Al dan El menatap ke arah kursi yang biasa di tempati oleh Alena, lalu mereka kembali melihat satu sama lain.

"Alena tidak ikut makan?" tanya Leo, Al dan El diam tidak menjawab, memilih untuk melanjut menikmati makan malam nya.

Begitu selesai makan, mereka semua diam, tidak ada yang berani membuka suara, masalah hari ini cukup membuat mereka semua syok.

"Bagaimana kalau kita mengantar makan malam untuk Alena, tadi siang dia juga enggak makan" usul Leo, Al dan El hanya diam, lalu beberapa saat kemudian mengangguk tanda mengiyakan usulan Leo.

"Baik lah, aku akan mengambil nasi untuk Alena" ujar Leo,

"Biar aku saja" sahut El, lalu bangkit dari tempat duduk nya. Al dan Leo memperhatikan El yang sedang mengambil nasi untuk Alena, terlihat El begitu tulus untuk mengantar makan malam ke kamar Alena, dan sekalian ingin meminta maaf.

Mereka bertiga bergegas naik ke atas, dengan nampan di tangan, berisi nasi dan minum untuk Alena.

"Kamu yang ketuk!" saran Al, Leo membulatkan mata nya.

"Kalau dia marah?" tanya Leo,

"Tidak akan marah, coba saja" ujar Al kemudian, Leo menghela nafas lalu mengangkat tangan untuk mengetuk pintu kamar Alena.

Tok ! Tok ! Tok !

Leo, melirik ke arah Al saat Alena tidak membuka pintu kamar nya.

"Coba lagi!"

"Eeemm" akhirnya Leo mencoba mengetuk pintu nya lagi.

Tok ! Tok ! Tok !

Ceklek !

"Apa?" tanya Alena dengan muka judes nya, dia membuka pintu karena tidak tahan dengan suara ketukan di pintu.

"Kami membawa makan malam untuk mu, teringat kamu belum makan" Al tersenyum mencoba mencairkan suasana tegang di depan pintu kamar Alena.

"Terimakasih, tapi aku lagi tidak ingin makan, kalian boleh pergi!"

"Tunggu!" disaat Alena akan menutup pintu kamar, El menghentikan wanita itu, lalu Alena tidak jadi menutup pintu dan melihat ke arah El yang memegang nampan.

"Makan lah lebih dulu, jika kamu sakit siapa yang akan memarahi kami lagi, siapa yang akan merawat kami, makan perlu energi untuk memarahi kami, jadi kamu harus makan!" tukas El, Al dan Leo, malah membulatkan mata, takut ucapan El membuat Alena marah, nyata nya Alena malah tersenyum mendengar ucapan El.

"Masuk lah!" Alena menyuruh mereka semua untuk masuk ke dalam kamar nya, ada banyak kertas yang berserakan di atas ranjang dan laptop di atas meja kecil.

"Kamu membuat skripsi Leo?" tanya Al, Alena hanya tersenyum.

"Aku mengajari nya, dan itu tinggal sedikit lagi" jawab Alena yang kini duduk di sofa.

"Kamu makan dulu, kami akan membantu kamu menyelesaikan ini"

"Baik lah!"

Alena akhirnya mau makan malam, setelah di bujuk oleh mereka bertiga, terlihat Leo yang duduk di sebelah Al, dan El yang sedang membereskan kertas yang ada di atas kasur.

Alena melihat ke kompakan mereka bertiga, dan itu membuat ia tersenyum manis, memperhatikan mereka yang sedikit demi sedikit sudah mulai menerima diri nya di dalam rumah Fernandez.

Setelah selesai makan, Alena meletakkan piring nya di atas meja sofa, dan ikut gabung dengan mereka membereskan pekerjaan yang tertunda.

Satu pesan yang masuk kembali di abaikan oleh Alena.

[Meeting sudah selesai, kontrak nya telah di terima. Besok aku akan kembali!]

Alena tidak beranjak dari tempat duduk nya, bunyi notice dari ponsel di biarkan begitu saja. Karena dia masih mengerjakan skripsi Leo, yang harus di revisi.

"Akhirnya selesai" ujar Al yang berdiri.

"Kalian kembali lah ke kamar, ini sudah jam berapa, dan ingat jangan kabur dari rumah seperti kemarin!" Alena menatap tajam Al dan El.

"Siap bos!" jawab mereka serentak. Leo hanya nyengir aja, untuk pertama kali El ikut akan perintah orang lain.

"Alena, aku minta maaf, mulai sekarang bisa kah kita jadi teman?" ucap El, yang kini melihat ke arah ke arah Alena.

"Iya mulai sekarang kita teman" sahut Leo,

"Benar" Al ikut nimbrung.

"Baik lah, kita semua teman" jawab Alena, dan mereka berempat akhirnya berpelukan.

Setelah semua nya kembali baik, Al dan El serta Leo keluar dari kamar Alena menuju kamar mereka sendiri.

Ke esokan pagi nya...

Hari ini hari libur, terlihat semua orang bermalas-malasan, hanya Alena yang sudah bersiap dengan baju olahraga nya.

Alena dengan handuk kecil di bahu kiri nya berjalan ke arah kamar Al dan El serta Leo.

Duk..Duk..Duk..

Duk..Duk..Duk..

Duk..Duk..Duk..

Alena menggedor ke tiga kamar itu, secara bersamaan namun belum ada yang mau membuka nya. Namun, disaat ingin menggedor ke dua kali nya, kamar tersebut terbuka.

"Ada apa sih? ini masih pagi" ucap El yang masih menguap berdiri di depan pintu.

"Alena hari ini hari libur kami, biarkan kami tidur" sambung Al, yang menyender diri nya di pintu kamar.

"Aku ngantuk!" sahut Leo, yang terduduk di lantai.

"Kita akan olahraga bersama, cepat siap-siap aku menunggu kalian di bawah!" titah Alena, namun masih terlihat mereka yang tak bersemangat.

"Ada yang mau pergi ke ancol, kalau ada ayo kita olah raga lebih dulu, sore kita ke Ancol"

Masih tidak ada tanggapan dari mereka bertiga.

"Cepat mandi, kita akan olahraga bersama!" teriak Alena, langsung saja mereka bertiga membuka mata nya dan berlari ke kamar mandi, takut di marahi oleh Alena lagi.

Alena duduk di teras rumah Fernandez menunggu ke tiga Tuan muda yang sedang bersiap-siap di kamar.

Setelah menunggu hampir sejam baru lah, mereka bertiga muncul. Dan penampilan mereka membuat Alena terkejut.

Kaca mata hitam, jaket, celana training sepaha, serta sepatu sport.

"Kalian mau olah raga apa pamer aurat!" ketus Alena, namun tidak di tanggapi oleh mereka.

"Ayo pergi, kalau enggak kami balik ke kamar nih?"

Mendengar ucapan El, Alena mengalah dan mengajak mereka untuk pergi ke taman yang ada di komplek perumahan mewah tersebut, banyak orang yang sedang senam di sana karena hari Minggu.

"Kak, coba liat bening sekali cewek itu" bisik Leo,

"Iya.."

"Ayo kita godain!"

Al dan El serta Leo yang berada di belakang Alena menghilang, malah nangkring di tempat para cewek-cewek sexy senam, dan kehadiran mereka di sukai oleh cewek - cewek disana. Alena yang melihat itu langsung menghampiri mereka dan tidak tinggal diam.

"Aaww..."

"Aaaa..Sakit!"

Alena menarik kuping Al dan El, Leo yang melihat itu langsung lari dari tempat tersebut, takut menjadi sasaran berikut nya.

Terpopuler

Comments

ria

ria

kompak the best❤❤

2023-03-26

0

ria

ria

luaaar biasa😘😘

2023-03-26

0

ria

ria

💪💪💪💪❤❤

2023-03-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!