Sarapan bersama

Alena sedang membantu para pelayan di ruang makan, dan menata semua makan di atas meja. Arga berpamitan kepada Alena, dan segera pergi meninggalkan meja makan.

Sekitar pukul sepuluh, tidak ada yang turun untuk sarapan, entah apa yang sedang mereka lakukan dikamar. Bi Yem kembali ke dapur, sementara Alena pergi untuk melihat keempat Tuan muda yang belum keluar dari kamar nya.

Duk ! Duk ! Duk!

"Leo..! bangun!" teriak Alena dari luar, namun tidak ada jawaban dari pria itu, dan membuat Alena membuka nya dengan kunci cadangan yang di berikan Arga kepada Alena.

Ceklek !

Kamar terlihat rapi dan bersih, kamar Leo, tidak ada pemilik nya di dalam, itu artinya Leo tidak tidur di dalam kamar nya.

Alena menutup kembali kamar Leo, lalu ia membuka kamar Al dan El, ternyata mereka juga tidak ada di dalam kamar itu. Tentu saja mereka ada di kamar Xan, karena semalam mereka meeting di kamar Xan.

Ceklek !

Alena terkejut melihat keempat anak asuh nya, yang tidur berantakan di dalam kamar Xan, satu di atas sofa, dan satu lagi di lantai, dan satu lagi di atas ranjang, namun kepala malah jatuh ke bawah.

"Heeemmm" Alena menghela nafas nya. Lalu, satu orang lagi, yang tentu saja membuat Alena harus menghela kasar nafas nya, ia melihat Xan, yang duduk di meja kerja nya, dengan laptop yang masih menyala, dan di samping ada iPad yang menyala juga.

"Jam berapa pria itu tidur" gumam Alena memperhatikan Xan.

"Tuan Xander, ayo bangun, anda akan kerja jam berapa?" Alena menepuk pelan bahu Xan, dan mencoba membangunkan pria itu yang masih tertidur di meja kerja nya.

"Eegh" eluh Xan, lalu merentangkan tangan nya.

"Kenapa kau bisa masuk?" dengan nyawa yang belum terkumpul, Xan langsung berdiri dan menatap Alena tajam.

"Tentu aku bisa masuk, aku punya semua kunci cadangan kamar kalian" jawab Alena enteng.

"Aku harus nanya ini sama Papa"

"Paman Arga sudah pergi!" cetus Alena, dengan santai, Xan yang mendengar itu, kembali menoleh dan menatap Alena.

"Jadi, kamu resmi jadi pengasuh kami?" sembari menunjuk ke arah diri nya sendiri.

"Benar!" Alena melewati tempat di mana Xan berdiri dengan kesal.

Lalu Alena mencoba membangunkan ketiga orang lain nya, Alena memukul mereka dengan bantal, lalu ia menyeret Leo, yang tidur di atas sofa.

Bugh !

Bugh!

Alena memukul Al atau pun El, Xan terus menatap kelakuan Alena, yang sedang membangunkan adik - adik nya.

"Aaaa ..."

"Aagrrh"

Suara teriakan Al dan El bergema di dalam kamar yang besar itu.

"Ayo bangun" Alena masih menyeret Leo.

"Siapa sih, pagi-pagi udah bikin orang kesal" gerutu El, yang duduk di atas ranjang.

"Leo, kau yang pukul aku ya?" tanya Al, nya sedang mencoba untuk bangkit, dari tidur nya.

"Kak lepas, apa yang kau lakukan, aku enggak mau kuliah hari ini"

"Hari ini libur, untuk apa kau kuliah" sahut Alena. Mereka yang dengar suara Alena langsung terdiam, dan membuka mata seketika.

Alena berdiri di depan mereka bertiga, dan menatap lekat ke arah ke tiga tiga muda secara bergantian.

"Kau cewek sialan, berani membangun aku!" teriak El kesal, langsung turun dari ranjang, dan berjalan ke arah Alena.

"Kau, benar - benar cari masalah ya?" Al ikut berdiri. Hanya Leo yang memilih melanjutkan tidur nya.

"Stop" Alena mengangkat kedua tangan nya ke arah Al dan El. Mereka berdua masih menatap Alena dengan penuh amarah.

"Dari pada kalian berdua berdebat dengan ku, mending kalian berdua pergi mandi, terus sarapan, dan pergi ke bengkel, jika hari ini kalian enggak datang kesana, akan ada seseorang yang akan mengurus bengkel Kalian!" tegas Alena dengan lantang.

El dan Al menatap Alena penuh dengan emosi , dan bersiap - siap untuk menghajar Alena.

"El, Al!" panggil Xan, ke dua nya menoleh ke arah Xan.

"Benar kata dia, kalian pergi lah mandi, dan ke bengkel, takut Papa akan mencabut fasilitas kita, aku tidak mau jadi gembel" gerutu Xan, yang berlalu pergi ke kamar mandi.

"Sial" umpat El dan di ikut Al, keluar dari kamar Xan. Setelah ke dua nya keluar, dan Alena menghela nafas, melihat Leo yang masih tidur di lantai.

"Leo, bangun! kau harus bangun, kalau enggak, aku enggak akan membantu membuat skripsi kamu!" ancam Alena.

"Aku sudah membayar nya, kau jangan mencoba menipu ku!"

"Aku tidak takut, aku bisa mengembalikan uang mu" Alena berdiri dan ingin pergi, " terserah kau saja, aku tidak akan memaksa!" Alena berjalan ke arah pintu keluar.

"Oke, oke!" teriak Leo, yang kesal lalu bangun dari tidur mu.

"Aku menunggu kalian semua di meja makan"

"Iya"

Dengan tubuh yang masih pengaruh rasa kantuk, Leo keluar dari kamar Xan, dan berjalan ke arah kamar sendiri.

Alena turun kembali ke lantai bawah, tepat nya ia berjalan ke arah dapur, dan melihat Bi Yem yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berempat.

"Bi bawa semua jus ini, dan letakkan di atas meja"

"Baik Non.."

Setelah semua makanan di tata rapi di atas meja, keempat pria tampan itu turun ke bawah menuju meja makan.

Xan dengan wajah nya yang dingin, dan El dengan raut wajah yang amarah, ada Al yang sedang menarik kursi untuk duduk terlihat wajah nya yang datar. Satu lagi, Leo pria ini masih terlihat mengantuk, dan terus saja mengerucut bibir nya melihat ke arah Alena.

"Silahkan sarapan, setelah itu kalian pergi bekerja. Tuan Xan, akan ada meeting sore ini, dan Tuan Al dan El, hari ini semua perlengkapan bengkel akan di kirim. Dan kamu Leo, kamu tinggal di rumah bersama dengan Ku!"

"Kenapa aku harus tinggal tidak kamu?" Leo menatap kesal ke arah Alena, "Aku mau ikut kak Xan!" lanjut nya.

"Tidak boleh membantah" Alena menatap tajam ke arah Leo, "Kamu mau Paman mencabut kartu yang di berikan pada mu? kalau udah siap untuk miskin boleh saja ikut Kakak mu" lanjut Alena, lalu duduk di kursi nya sembari menyesap teh yang ada di gelas nya.

"Menyebalkan sekali " gerutu Leo, Alena tidak menanggapi nya. Namun, Xan memperhatikan Alena, dan rasa benci nya semakin parah kepada wanita itu.

Setelah mereka sarapan, terlihat Xan dan El serta Al yang bangkit dari tempat duduk nya.

"Berikan kunci mobil" Xan mengulurkan tangan ke arah Alena.

"Untuk hari pertama, Paman berpesan, Anda harus pergi menggunakan taxi atau angkot" ujar Alena, Xan langsung membulatkan mata nya kesal.

Terpopuler

Comments

Syaiful Ardi

Syaiful Ardi

keren ceritanya

2023-08-29

0

ria

ria

duuh tegasx sang pengasuh cantiik..
kalian ber4 sekarang benciiii banget sama alena..gk tau lo rencana thor aisyah..
bisa2 kalian ber4 rebutan hati alena..

2023-03-26

0

ria

ria

😂😂😂😂

2023-03-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!