Alena turun kembali ke lantai bawah, tepat nya ia berjalan ke arah dapur, dan melihat Bi Yem yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berempat.
"Bi bawa semua jus ini, dan letakkan di atas meja"
"Baik Non.."
Setelah semua makanan di tata rapi di atas meja, keempat pria tampan itu turun ke bawah menuju meja makan.
Xan dengan wajah nya yang dingin, dan El dengan raut wajah yang amarah, ada Al yang sedang menarik kursi untuk duduk terlihat wajah nya yang datar. Satu lagi, Leo pria ini masih terlihat mengantuk, dan terus saja mengerucut bibir nya melihat ke arah Alena.
"Silahkan sarapan, setelah itu kalian pergi bekerja. Tuan Xan, akan ada meeting sore ini, dan Tuan Al dan El, hari ini semua perlengkapan bengkel akan di kirim. Dan kamu Leo, kamu tinggal di rumah bersama dengan Ku!"
"Kenapa aku harus tinggal tidak kamu?" Leo menatap kesal ke arah Alena, "Aku mau ikut kak Xan!" lanjut nya.
"Tidak boleh membantah" Alena menatap tajam ke arah Leo, "Kamu mau Paman mencabut kartu yang di berikan pada mu? kalau udah siap untuk miskin boleh saja ikut Kakak mu" lanjut Alena, lalu duduk di kursi nya sembari menyesap teh yang ada di gelas nya.
"Menyebalkan sekali " gerutu Leo, Alena tidak menanggapi nya. Namun, Xan memperhatikan Alena, dan rasa benci nya semakin parah kepada wanita itu.
Setelah mereka sarapan, terlihat Xan dan El serta Al yang bangkit dari tempat duduk nya.
"Berikan kunci mobil" Xan mengulurkan tangan ke arah Alena.
"Untuk hari pertama, Paman berpesan, Anda harus pergi menggunakan taxi atau angkot" ujar Alena, Xan langsung membulatkan mata nya kesal.
"Eh, yang benar saja, cepat berlalu kunci mobil kepada Ku, hari ini aku ada meeting, dan ini juga sudah terlambat!" ketus Xan dengan kesal, berusaha menahan emosi nya, agar tidak benar-benar menghajar Alena.
"Tidak. Itu salah anda, kenapa bangun begitu terlambat. Kalian semua harus bisa membagi waktu main, untuk tidur dan pekerjaan, ia misi kalian di mulai hari ini, dan waktu kalian hanya ada tiga bulan untuk misi yang di berikan Paman Arga" jelaskan Alena, tentu saja peraturan konyol itu, tidak ada yang bisa menerima nya, terlebih Xan, disuruh pergi dengan taxi, El dan Al pasti juga akan pergi dengan taxi.
Leo, langsung tersenyum cerah, begitu mendengar pernyataan Alena, akhirnya ia aman, dia tidak perlu ikut dengan Xan.
"Kenapa kau melamun, apa kau juga ingin ikut mereka naik angkot?" ketus Alena, menatap tajam Leo, langsung raut wajah Leo berubah, dan terlihat Leo yang sedang nyengir.
Leo menggelengkan kepala nya, dan berdiri setelah itu menyusul Alena yang menaiki tangga menuju lantai dua.
"Kak, kenapa kau diam saja, ada wanita yang menjatuhkan harga diri kita!" ketus El, dengan kesal, menghentakkan kaki nya.
"Bukan saat nya berdebat, ayo pergi, kalau enggak kita akan terlambat, hanya tiga bulan, bersabar lah, disaat Papa akan menyerahkan jabatan Ceo kepada ku, maka aku akan mengerjai nya, aku akan membalas perbuatan nya, saat ini bersabar lah demi masa depan kita, aku tidak ingin hidup miskin!"
Xan pun melangkah 'kan kaki nya menuju pintu utama, terlihat mobil mewah yang berbaris di garasi, dan mereka tidak dapat menggunakan nya saat ini.
"Sudah, kita akan menggunakan nya, disaat misi kita sudah berhasil" ujar Al, menarik El yang terus menatap mobil mewah mereka.
Xan, Al dan El, kini berada di dalam sebuah taxi, terpaksa harus menaiki taxi yang sama, karena bengkel dan perusahaan adalah searah, dan mereka akan pergi bersama.
Tiba di perusahaan, dokter Fino, sekaligus orang kepercayaan Arga, kini menunggu Xan di lobi.
"Selamat datang Tuan muda, anda terlambat di pagi ini" tukas Fino, Xan langsung mengubah ekspresi nya.
"Maaf dok, Aku telat bangun, semalam mengerjakan berkas untuk rapat sore ini" jelas Xan, terlihat raut wajah Xan yang begitu kesal.
"Yasudah, mari ikut saya, saya akan mengantar anda menuju ruangan anda" Xan mengikuti Fino, menuju ruang direktur.
Seluruh karyawan Fernandez tidak terkecuali menatap kearah Xan yang baru saja tiba di perusahaan itu. Sebelumnya mereka tahu, jika Xan selama ini tinggal di Paris, dan baru kembali dua hari yang lalu.
Ceklek !
"Tuan muda, ini ruangan anda, jika ada yang anda butuhkan anda bisa mengunjungi saya, saat ini saya harus kembali ke rumah sakit, sekitar dua jam lagi akan ada jadwal operasi saya"
"Dok, anda pasti sangat sibuk, istirahat saja, saya bisa mengurus nya" pungkas Xan, dengan wajah yang datar, karena Xan tahu Fino datang ke perusahaan nya hanya untuk membantu diri nya.
"Kalau begitu saya permisi Tuan muda"
"Eeemmm"
Fino pun pergi meninggalkan ruangan direktur. Saat ini Xan, sedang melihat keselurahan tempat kerja baru nya, tidak kurang besar dari ruangan dia di Paris sebelum nya.
Beberapa saat kemudiaan, diri nya di sibukkan oleh berkas yang ada di atas meja.
Di bengkel las milik Al dan El.
"Kau sudah memeriksa semua nya Al?" tanya El yang baru saja keluar dari ruangan nya.
"Sudah, ini barang yang masuk"
El mengambil alih kertas putih di tangan Al, dan memeriksa nya sekali lagi, setelah ia rasa semua lengkap, El pun bertanda tanda.
"Untung saja barang nya tiba tepat waktu" ketus El,
"Bukan barang, tapi kita tiba tepat waktu, kalau telah barang ini akan di bawa pergi dan harus menunggu dua bulan lagi, tentu saja itu akan membuat kita gagal" gumam Al, yang kini berjalan ke arah tempat di mana ruang tunggu VIP milik bengkel las mereka.
El dan Al kini di sibukkan dengan iPad di tangan mereka, dan mempelajari hal baru yang akan mereka terap 'kan di bengkel mereka berdua.
Di kediaman Fernandez....
Leo sedang melihat Alena yang sangat serius di depan laptop. Lalu Leo pergi dari ruang tamu menuju dapur, tak lama ia pun kembali dengan air segelas di tangan nya.
"Minum dulu, tadi Bi Yem membuatkan kita jus" ujar Leo, memberikan jus kepada Alena, wanita ini mengerutkan dahi nya.
"Kau yakin? " Alena mengangkat gelas jus yang di bawakan Leo.
"Iya, aku tidak akan meracuni mu, percaya pada ku"
Alena tersenyum, Leo yang bisa menebak isi pikiran Alena. Pada akhirnya Alena meminum jus yang di berikan Leo, dan sedikit lagi, pekerjaan nya akan selesai.
"Masih lama?"
"Sedikit lagi" jawab Alena, pandangan nya masih fokus ke laptop. Leo pun segera naik ke sofa, dan berbaring disana, sembari menonton televisi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Mur Wati
mengulang ceritanya terlalu panjang
2023-09-17
0
ria
bener2 anak gajah yg gk mau sengsara..
2023-03-26
0
ria
hmm...kita liat nanti
2023-03-26
0