Sarapan

Di meja hanya ada Leo dan Alena, tidak terlihat ada Al dan El, karena semalam Alena tidak turun untuk makan malam.

Ting!

Sebuah pesan masuk ke ponsel Alena, lalu ia melihat nya, itu adalah pesan dari Xan.

[Aku sudah tiba, sejak tadi malam, dan saat ini sedang meeting dengan yang lain!]

Setelah membaca pesan itu, Alena menyimpan kembali ponsel nya, Alena tidak membalas nya, yang ia ingin hanya kabar.

"Leo!"

"Eeemm" Leo menatap Alena.

"Dimana Tuan Al dan El?"

"Di kamar " jawab Leo, tanpa melihat ke arah Alena. Alena segera berdiri, dan Leo menghentikan nya.

"Tunggu!"

"Apa lagi?"

"Mereka masih tidur, biar 'kan mereka tidur beberapa jam lagi" ujar Leo, sembari tersenyum dengan roti yang memenuhi mulut nya.

"Makan dulu yang benar, jangan bicara saat makan!" ketus Alena, menatap lekat ke arah Leo.

"Iya - ya, ayo duduk lagi" Leo memegang ke dua bahu Alena, lalu menyuruh wanita itu untuk duduk.

Alena memperhatikan Leo, menatap nya dengan tajam, "Leo!" panggil Alena lagi, pria itu langsung menoleh.

"Apa hari ini kau melakukan kesalahan?"

"Tidak!" Leo menggelengkan kepala nya.

"Jadi, apa yang kau lakukan?"

"Aku hanya menyimpan rahasia Kak Al dan El, Opps" Leo langsung menutup mulut nya, Alena memicingkan mata menatap tajam ke arah Leo.

'Aduh' Leo memalingkan wajah nya ke samping.

"Rahasia?" ulang Alena, Leo menatap Alena, sembari tersenyum kikuk.

"Dimana Kak Al dan El, katakan!" tegas Alena, yang kini berdiri, sembari mencondongkan tubuh nya ke depan Leo. Leo yang melihat itu hanya bisa menghela nafas nya.

"Jadi begini..."

Leo pun menceritakan pasal Al dan El yang pergi dari rumah semalam menuju bar, yang tak jauh dari tempat mereka bekerja, dan mereka belum pulang sampai pagi ini.

"Jadi mereka belum pulang?" tanya Alena,

"Belum!" Leo, menggelengkan kepala nya.

"Ayo kita pergi kesana!" ajak Alena, tapi Leo takut jika mereka pergi, Al dan El akan memarahi nya.

"Leo!" panggil Alena lagi, saat melihat Leo, yang hanya duduk di meja makan.

"Tapi Alena..."

"Kamu tahu Leo, Paman menyerahkan kalian kepada ku, untuk aku jaga. Kalian itu pewaris keluarga Fernandez, jika sesuatu terjadi kepada kalian aku lah pelaku utama yang di tuduh. Dan jika ada media yang tahu keluarga Fernandez berkelakuan minus, yang terkena imbas perusahaan kalian, kamu tidak akan mengerti!" tegas Alena, Leo membulatkan mata nya, pesan ini pernah di dengar oleh Leo, sebelumnya kata nya Mama mereka yang memberi pesan seperti itu.

"Alena, aku tahu aku salah, maafkan aku menyembunyikan ini dari mu " lirih Leo, yang berdiri dari tempat duduk nya. Alena menghela nafas berat nya.

"Ayo kita menjemput mereka "

" Mereka saat ini ada di hotel" Leo memberitahu Alena, saat Alena akan pergi.

"Leo, katakan yang sejujur nya, apa mereka kalau ke bar pulang nya ke hotel, selain berdua apa mereka akan membawa Perempuan?" tanya Alena, kini tatapan nya tajam, membuat Leo menunduk.

"Kak Al enggak pernah main perempuan, kalau kak El memang sering, udah enggak ke hitung lagi, dia memang raja nya wanita di Paris!" ungkap Leo, Alena segera berbalik dan pergi dengan di ikuti oleh Leo.

Alena dan Leo pergi meninggalkan rumah dengan mobil Leo, dan banyak sekali rahasia keluarga Fernandez yang tidak di ketahui oleh Leo, karena mereka merasa jika Leo masih belum cukup umur untuk mengetahui itu semua.

Jangan pikir keluarga yang kaya raya, banyak hasil alam yang melimpah, serta bisa mendirikan dua perusahaan di Indonesia dan satu di Paris serta ada cabang kecil di Jepang, bukan berarti tidak memiliki musuh. Justru itu, banyak pesaing bisnis yang ingin menjatuhkan keluarga Fernandez dari berbagai tempat, salah satu nya adalah perusahaan haicord pemimpin nya adalah mafia berdarah dingin, yang memusuhi Keluarga Fernandez, karena suatu kejadian di masa lalu.

Arga Fernandez adalah mantan pemimpin militer pada tahun 2000 di Tokyo, dan ia sangat di senangi oleh berbagai masyarakat disana. Namun, kelompok haicord membenci Arga, karena pria ini memberantas bisnis ilegal milik perusahaan haicord.

Setelah Xan dan Al serta El lahir, mereka pindah ke Paris, dan lahir lah Leo di Paris, dan mereka menetap disana, membesarkan ke empat anak mereka. Di hari terakhir menjadi pemimpin militer, Arga dan sang istri pergi menghadiri perjamuan terakhir, di perjalanan pulang, mobil mereka kecelakaan, Arga selamat memiliki cedera yang cukup parah, sementara Sang istri meninggal di tempat.

Oleh sebab itu, Xan menetap di Inggris selama lima tahun untuk mengikuti pelatihan militer, itu terjadi di usia Xan dua puluh tahun.

Leo memarkirkan mobil nya di tempat parkiran hotel mewah.

"Kau yakin ini tempat nya?" tanya Alena, Leo menatap layar ponsel.

"Benar, kak Al mengirim pesan" ujar Leo.

Mereka berdua bergegas masuk dan bertemu dengan Al di lobi.

"Dimana Tuan muda El?" tanya Alena, saat melihat Al di lobi, yang baru saja turun untuk menemui mereka.

"El, El semalam pergi dengan menggunakan mobil, aku tertinggal di hotel" ujar Al, yang juga ikut panik.

"Kita harus menemukan El, sebelum sesuatu terjadi!" tegas Alena, yang saya ini ingin melangkah pergi, namun ia teringat dengan benda yang di pegang oleh cleaning servis.

"Permisi, mba apa ini milik seorang tamu?" tanya Alena, melihat sabuk milik El, yang Alena kenal, karena ia pernah melihat El memakai nya kemarin waktu mereka sarapan.

"Alena apa yang kau tanya, sabuk sepeti itu, bukan hanya di miliki oleh Kak El saja, mungkin itu punya orang lain" bisik Leo,

"Kamu diam!" ketus Alena yang kesal.

"Harap perhatian semua nya, kami mendapat kabar, jika ada seorang tamu hotel yang membawa masuk narkoba ke tempat ini, jadi di harapkan tidak ada yang boleh pergi sebelum tempat ini selesai di periksa!"

Suara itu berasal dari pintu lobi, dan benar saja aparat kepolisian sudah berkumpul di lobi, dan itu membuat Alena dan yang lain panik.

" Kita harus berpencar mencari El disini, aku yakin dia masih disini, kalau sampai dia ketahuan dalam keadaan mabuk, dan di ketahui banyak media, tamat lah riwayat kita!" tukas Al yang panik.

"Tuan muda juga tahu, jika media sedang ingin mencari tahu kebenaran tentang Tuan muda Fernandez yang jarang di liput oleh media?" tanya Alena, menatap Al.

"Aku tahu, dan itu baru menyadari nya kemarin saat aku tidak sengaja melihat catatan milik Papa di ruang kerja nya" pungkas Al, terlihat bersalah.

"Heeemm, sial" umpat Alena, yang saat ini sedang kesal.

Terpopuler

Comments

NOiR🥀

NOiR🥀

di ulang2 byk sekali

2023-03-30

1

ria

ria

ternyata dari kalian ber4..el yg harus dibina bener2..
semangat alena..meskipun.uang yg utama dimata kamu..
tapi kamu bener2 ikhlas merubah kelakuan mereka dan juga melindungi keburukan mereka dari awak media..

2023-03-26

0

ria

ria

innalillahi..

2023-03-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!