Tiba di dalam mobil, El duduk di kursi kemudi, sementara Alena duduk di samping, El melirik ke arah Alena yang fokus menatap ke depan.
"Ale..."
"Kita pulang sekarang!" El terdiam, saat ucapan nya di potong oleh Alena, tidak ada ekspresi lain di raut wajah Alena, selain raut wajah nya yang terlihat tegang.
Tanpa membantah, El pun melajukan mobil nya dan pulang ke rumah.
Sementara itu, di kediaman Fernandez, Al dan Leo, sedang menunggu Alena dan El.
"Leo, apa kau yakin, mereka sudah bertemu?"
"Iya, aku mendapat kabar dari Alena, mereka sendang kembali ke rumah" jawab Leo, yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Eeemmm, syukur lah!" Al menjadi lega, setelah mendengar jawaban Leo sekali lagi, lalu ia duduk di sofa dengan menyenderkan kepala nya, sembari menunggu El dan Alena pulang.
Bruumm...Bruumm...
Suara mobil sport, milik El telah memasuki halaman rumah Fernandez, Leo atau pun Al segera berdiri, dan berjalan ke arah pintu utama untuk menemui El dan Alena.
Alena segera turun dari mobil, tidak mengucapkan sepatah kata pun, ia berjalan ke arah teras, disana ada Al dan Leo, yang sedang menunggu mereka.
"Alena bagaimana kalian bisa lolos?" tanya Leo, namun Alena tidak menggubris pertanyaan itu, dia langsung masuk ke dalam rumah, dan terlihat dari jauh, El juga baru saja turun dari mobil nya.
Terlihat raut wajah El yang kusut, kini juga El menatap kesal ke arah Al.
"Kenapa kau enggak bilang ada pemeriksaan pagi ini?" langsung saja pertanyaan itu di lontar El kepada Al.
"Haah? aku juga baru tahu, Leo menelpon ku, dan memberitahu jika Alena mengetahui kita pergi dari rumah" ujar Al, dengan raut wajah yang bingung, dia pun tidak mau di salahkan.
Al dan El kini masuk, melihat Leo yang duduk lesu dengan wajah yang diam seribu bahasa, disisi lain ada Alena yang menahan amarah nya sejak tadi pagi.
"Sudah puas kalian berdua!" suara yang kecil namun terdengar begitu lantang di telinga Al dan El, apalagi saat ini raut wajah Alena begitu serius melihat ke arah mereka berdua.
"Kenapa kau harus bertanya begitu, bukan kah itu hak kami pergi kemana saja, tugas kamu hanya mengasuh, untuk apa kau memasang wajah kusut mu begitu, kau pikir kau disini siapa?" tanya El, pria ini malah berteriak kepada Alena.
"El, cukup" Al menenangkan El yang sedang berteriak kepada Alena.
"Cukup kata mu?" El kini menatap Al yang berdiri di samping nya. "Bagaimana bisa aku hanya diam saja, saat ada orang lain yang mencoba menjatuhkan harga diri ku, kau tahu Al aku tidak suka ada orang lain yang ikut campur dengan urusan ku!" tegas El, dan berlalu pergi, namun di hentikan Alena.
"Tunggu!"
El menghentikan langkah nya lalu menoleh ke arah Alena yang kini juga berdiri dari tempat duduk nya.
"Aku memang orang luar yang datang kesini, tapi aku punya tugas disini, pekerjaan ku menjaga dan merawat kalian, menjaga kalian agar keluarga Fernandez tetap jauh dari rumor - rumor sampah di luar sana. Apa kalian tidak mengerti? siapa kalian ? siapa kalian untuk keluarga ini, apa kalian ingin menghancurkan keluarga ini hanya demi ego kalian saja. Pikirkan juga paman Arga, yang sudah berjuang banyak untuk bisa mencapai titik ini, aku sangat yakin jika Paman Arga tidak mudah mencapai titik setinggi ini. Namun, kenapa anak - anak nya tidak mau memikirkan itu, lebih memikirkan ego sampah mereka saja. Dan pada akhirnya Fernandez akan di tuding dengan rumor sampah yang bisa menghancurkan keluarga fernandez itu sendiri"
El terdiam tidak bisa menjawab atau menyangkal satu kata pun yang di lontarkan oleh Alena kepada nya. Leo dan Al juga ikut diam di sisi lain yang memperhatikan Alena dan El.
"Jika hari ini aku datang terlambat, apa yang akan terjadi padamu tidak akan bisa kamu bayangankan, seluruh stasiun televisi akan membicarakan keluarga Fernandez memiliki pewaris yang minus akhlak serta juga pemakai barang terlarang, dan Tuan muda El berharap anda bisa menekan berita itu dengan uang? karena anda merasa bangga telah terlahir dari keluarga kaya? apa anda pikir opini publik dan pendapat masyarakat bisa di hapus dengan uang? tidak! . Stasiun televisi bisa di hentikan dengan uang, namun netizen mampu menggiring opini yang lebih parah di masyarakat, dan sampai anda sendiri stres memikirkan itu semua, netizen lebih cepat dalam menangkap suatu masalah, mereka juga di kenal dengan target bully yang cukup parah, sehingga pada akhir nya bukan mental anda saja yang down, tapi Paman Arga juga akan merasakan imbas nya!" setelah mengatakan itu, Alena pergi, menuju tangga, dan kembali ke kamar nya.
Setelah kepergian Alena, suasana di ruang tamu hening beberapa saat. Leo tidak dapat bertanya dan berkata apapun, namun ada Al yang ingin berbicara dengan El.
"Seperti nya, gadis yang kita bawa semalam sudah menarget kita dua hari yang lalu, untuk menjebak mu, nyata di kamar mu di temukan barang haram!" tukas Al, yang kini berdiri di depan El. Pria ini tidak menjawab.
"Apa kau menyalahkan ku?" El melihat ke arah Al, yang berdiri di depan nya.
"Tidak, aku tidak menyalahkan siapapun. Karena, aku kenal kamu dan tahu bagaimana kehidupan mu di Paris. Namun, El berhenti menjadi orang yang menyebalkan, dan nakal. Kita semua sudah dewasa, ayo fokus pada bisnis kita, sampai kapan kita harus tergantung pada Papa, kita saja tidak tahu kapan Papa akan pergi meninggalkan kita, seperti waktu dimana Mama pergi, kita saja tidak bisa menebak kepergian mu!" Al pun berlalu dari hadapan El setelah dia mengatakan itu.
El hanya diam, sembari merenungi ucapan Al barusan, lalu El melirik ke arah Leo, yang masih duduk di sofa.
"Apa kau juga akan menceramahi ku?" tanya El, namun Leo langsung menggelengkan kepala nya.
"Tidak aku tidak berani" ujar Leo, yang tersenyum. "Namun, kak kamu harus mendengar apa yang di katakan Alena dan kak Al, karena menurut aku ucapan mereka ada benar nya!" lanjut Leo, masih tersenyum ke arah El, karena takut di marahi oleh El.
El berjalan ke arah sofa, dan duduk di samping Leo.
"Iya, mungkin benar kata mu, aku harus bisa berubah, dunia Paris tidak sama dengan dunia yang saat ini kita jalani!" El memejamkan mata nya sejenak, sembari kepala menyender di sofa. Leo mengangguk menanggapi ucapan El, dan Leo kembali menepuk pelan bahu El untuk menenangkan sang Kakak nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
ria
makax kalian harus berubah sendiri setelah kejadian ini..
alena cuma perantara dari papa kalian ..selanjutx berubah hrs dari diri kalian sendiri kalo tdk ingin fernandes hancur..
2023-03-26
0
ria
the best al..mulai nyadar
2023-03-26
0
ria
alena kamu the best
2023-03-26
0