Duk..Duk..Duk..
Duk..Duk..Duk..
Duk..Duk..Duk..
Alena menggedor ke tiga kamar itu, secara bersamaan namun belum ada yang mau membuka nya. Namun, disaat ingin menggedor ke dua kali nya, kamar tersebut terbuka.
"Ada apa sih? ini masih pagi" ucap El yang masih menguap berdiri di depan pintu.
"Alena hari ini hari libur kami, biarkan kami tidur" sambung Al, yang menyender diri nya di pintu kamar.
"Aku ngantuk!" sahut Leo, yang terduduk di lantai.
"Kita akan olahraga bersama, cepat siap-siap aku menunggu kalian di bawah!" titah Alena, namun masih terlihat mereka yang tak bersemangat.
"Ada yang mau pergi ke ancol, kalau ada ayo kita olah raga lebih dulu, sore kita ke Ancol"
Masih tidak ada tanggapan dari mereka bertiga.
"Cepat mandi, kita akan olahraga bersama!" teriak Alena, langsung saja mereka bertiga membuka mata nya dan berlari ke kamar mandi, takut di marahi oleh Alena lagi.
Alena duduk di teras rumah Fernandez menunggu ke tiga Tuan muda yang sedang bersiap-siap di kamar.
Setelah menunggu hampir sejam baru lah, mereka bertiga muncul. Dan penampilan mereka membuat Alena terkejut.
Kaca mata hitam, jaket, celana training sepaha, serta sepatu sport.
"Kalian mau olah raga apa pamer aurat!" ketus Alena, namun tidak di tanggapi oleh mereka.
"Ayo pergi, kalau enggak kami balik ke kamar nih?"
Mendengar ucapan El, Alena mengalah dan mengajak mereka untuk pergi ke taman yang ada di komplek perumahan mewah tersebut, banyak orang yang sedang senam di sana karena hari Minggu.
"Kak, coba liat bening sekali cewek itu" bisik Leo,
"Iya.."
"Ayo kita godain!"
Al dan El serta Leo yang berada di belakang Alena menghilang, malah nangkring di tempat para cewek-cewek sexy senam, dan kehadiran mereka di sukai oleh cewek - cewek disana. Alena yang melihat itu langsung menghampiri mereka dan tidak tinggal diam.
"Aaww..."
"Aaaa..Sakit!"
Alena menarik kuping Al dan El, Leo yang melihat itu langsung lari dari tempat tersebut, takut menjadi sasaran berikut nya.
"Kita mau olahraga bukan untuk merayu perempuan, mengerti kalian!" tegas Alena yang berdiri di depan Al dan El, hanya Leo yang tidak kenak jewer Alena.
"Iya maaf, kami ngaku salah!" jawab mereka serentak. Ada Leo yang sedang meniru gaya Alena memarahi Al dan El, Alena langsung tersadar dan melirik Leo.
"Kamu sedang apa?" tanya Alena dengan tatapan tajam nya, membuat Leo terdiam dan nyengir kuda.
"He He He, enggak. Ayo Alena kita pergi kesana, disana ada es krim aku mau beli" Leo langsung menarik Alena untuk membeli es krim.
"Liat lah, cowok itu tampan sekali"
"Iya sangat - sangat tampan"
" Aku mau yang paling tinggi itu"
"Enggak aku yang paling tinggi"
"Aku yang kurus"
" Aku yang paling imut"
Begitu lah terdengar suara orang - orang yang sedang memperhatikan mereka yang tengah membeli es krim.
Alena langsung melirik ke arah Al dan El serta Leo, hanya Leo yang menanggapi ucapan mereka, langsung berpose sok imut.
"Udah imut, jangan di buat - buat lagi, tingkah mu seperti itu, membuat aku mual" cibir Alena, Leo langsung tersadar dan diam di tempat dengan bibir yang mengerucut.
Dari awal Alena dan Leo selalu menjadi teman debat, meskipun sering akur mereka juga terlihat sering berantem memperdebatkan suatu hal yang tak masuk akal.
"Pak, mau beli es krim yang ada di sini semua nya ya, tolong bagikan untuk mereka semua, nanti Tuan - Tuan saya yang membayar nya" ujar Alena enteng, mengerjai mereka bertiga yang sok kegantengan sejak tadi.
"Haah?" mereka bertiga terkejut, setelah sadar akan ucapan Alena.
"Baik Non..." Bapak itu tersenyum senang, saat es krim nya di borong dalam seketika.
"Ayo anak - anak yang mau es krim, ada es krim gratis!" teriak Alena, langsung saja entah dari mana datang anak-anak itu, lalu menyerbu ke arah Alena dan ke tiga Tuan muda.
"Kenapa kita yang harus membayar nya" El terlihat kesal, menatap Alena dengan tajam.
"Ya harus kalian lah, 'kan kalian Tuan ku, kalau aku yang membayar, itu tidak mungkin" sahut Alena, dengan ke dua tangan di dada.
"Tapi..." Leo menghentikan ucapan nya, lalu melirik ke arah anak - anak yang ada di depan kotak es krim dengan wajah yang bahagia.
"Sudah lah, anggap saja beramal di hari Minggu" timpal Al, yang pasrah.
"Nah, gitu dong. Makasih ya Tuan Al, anda selain tampan juga murah hati" puji Alena, Al yang mendapat pujian langsung tersenyum smirk.
"Udah kalian bayar lah, ayo Alena kita pergi kesana!" ajak Al, Alena dan Al segera pergi.
"Eh tunggu, dia yang di puji kenapa kita yang harus bayar?" tanya Leo, yang kebingungan.
"Emmm, menyebalkan Al!" timpal El, lalu mengeluarkan dompet di dalam saku celana, untuk membayar es krim.
Begitu selesai, mereka langsung menyusul Alena dan Al yang sudah duluan pergi dari tempat itu, dengan membawa dua es krim di tangan mereka.
Pagi itu, terlihat ke tiga Tuan muda sangat menikmati hari libur, jarang - jarang mereka bermain di tempat terbuka seperti itu, biasa nya lebih menghabiskan waktu mereka di kamar kalau hari libur, dan lebih menggunakan alat gym di rumah dari pada keluar rumah.
"Mau pulang?" tanya Alena, melihat mereka yang kelelahan.
"Kita pulang naik taxi aja" jawab Leo, yang pasrah bersandar di pohon besar.
"Dekat dari sini, jalan kaki saja" ujar Alena.
"Kami enggak kuat jalan lagi, capek!" Al pun terlihat lemas.
"Duduk lima menit lagi" timpal El yang langsung berbaring diatas bangku tembok yang ada di taman.
Akhirnya Alena membiarkan mereka beristirahat di tempat itu, ternyata disana cukup ramai, dan bukan hanya mereka.
Di tempat lain, ada Xan yang baru bersiap-siap menuju bandara. Xan menatap layar ponsel nya belum ada balasan dari Alena. Bukan belum ada, memang Alena tidak membalas satu pun pesan dari Xan.
"Wanita itu meminta nomer ku untuk apa? hanya ingin tahu kabar Ku saja?" gumam Xan, yang masih menatap layar ponsel, lalu Xan melihat status wa Leo, disana ada Al dan El serta Alena, mereka bertiga tengah memakan es krim, dan terlihat ketiga adik-adik nya sangat bahagia.
Tanpa Xan sadari, ia tersenyum melihat Vidio singkat dan foto di status Wa Leo.
"Jarang sekali melihat mereka main di luar rumah di hari libur, ini El kenapa ikutan juga, padahal El yang paling tidak suka dengan Alena" gumam Xan, setelah memperhatikan foto El, yang terlihat sangat bahagia.
"Tuan, mari jemputan anda sudah tiba" ujar seseorang, dan Xan langsung berdiri dari tempat duduk nya menuju mobil jemputan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Bambang Setyo
Tenang xan.. Adik2mu udah jinak sama alena.. 😁😁😁
2023-03-27
0
ria
semangat buat alena..
kamu berhasil😘meski belum 100%
semangat juga buat al el leo😘😘
2023-03-26
0
ria
semuax sdh berubah tuan muda xan😘
2023-03-26
0