Di tempat lain...
Leo dan Alena baru saja selesai, mereka terlihat begitu lelah.
"Alena!" teriak seseorang yang membuat Alena terkejut dan menoleh bersama dengan Leo.
"Ria?" gumam Alena, saat melihat wanita itu berlari ke arah nya.
"Haaah, Haaah!" Ria ngos-ngosan akibat berlari begitu jauh.
"Ke-napa kau ber-sama dengan anak baru?" bisik Ria, sembari menatap Leo.
"Oh, enggak sengaja bertemu di sini" bohong Alena, mengedipkan mata ke arah Leo.
"I-iya kami bertemu disini, kenalkan aku Leo" pria itu mengulurkan tangan nya ke arah Ria.
"Ria!" Wanita ini tersenyum malu melihat pria tampan yang mengajak diri nya untuk berkenalan.
"Sekarang kamu mau kemana?" tanya Ria,
"Mau pulang"
"Aku mau ngajak kamu ke cafe untuk ngopi bareng, udah lama enggak ngopi" ujar Ria, Alena melirik ke arah Leo, Pria itu mengangguk menyetujui nya.
"Aku boleh ikut?" tanya Leo, Ria membulatkan mata nya karena pertanyaan Leo.
"Boleh enggak Alena?" tanya Ria, kepada Alena.
"Eeemm" terlihat Alena yang ragu, Leo langsung bersuara, takut tidak di bolehin.
"Aku traktir!" sahut Leo, Alena menghela nafas nya.
"Oke, ayo!" Ria malah menarik lengan Leo, tapi meninggalkan Alena di tempat itu, Alena hanya bisa menghela nafas, melihat mereka yang pergi, lalu ia pun menyusul dengan menaiki taxi menuju cafe.
Tiba di sebuah cafe shop, Alena dan Ria serta Leo, segera masuk, memilih meja paling sudut, semua mata kini menatap Leo, pria kaya yang tampan dan mampan.
"Wah, bukan main, semua orang melihat Leo, kamu cocok jadi artis!" ujar Ria, bangga.
"No, I'm doctor!" jawab Leo, pesanan mereka pun tiba.
"Dia ambil jurusan manajemen gimana mau jadi dokter ?" bisik Ria, Alena hanya menggelengkan kepala nya.
"Kalian bingung? aku di paris pernah mengambil jurusan dokter selama dua tahun disana, dan sangat mudah untuk aku menjadi seorang dokter" pungkas Leo, Ria membulatkan mata nya.
"Mudah kata mu? siapa yang mau di tangani oleh mu, yang ada kau buat mati pasien mu!" cibir Alena, Leo memicingkan mata nya menatap Alena.
"Heeh, jangan remeh 'kan keluarga Fernandez, kami semua dapat mengambil dua jurusan saat sekolah, kau tahu Alena, Kak Xan adalah seorang militer di Inggris!" tukas Leo. Alena memutar malas mata nya mendengar ucapan Leo.
"Tunggu, kau anak dari Arga Fernandez?" tanya Ria, hanya di balas anggukan oleh Leo, Ria yang melihat itu langsung takjub.
"Waaaw....Kita beruntung, menjadi teman nya" terlihat Ria yang sangat senang.
"Cukup, habis 'kan makanan kalian jangan cuma ngomong saja. Jangan ada yang boleh tersisa!" tegas Alena, menatap tajam ke arah mereka semua, karena makanan sudah memenuhi meja di depan mereka.
"Siap bos!" jawab Ria, dia mah sudah paham dengan sifat Alena.
Mereka bertiga menikmati pesanan yang mereka pesan, dan menghabiskan nya seketika. Lebih tepat nya, Ria yang menghabiskan, Leo hanya meminum kopi late nya saja.
Tiga puluh menit berlalu, Leo, Ria dan Alena sudah keluar dari kafe tersebut.
"Emmm, kamu mau kemana lagi?" tanya Ria, kepada sahabat nya itu.
"Aku langsung pulang saja"
"Kita pulang berdua gimana?"
"Aku pulang sendiri, karena aku harus mampir di tempat kerja" jawab Alena, sedikit berbohong.
"Aw, kamu sudah kerja paruh waktu lagi?"
"Eemmm, untuk nyambung hidup" Alena tersenyum,
"Kalau begitu biar aku duluan"
"Oke, hati-hati ya"
"Iya, Leo aku duluan, dah..."
Leo, hanya melambaikan tangan sembari tersenyum melihat Ria yang masuk dalam taxi.
"Ayo kita pulang" ajak Leo, Alena pun mengikuti Leo yang berjalan untuk memanggil taxi.
"Kenapa enggak naik bus?"
"Enggak ya Alena, ini sudah mau malam, aku enggak mau desak - desakan dalam bus" ujar Leo, yang berlalu pergi menuju ke arah taxi yang sudah berhenti. Alena pun menyusul Leo dan pulang bersama dengan Leo.
...****...
Tiba di kediaman Fernandez, terlihat Xan yang sedang menunggu Alena dan Leo.
Ceklek !
"Dari mana saja kalian?" tanya Xan, begitu pintu terbuka. Raut wajah Alena yang sedari tadi tersenyum, langsung berubah jadi kecut menanggapi pertanyaan Xan.
"Ya habis dari kampus lah kak" jawab Leo, santai berjalan ke arah sofa, merebahkan tubuh nya yang lelah disana.
"Eeemmm, Alena dengar, aku akan pergi ke Inggris, kamu harus menjaga Leo!" ujar Xan, karena ia tahu, Leo yang paling kecil di antara adik nya, dan Leo tidak mengenal daerah tempat tinggal mereka dengan baik.
"Bukan kah, itu memang sudah tugas ku, aku akan menjaga nya dengan baik" tukas Alena, "Tapi Tuan Xan, kalau anda pergi ke Inggris, bagaimana aku akan mengetahui kabar anda?" lanjut Alena, menatap Xan dengan polos, pria ini malah menaikan satu alis nya.
"Berikan ponsel mu, aku akan menghubungi mu, jika aku tiba di sana"
"Eeemmm" Alena memberikan ponsel milik nya untuk Xan, pria itu menyimpan nomer dia di ponsel Alena.
"Tuan muda Xan!" gumam Alena menatap layar ponsel nya.
"Ingat, apapun yang terjadi kepada Leo, dan ke dua adik ku, kau harus mengabari nya"
"Siap. Aku akan ke kamar" ujar Alena, berlalu pergi.
"Kak, kenapa kau pergi?"
"Aku pergi ada pekerjaan yang harus ku tangani, kamu tahu klien Inggris membatalkan kerja sama dengan kita" pungkas Xan, dengan lesu.
"Aku yakin, Kakak bisa apalagi Kakak pernah tinggal disana"
"Eemmm, doakan aku bisa!"
"Pasti!"
Di tengah - tengah perbincangan Leo dan Xan, suara klakson mobil mengejutkan Xan dan Leo.
"Leo, itu seperti nya dokter Fino yang datang menjemput Kakak" Xan bangkit dari tempat duduk nya, lalu menoleh ke arah tangga, Alena tidak turun untuk mengantar Xan ke depan teras.
"Aku akan mengantar Kakak" ujar Leo, yang bangkit dari tempat duduk nya.
Leo dan Xan berjalan ke arah pintu utama, dan membuka pintu, benar saja dokter Fino sudah menunggu Xan, di dalam mobil.
"Kita berangkat sekarang Tuan muda?" tanya Fino, sembari membuka pintu mobil, Xan hanya mengangguk, dan berjalan ke arah mobil.
"Hati-hati kak"
"Jaga diri mu, kalau mau kemana-mana bawa Alena, karena kamu tidak akan tahu jalan pulang"
"Siap bos!"
Xan segera masuk ke dalam mobil, dan Fino mengambil alih kemudi setelah Xan sudah siap untuk pergi.
Begitu mobil Fino pergi, mobil Al dan El pun kembali ke rumah.
"Leo, siapa yang datang?" tanya Al, begitu turun dari mobil.
"Bukan yang datang Kak Al, tapi Kak Xan pergi ke bandara!"
"Mau kemana Kak Xan?" tanya Al bingung.
"Pergi ke Inggris, ada urusan bisnis!" jawab Leo, lalu pergi meninggalkan Al dan El di depan pintu. El dan Al juga ikut masuk, setelah Leo berlalu dari hadapan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
NOiR🥀
double check ✅
2023-03-30
0
ria
hari yang lumayan sukses..
mereka ber4 gk ada yang bikin ulah..
semangat tuan muda xan..
2023-03-26
0
Bambang Setyo
Tumben mereka berempat gak ada yg berulah.. 😁😁😁
2023-03-22
0