Paris

Empat pemuda kaya sedang menikmati makan malam mereka di tempat mewah. Cercle de l'Union Interalliee, adalah Bar dan Klub, juga tersedia sebuah tempat untuk menikmati makan malam yang mewah dan enak di tempat ini.

Banyak sekali hidangan di atas di meja yang belum mereka habis 'kan, namun mereka telah mengaku kenyang. Seperti itu setiap hari ini, membuang uang dan berfoya - foya.

Pria yang memakai jas, bekerja mengurus bisnis estate keluarga nya yang ada di Paris, Dia adalah Kakak tertua dari empat bersaudara. Namanya, Xander Fernandez, berusia 31th, biasa di panggil Xan. Pria ini sedikit Tegas dan dingin, dan dia CEO di bisnis estate yang ada di Paris.

Dan yang memakai jubah mantel tebal, berwarna coklat, dia adalah Alvarendra Fernandez, berusia 28th, biasa di panggil Al. Bersifat humoris dan penyayang. Dia menjalankan bisnis bengkel las yang lumanyan besar di Paris.

Nah, yang paling sudut, yang memakai sweater merah, yang sedang menggoyangkan minuman yang ada di gelas nya, pria ini bernama Elvino Fernandez, berusia 25th, biasa di panggil El. Pria ini sedikit nakal dan jahil. Dia tidak bekerja, hobi nya nge-gym dan berolahraga, setiap hari kerjaan nya mengabiskan uang ke dua kakak nya.

Yang paling terakhir, si imut dan si manja yang paling di sayang oleh semua Kakak nya dia adalah Leo Fernandez, berusia 22th. Mahasiswa akhir semester, yang sedang menyusun skripsi nya.

"Pelayan!" teriak El, lalu Xander melirik ke arah El.

"Tumben, kamu yang panggil pelayan, biasa nya Kau nyuruh Kak Xan, untuk membayar nya" cetus Al, yang melihat aksi El. Mendengar ucapan Al, El malah tersenyum smirk.

Seorang pelayan, datang dengan membawa bill bersama dengan.

"Ini Tuan" El mengambil bill di atas nampan kecil, lalu meletakkan itu, di depan Xan.

"Silahkan Tuan..." goda El, Al dan Leo menaikan alis mereka.

"Kirain, kamu yang akan bayar, kalau begitu sama saja Kak Xan yang bayar" tukas Al,

"He...He.." El, hanya nyengir, Xan langsung mengeluarkan kartu yang ada didalam dompet nya untuk membayar tagihan makanan.

"Tunggu sebentar ya Tuan" Wanita itu, pergi dengan membawa kartu itu bersama, namun tak lama ia kembali lagi.

"Maaf Tuan, ini tidak bisa di gunakan, ada yang lain?"

"Haaah? kamu yakin ?" Xan, berdiri dari tempat duduk nya,

"Be-benar tidak bisa Tuan" pelayan itu, terlihat gugup saat Xander menatap nya dengan ekor mata.

Xan memberikan kartu yang lain, tapi tetap tidak bisa, semua kartu yang di gunakan Xan, tidak dapat di gunakan. Akhir nya Al dan El ikut memberikan kartu mereka. Namun, tidak satupun dari mereka dapat di gunakan, tentu saja itu membuat Mereka semua panik.

"Kenapa bisa begini?" Xan, melirik ke arah adik nya semua.

"Ini pasti ulah Papa" cetus Leo, semua orang kini menatap Leo, karena mereka tahu, di antara mereka semua hanya Leo yang akan selamat dari kejahatan Papa Meraka.

"Leo, minta kartu mu" Xan, mengulurkan tangan nya kepada Leo, dengan berat hati pria itu memberi nya. Ternyata sama saja, tidak untuk kali ini, mereka telah lolos dua bulan yang lalu, tapi kali ini milik Leo juga ikut di blokir Arga.

"Aaah, kartu ku!" gerutu Leo, yang tak terima kartu nya di blok Arga.

"Jadi, bagaimana ini?" Al, berbisik kepada Xan.

"Terpaksa bayar pakek uang tunai, aku ada narik sedikit, tapi tidak akan cukup !"

"Aku ada sedikit"

"Nih"

"Aku cuma segini"

Akhirnya mereka semua bayar patungan dengan uang tunai yang ada di dompet mereka.

Di luar Cercle de l'Union Interalliee, terlihat mereka berempat yang kesal, apalagi Xan. Xan merasa cukup malu, saat kejadian itu menimpa diri nya, pria seperti dia, belum pernah di permalukan begitu buruk.

"Papa keterlaluan!" gumam Xan, yang melewati Al, mereka menyetir mobil masing-masing, hanya Leo yang nebeng di mobil El.

"Iya masak kartu kita semu di blok nya, mana enggak ada sisa lagi, biasa nya punya Leo enggak akan di blok, ini punya dia malah ikut di blok" ketus El, yang ikut kesal.

"Mungkin, ancaman Papa kali ini enggak main-main, aku takut...." Al pun mengingat sesuatu, yang seharusnya tidak terbayangkan oleh mereka.

"RUMAH, MOBIL, PERUSAHAAN, DAN ASET LAIN NYA TELAH DI SITA PAPA!" teriak mereka serentak, di tempat parkir, Leo langsung melirik ke tempat parkir VIP tidak satu pun mobil mewah sport yang terparkir disana.

"Tunggu, dimana mobil, Kakak?"

Al, El dan Xan pun menatap ke arah ruangan VIP, kosong melompong, tidak ada satu pun mobil mereka.

"Sial!" El berdiri di dinding kaca, melihat ke dalam tempat itu, tidak ada lagi mobil mereka. Tanpa sepengetahuan mereka, mobil mereka telah di derek oleh orang suruhan Fino, atas perintah Arga.

"Bagaimana ini ? kita harus pulang tapi menggunakan apa ?" tanya El, Xan mengeluarkan ponsel nya, lalu menghubungi asisten nya.

[Hallo, Tuan Xan]

"Apa Papa menghubungi mu?"

[ Tuan besar, hari ini memang menghubungi ku, dia mengalihkan perusahaan anda kepada klien asing, dan Anda tidak berhak lagi atas perusahaan itu!]

"Kau gila..."

Tut...Tut...Tut..

Panggilan terputus, asisten Xan, memutuskan panggilan sepihak, sehingga membuat Xan kesal. Saat ini, Al pun mengalami hal yang sama, tempat bisnis dia di ambil alih oleh pemerintah, dan gedung yang di gunakan Al ilegal, dan tidak bisa di ambil alih 'kan oleh Al lagi, kecuali dia membayar denda ratusan milyar.

Sedangkan saat ini mereka tidak memiliki uang di tangan, El melirik ke arah Al dan Xan, serta Leo.

"Kita harus bisa pulang, tapi pakai apa?" Leo kembali mengeluh, sementara Kakak nya sedang kesal, atas apa yang di lakukan Arga sang Papa.

Drrt...Drrt...

Ponsel Leo, berdering, itu adalah panggilan dari Arga.

"Papa" gumam Leo,

"Angkat!" titah Xan, yang menahan amarah.

"Hallo Pa!"

[Bagaimana ? apa kalian akan pulang ke Indonesia?]

"Papa bagaimana bisa Kamu melakukan ini? kami tidak memiliki uang sama sekali !" sahut Xan, yang sudah kandung kesal dan marah.

[Sudah Papa katakan, kita akan menjadi warga Indonesia, hidup disini lebih damai, kalian harus memenuhi keinginan terakhir Mama kalian, yang menyuruh kalian untuk tinggal di indonesia!] ungkap Arga, dengan tegas.

"Pesan terakhir apa ini yang di maksud mama, kita sudah besar, dan kita bisa tinggal di mana saja..."

[Iya, asal kalian punya uang, tapi kalian tidak punya uang, apa bisa tinggal disana?]

Ucapan Arga, membuat anak-anak nya diam, dan Leo, yang takut hidup miskin pun menuruti keinginan Arga.

"Leo akan pulang pa!"

"Leo!" teriak Kaka nya, bukan nya membujuk Papa Leo malah menuruti keinginan Arga.

Panggilan pun di putuskan oleh Arga, dan itu semakin membuat Al dan El bingung.

"Sekarang pikirkan cara pulang ke rumah!" cetus El,

"Eemm, pikirkan!" sahut Al lagi, yang kesal.

Akhirnya mereka, mencari taxi dengan mengorbankan jam yang ada di tangan Xander.

"Tidak apa-apa, entar kita beli yang baru" El menguatkan Xan, yang ingin menjual jam mahal nya. Setiap ada masalah selalu Xan yang menjadi korban, meskipun sikap nya dingin dan kejam, Xan sangat menyayangi adik-adik nya.

Setelah mereka berhasil pulang dengan taxi, begitu tiba di depan rumah, mereka sudah di tunggu oleh beberapa pengawal Arga.

"Selamat malam Tuan muda!" sapa mereka,

"Apa-apaan ini?" tanya Xan, yang melihat semua koper milik nya ada di luar rumah.

"Ini semua barang Tuan muda, kami sudah mempersiapkan nya, sekitar setengah jam lagi adalah penerbangan anda semua, jika terlambat, saya takut anda akan jadi gembel di negara ini" pungkas pengawal itu.

Al, El, Xan dan Leo, terkejut, mereka tidak habis pikir dengan kelakuan Papa nya.

Tanpa membantah lagi, mereka semua mengambil koper, dan pergi ke bandar udara, dengan tiket yang telah di sediakan oleh Arga untuk mereka.

Setelah kepergian mereka, pengawal itu kembali masuk ke dalam rumah mewah mereka.

"Kasian Tuan muda, tapi Nyonya besar telah mengatakan, jika mereka belum menikah, mereka belum bisa tinggal terpisah dari Tuan Besar!"

"Beruntung memiliki orang tua yang kaya, tapi sial jika hal seperti ini terjadi dalam tiba-tiba"

Mereka pun segera masuk dan saat ini seluruh aset keluarga Arga menjadi tanggung jawab mereka, dan Asisten pribadi Xan yang mengurus perusahaan Xan dan bisnis Al.

Terpopuler

Comments

Yeti Karniati

Yeti Karniati

kaya beneran tuan Arga yaa

2023-10-03

0

Neulis Saja

Neulis Saja

it's okay to learn to be independent

2023-04-19

0

ria

ria

semangaat buat kalian ber4😘😘

2023-03-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!