Alena sudah tiba di kantin kampus, dengan sebuah buku di depan nya. Ria juga sudah di sana bersama dengan Alena.
"Hari ini, aku dengar dari teman sekelas, ada murid baru benar kah?"
"Eemmm, enggak tau" jawab Alena, yang masih fokus membaca di buku nya.
"Alena liat!" teriak Ria histeris, memperlihatkan ponsel di layar nya.
"Skripsi mu sudah di terima dan kamu bisa segera sidang, akhirnya kita bisa wisuda bareng" ujar Ria yang senang, dan Alena ikut senang, karena tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membuat skripsi baru.
"Akhirnya" gumam Alena yang lega, ternyata dosen itu, menitipkan skripsi Alena pada asisten nya.
"Sudah waktu nya masuk kelas, ayo"
"Eeemmm"
Alena dan Ria pun bergegas menuju ruang kelas, dan ternyata semua mahasiswa sudah berkumpul di ruang itu, tidak terlalu banyak hanya ada lima belas orang yang akan lulus tahun ini.
"Pagi..." sapa seorang dosen wanita yang terlihat cukup ramah,
"Pagi..." jawab mereka serentak.
Wanita itu, termasuk dosen pembimbing Alena, saat ia membutuhkan seorang dosen pembimbing pada bulan lalu.
"Hari ini, kita kedatangan mahasiswa pindahan, dan dia akan berada di dalam ruangan ini selama beberapa bulan ke depan, dan akan wisuda bersama dengan kalian" ungkap sang dosen.
Pria itu, segera masuk dan membuat semua orang tercengang, kagum akan ketampanan nya, tapi tidak dengan Alena.
"Bocil itu..." gumam Alena melihat Leo yang masuk ke dalam ruangan nya.
"Kamu kenal? " bisik Ria,
"Enggak!" Alena tidak mau mengaku, bahkan ia menutup wajah nya dengan buku, agar Leo, tidak dapat melihat nya.
Namun, sial. Leo, malah di mintai sang dosen untuk duduk di samping Alena, dengan kursi yang lain.
Setelah jam dosen itu berlangsung Alena menutupi wajah nya dari Leo, dan dia tidak ingin Leo melihat nya.
Hanya dua jam saja hari ini jadwal kuliah Alena, dia segera berdiri dan ingin segera keluar dari ruangan itu, namun Leo, menabrak nya tidak sengaja saat ke dua nya sama- sama akan pergi.
Brak!
"Aah"
"Maaf -maaf aku tidak sengaja" tukas Leo, berbalik dan ingin menolong Alena. Namun, Leo terkejut, ternyata wanita yang ia tabrak, adalah Alena, yang kemarin dia temui di bandara.
"Kamu!" cetus Leo, Alena segera berdiri, dan membersihkan baju nya.
"Kamu wanita yang kemarin, menabrak kakak ku 'kan?" tanya Leo,
"Bukan, kamu salah orang, dan siapa kamu, aku baru melihat mu, jangan SKSD deh !" ujar Alena, yang mengambil tas nya yang jatuh.
"Apa SKSD?" Leo, menaikan alis nya.
"Sok Kenal, Sok Dekat!" sahut Ria, yang tertawa. "Leo, tidak apa - apa dia tidak mengenal mu, namun aku kenal, semoga kamu betah di ruangan ini ya, dan kita bisa wisuda bareng" pungkas Ria, membuat jari love ke arah Leo, membuat Pria ini menaikan ke dua bahu nya dan berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Kamu mau langsung pulang?" tanya Ria, saat melihat Alena, akan pergi,
"Eeemm, aku harus segera pulang dan bekerja, jika tidak aku tidak kan bisa membayar wisuda yang hampir dekat"
"Baik lah, hati-hati"
"Eeemmm" Alena segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Di sepanjang lorong kampus, Alena mencari sosok Leo, namun tidak menemukan nya.
"Mudahan saja itu makhluk sudah pergi!" gumam Alena, yang kini berjalan ke arah gerbang kampus.
"Aaaggrh....."
"Diam" bisik Leo, yang menarik tangan Alena, dan membawa nya ke bawah pohon besar yang ada di kampus.
"Aku butuh bantuan kamu!" ucap Leo, sembari berkacak pinggang di depan Alena.
"Bantuan apa? aku bukan tenda penampungan, yang bisa kamu minta bantuan!" ujar Alena, Leo memiringkan mulut nya mendengar ucapan Leo.
"Siapa disini yang bisa di mintai buat skripsi? Aku bisa bayar berapa pun yang mereka minta!"
Alena tersenyum jahat mendengar pertanyaan Leo.
"Ada sih, tapi bayaran nya mahal" pungkas Alena yang berkacak pinggang di depan Leo.
"Berapa?" Leo menatap Alena dengan raut wajah yang mengejek.
"Sepuluh jeti!" Alena mengangkat sepuluh jari nya ke arah Leo.
"Ha...Ha...Ha... Gampang, deal?" Leo mengulurkan tangan nya, Alena malah melongo melihat Leo yang langsung setuju.
"Deal, aku butuh uang muka" Alena memang Mata duitan, apa - apa uang, enggak heran dia langsung setuju waktu Arga menawarkan dia untuk menjadi baby sitter anak nya.
"Tunggu, aku enggak bawa uang, bagaimana kalau kamu ikut aku narik dulu ke ATM, atau aku langsung transfer saja?"
"Aku enggak punya ATM" Alena membulatkan mata nya, membuat Leo, geli melihat tingkah Alena, kedua nya tidak terlihat seperti mahasiswa mereka masih cocok seperti anak SMA.
"Udik!" cibir Leo, lalu berjalan ke arah mobil nya, dan Alena mengikuti nya.
"Kamu nipu aku ya?"
"Yang nipu kamu siapa, kamu nya enggak punya ATM, yasudah ikut aku ke ATM, biar aku narik dulu"
"Ikut kamu?" Alena memicingkan mata nya, menatap curiga kepada Leo.
"Mau ikut atau enggak?" tanya Leo, yang sudah berada di dalam mobil. Alena malah kagum melihat mobil bewarna kuning milik Leo, mobil sport Leo.
"Udah, kagum nya nanti aja, Lo kagum 'kan liat mobil Gue yang keren ini" ujar Leo, dengan bangga, sembari memakai kaca mata nya.
"Haah? kagum ? mobil Lo kayak ta...Ha..Ha..Ha.." Alena malah menertawakan Leo, membuat pria itu kesal.
"Sialan, Gue tinggalin ini" ancam Leo.
"Iya - ya, Gue naik!" Alena segera masuk ke dalam mobil Leo, dan meminta Leo, untuk menutupi bagian atas mobil, karena Alena tidak ingin orang lain tahu, dia pergi bersama dengan Leo, mahasiswa baru di kampus nya.
Beberapa saat kemudiaan kedua nya sudah keluar dari ATM, Leo memberikan uang sejumlah lima juta untuk Alena, dan langsung mata Alena berbinar - binar memegang uang merah di tangan nya.
"Ingat janji Lo ya, skripsi Gue sudah harus selesai!"
"Iya- ya kamu tenang saja, makasih ya!" Alena memasukan uang ke dalam tas nya, lalu segera pergi meninggalkan Leo.
"Mau aku antar enggak?" teriak Leo,
"Enggak usah!" balas Alena, tidak kalah keras. Melihat Alena yang sudah pergi jauh, Leo pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
Alena mendapat pesan dari dokter Fino, Alena sudah berjanji hari ini dia akan pergi menemui Arga. Namun, Alena seperti nya tidak ingin pergi, karena dia harus menyiapkan skripsi Leo.
Drrt...Drrt..Drrt...
Ponsel Alena bergetar, itu panggilan dari Arga.
"Hallo Paman?"
[Dimana kamu Alena, saya menunggu mu di depan kampus]
"Kampus?" ulang Alena.
[Iya, bukan kah, kamu berjanji akan menjadi baby sitter anak saya]
"Eemmm, itu paman, anu...itu..."
[Kamu enggak lupa sama janji mu 'kan?]
"Enggak Paman, aku ada di jembatan melati, aku tunggu disini!"
[Baik!]
Alena pun tidak punya pilihan lagi, selain ikut dengan Arga, karena bagaimana pun ia sudah menerima uang dari Arga beberapa hari yang lalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Yeti Karniati
gampang amat dpt duit jeti jeti
2023-10-03
0
ria
hadeew alena..lagi2 uang..
uang bisa bikin orang lupa tiada kepalang😂😂😂..
makin heboh yg kamu asuh anak2 raksasa😁bukan bayi..
semangat berjuang alena..
2023-03-26
0
ria
🙊🙊🙊
2023-03-25
0