Rumah besar

Alena bersama dengan Arga, baru saja tiba di kediaman Fernandez. Arga dan Alena turun dari dalam mobil, terlihat Alena yang kagum dengan rumah besar Arga.

"Ayo masuk, anak -anak paman ada di dalam, sedang menunggu kita"

"Baik Paman"

Alena menarik koper milik nya, yang tadi sempat mampir di rumah untuk mengambil barang Alena yang ada di kontrakan.

Mendengar suara bel, pelayan bergegas membuka pintu utama, dan terlihat empat Tuan muda yang mageran di sofa ruang tamu.

Ceklek !

"Tuan, anda sudah pulang?"

"Mereka di rumah Bi?"

"Iya Tuan, Tuan muda di rumah"

"Alena ayo masuk"

"Iya paman"

Alena mengikuti Arga menuju ruang tamu, melihat Arga yang sudah pulang mereka pun cuek, dan acuh sama Arga.

Namun, beberapa detik kemudian, pandangan mereka tertuju kepada gadis yang ada di belakang Arga. Mereka yang semula nya hanya rebahan di sofa, langsung berdiri, menatap Alena yang datang ke rumah mereka, begitu juga dengan Alena, yang terkejut saat melihat mereka semua.

"Kalian..." ucap Alena, sembari menunjuk ke arah mereka.

"Cewek udik?" mereka semua menatap tajam ke arah Alena dan juga Arga.

"Oh, Kalian sudah saling kenal ? memang benar sih, Alena ini satu kampus dengan Leo, dan akan wisuda tahun ini juga. Alena, kenal 'kan ini Xander, Leo, Alvarendra, Elvino. Mereka adalah anak- anak ku"ungkap Arga, Xan yang melihat itu langsung marah.

Xander pergi meninggalkan ruangan tamu, begitu juga dengan Al dan El, mereka juga tidak tinggal diam, hanya Leo yang masih menatap heran ke arah Alena, karena tidak menyangka teman kampus nya menikah dengan Papa nya.

"Alena, aku membenci mu" ketus Leo, lalu menyusul Kakak nya yang sudah duluan pergi meninggalkan ruang tamu.

"Apa yang terjadi? kenapa mereka marah?" gumam Arga, lalu menoleh dan melihat Alena yang mematung di tempat itu.

"Alena, ayo masuk, tidak perlu di pikiran, Leo orang nya baik kok, ayo Paman antar ke kamar kamu"

Alena mengikuti Pria tua itu menuju lantai atas, dan Arga berhenti tepat di depan sebuah kamar yang berderet seperti kamar hotel di lantai dua.

"Alena, ini kamar mu, kamar mu ada di tengah - tengah kamar mereka, itu kamar Xan, Al dan itu kamar El dan Leo, jadi mereka tidur terpisah, tugas mu mengasuh mereka menjadi anak yang benar dan patuh sama orang tua" pungkas arah, spontan membuat Alena kaget.

'Anak yang patuh ? dan benar? memang nya selama ini anak Paman Arga enggak benar? ada yang salah sama pertumbuhan Mereka? dilihat dari penampilan mereka, Meraka baik - baik saja, enggak ada yang salah? jadi apa lagi yang harus ku asuh?' Alena terlihat sedang memikirkan ucapan Arga.

"Alena apa kau mendengar 'kan ucapan ku?" Pria itu membuka pintu kamar untuk Alena.

"Paman, maksud Paman aku harus mengasuh anak gajah, eh maksud ku anak Paman, yang sudah besar itu ? yang benar saja Paman, Paman enggak lihat, mereka lebih besar dari Alena, ibarat semut di sandingkan dengan gajah, ya jelas semut akan mati Paman " gerutu Alena yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Arga.

Arga berjalan ke arah Alena yang berdiri di ambang pintu, lalu menutup pintu kamar itu.

"Kamu lupa, semut itu lebih pintar dari gajah, dia bisa membuat gajah itu mati dengan cara masuk ke dalam kuping gajah, semut 'kan kecil, nah begitu juga kamu, meskipun mereka lebih besar dan tinggi dari kamu, ya kamu harus bisa dong ngalahin mereka, masak iya kamu kalau dengan mereka" Arga terlihat tidak ingin menyerah begitu saja.

"Satu anak sebulan 20 juta, jadi mereka ada empat sebulan 100 juta, bagaimana ?" lanjut Arga, mendengar nominal uang tidak heran mata Alena langsung ijo bak daun kelor.

"Eemmm, oke deh, deal" Alena dan Arga berjabat tangan. Setelah Alena setuju Arga pun keluar dari kamar Alena, dan membiarkan wanita itu beristirahat sebentar.

Malam pun tiba. . .

Di meja makan, tidak ada satu pun yang berani berbicara sebelum selesai makan, hanya ada tatapan maut yang di pancarkan oleh para Tuan muda keluarga Fernandez.

' ini lagi di meja makan, apa di sidang sakaratul maut sih, hawa nya seram banget' batin Alena, melirik ke arah semua Tuan muda yang ada di meja makan. Alena duduk di sebelah Arga, sementara mereka duduk berdampingan di depan Alena.

"Alena, kamu harus coba ini, ini enak banget", Arga meletakkan hati sapi di atas piring Alena, membuat semua anak - anak semakin tidak menyukai Alena.

"Manja terus... Sampai maut memisahkan kalian!" cibir Al, tatapan Al tidak seseram tatapan Xan, seakan yang ingin memakan Alena hidup - hidup.

Arga tidak pernah berbuat begitu lembut kepada anak nya, namun kepada Alena, Arga bisa memperlakukan Alena begitu baik.

Makan malam pun selesai, mereka semua terlihat sudah ingin pergi.

"Tunggu, tidak ada yang boleh meninggalkan meja makan, Papa ingin berbicara dengan kalian semua"

Xan dan yang lain, kembali duduk di kursi mereka, saat Arga bersuara.

"Papa, kami sudah katakan, kamu tidak setuju Papa menikah lagi"

"Benar, Kami tidak akan menyetujui nya" sambung Al,

"Papa itu sudah tua, bukan nya tobat, malah nambah dosa" cibir El, Arga langsung terkejut, dan membulatkan mata nya, begitu juga dengan Alena.

"Pa..."

"Apa ? kamu mau ngatain Papa juga?"

Leo, langsung terdiam, saat perkataan nya, di potong oleh Arga.

"Yang mau menikah lagi siapa? Papa enggak ada niat mau duain Mama kalian meskipun mama Kalian udah enggak ada, Papa ini lelaki setia" ujar Arga dengan bangga, Xan dan Adik -adik nya saling pandang satu sama lain.

"Tapi wanita ini, Papa membawa nya pulang" Xan, menunjuk ke arah Alena, langsung membuat Alena menaikan alis nya.

"Kalian salah paham, Papa mengajak Alena kesini untuk mengasuh kalian semua, mungkin kalian butuh perhatian dari seorang ibu, nah Alena ini bisa menjaga kalian " ungkap Arga.

"Haaah?" mereka semua terkejut, dan menatap ke arah Alena, dengan tatapan penuh curiga.

"Pa, yang benar saja, gadis udik ini mau mengasuh kami?" ujar El,

"Wanita ini hanya setinggi pohon toge mau mengasuh kami? " cibir Xan,

"Iya Pa, mana bisa dia menjaga kami, dia itu masih bocil, dia cocok nya jadi pengasuh Leo" tukas Al, Leo langsung menggelengkan kepala nya.

"Enggak - enggak ! Leo enggak butuh pengasuh" Leo langsung menolak nya.

Mereka tahu, jika mereka di asuh oleh Alena, semua pergerakan mereka akan di ketahui oleh Arga, karena beberapa hari lagi, Arga memilki tugas yang tak bisa di tinggalkan. Arga akan memenuhi undangan bisnis ke Korea dan akan lama di sana. Oleh sebab itu, Alena di utus oleh Arga untuk mengawasi anak -anak nya.

Terpopuler

Comments

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

4 x 20 juta = 80 juta Thor, kecuali ditambah bonus 20 juta lg td total 100 juta..🤭

2023-12-22

1

Yeti Karniati

Yeti Karniati

sebulan seratus jeti ,, wooow

2023-10-03

0

Afri Meldawati Imel

Afri Meldawati Imel

😂😂😂😂

2023-06-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!