Makan malam pun selesai, mereka semua terlihat sudah ingin pergi.
"Tunggu, tidak ada yang boleh meninggalkan meja makan, Papa ingin berbicara dengan kalian semua"
Xan dan yang lain, kembali duduk di kursi mereka, saat Arga bersuara.
"Papa, kami sudah katakan, kamu tidak setuju Papa menikah lagi"
"Benar, Kami tidak akan menyetujui nya" sambung Al,
"Papa itu sudah tua, bukan nya tobat, malah nambah dosa" cibir El, Arga langsung terkejut, dan membulatkan mata nya, begitu juga dengan Alena.
"Pa..."
"Apa ? kamu mau ngatain Papa juga?"
Leo, langsung terdiam, saat perkataan nya, di potong oleh Arga.
"Yang mau menikah lagi siapa? Papa enggak ada niat mau duain Mama kalian meskipun mama Kalian udah enggak ada, Papa ini lelaki setia" ujar Arga dengan bangga, Xan dan Adik -adik nya saling pandang satu sama lain.
"Tapi wanita ini, Papa membawa nya pulang" Xan, menunjuk ke arah Alena, langsung membuat Alena menaikan alis nya.
"Kalian salah paham, Papa mengajak Alena kesini untuk mengasuh kalian semua, mungkin kalian butuh perhatian dari seorang ibu, nah Alena ini bisa menjaga kalian " ungkap Arga.
"Haaah?" mereka semua terkejut, dan menatap ke arah Alena, dengan tatapan penuh curiga.
"Pa, yang benar saja, gadis udik ini mau mengasuh kami?" ujar El,
"Wanita ini hanya setinggi pohon toge mau mengasuh kami? " cibir Xan,
"Iya Pa, mana bisa dia menjaga kami, dia itu masih bocil, dia cocok nya jadi pengasuh Leo" tukas Al, Leo langsung menggelengkan kepala nya.
"Enggak - enggak ! Leo enggak butuh pengasuh" Leo langsung menolak nya.
Mereka tahu, jika mereka di asuh oleh Alena, semua pergerakan mereka akan di ketahui oleh Arga, karena beberapa hari lagi, Arga memiliki tugas yang tak bisa di tinggalkan. Arga akan memenuhi undangan bisnis ke Korea dan akan lama di sana. Oleh sebab itu, Alena di utus oleh Arga untuk mengawasi anak -anak nya.
"Papa yang benar saja lah, masak bocil seperti ini mau mengasuh kami? yang ada dia merepotkan kami, udah pendek, kecil lagi, untung imut " cetus Al, Alena mengerucutkan bibir nya menatap sinis ke arah Al, dan seketika tatapan itu di balas sinis oleh Al, Alena langsung memalingkan wajah itu ke arah lain, lebih tepat nya ke arah Xan, yang kini menatap nya dengan tajam.
"Gluk!" Alena menelan ludah, saat melihat aura pembunuh yang keluar dari dalam diri Xan.
"Tidak ada yang boleh menolak, besok pagi Papa berangkat keluar negeri. Xan, besok kamu ke kantor, Papa sudah melapor pada sekertaris Papa untuk menempatkan kamu di ruang direktur" pungkas Arga, yang kini berdiri.
"Al dan El, sudah bisa mengurus bisnis kalian, jika besok masih tidak mau pergi ke bengkel, Papa jual tempat itu ke orang lain. Dan Kamu Leo, Papa mau kamu harus wisuda bersama dengan Alena tahun ini, jangan sampai kamu tinggal setahun lagi di tempat itu, jangan bikin malu Papa, jika ada yang gagap dengan misi yang Papa beri 'kan, seluruh aset dan fasilitas kalian di cabut. Terutama kalian harus nurut kepada Alena, ingat harus nurut pada perkataan Alena" tegas Arga dan berlalu pergi.
Mereka berempat membulatkan mata nya, menatap tajam ke arah Alena, Alena yang merasa diri nya di lihat begitu sinis, langsung berdiri, dan menatap balik ke arah mereka.
"Apa lihat-lihat ? punya utang Lo pada Haah?" Alena berkacak pinggang, seakan mau menantang Pria itu semua.
El menyempitkan mata nya, lalu melirik ke arah Xan, yang sudah mengepalkan tangan nya.
"Mau ku hajar kau!" cetus El yang kesal.
"Paman...El, mau bunuh aku katanya" teriak Alena, langsung saja mata mereka membulat, Alena yang berani mengadu pada Arga.
"El, berani membantah perkataan Alena. Kunci mobil Papa sita" ancam Arga dari arah ruang kerja.
"Benar - benar Lo ya..."
"Bleee..." Alena malah menjulur lidah ke arah El, dan di saat pria itu ingin mengejar Alena, Al melarang nya.
"Biarkan saja" Al tersenyum, terbayang saat Alena menjulur lidah ke arah El, dan itu sangat lucu.
"Ha...Ha...Ha.., baru liat ada orang yang berani sama Kak El" Leo tertawa, El langsung menoleh dan menatap Leo tajam.
"Ooopps, sorry!" Leo langsung menutup mulut nya.
Ke empat Tuan muda lalu bergegas menuju tangga, mereka malam ini akan meeting di kamar El, dan mereka ingin mengalah Alena, dan berniat menganggu wanita itu, agar tidak betah tinggal di tempat itu.
"Kak Xan, kalau di lihat - lihat Alena itu, mata duitan, kenapa kita tidak menyogok dia dengan uang saja" saran Leo, semua orang menatap Leo, dan memukul Leo dengan buku yang ada di tangan Al.
"Awww..." pekik Leo saat kepala nya di pukul dengan buku, "Kak Al!" Leo menatap Al dengan kesal.
"Bukan tubuh mu saja yang terlihat pendek, otak mu juga, makanya saat pembagian otak jangan tidur, harus ngantri biar kebagian " cibir El, Leo kembali menggerutu dengan mengejek El yang sedang berbicara.
"Bagaimana bisa kita menyogok wanita itu, sedang uang jajan saja di batasi sama Papa" cetus Al lagi, lalu berbaring di karpet bulu yang ada di lantai.
Xan sedang berusaha memikirkan sesuatu, dan ia harus segera menyingkir 'kan wanita itu dari rumah nya, sebelum hidup mereka berantakan.
"Papa benci dengan wanita yang suka mabuk-mabukan, besok 'kan papa pergi dinas, bagaimana kalau kita kerjain Alena, soal minuman biar aku yang siapkan" Xan memberikan ide yang baru saja terlintas di pikiran nya, dan sial nya ide itu langsung di setujui oleh ke tiga adik nya.
"Oke, aku setuju, pokonya wanita itu harus pergi dari sini"
"Benar"
"Usir wanita itu dari rumah kita"
"Benar" Mereka berempat tersenyum licik membayangkan bagaimana mereka besok akan mengerjai Alena.
"Ow...Jadi, kalian ingin mengerjai ku, baik lah, aku terima tantangan kalian semua. Kita mulai permainan nya, dan lihat bagaimana besok aku mengatasi semua anak gajah itu. Apalagi mereka berani mengerjai ku, takkan ku lepaskan !" gumam Alena, yang menguping di balkon kamar nya, yang terhubung dengan kamar El.
Beberapa saat kemudian, mereka tidak lagi mendengar suara Tuan muda, Alena berpikiran Jika mereka semua telah tertidur, karena Alena tahu, mereka harus menjalankan aksi kejahatan mereka besok.
Xan yang harus berkerja besok pun, mengambil laptop dan memeriksa dokumen yang akan ia bawakan untuk meeting besok. Karena, Xan harus mengantikan Arga untuk mengikuti rapat, selama Arga di luar negeri, perusahaan menjadi tanggung jawab Xan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Mayuni
hahahahahahaha keren ceritany bru di awal udah bkin skit perut/Facepalm//Curse/
2024-01-03
0
Alexandra Juliana
Gagap ---> gagal
2023-12-22
0
Mur Wati
jangan kalah alena sama bayi tua😃😃
2023-09-16
0