Fino pun pergi meninggalkan ruangan direktur. Saat ini Xan, sedang melihat keselurahan tempat kerja baru nya, tidak kurang besar dari ruangan dia di Paris sebelum nya.
Beberapa saat kemudiaan, diri nya di sibukkan oleh berkas yang ada di atas meja.
Di bengkel las milik Al dan El.
"Kau sudah memeriksa semua nya Al?" tanya El yang baru saja keluar dari ruangan nya.
"Sudah, ini barang yang masuk"
El mengambil alih kertas putih di tangan Al, dan memeriksa nya sekali lagi, setelah ia rasa semua lengkap, El pun bertanda tanda.
"Untung saja barang nya tiba tepat waktu" ketus El,
"Bukan barang, tapi kita tiba tepat waktu, kalau telah barang ini akan di bawa pergi dan harus menunggu dua bulan lagi, tentu saja itu akan membuat kita gagal" gumam Al, yang kini berjalan ke arah tempat di mana ruang tunggu VIP milik bengkel las mereka.
El dan Al kini di sibukkan dengan iPad di tangan mereka, dan mempelajari hal baru yang akan mereka terap 'kan di bengkel mereka berdua.
Di kediaman Fernandez....
Leo sedang melihat Alena yang sangat serius di depan laptop. Lalu Leo pergi dari ruang tamu menuju dapur, tak lama ia pun kembali dengan air segelas di tangan nya.
"Minum dulu, tadi Bi Yem membuatkan kita jus" ujar Leo, memberikan jus kepada Alena, wanita ini mengerutkan dahi nya.
"Kau yakin? " Alena mengangkat gelas jus yang di bawakan Leo.
"Iya, aku tidak akan meracuni mu, percaya pada ku"
Alena tersenyum, Leo yang bisa menebak isi pikiran Alena. Pada akhirnya Alena meminum jus yang di berikan Leo, dan sedikit lagi, pekerjaan nya akan selesai.
"Masih lama?"
"Sedikit lagi" jawab Alena, pandangan nya masih fokus ke laptop. Leo pun segera naik ke sofa, dan berbaring disana, sembari menonton televisi.
Tanpa disadari oleh Alena, Leo telah tertidur. Alena tidak mempermasalahkan nya, bagaimana pun skripsi itu tugas nya, Leo telah membayar biaya untuk itu semua.
"Kamu beruntung, memiliki keluarga yang sayang dan peduli pada mu, Kamu pasti belum merasa bagaimana hidup kurang uang dan kadang pernah enggak makan nasi sehari hanya karena uang disimpan untuk biaya tranportasi ke sekolah" gumam Alena, menatap sekilas ke arah Leo yang lagi tidur.
"Bi Yem..." panggil Alena di ruang tamu, yang masih mengerjakan skripsi Leo.
"Iya Non.."
"Bawakan selimut untuk Tuan Muda Leo ya"
"Baik Non..."
Bi Yem berlalu pergi untuk mengambil selimut, dan tak lama wanita tua itu kembali dengan selimut di tangan nya.
Alena merentangkan tangan nya, serta merenggangkan sedikit otot - otot nya agar lebih baik, dan ia merasa pegal di bagian tangan dan lengan.
Alena berjalan ke arah dapur, dan membuka lemari es, ada satu botol jus di sana Alena langsung mengambil nya, untuk di minum karena sudah merasa harus sejak tadi.
...****...
Di saat malam malam, terlihat El yang tersenyum sinis ke arah Alena, Al pun juga begitu, tidak kalah dengan Xan, yang menatap tajam ke arah Alena.
Hanya Leo, yang sangat menikmati makan malam nya, tanpa memperhatikan Alena.
"Malam ini kami akan pergi ke bar" ujar Xan,
"Tidak boleh, tidak ada yang boleh keluar, kalau kalian keluar dan pulang dalam keadaan mabuk, nanti Paman akan marah" tukas Alena tanpa melihat ke arah Xan, dan yang lain.
Drrt...Drrt...
"Hallo Om..." jawab Alena, setelah benda pipih itu di letakkan di telinga, keempat Tuan muda mengerutkan dahi nya mendengar suara lembut Alena.
[Alena, apa mereka di rumah?] itu adalah suara Fino, yang menelpon Alena.
"Benar Om, apa mau bicara sama mereka?" Alena melirik ke arah mereka semua, tapi pandangan mereka malah berbeda, mereka semua membulatkan mata nya ke arah Alena, yang belum tahu, siapa yang menelpon Alena.
[Tolong kamu speaker panggilan Ku!]
"Baik "
Alena pun menuruti perintah Fino, sehingga mereka dapat mengetahui siapa yang menelpon Alena.
[Tuan muda dengarkan saya. Terutama Tuan muda Xan, besok pagi ada meeting jam tujuh pagi, aku harap Tuan tidak terlambat!]
"Siapa yang mau meeting pagi-pagi buta, sudah enggak waras kalian apa?" ketus Xan, yang tidak terima meeting pagi begitu di percepat.
[Tuan Xan, anda tidak bisa menolak, ini meeting antar kerjasama dengan klien Jepang anda tahu, mereka tidak suka membuang-buang waktu, aku harap anda dapat mengerti]
"Fernandez sudah cukup besar, tanpa harus berkerja sama dengan mereka, lagian aku tidak akan bisa datang di jam tujuh pagi" gerutu Xan, yang terus menolak.
[ kerjasama dengan Jepang bukan di bidang properti, tapi ini bidang fashion, salah satu nya adalah impian Nyonya sejak masih hidup, Nyonya dulu, berkeinginan untuk bekerjasama dengan fashion Jepang yang cukup besar dan terkenal itu, hanya saja waktu itu Nyonya tidak punya kesempatan karena Tuhan lebih dulu menjemput nya] pungkas Fino, tiba-tiba ekspresi Xan, dan yang lain berubah, terlebih lagi Alena.
"Om, Tuan muda Xan, akan hadir di jam enam besok pagi" Alena memutuskan nya, tanpa melihat ke arah Xan, yang terlihat kesal.
[Al dan El, apa kalian disana? ingat besok akan ada meeting dengan berbagai klien, aku sudah membantu mempromosi 'kan bengkel kalian, jika jasa kalian banyak yang di pakai sama klien kita aku yakin, dalam waktu tiga bulan, kalian akan sukses, dan banyak customer akan berkunjung kesana]
"Eemmm, kami tahu" sahut mereka serentak.
[Untuk kamu Leo, kamu masih harus berusaha lebih giat lagi, agar skripsi kamu di terima dan wisuda tahun ini]
"Iya Om dokter!" sahut Leo, malas.
Meja makan hening beberapa menit, setelah panggilan itu terputus. Semua mata kini tertuju kepada Alena, orang yang paling di benci oleh mereka.
"Kenapa kalian menatap ku? ini bukan keputusan ku, tapi keputusan Paman !" Alena terlihat begitu santai, menanggapi tatapan tajam mereka, tidak sedikit pun membuat Alena gemetar.
"Tapi tetap saja, kamu orang yang bertanggung jawab, bikin marah saka" ketus El, Al dan Xan, tidak memberi komentar, kalau Leo jangan tanya, ia lebih suka menikmati makanan nya dari pada berdebat dengan Alena.
Setelah menikmati makan malam, Xan dan yang lain berdiri meninggalkan Alena di meja makan. Setelah mereka semua pergi, baru lah Bu Yem datang dan membereskan meja makan.
"Bi, besok mereka akan berangkat lebih awal kerja nya, jadi tolong siapkan sarapan lebih cepat dari sebelumnya ya, biar mereka bisa sarapan sebelum kerja"
"Baik Non.."
Setelah mengatakan itu, Alena pun berlalu di ruang makan, dan pergi ke kamar nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
ria
semangaat alena..kamu pasti bisa..
2023-03-26
0
Bambang Setyo
Setidaknya mereka berempat lebih terkontrol karena ada alena..
2023-03-21
0