Bab 10. Bertanggungjawab

Kiara tersenyum melirik Habibie yang ada di sampingnya. Perempuan itu awalnya hanya main-main saat mengatakan akan bertanggungjawab. Namun, entah bagaimana ceritanya Habibie malah menanggapi serius apa yang dia katakan, sehingga, saat ini mereka berakhir di dalam mobil yang akan menuju kediaman Amzar, yaitu rumah orang tua Kiara.

"Syukur deh kalau ada calon dadakan. Kalau Ayah tahu aku punya calon suami, dia pasti enggak akan jodohin aku sama duda tua itu. Ya kali harus nikah sama kakek - kekek tumbal pesugihan. Ogah. Mending lah nikah sama Tuan Habibie. Dia emang galak sih, tapi ganteng nya bener-bener enggak ngotak."

Kiara terkekeh kecil setelah mengucapkan kalimat itu dalam hatinya.

"Are u oke?" tanya Habibie ketakutan.

Kiara mengangguk dengan senyum seribu bunga. Perempuan itu sejak tadi tidak bisa untuk menahan senyum. Membayangkan bagaimana marahnya sang ayah membuat Kiara begitu bahagia. Sudah hampir satu minggu Kiara keluar dari rumah, tapi sang ayah tidak ada satu kali pun mencari keberadaannya. Benar-benar ayah durhaka.

"Ayok, Tuan. Turun!" ajak Kiara.

Habibie pun menurut. Dia menatap punggung perempuan di depannya sedikit tersenyum. Apakah Kiara memang sebodoh ini? Dia masih belum sadar juga kalau dirinya adalah laki-laki yang akan dijodohkan dengannya? Sungguh kebodohan yang haqiqi.

"Calon istri Tuan Habibie sangat lucu," gumam Ali seraya menggelengkan kepala.

"Assalamualaikum! Ayahhhhhh! Ayahhhhh! Kia pulang!" teriaknya.

"Assalamu'alaikum ... yuhuuuuuuuu! Enggak ada orang ya? Pada tidur atau udah meninggal woyyyyy!"

Astagfirullah ... Habibie memejamkan mata mendengar pekikan suara Kiara. Jangan lupakan kalimat tidak biasa yang keluar dari mulut Kiara.

"Wa'alaikumssalam. Ya Allah, Non Kia. Udah pulang, Non!" sapa Bi Darsini.

"Alhamdulillah, udah Bi. Ayah mana ya?" tanya Kiara. "Oo iya, Bi. Minta tolong buatkan teh hangat ya, untuk calon suami Kia," bisik perempuan itu.

Bi Darsini tersenyum, dia mencolek pinggang Kiara seraya melirik ke arah Habibie.

"MasyaAllah, Non. Ganteng ikh, gagah pula. Pinter amat cari jodoh!" pujinya.

Kiara tersenyum bangga. Dia baru akan berbicara tapi suara di belakangnya membuat Kiara langsung menoleh.

"Anak ayah sudah pulang?" tanya Amzar.

Kiara mendelik. Dia menarik lengan baju yang dikenakan oleh Habibie, membawa pria itu mendekat ke arah sang ayah.

"Jangan sok akrab sama Kiara Ayah. Emangnya kita saling kenal," ketus perempuan itu.

Amzar tergelak mendengar ucapan Kiara. Dia sangat merindukan kekonyolan putrinya itu. Sebandel apa pun Kiara, rumah ini selalu sepi tanpanya.

"Ayah kangen, Nak!" ucap Amzar. Dia menarik tangan Kiara kemudian memeluk anak perempuannya itu erat. "Kenapa baru pulang?"

Bukannya menjawab, Kiara malah menangis terisak dalam dekapan sang ayah. Perempuan manja itu memukul lengan sang ayah berkali-kali. Tanpa merasa puas, ia terus saja meraung. "Ayah tega! Ayah kenapa ninggalin Kiara? Kenapa enggak cari Kia, Ayah udah enggak sayang sama Kiara? Hiksss ... ayah jahat!"

Amzar malah tersenyum, dia mengusap punggung sang anak dengan usapan yang sangat lembut. Amzar juga mengecup puncak kepala Kiara cukup lama. Bukan hanya Kiara yang tersiksa, dia juga. Merindukan seorang anak itu terlalu menyakitkan. Namun, Amzar melakukan ini demi kebaikan Kiara sendiri. Bukan untuk orang lain.

"Shutttt! Maafkan ayah. Jangan menangis. Ada orang lain di sini, apa kau tidak malu? Nanti anak ayah enggak cantik lagi."

Kiara menggelengkan kepalanya. "Enggak mungkin. Kiara udah cantik dari lahir, Ayah!"

Baik Amzar maupun Habibie tersenyum mendengar celotehan perempuan itu. Kiara memang agak lain dari perempuan kebanyakan.

....

Setelah Kiara lebih tenang, mereka pindah ke sofa yang ada di ruang tamu. Habibie tidak banyak bicara. Pria itu malah tersenyum melihat kode dari Amzar.

"Ayah!" pekik Kiara akhirnya.

"Ada apa?" tanya Amzar. "Kamu sudah siap untuk menikah?"

Kiara mengangguk. "Iya, Kiara mau nikah, tapi bukan dengan pria pilihan Ayah. Kia sudah melakukan kesalahan, Ayah. Kiara sudah melecehkan Tuan Habibie!"

Uhukkk!

Mata Habibie membulat dengan sempurna. Dia sampai tersedak air teh yang sedang dia minum. Apa yang sedang Kiara katakan. Kenapa sangat ambigu. Jangan sampai Amzar berpikir yang tidak-tidak.

Di luar dugaan Habibie, Amzar malah tersenyum kecil.

"Apa maksudmu, Kiara?" tanya Amzar.

"Kiara sudah melecehkan Tuan Habibie. Kiara harus bertanggungjawab. Kiara enggak bisa menikah dengan pria yang ayah mau. Perempuan itu kan enggak boleh punya pasangan lebih dari satu. Iya enggak, Tuan?" tanya Kiara pada Habibie. Pria itu hanya mengangguk seraya menahan senyum.

"Kiara akan menikahi Tuan Habibie. Tolong lamar pria ini untuk Kiara. Ayah banyak uang, siapkan mahar yang paling bagus. Boleh 'kan?"

Amzar tergelak sampai menunduk seraya memegangi perutnya yang sakit. Pria itu tidak kuasa menahan tawa, tidak perduli itu di depan siapa, tapi anaknya itu benar-benar sangat lucu. Ingin rasanya Amzar cubit ginjal sang anak, saking gemasnya.

"Ayah kenapa? Ayah enggak sakit 'kan?" Entah kapan Kiara berdiri, tapi sekarang dia telah berada di hadapan Amzar, menyentuh kening sang ayah dengan wajah kebingungan.

Amzar menghentikan tawanya. Pria paruh baya itu menarik tangan Kiara sehingga anak sulungnya terduduk di atas pangkuan.

"Tuan Habibie mu itu adalah pria yang ingin ayah jodohkan dengan mu, Kia!" bisik Amzar dengan suara tawa renyahnya.

Kiara mematung. Perempuan itu menoleh ke arah Habibie, menatap pria itu lekat. "Kau!" tunjuk Kiara dengan jarinya. Habibie hanya menipiskan bibir seraya mengangkat kedua bahunya acuh.

Terpopuler

Comments

Rita susilawati

Rita susilawati

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-02-18

0

Wury Ayra

Wury Ayra

kia-kia org yg kamu hindari trnyta tnpa sengaja kamu berada disampingnya... jkalo sdh odoh emg ga bkl kemana

2023-03-20

4

Uneh Wee

Uneh Wee

kia kena loh anak manja di kerjaintuan habibie dan ayah mu heee selamet berjuang kia

2023-03-18

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Perjodohan
2 Bab 2. Perjodohan 2
3 Bab 3. Menerima
4 Bab 4. Heboh
5 Bab 5. Kekesalan Habibie
6 Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7 Bab 7. Kiara Semaput
8 Bab 8. Kiara Nakal
9 Bab 9. Kemarahan Habibie
10 Bab 10. Bertanggungjawab
11 Bab 11. Pernikahan
12 Bab 12. Keputusan Kiara
13 Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14 Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15 Bab 15. Terkontaminasi
16 16. Tidak Kapok-Kapok
17 17. Meluapkan Kemarahan
18 18. Keanehan Habibie
19 19. Tunduk Di Depan Pawang
20 20. Kembali Dibuat Kesal
21 Bab 21. Jurus Merengek
22 22. Salah Sangka
23 23. Mengangetkan
24 Bab 24. Masa Lalu
25 Bab 25. Sedikit Perduli
26 26. Suami Menyebalkan
27 27. Istri Tengil
28 28. Action Kiara
29 29. Kejahilan Kiara
30 Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31 31. Tidak Akan Kalah
32 32. Bala Bantuan atau Maut?
33 33. Kiara Sakit?
34 34. Sikap Lembut Habibie
35 35. Kecurigaan Habibie
36 36. Kesengajaan Gibran
37 37. Kesadaran Habibie
38 38. Habibie Mendadak Baik
39 39. Malam Pertama Untuk Kiara
40 40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41 41. Bukan Dia Yang Salah
42 42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43 43. Bekerja Sama
44 44. Cemburu
45 45. Keributan
46 46. Ingin Memulai Kembali
47 47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48 48. Kesempatan Kedua
49 49. Kebaikan Habibie
50 50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51 51. Protektif
52 52. Bertemu Humaira
53 53. Saya Bukan Aisyah
54 54. Ketulusan Kiara
55 55. Melamar Humaira?
56 56. Kebahagiaan Kiara
57 57. Kabar Mendadak
58 58. Berkelahi?
59 59. Masih Belum Ikhlas
60 60. Malam Pertama
61 61. Kekecewaan Gibran
62 62. Positif
63 63. Ego
64 64. Kamu Di Mana
65 65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66 66. Jalan Untuk Kiara
67 67. Ambil Sisi Positifnya
68 68. Penyesalan
69 69. Upaya Habibie
70 70. Syok Berat ???
71 71. Apa Aku Istrimu?
72 72. Janji Habibie
73 73. Penguntit
74 74. Kiara Dilamar Seseorang?
75 75. Kepanikan Semua Orang
76 76. Operasi??
77 77. Kiara Takut Mas
78 78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79 79. Efek Obat Bius
80 80. Ternyata Baby Boy
81 81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82 82. Habibie Sudah Berubah
83 83. Ending
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Perjodohan
2
Bab 2. Perjodohan 2
3
Bab 3. Menerima
4
Bab 4. Heboh
5
Bab 5. Kekesalan Habibie
6
Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7
Bab 7. Kiara Semaput
8
Bab 8. Kiara Nakal
9
Bab 9. Kemarahan Habibie
10
Bab 10. Bertanggungjawab
11
Bab 11. Pernikahan
12
Bab 12. Keputusan Kiara
13
Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14
Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15
Bab 15. Terkontaminasi
16
16. Tidak Kapok-Kapok
17
17. Meluapkan Kemarahan
18
18. Keanehan Habibie
19
19. Tunduk Di Depan Pawang
20
20. Kembali Dibuat Kesal
21
Bab 21. Jurus Merengek
22
22. Salah Sangka
23
23. Mengangetkan
24
Bab 24. Masa Lalu
25
Bab 25. Sedikit Perduli
26
26. Suami Menyebalkan
27
27. Istri Tengil
28
28. Action Kiara
29
29. Kejahilan Kiara
30
Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31
31. Tidak Akan Kalah
32
32. Bala Bantuan atau Maut?
33
33. Kiara Sakit?
34
34. Sikap Lembut Habibie
35
35. Kecurigaan Habibie
36
36. Kesengajaan Gibran
37
37. Kesadaran Habibie
38
38. Habibie Mendadak Baik
39
39. Malam Pertama Untuk Kiara
40
40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41
41. Bukan Dia Yang Salah
42
42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43
43. Bekerja Sama
44
44. Cemburu
45
45. Keributan
46
46. Ingin Memulai Kembali
47
47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48
48. Kesempatan Kedua
49
49. Kebaikan Habibie
50
50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51
51. Protektif
52
52. Bertemu Humaira
53
53. Saya Bukan Aisyah
54
54. Ketulusan Kiara
55
55. Melamar Humaira?
56
56. Kebahagiaan Kiara
57
57. Kabar Mendadak
58
58. Berkelahi?
59
59. Masih Belum Ikhlas
60
60. Malam Pertama
61
61. Kekecewaan Gibran
62
62. Positif
63
63. Ego
64
64. Kamu Di Mana
65
65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66
66. Jalan Untuk Kiara
67
67. Ambil Sisi Positifnya
68
68. Penyesalan
69
69. Upaya Habibie
70
70. Syok Berat ???
71
71. Apa Aku Istrimu?
72
72. Janji Habibie
73
73. Penguntit
74
74. Kiara Dilamar Seseorang?
75
75. Kepanikan Semua Orang
76
76. Operasi??
77
77. Kiara Takut Mas
78
78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79
79. Efek Obat Bius
80
80. Ternyata Baby Boy
81
81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82
82. Habibie Sudah Berubah
83
83. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!