Bab 12. Keputusan Kiara

Perempuan itu terbengong untuk beberapa waktu. Namun, detik berikutnya ia tergelak cukup kencang. Syukurlah Habibie telah keluar dari kamar itu, jika tidak, Kiara mungkin akan habis mencakar wajah suaminya.

"Astagfirullah ... Astagfirullah!" Kiara mengusap dadanya yang sejak tadi naik turun tidak karuan. "Bisa-bisanya gue ge'er. Astagfirullah ... itu orang minta ditabok kali ya. Mulutnya pedes kayak cabe setan."

Kiara tidak habis pikir, kenapa Habibie malah semakin menjadi-jadi setelah mereka menikah. Seharusnya Habibie bersikap lebih baik bukan? Kok bisa seperti ini? Astaga ... habislah Kiara.

"Oke! Aku jabanin Tuan Habibie yang terhormat. Lagipula, bagus kalau begini. Enggak usah saling ngatur, enggak usah saling ikut campur dan biarkan saja mengalir apa adanya. Aku akan menjalani kehidupan ku. Dan kau juga jalani saja kehidupan sempurna mu itu!"

Kiara mendelik menatap pintu kamar tajam. Ia berjalan ke arah kopernya. Membawa koper itu ke lemari dan meletakan baju-bajunya di sana. Dengan tidak beradabnya, Kiara menumpuk baju Habibie tanpa merapikan itu semua, dia telah terlalu kesal, sehingga tidak ada waktu baginya untuk menghormati kehidupan pria itu.

"Kau lihat saja, Tuan! Aku akan membuatmu jengkel hingga kepalamu pecah. Jangan panggil aku Kiara kalau aku tidak bisa membuat mu kejang-kejang dalam waktu dua minggu, ah tidak. Satu minggu juga cukup."

Gelak tawa perempuan itu terdengar sangat jelas. Setelah membuka satu kopernya, Kiara kembali masuk ke kamar. Perempuan itu menatap dirinya dari pantulan cermin. Membuka jilbabnya dan juga menghapus make up tipis dari wajah cantiknya itu.

"Bunda ... Ayah! Ini adalah jodoh pilihan kalian. Kiara janji, jika Kiara tidak bisa menaklukannya. Kiara akan mundur meski dia sangat tampan dan kaya. Kiara enggak perduli."

Perempuan itu masuk ke kamar mandi, membersihkan diri sambil bersenandung. Entahlah, karena status pernikahan sudah jelas, Kiara tidak akan sungkan lagi.

15 menit kemudian, perempuan itu keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk di atas paha. Sementara handuk lain melingkar di atas kepala.

Wajah perempuan itu mendongak ketika pintu kamarnya terbuka. Sosok pria tampan nan gagah itu berdiri mematung ketika melihat pemandangan di depan mata. Buru - buru dia memalingkan wajah, tidak ingin melihat sesuatu yang tidak boleh dilihatnya.

"Eishhhhhhh ... sok suci!" ketus Kiara.

Perempuan itu berjalan ke arah walk in closet. Berpakaian kemudian kembali ke kamar. Selepas rambutnya kering, dengan beraninya Kiara merangkak ke atas ranjang. Menarik selimut dengan kencang sehingga pria yang tengah berbaring itu terganggu.

"Jangan tudur di sini!" ketus Habibie.

Kiara mendelik, perempuan itu menarik selimut dari tubuh Habibie dan mulai berbicara. "Kalau enggak tidur di sini mau tidur di mana hah? Di kamar mandi? Di kursi? Atau di dalam lemari?"

"Ya terserah kamu aja. Yang penting jangan tidur di samping saya!"

Kiara semakin geram. Perempuan itu mengepalkan kedua tangan dengan rahang mengetat. "Heiii! Tuan Habibie yang terhormat. Saya sudah menikah dengan Anda. Saya adalah istri Anda. Bukankah tidak baik memperlakukan istri Anda seperti itu? Kalau Anda tidak ingin tidur di dekat saya. Keluar!"

"Tapi ini kamar saya!"

"Saya enggak nanya!" ketus Kiara. "Aku mau tidur di sini. Jangan harap aku akan menyerah. Bertingkah seperti perempuan lembek yang mudah ditindas. Pemikiran Anda itu terlalu drama. Saya ini Kiara, bukan protagonis dalam novel lebai!"

Astagfirullah ... Habibie dibuat melongo untuk yang kesekian kalinya. Tanpa merasa takut sedikitpun. Kiara berbaring di atas ranjang itu dengan santainya. Habibie kesal, tapi tidak mungkin juga dia keluar dari kamar itu.

"Dasar merepotkan!" keluh Habibie. Dia pun ikut berbaring. Menarik selimut akan tetapi selimut tersebut ditarik lagi oleh Kiara. Hal itu terus terjadi sampai keduanya berbalik dan saling berhadapan dengan wajah dongkolnya.

"Ambil selimut sendiri, Kiara!"

"Eeeitsss. Siapa Anda mau menyuruh-nyuruh saya seperti itu. Ambil sendiri. Ini rumah mu, bersikaplah seperti tuan rumah yang baik. Apa Tuan Habibie enggak ngaji!"

Duarrrrr!

Habibie seperti tersambar petir tengah malam. Pria itu dikatai apa? Tidak ngaji? Oh ayolah ... bukankah Kiara yang seperti itu? Ini juga alasan dia menikahi Kiara demi untuk mendidik perempuan ini agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Menghilangkan kebiasaan buruk agar kedua orang tua mereka menjadi senang.

Kiara benar-benar berbaring memunggungi Habibie. Dia menarik selimut itu agar Habibie tidak bisa mengenakan selimut yang sama dengannya. Enak saja, setelah menikahinya Habibie ingin berbuat sesuka hati? No! Kiara tidak akan menerima itu.

Habibie mengembuskan napas. Pria itu mau tidak mau berjalan ke walk in closet, untuk mengambil selimut. Namu, keningnya tiba-tiba mengkerut saat dia melihat sesuatu yang aneh dari lemari pakaian miliknya.

Tangan besar itu terulur, membuka lemari perlahan dan ketika itu dia lakukan, semua pakaian yang ada di dalam lemarinya berhamburan keluar. Baju-baju yang biasanya tersusun rapih bertumpuk seperti gunung kain.

Napas pria itu naik turun. Matanya terpejam dengan kedua tangan terkepal.

"Kiaraaaaaa!" pekik Habibie dengan nada tiga oktafnya. Perempuan dibalik selimut itu malah tersenyum dan kembali tidur dengan nyaman.

"Rasain!" ledek Kiara dengan senyum merekah.

Terpopuler

Comments

Lilly

Lilly

jd suami jg g mau nurunin ego ..
istri itu di bimbing dilembutkan ..
bukan di musuhin..
apalgi uda ad ikatan sah ..
yg dosa kamu lah sbagai suami krn dgn sngaja g mau nyentuh istri sndiri ..
haddehh dasar si suami paling sempurna 🔨🙄🤣

2023-05-27

0

Uneh Wee

Uneh Wee

maju terus habibie hadapin kiara biar dia jadi istri yg soleh ...tp jngn suka ngambek atau bentak donk tar kiara jantungn .,

2023-03-19

2

Oktav

Oktav

Diberi kasih sayang Habibie bkn dimusuhi.... Ya kalahlah sm non Kia

2023-03-19

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Perjodohan
2 Bab 2. Perjodohan 2
3 Bab 3. Menerima
4 Bab 4. Heboh
5 Bab 5. Kekesalan Habibie
6 Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7 Bab 7. Kiara Semaput
8 Bab 8. Kiara Nakal
9 Bab 9. Kemarahan Habibie
10 Bab 10. Bertanggungjawab
11 Bab 11. Pernikahan
12 Bab 12. Keputusan Kiara
13 Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14 Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15 Bab 15. Terkontaminasi
16 16. Tidak Kapok-Kapok
17 17. Meluapkan Kemarahan
18 18. Keanehan Habibie
19 19. Tunduk Di Depan Pawang
20 20. Kembali Dibuat Kesal
21 Bab 21. Jurus Merengek
22 22. Salah Sangka
23 23. Mengangetkan
24 Bab 24. Masa Lalu
25 Bab 25. Sedikit Perduli
26 26. Suami Menyebalkan
27 27. Istri Tengil
28 28. Action Kiara
29 29. Kejahilan Kiara
30 Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31 31. Tidak Akan Kalah
32 32. Bala Bantuan atau Maut?
33 33. Kiara Sakit?
34 34. Sikap Lembut Habibie
35 35. Kecurigaan Habibie
36 36. Kesengajaan Gibran
37 37. Kesadaran Habibie
38 38. Habibie Mendadak Baik
39 39. Malam Pertama Untuk Kiara
40 40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41 41. Bukan Dia Yang Salah
42 42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43 43. Bekerja Sama
44 44. Cemburu
45 45. Keributan
46 46. Ingin Memulai Kembali
47 47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48 48. Kesempatan Kedua
49 49. Kebaikan Habibie
50 50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51 51. Protektif
52 52. Bertemu Humaira
53 53. Saya Bukan Aisyah
54 54. Ketulusan Kiara
55 55. Melamar Humaira?
56 56. Kebahagiaan Kiara
57 57. Kabar Mendadak
58 58. Berkelahi?
59 59. Masih Belum Ikhlas
60 60. Malam Pertama
61 61. Kekecewaan Gibran
62 62. Positif
63 63. Ego
64 64. Kamu Di Mana
65 65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66 66. Jalan Untuk Kiara
67 67. Ambil Sisi Positifnya
68 68. Penyesalan
69 69. Upaya Habibie
70 70. Syok Berat ???
71 71. Apa Aku Istrimu?
72 72. Janji Habibie
73 73. Penguntit
74 74. Kiara Dilamar Seseorang?
75 75. Kepanikan Semua Orang
76 76. Operasi??
77 77. Kiara Takut Mas
78 78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79 79. Efek Obat Bius
80 80. Ternyata Baby Boy
81 81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82 82. Habibie Sudah Berubah
83 83. Ending
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Perjodohan
2
Bab 2. Perjodohan 2
3
Bab 3. Menerima
4
Bab 4. Heboh
5
Bab 5. Kekesalan Habibie
6
Bab 6. Hukuman Untuk Kiara
7
Bab 7. Kiara Semaput
8
Bab 8. Kiara Nakal
9
Bab 9. Kemarahan Habibie
10
Bab 10. Bertanggungjawab
11
Bab 11. Pernikahan
12
Bab 12. Keputusan Kiara
13
Bab 13. Membuat Suami Jengkel
14
Bab 14. Hukuman Untuk Kiara
15
Bab 15. Terkontaminasi
16
16. Tidak Kapok-Kapok
17
17. Meluapkan Kemarahan
18
18. Keanehan Habibie
19
19. Tunduk Di Depan Pawang
20
20. Kembali Dibuat Kesal
21
Bab 21. Jurus Merengek
22
22. Salah Sangka
23
23. Mengangetkan
24
Bab 24. Masa Lalu
25
Bab 25. Sedikit Perduli
26
26. Suami Menyebalkan
27
27. Istri Tengil
28
28. Action Kiara
29
29. Kejahilan Kiara
30
Bab 30. Kebahagiaan Kiara
31
31. Tidak Akan Kalah
32
32. Bala Bantuan atau Maut?
33
33. Kiara Sakit?
34
34. Sikap Lembut Habibie
35
35. Kecurigaan Habibie
36
36. Kesengajaan Gibran
37
37. Kesadaran Habibie
38
38. Habibie Mendadak Baik
39
39. Malam Pertama Untuk Kiara
40
40. Kiara Dibuat Jatuh Cinta
41
41. Bukan Dia Yang Salah
42
42. Bertarung Dengan Masa Lalu
43
43. Bekerja Sama
44
44. Cemburu
45
45. Keributan
46
46. Ingin Memulai Kembali
47
47. Kejujuran Dibalik Kekacauan
48
48. Kesempatan Kedua
49
49. Kebaikan Habibie
50
50. Sisi Tengilnya Keluar Lagi
51
51. Protektif
52
52. Bertemu Humaira
53
53. Saya Bukan Aisyah
54
54. Ketulusan Kiara
55
55. Melamar Humaira?
56
56. Kebahagiaan Kiara
57
57. Kabar Mendadak
58
58. Berkelahi?
59
59. Masih Belum Ikhlas
60
60. Malam Pertama
61
61. Kekecewaan Gibran
62
62. Positif
63
63. Ego
64
64. Kamu Di Mana
65
65. Semuanya Akan Baik-baik Saja
66
66. Jalan Untuk Kiara
67
67. Ambil Sisi Positifnya
68
68. Penyesalan
69
69. Upaya Habibie
70
70. Syok Berat ???
71
71. Apa Aku Istrimu?
72
72. Janji Habibie
73
73. Penguntit
74
74. Kiara Dilamar Seseorang?
75
75. Kepanikan Semua Orang
76
76. Operasi??
77
77. Kiara Takut Mas
78
78. Prediksi Yang Kurang Tepat
79
79. Efek Obat Bius
80
80. Ternyata Baby Boy
81
81. Rumah Baru Untuk Kiara Dan Alkhan
82
82. Habibie Sudah Berubah
83
83. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!